Ikhtisar :
Menjadi seorang anak yang di beri kelebihan oleh sang maha kuasa bukanlah perkara yang menyenangkan, mereka harus menjalani hidup yang penuh dengan hal mistis. Belum lagi mereka selalu terganggu dengan suara, aroma bahkan suara-suara makhluk gaib. Adara Aurelia Alvarendra, seorang gadis yang mempunyai kemampuan khusus. Adara bisa melihat bahkan bisa berinteraksi langsung dengan makhluk tak kasat mata, karena kemampuannya tersebut membuat Adara di benci oleh kakek dan neneknya sendiri. Karena mereka menganggap kalau kelebihan yang dimiliki oleh Adara adalah sebuah kutukan. Justin Leon Alvarendra, kakak kandung Adara sangat menyayanginya Adara. Dia selalu membela Adara ketika Adara di hina oleh kakek dan neneknya, namun sifat Adara benar-benar berbeda dari orang yang memiliki kemampuan sepertinya, bagaimana tidak ? kalau hobi Adara membully makhluk gaib. Dia memiliki sifat tengil dan bobrok membuat makhluk gaib takut untuk mendekatinya.
Simak cerita selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Menjenguk Azlan
Sesuai rencana tadi pagi, bahwa sekarang Lucky dan kawan-kawan beserta Adara ingin menjenguk Azlan. Namun sebelum itu, Adara lebih dulu memberitahu Justin kalau dia akan pulang bersama Arghi agar Justin tidak menjemputnya.
“Dara ayo” Ajak Arghi, menyuruh agar Adara segera menaiki motornya
“Sebentar, gue ambil jaket dulu di kelas. Jaket gue ketinggalan di sana” Celoteh Adara kemudian pergi kembali ke kelasnya sambil berlari
Sesampai di kelasnya, Adara masih melihat keberadaan Gavin
“Vin, lo ngapain masih di kelas ? Lo belum pulang ?” Tanya Adara yang baru masuk kelas dan melihat keberadaan Gavin
Sedangkan Gavin sedikit kaget kedatangan Adara pun langsung menoleh
“Loh… Dara ? Perasaan tadi lo udah keluar ?” Tanya Gavin bingung
“Gue ambil jaket gue yang ketinggalan, soalnya mau pualng sama Arghi sambil nengok Azlan” Jawab Adara sambil sedikit terkekeh
“Emang kenapa sama bang Azlan ?, perasaan kemarin dia baik0baik aja” Tanya Gavin
“Azlan lagi sakit” Jawab Adara
“Emang lo kemarin ketemu sama Azlan dimana ?” Lanjut Adara
“Di depan markas Wolf Black” Jawab Gavin
“Oh, kalau gitu gue duluan yah. Udah di tunggu sama Arghi soalnya” Pamit Adara kemudian pergi meninggalkan Gavin
Sesampai di parkiran, Adara bisa melihat wajah Arghi yang sedikit murung.
“Lama gak ?” Tanya Adara
“Eh copot-copot” Latah Arghi
“Ahahahahaha” Melihat Arghi terkejut membuat Adara tertawa
“Dara, kamu ngagetin aja. Lama banget lagi, ya udah ayo cepetan soalnya Lucky sama Syakir udah ke sana duluan” Ucap Arghi Ucap Arghi membuat Adara mengagguk dan menaiki motornya
Setelah Adara naik, Arghi mulai menjalankan motornya keluar dari linkungan sekolah. Namun tanpa Adara sadari, ada seseorang yang telah merekam dirinya.
“Dengan video ini, gue bisa buat Dara dimarahi habis-habisa sama om Reynard” Gumamnya sambil tersenyum licik
“Arghi, jangan ngebut-ngebut woy” Teriak Adara sambil memejamkan kedua matanya karena merasa sangat takut. Motor yang di kendarai oleh Arghi melaju sangat kencang
“Gak papa, biar cepat sampai. Lo pegangan sama gue aja, agar gak jatuh” Jawab Arghi sdikit berteriak
“Arghi, gila lo. Kurangin kecepatannya” Pekik Adara membuat pengendara lain menatap kearah dirinya dan juga Arghi.
Karena kesel dengan Adara, akhirnya Arghi menghiraukan ucapan Adara, dia kembali fokus menatap jalanan dan mengendarai motornya. Sedangkan Adara memegang jaket yang di pakai Arghi dengan erat.
*****
Beberapa menit kemudian, motor yang di kendarai oleh Arghi sudah memasuki pekarangan rumah Azlan. Adara sempat tertegun melihat bangunan rumah Azlan yangsangat elegan dan bagus, namun dengan cepat Adara menormalkan keterkejutannya.
“Dara, lo gak mau turun ?” Tanya Arghi yang melihat Adara dari kaca spionnya hanya diam saja tanpa ada pergerakan apa pun
“Eh sebentar” Jawab Adara terkejut, dengan cepat Adara langsung turun dari motor Arghi
“Kutub es sama Lucky mana ?” Tanya Adara menatap sekelilingnya mencari keberadaan Syakir dan Lucky
“Mereka udah di dalam, ya udah ayo masuk aja. Anggap rumah sendiri” Ajak Arghi sambil terkekeh
Arghi berjalan lebih dulu di depan Adara, karena langkah Arghi yang lebar membuat Adara sedikit kesusahan untuk mensejajarkan langkahnya.
“Assalamu’alaikum, pangeran tampan udah datang. Silahkan di sambut dengan meriah” Teriak Arghi sambil berjalan dengan sangat PDnya, sedangkan Adara yang melihat kelakuan Arghi menjadi sangat kesal dan malu sendiri
Tak lama kemudian Tika datang dari arah dapur, bisa dilihat dari penampilannya sepertinya sedang memasak.
“Loh, Arghi ? Kamu datang sama siapa ? Tumben gak bareng sama Lucky dan Syakir ?” Tanya Tika
“Eh mama, lagi masak ya ?” Ujar Arghi malah balik bertanya
“Jawab dulu pertanyaan mama, Arghi” Ucap Tika kesal sambil berkacak pinggang
Arghi tersenyum lebar, kemudian menarik tangan Adara membawanya agar lebih dekat dengannya dan juga Tika.
“Kenalin ma, dia Adara. Dia itu pacarnya Azlan ma, alasan aku nggak bareng sama Lucky dan Syakir karena Arghi nunggu pacarnya Azlan dulu. Hehehehe” Jawab Arghi sedangkan Adara yang mendenagrnya langsung melotot kedua matanya menatap Arghi
Mendenagr ucapan Arghi membuat Tika tersenyum kearah Adara, kedua tangannya terulur untuk mengelus pipi Adara yang cubi.
“Oooh, ternyata pacarnya Azlan. Kenapa gak pernah main ke sini ?” Tanya Tika
Adara hanya tersenyum canggung mendengar ucapan Adara, dia bingung ingin merespon ucapan Tika seperti apa.
“Ya ampun, kamu cantik banget dan imut lagi. kok kamu bisa-bisanya kamu mau sama Azlan ? padahal dia itu itu jelek loh” Ujar Tika sambil menguyel-nguyel pipi Adara
“Azlan ganteng kok, tan” Jawab Adara tanpa sadar, beberapa deti kemudian Adara langsung menepuk keningnya gugup
Sedangkan Tika dan Arghi tertawa melihat kegugupan Adara
“Ya udah Arghi, kamu ajak Dara ke kamar Azlan” Titah Tika dengan lembut
Arghi mengangguk patuh, kemudian mengajak Adara naik ke lantai atas. Sesampai di depan pinto kamar Azlan, tanpe mengetok pintu dulu Arghi langsung masuk. Membuat orang yang ada di dalam sana terkejut.
“Set*n ! masuk tanpa ngetuk pintu, gak punya tangan lo ?” Maki Lucky sampai terjungkal akibat gebrakan pintu ulah Arghi, sedangkan Azlan dan Syakir sedang berbaring di atas ranjang sedang bermain game
“Lan, gue bawa bini lo nih” Ucap Arghi mencoba menghindari dari tatapan maut Azlan dengan mengalihkan pembicaraan
“Bini gue ? Siapa ?” Tanya Azlan datar
“Sini, masuk aja gak papa” Ajak Arghi menatap ke arah Adara
“Masa gue masuk ke kamar cowo sih” Protes Adara
“Ya gak papa, lagian kita gak akan ngapa-ngapain lo kok. Lo tenang aja, semuanya aman” Bujuk Lucky
Adara mengangguk, dia berjalan memasuki kamar Azlan. Setelah masuk Adara terkesima dengan kamar Azlan, yang terlihat sangat elegan dan nyaman. Azlan yang kaget melihat Adara langsung bangkit dari tidurnya.
“Adara” Ucap Azlan
Tak bisa Azlan pungkiri, dia sangat senang melihat kehadiran kekasihnya itu.
“Hai Lan, gimana keadaan lo sekarang ?” Tanya Adara
“Gue udah mendingan kok” Jawab Azlan dengan lembut
Azlan beralih menatap kearah sahabatnya
“Kenapa kalian gak bilang sama gue kalau Adara mau ke sini ? kalian bener-bener, mana gue belum mandi lagi” Ucap Azlan geram
Lucky meringis pelan
“Biar jadi kejutan, kalau kita bilang namanya juga bukan kejutan” Jawab Lucky
Azlan berdecak kesal
“Dara duduk sini samping gue, gue kangen banget sama lo” Lontar Azlan dengan manja, membuat yang ada di sana yang mendengarnya geli sendiri
“Anj*r, kenapa Azlan jadi banci sih” Ucap Lucky heboh lalu melempar bantal ke arah Azlan
“Tadi aja marah-marah, sekarang malah manja banget” Ledek Arghi sedangkan Syakir hanya diam saja
Adara menuruti ucapan Azlan, dia duduk di samping Azlan. Walau pun ada rasa gugup pada dirinya, tiba-tiba ucapan Rani teringat begitu saja dibenak Adara membuat Adara bingung sendiri ingin menyampaikannya.
masih setia baca