NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Semenjak Kamu pergi.. Tak tau bagaimana lagi harus menata hati ini. Hancur berkeping terasa hampa tanpa kamu disini. Begitu sakitnya hati, membelenggu jiwa yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku sangat menyayangimu Yara, kini aku kehilanganmu, kamu tinggalkan ku bersama dua buah hati kita hingga aku menemukanmu Zalfa Arshila.

Seluruh yang ada pada dirimu tak ubahnya seperti Yara istriku yang telah tiada. Bayangan Yara melekat kuat dalam dirimu. Tapi kusadari.. Shila dan Yara adalah dua orang yang berbeda. Apa rasaku ini karena kedua anak ku atau kah kamu memang mengisi ruang hatiku.. Yang jelas saat ini yang kutahu.. ada sosok baru di hidupku, yaitu kamu Zalfa Arshila.

Lanjutan Kisah cinta Kapten Rivaldi Alfario. Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Penyesalan terdalam ku.

Rival membawa mobilnya dengan hati-hati. Arben dan Abrian berloncatan di kursi belakang. Shila yang ingin menemani kedua bocah aktif itu.

"Kamu lihat anak-anak. Kalau mereka menendang perutmu.. habislah Abang"

Baru Rival selesai berbicara, Arben memanjat kursi belakang dan terguling di sana dengan keras membuat Shila refleks kaget melepas seat belt nya di jalan berbatu. Rival yang terkejut dengan reaksi Shila mengerem mendadak. Shila tergeser maju ke depan. Rival menahan badan Shila agar tidak meluncur ke depan atau terbentur dashboard.

"Seat belt nggak boleh sembarang di lepas!!!" bentak Rival.

"Kalau Abang ini tadi ngebut, kamu bisa terpental dek!!!!" Rival mengusap wajahnya.

"Kalian duduk yang benar, papa khan sudah bilang duduk manis" ucap Rival pada kedua anaknya. Kedua putra Rival itu masih tertawa riang gembira.

"Astagfirullah hal adzim..." Rival mengurut dada melihat tingkah putranya.

***

"Bagaimana tadi bang? Bagus tidak?" tanya Shila di suatu sore pada Rival. Rival mengangkat Abrian dari pangkuannya seusai mengaji.

Arben dan Abrian langsung menyambar menikmati ubi goreng buatan Shila, sedangkan Rival melipat sarungnya.

"Bagus, tapi sekolahnya terlalu jauh dan harus keluar Asrama. Sebentar lagi anak kita lahir, kamu akan kerepotan mengawasi Arben dan Abrian apalagi nanti sambil menggendong bayi" kata Rival penuh pertimbangan.

"Tapi sekolahnya juga ada pengetahuan tentang agama bang?"

"Memangnya kamu nggak mengajarkan agama ke anak-anak? Abang lihat anak-anak sudah pandai mengaji. Abrian juga sudah mengikuti gerakan kalau Abang sholat" kata Rival yang sedang mulai makan karena ia terlambat makan.. terlalu sibuk di kantor.

"Shila tau bang. Tapi kalau di sekolah, mereka akan dapat pengajaran yang lebih lengkap" ucap Shila.

"Abang pikirkan lagi. Jangan terburu mengambil keputusan" kata Rival.

Terbayang di benakny Shila akan berjalan menunggui anak-anak di usia kehamilan sembilan bulan, lalu setelah melahirkan akan menggendong bayi dan menunggu Arben sampai selesai sekolah.

"Bagaimana kalau pagi sekolah di dalam asrama dan sore mengaji di mushola?" ide Rival.

"Dunia anak-anak masih dunia bermain bang"

"Abang ngalah, yang penting kamu jaga kondisi juga"

***

Pukul empat pagi Shila sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya. Hari ini Arben akan sekolah di tempat yang Shila tawarkan ke papa Arben.

-_-_-_-_-

Rival memperhatikan Shila yang sudah repot sejak pagi tadi.

"Kenapa kamu ngeyel pengen ke sekolah itu" tanya Rival melihat Shila mengatur bekal sekolah Arben.

"Abang khan sudah setuju. Kenapa sekarang Abang setengah hati?" tanya Shila.

"Abang juga cemaskan kamu"

"Ini untuk bekal mereka bang, karena setelah kita mati amal kita yang akan menyelamatkan kita" ucap Shila sambil mengusap perutnya.

"Itu benar tapi Abang nggak suka alasanmu" Rival berdiri dari duduknya.

"Kata mama Shila, do'a anak Sholeh akan menemani mama Yara di surga" ucap Arben tiba-tiba. Abrian pun baru saja bangun dan berlari memeluk Shila.

"Terus apalagi??" tanya Rival lembut, tapi ia tidak sanggup melihat istri dan anaknya itu.

"Belahan jiwa ayah, belahan jiwa Arben dan Abrian juga. Biar mama Yara tidak ada, Arben dan Abrian milik mama Yara. Doa papa, Arben dan Abrian selalu ada dalam hati kita. Menjaga mama Yara dalam doa"

Jawaban putranya bagaikan hantaman keras di tubuhnya. Shila sudah mengajarkan bahwa ibu kandungnya harus tetap dalam hati. Anak berusia empat tahun sudah bisa mengucapkan nya.

Rival berjongkok di hadapan Arben dan Abrian.

"Kapan mama Shila mengajari mu bicara begitu?" tanya Rival dengan suara beratnya.

"Setiap habis sholat pa"

Rival menarik kedua putranya ke dalam pelukannya. Sesak terasa jika mengingat Yara, tapi takdir tidak dapat di ubah.

Kamu adalah buah cinta papa dan mama Yara. Papa sangat sayang kalian. Waktu papa memang tidak banyak untuk kalian. Tapi jelas di hati papa, kalian segalanya. Tak akan lelah papa berusaha membuat kalian bahagia.

"Baiklah.. sekolah yang pintar. Jangan nakal ya. Nanti papa jemput" kata Rival lalu berdiri menatap wajah istrinya.

"Abang tidak bisa menerka perasaan mu. Ingatlah selalu, tidak ada bedanya kamu dan Yara dalam hati Abang. Semua kesayangan Abang. Kamu paham??" Mata Rival memerah, sebulir air matanya tumpah merasakan perasaan yang entah bergejolak memikirkan banyak hal.

Shila menghapus air mata suaminya.

"Ini sudah kewajiban Shila bang"

"Terima kasih, terima kasih banyak kamu mewakili perasaan Abang"

"Sama-sama bang"

***

Rival bersandar di kursi kerjanya. Wajahnya masih terlihat sendu.

Hanya di bangku ini aku bisa duduk merindukan kalian, dua orang yang berbeda tapi kalian sama-sama kucinta. Yara, kamu adalah istri mas yang tidak akan pernah hilang dalam hatiku, bahkan bayangmu pun tidak akan sirna. Dan kamu Shila.. kamu adalah istri yang menghidupkan nyawa Abang kembali, menghiasi kehidupan Abang. Tak terbayangkan hidup Abang tanpa kamu.

Rival mengusap wajahnya. Ia sangat bimbang hari ini. Rival memutuskan pergi ke masjid menemui Bintara Rohani di sana. Ustadnya Batalyon kalau orang bilang.

-_-_-_-_-

"Ada apa Danki?" tanya Serma Karsono.

"Langsung saja pak. Saya bimbang dengan perasaan saya. Saya sangat mencintai Shila istri saya ini, tapi tidak bisa lupa dengan almarhumah istri saya. Shila sangat peka hal itu, saya membohongi nya berkali-kali dan mengatakan tidak ada rasa lagi untuk Yara. Dia juga cemburu dengan Yara" Mendengar itu pak Karsono tersenyum.

"Apa pak Rival masih suka menyimpan foto bu Yara?" tanya pak Karsono.

"Iya pak"

"Apa perlakuan pak Rival pada Bu Shila sama seperti bapak memperlakukan Bu Yara?"

"Tidak pak" jawab Rival cemas.

"Alasannya??"

"Saya takut mengkhianati Yara"

"Tapi cinta dengan Bu Shila?" tanya pak Karsono.

"Sangat pak"

"Saat berdua dengan kedua wanita itu, mana yang tidak ingin bapak lepas"

"Keduanya. Tapi saya lebih membatasi diri pada Shila"

"Alasannya???"

Rival hanya diam, rasanya pita suara nya sulit untuk terbuka.

"Takut berkhianat lagi??" tanya pak Karsono.

"Kalau terus seperti ini, lebih baik bapak lepas Bu Shila"

"Saya cinta Shila pak"

"Jangan katakan bapak lebih sering mengajak Bu Yara berduaan daripada Bu Shila"

"Itu benar pak. Saya bisa melakukannya setiap hari dengan Yara, tapi setengah mati menahan rindu dengan Shila."

"Tapi sebenarnya ingin sekali dengan Bu Shila?" Rival menunduk dan tersenyum.

"Tanpa bapak sadari bapak menyakiti batinnya. Satu tahun menyiksa hati Bu Shila. Rasa cemburu Bu Shila timbul karena bapak sendiri"

"Yang sudah pergi, iklaskan.. simpan di dalam hati. Bu Shila sudah bapak pilih, jangan di jadikan pelampiasan hanya di kala sepi. Bapak sudah menikahinya, kalau bapak membuat Bu Shila seperti ini bapak yang dosa. Bu Shila juga butuh perhatian dan kasih sayang sama seperti Bu Yara. Pak Rival menitipkan anak Bu Yara dan bapak pada Bu Shila, apa perlakuan Bu Shila buruk pada anak pak Rival?"

"Tidak pak, dia mengetuk pintu hati saya sampai saya jadi seperti ini"

"Buka lembaran baru, cintailah yang sudah tidak ada, dan itu hanya bapak dan Allah saja yang tau. Bu Shila juga sedang hamil, pasti perasaannya juga lebih sensitif, sebelum bapak rasakan sakitnya kehilangan, lebih baik bapak sadarkan hati mulai sekarang"

-_-_-_-_-

Rival masuk ke dalam rumah membawa jutaan penyesalan dalam hati.

Rival melihat Shila sedang menjemur pakaian di belakang rumah.

"Assalamualaikum.. Anak-anak pulang jam berapa?" tanya Rival.

"Nanti jam sebelas bang"

Rival mendekap Shila. Ia merasakan rindu membuncah yang teramat sangat dalam dadanya.

"Maafkan perlakuan Abang ya dek. Sungguh Abang menyesal"

"Perlakuan yang mana bang?" tanya Shila heran.

.

.

1
Hanna Han
maaf Thor,mungkin perasaan saya aja,knp dari awal menikah saya kurang suka dg sikap shila,sebelum menikah dia tau gimana keadaan hati rival,sharusnya stelah menikah dia bantu rival ksih semangat ksih pengertian gimana caranya move on pelan2 dari Yara, bukannya mlah lngsung egois sendiri meminta untuk jd satu2nya,sma aja menabur sendiri garam di atas lukanya..hadeehh
NaraY_Kamanatha: maaf ya kak. Nara hanya menyampaikan isi hati manusia tidak ingin di duakan.
total 1 replies
Diah ayu yudisthira❤
Sama kayak aku dulu waktu masih umur 4 bulan udah di tinggal papa satgas ke lebanon huhuhu semangat terus buat anak kolong😭
Diah ayu yudisthira❤
Timika wahhh tempat calon suami aku satgas dong😭
Al Fatih
karyamu tidak pernah gagal bikin qta mewek,, qta tertawa...,, keren slalu...
Al Fatih
aq tak tenang setelah mama Yara meninggal,, langsung lanjut kesini....
Novi Jahan
sangat"bgus ceritanya
Ony Syahroni
aduh thor sedih banget akubacanya seolah2 nyata thor, trmksh mudah2 author sll dlm lindungan Allah, sehat sll utkmu dan kel, aku tunggu karya berikutmu thor dan semangat
Ony Syahroni
sedih banget thor, kasih kebahagian thor, lanjut
Ony Syahroni
banyak banget cobaannya thor yg penting hapy ending ya thor
Ony Syahroni
kasian Rivan da Silla, mudah2an Silla bisa melihat lg thor dan kasih kebahagian utk kelnya thor
Ony Syahroni
Biasa
Ony Syahroni
Lumayan
cocoms
bagus
an
bagus
Nitha Nya Oedin
👍
BeQty
Luar biasa
@yra
gesrek" numbuk padi
Aquamarin
dadaku sakit
Diah Darmawati
nyeseg mbk Naraaaaa😭😭😭
||shaza||{*💮*}
untuk author terkasih terimakasih atas segala kerja kerasnya telah membuat karya yang begitu membuka mata hati pembaca tentang apa arti dari pernikahan untuk saling menerima apapun keadaan pasangan masing-masing dan slalu menuntun dlm ketakwaannya 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!