Pahit nya kehidupan yang di alami oleh Anyer ,yang selalu di jadikan umpan keluarga nya untuk menghasilkan uang.Anyer harus terus banting tulang demi mendapat kan uang untuk keluarga yang tidak pernah menganggap nya ada yang terutama ibu dan adik tiri nya.
Hingga pada hari ulang tahun nya dia mendapat kan kejutan bahwa dia harus menikah dengan seorang mafia terkenal untuk melunasi utang utang ayah nya.
Evans Scrith seorang mafia yang terkenal dengan kekejaman nya dan harta yang melimpah limpah. Dia yang tak lain adalah orang yang akan menikahi Anyer.
Yang pasti nya dengan sebuah alasan.
Mampukah Anyer mempertahankan pernikahan nya saat dia menikah dengan seorang mafia itu? atau dia memilih untuk mengakhiri pernikahan nya?
mari simak novel saya jangan lupa tinggalkan jejak nya dan vote sebanyak banyak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lambean, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ENDRA
"Bang Evanssss......" Teriak seseorang saat sudah berada di depan meja Evans dan Erdo.
Mata Evans membulat dengan sempurna begitu juga dengan Erdo.
Evans memutar bola mata nya ke kiri dan...
Tampak lah sosok makhluk aneh bin lebay tepat berdiri di samping kiri Evans.
Benar benar rasanya Evans ingin terbang saat itu juga melihat sosok yang tepat di depan mata nya.
Sementara Erdo dia juga tak kala heran saat melihat makhluk aneh itu. Bukan berarti hewan yah tapi manusia hehhe.
Andai ada pancing saat itu juga dia pasti lebih memilih untuk melahap pancing itu agar tertarik ke atas. Rasa nya dunia seperti mau kiamat saat itu juga melihat sosok makhluk aneh itu.
"Bang Evanssss..." Makhluk aneh itu memeluk tubuh Evans dengan sangat erat seakan tak ingin berpisah darinya.
Evans benar benar akan kehilangan jati diri nya jika berlama lama dengan makhluk aneh yang kini memeluk tubuh nya erat.
" Lepaskan" Ucap Evans dengan suara yang meninggi sok marah tapi sebenarnya tidak sama sekali.
Namun makhluk aneh itu tak menghiraukan perkataan Evans. Dia tetap memeluk Evans dengan erat.
"Lepaskan aku bilang" Ucap Evans lagi. Benar benar dia sangat di uji saat itu juga.
" Tidak aku tidak mau" Jawab seseorang yang memeluk Evans.
Bahkan memberi cela untuk bernafas buat nya saja seakan tidak ada ruang karena erat nya pelukan makhluk aneh itu.
"Lepaskan!!!!" Teriak Evans agar segera terlepas dari pelukan seseorang itu.
Dengan segera makhluk aneh itu melepaskan pelukan nya yang begitu erat.
"Ih..bang Evans kenapa sih? kok teriak teriak. Kan jadi malu di liatin orang" Dia Memonyong kan bibir nya kedepan lagak nya anak kecil yang tidak diberi es krim.
" Biar aja biar kau yang malu sendiri. Datang peluk peluk gak malu apa?" Kesal Evans dengan menatap tajam orang itu. Namun yang di tatap tetap saja cemberut tanpa peduli pada tatapan Evans.
" Suka suka Endra donk. Tangan tangan Endra tubuh tubuh Endra" Ucap Endra tak ingin di katain malu maluin.
Endra ya dia adalah Endra Scrith saudara Evans yang tinggal di korea. Tempat Evans berada saat ini.
Dia sudah di angkat oleh Pram menjadi anak angkat nya.Karena Endra sudah tidak memilki siapa siapa lagi selain keluarga Evans.
Endra adalah anak dari adik nya Pram. Namun karena sebuah kecelakaan tragis sehingga membuat ayah dan ibu Endra meninggal dunia. Pada saat itu Endra masih berumur kurang lebih lima tahun.
Karena rasa kasihan nya Pram sehingga dia pun mengangkat Endra menjadi anak angkat nya. Yang berarti adik tiri Evans.
Tapi biar pun Endra adik tiri nya.Evans tak pernah membenci Endra bagaimana pun sikap Endra yang sangat jauh berbeda dengan Evans.
" Yah emang itu tangan mu itu tubuh mu. Siapa bilang itu tubuh ku" Kata Evans menatap sinis adik nya itu.
" Ihh..kan bang Evansss....." Teriak Endra dengan keras.
Sehingga semua mata tertuju pada meja mereka.
Endra langsung duduk di kursi depan Evans. Menatap Evans dengan sok ngambek.
" Dasar yah mulut mu itu gak da henti henti nya.Diam kenapa ha?" Kesal Evans. Tapi tak merubah gaya angkuh dan super datar nya.
Sedangkan Erdo hanya senyum senyum menatap kedua orang itu.Yang kalau jumpa layak nya tikus dan kucing.
" Gak mau!" Titah Endra tak ingin di atur atur.
" Cih..dasar!!! kau itu laki laki bodoh sifat nya macam perempuan sok ngambek" Kata Evans mencoba menyinggung adik nya itu. Tapi nihil Endra tak bergeming dia tetap saja memonyongkan bibir nya ke depan.
Endra langsung melahap makanan yang belum sempat di habis kan oleh Evans tadi kerena suara teriakan dia tadi.
" Ehh..ngapai kau makan makanan ku ha?" Kesal Evans. Benar benar jika sudah bertemu dengan adik nya itu, pasti selalu menguji kesabaran Evans.
" Suka suka Endra donk. Kan ini makanan punya abang Endra bukan punya yang lain " Jawab Endra dengan melahap habis makanan yang ada.
" Dah kenyang?" Ucap Evans menatap sinis Endra yang sudah menghabiskan makanan nya.
" Udah donk, perut Endra dah kenyang nih" Ucap Endra tanpa tau malu. Ya begitu lah sikap Endra sosok yang suka asal ngomong, manja dan sebagai nya. Tapi hanya bersama Evans lah sikap aneh dan jahil nya itu muncul.
**
HELLO TOLONG VOTE YAH SAYANG KU:(
emang di Australia ada yg jualan nasi goreng kayak do Indonesia??
Australia mixs Indonesia