Katarina Scotlyn, dia seorang wanita malam yang menghabiskan waktunya untuk memuaskan ranjang laki-laki hidung belang atau sekedar menjadi penari latar. Berawal dari kedua orangtuanya yang dengan sengaja merusak tubuhnya dengan menjual tubuhnya ke laki-laki di luar sana membuat hidupnya kini menjadi liar.
Ia hidup bebas bagaikan kupu-kupu di tengah gelapnya malam. Hingga kebebasannya itu harus berhenti saat ada seorang laki-laki yang menawarkan uang 2 juta dolar hanya untuk sebuah keturunan. Tanpa tahu siapa laki-laki itu dan akan dibawa kemana dirinya nanti, ia menerima tawaran itu.
Hingga sampailah ke sebuah rumah yang cukup besar. Disanalah dia tahu siapa laki-laki itu bahkan ia tahu jika dia telah memiliki seorang istri yang sangat baik.
Niat awal Katarina memang hanya untuk melakukan tugasnya sebagai wanita sang pemilik rahim pengganti. Tapi ketika ia hamil, bagaimana jika dirinya mencintai laki-laki yang menghamilinya? Apakah Katarina akan merebut dia dari istri sahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
"Apa kita tidak salah dengar?" tanya Brendan untuk memastikan kebenarannya.
"Tentu saja tidak. Kita berempat bahkan sudah merencanakan untuk menginap disini jauh-jauh hari," balas ibu Sabrina.
"Memangnya kenapa kalau kita menginap? Apa kalian tidak memperbolehkan keluarga kalian sendiri untuk bermalam di rumah kalian ini?" timpal ibu Brendan dengan tatapan nyalang. Siapa melontarkan kata-kata pedasnya jika saja kedua orang yang saat ini ia tatap tak mengizinkan mereka tinggal di rumah ini.
"Bukan begitu. Hanya saja aku dan Sabrina merasa terkejut saat mendengarnya tadi karena kita berpikir kalian akan menginap di hotel daripada di rumah ini yang jika kalian lihat sangat jauh dari pusat kota dan juga wisata. Aku yakin kalian kesini bukan hanya sekedar menjenguk kita kan? Pasti kalian juga ingin jalan-jalan ke tempat wisata atau bahkan shopping?" ucap Brendan mengelak.
"Kata siapa? Untuk satu minggu ini kita memang ingin fokus menjaga Sabrina agar kejadian itu tidak terjadi lagi," tutur ibu Brendan yang lagi-lagi mengungkit kejadian kelam itu.
Tapi untung saja untuk kali ini Sabrina langsung menenangkan dirinya. Terlebih fokusnya terbagi dan lebih dominan memikirkan bagaimana nasib Katarina selama para keluarganya menginap nanti.
Brendan hanya bisa menghela nafas panjang, mau menolak pasti dua pasang suami-istri patuh baya itu akan marah besar kepadanya dan kepada Sabrina. Tapi jika ia mengizinkan, apakah Katarina akan tetap aman?
"Ya sudah kalau begitu. Biar nanti aku panggilkan art buat siapin kamar untuk kalian. Dan untuk sekarang lebih baik kalian makan dulu. Pasti setelah melakukan perjalanan yang panjang kalian merasa lapar. Tapi maaf kita tidak bisa menemani kalian, karena aku akan mengantar Sabrina untuk istirahat." Pada akhirnya Brendan memberikan izin kepada keluarganya dan mertuanya untuk tinggal sementara di rumah tersebut. Dan untuk masalah Katarina, ia akan pikiran lagi.
"Silahkan silahkan. Sabrina pokoknya harus menjaga dirinya agar janinnya tetap aman sampai di lahirkan," ujar ayah Sabrina yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Sabrina maupun Brendan.
Keduanya kini baru beranjak dari posisi duduk mereka saat sudah memastikan keempat orang tadi menuju ke ruang makan.
"Sayang, kenapa kamu mengizinkan mereka untuk menginap disini sih? Apa kamu tidak memikirkan masalah Katarina? Apa kamu tidak takut jika kebohongan kita akan terbongkar?" cerocos Sabrina saat mereka berdua telah sampai di kamar mereka.
Brendan yang tak kalah pusing memikirkan masalah ini pun ia mengusap wajahnya dengan kasar sembari mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.
"Aku juga memikirkan konsekuensi yang akan kita dapatkan saat aku memberikan izin tadi, sayang. Lagian kita tidak memiliki pilihan lain selain memberikan izin karena jika kita tetap nekat mengusir mereka yang ada mereka malah curiga kepada kita dan tentunya selain curiga mereka pasti akan marah besar. Jika aku yang kenapa marah it's oke, tidak masalah. Tapi jika aku kena marah adalah kamu, tidak. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi terlebih pastinya di tengah-tengah kemarahan mereka pasti akan mengungkit kesalahan kita di masa lalu dan yang lebih parahnya lagi mereka bisa mengungkit luka yang membuatmu trauma," ucap Brendan menjelaskan apa yang akan terjadi jika mereka kekeuh menolak keempat orang tadi untuk tinggal di rumah tersebut. Terlebih keduanya sangat tahu tabiat asli keluarga masing-masing yang sangat egosi dan ingin menang sendiri. Ya, mereka keluarga kandung tapi Sabrina maupun Brendan sering merasakan jika mereka berdua hanyalah anak tiri untuk keluarga mereka masing-masing.
Sabrina diam, jika dipikir-pikir lagi, apa yang dikatakan suaminya itu benar adanya. Dan dia tak mungkin mengamuk di hadapan keluarganya dan mertuanya karena jika dia mengamuk, bisa mengakibatkan kebohongan serta rahasianya terbongkar.
"Lalu bagaimana dengan Katarina? Tidak mungkin kan kita biarkan dia terus menerus di dalam kamar selama satu minggu penuh, yang ada bisa stress dia, sayang," ucap Sabrina merasa khawatir dengan situasi dan kondisi Katarina kedepannya.
Brendan tampak terdiam sejenak memikirkan langkah apa yang akan ia ambil untuk menyembunyikan Katarina agar tetap aman.
"Cara satu-satunya yaitu kita bawa Katarina pergi dari rumah ini." Sabrina memelototkan matanya saat mendengar ucapan Brendan barusan.
"Apa? Membawa Katarina pergi? Tidak, aku tidak mengizinkan hal itu terjadi. Kalau kita bawa Katarina pergi dan dia tinggal sendirian, apa kamu tidak memikirkan konsekuensi yang akan kita dapatkan saat tak bisa memantau dia secara langsung? Bisa jadi Katarina akan kelelahan karena harus mengurus dirinya sendiri yang menyebabkan dia kekurangan jam untuk istirahat dan akan berakibat besar pada pertumbuhan janinnya terlebih bisa mengakibatkan keguguran. Dan aku tidak mau semua itu terjadi," tutur Sabrina yang terlihat begitu cemas dan khawatir saat memikirkan hal-hal yang akan terjadi jika ia tak bisa melihat Katarina secara langsung.
"Kita bisa menempatkan satu art bersama dia, Sayang, disaat dia tinggal sendiri. Lagian ini hanya satu minggu saja, setelah itu dia akan kita bawa ke rumah ini lagi. Jadi ayolah, Sayang. Kita tidak memiliki pilihan lain selain membawa Katarina pergi dari sini untuk satu minggu saja," ucap Brendan dengan tatapan penuh permohonan karena jika Sabrina masih tetap kekeuh untuk menolak, entah ide apa yang harus ia lakukan untuk menyembunyikan kebohongan serta rahasia yang selama ini mereka sembunyikan dari keluarga mereka berdua.
"Tapi bagaimana jika Katarina tidak becus menjaga dirinya sendiri? Bagaimana jika art itu tidak becus menjaga Katarina?" tanya Sabrina masih resah untuk melepaskan Katarina menjauh dari pantauannya. Pikiran-pikiran negatif pun kini memenuhi otaknya.
Brendan perlahan menarik tubuh Sabrina hingga tubuh wanita itu duduk di atas pengakuannya. Ia peluk erat tubuh istrinya itu dengan sesekali mencium pundak Sabrina.
"Jangan berpikir yang macam-macam terlebih dahulu, Sayang. Dan kita percayakan kesehatan serta keamanan Katarina kepada diri dia sendiri. Aku yakin Katarina tidak akan setega itu menyakiti bahkan menyiksa bayi kita. Jadi tenang ya, semuanya pasti akan baik-baik saja," tutur Brendan sembari mengusap-usap punggung sang istri dengan sayang.
Sabrina yang tadinya benar-benar resah, ia menghela nafas berulang kali hingga rasa resah itu berkurang. Ia pun kini menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dengan anggukkan kepala, bertanda setuju dengan ide Brendan walaupun masih berat berjauhan dengan Katarina serta calon anaknya.
Sedangkan Brendan yang melihatnya, ia tersenyum dengan sesekali menyematkan sebuah kecupan bertubi-tubi di puncak kepala Sabrina dengan harapan semoga semuanya lancar dan semoga saja sebelum dirinya bergerak untuk membawa Katarina pergi, keluarganya tidak menemukan Katarina lebih dulu dari pergerakan dirinya.
aku juga merasa kasihan terhadap Sabrina ,seterpuruk apa ketika rahim nya diangkat , tapi di sisi lain aku ingin Jeral di asuh Katarina hiks 😭😭😭🙏
untuk Brendan terserah mau koma beberapa bulan pun gak peduli aku
kecuali kalau Brendan tiba tiba amnesia dan melupakan Sabrina ah puas sekali aku 😂🤗
kayak dapat lotre berhadiah hahaha
yes Jeral milik Kat
pada tetua yang terhormat terimakasih juga