Sekuel dari novel Rafania Amora. Author sarankan sih baca dulu novel Rafania Amora. Tapi kalau malas dan ingin langsung baca novel Stay With Me pun juga tak apa. Suka-suka.
Aleta Zeline Al Malik.
Gadis yang baru berusia 19 tahun itu terus merengek pada papanya setelah tidak mendapatkan persetujuan dari sang mama. Terus membujuk dan meyakinkan mereka agar dapat menyetujui keinginannya. Melanjutkan pendidikannya di Jakarta.
Hingga pada akhirnya dia pun berhasil mendapatkan persetujuan dari keduanya. Tanpa di duga olehnya, pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang lelaki telah membuatnya masuk kedalam sebuah masalah yang mengakibatkan mereka harus menikah.
Pernikahan dadakan pun terjadi. Sosok pemuda dengan ketulusan dihatinya telah bersanding dengannya. Begitu sabar dan menerima setiap hal yang dilakukan olehnya.
Setelah menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami-istri, berbagai peristiwa satu persatu bermunculan, hingga tanpa disengaja hubungan antara mereka pun menguak rahasia di antara kedua orangtuanya.
Berulang kali takdir menguji cinta mereka, hingga suatu ketika terjadilah peristiwa yang semakin membuat mereka terpuruk.
Yuk langsung baca novelnya..
ig : Faray_glad
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Malam harinya.
Mereka semua tampak sedang menikmati makan malam bersama. Mama nina dan juga mama lidya sempat terkejut mendapati zeline yang tadi membantu mereka dalam memasak.
Tak bisa diragukan lagi kepiawaiannya dalam mengolah bahan-bahan makanan. Zeline memang semakin pandai mengenai urusan memasak semenjak nia mengajarinya memasak kala itu.
" Tumben masakannya agak berbeda, ma. " tanya adri tiba-tiba. Dia merasa masakan yang dimasak oleh istrinya kali ini sangat pas di lidahnya.
Nina sekilas menoleh kearah samping dimana sang suami berada.
" Beberapa diantara masakan ini, bukan mama yang masak. Tapi mantu kamu. " jawabnya.
" Aku sama lidya malah bantuin motong-motong aja saking herannya lihat mantuku masak. " imbuhnya dengan perasaan bangga.
Beberapa orang pun tampak menghentikan aktivitasnya untuk makan. Zeline yang mendapat pujian seperti itu hanya menunduk malu.
Pantas saja, aku tidak asing dengan cita rasanya. Mungkin dia juga menuruni keahlian nia dalam memasak.
Adri tersenyum menatap kearah zeline yang sedang menundukkan kepalanya.
" Iyah, aku juga pengen punya mantu kayak dia. " sahut mama lidya.
" He.he.he. Dia gak ada copy-annya tante. " sahut ino.
" Yang seperti inilah yang dicari-cari. Kebanyakan anak jaman sekarang, pada gak bisa masak. Paling juga mentingin dandan. " ucap adit yang diangguki kepala oleh adrian.
" Iyah. Kenapa jauh-jauh ngomongin orang. Itu putrimu saja gak bisa masak. " ucap adrian sambil melirik kearah leana.
" Kok jadi lea dibawa-bawa sih, paman. Ini juga lagi proses belajar sama mama. Iyah kan, ma ? " kilah lea
Hheemmmm
Mama lidya hanya berdehem pelan.
" Kamu les atau belajar sama mama kau, zeline ? " tanya adrian.
Zeline yang sedari tadi menundukkan kepalanya. Menahan malu mendengar pujian yang menurutnya berlebihan. Mendengar namanya mengudara, dia segera mengangkat wajahnya.
" Ehmm.. Mama yang ngajarin, pa. Masakan zeline tidak seberapa dibandingkan dengan masakan mama. Jadi, jangan berlebihan memuji zeline. " balas zeline.
Aditya tersenyum lebar.
" Memang benar, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Kamu sangat mirip sekali sama nia. " Ucapnya.
Adrian pun yang merasa terusik mendengar penuturan dari adiknya segera melayangkan tatapan tajam.
" Adit. " panggilnya untuk mengingatkan adiknya agar tidak terlalu jauh dalam berbicara.
Adri melirik kearah nina, istrinya. Wanita itu tampak sedang menahan kesalnya. Adri sejenak menghela nafasnya. Meraih tangan istrinya dan menggenggamnya.
" Jangan diambil hati. ! " tuturnya.
Siapa yang sangka jika saat ini ada beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.
Aku semakin penasaran dengan keluarga ini. Kenapa om adit berbicara seperti itu. ?Seolah-olah dia sudah kenal dekat dengan mama.
Gumam zeline dari dalam hati.
Sebenarnya siapa mama nia untuk papa ? Sejak awal pertemuan mereka, aku sudah curiga jika mereka berdua sudah saling kenal sebelumnya. Apalagi kemarin om adit berbicara mengenai mantan. Apa mama nia adalah mantan kekasih papa ? Aku harus mencari tahu sebelum terjadi sesuatu pada hubunganku dengan zeline.
Gumam ino dalam hati
Suasana kembali hening. Mereka semua kembali melanjutkan aktivitas makan malamnya.
Para orang dewasa tampak sedang menahan diri. Dan pada pemuda pemudi itu pun dapat merasakan perubahan diri pada mereka setelah percakapan tadi.
***
" Ayo ikut mama ke kamar.! Mama pinjami gaun tidur yang sesuai denganmu. "
Zeline sedikit memutar lehernya. Melihat sosok wanita paruh baya yang menjadi ibu mertuanya.
" Iyah, ma. Sebentar lagi selesai. " balas zeline yang kembali melanjutkan aktivitasnya mencuci piring.
" Sudahlah, ada mbak reni yang mengerjakannya. " ucap mama nina sembari menghampiri menantunya.
" Ayo.. " ajaknya pada zeline.
Mau tak mau, akhirnya zeline pun mengakhiri aktivitasnya. Mencuci kedua tangannya yang masih dipenuhi sabun sebelum dia melangkah pergi mengikuti langkah mama nina.
" Kamu kalau dirumah juga seperti ini ? " tanya mama nina tiba-tiba.
" Iyah, ma. Mama selalu mengajarkan zeline untuk mandiri walaupun dirumah ada banyak pelayan. " jelasnya.
Heeeemm..
Mama nina berdehem menanggapinya. Ada perasaan aneh yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Seperti perasaan tidak suka jika hal itu berhubungan dengan nia.
Ceklek
" Ayo masuk ! " pinta mama nina sembari membuka pintu kamarnya yang semakin lebar.
Perlahan zeline pun ikut masuk kedalam kamar mewah tersebut. Kedua matanya menatap kagum. Tapi masih tidak bisa menandingi kemewahan kamar milik kedua orangtuanya.
" Bentar yah, mama pilihin yang sedikit kecil. " ucap mama nina sembari membuka lemari pakaiannya.
Zeline yang awalnya dia saja didepan pintu, seketika itu memberanikan diri untuk masuk dan menelusuri setiap suduk kamar mewah tersebut.
Beberapa bingkai foto terpajang didinding kamar. Dari foto yang terbesar hingga foto yang terkecil.
Zeline seakan begitu tertarik untuk mendekat dan memperhatikan satu persatu dari beberapa foto yang terpajang disana.
Matanya terbelalak sempurna ketika maniknya menangkap foto yang tidak asing baginya. Sosok itu bahkan telah terekam baik di dalam ingatannya.
" Ini " dengan menahan rasa penasaran yang kian memuncak, zeline segera mengambil foto tersebut dan ingin menunjukkannya pada mama nina.
" Ma.. Ini foto siapa ? " tanya zeline pada mama nina.
" Coba mama lihat. Ini gaun tidurnya. " ucap mama nina sembari menerima poto dari tangan zeline yang juga bersamaan dia memberikan gaun tidurnya pada gadis itu.
Zeline menerima gaun itu tanpa berfikir panjang. Bahkan dia tidak menghiraukan baju seperti apa yang akan dikenakan olehnya, nanti.
Mama nina menelan ludahnya sedikit berat. Melirik kearah zeline dengan jantungnya yang berdetak semakin kencang. Menimang jawaban yang pas untuk dia berikan.
" Ehmm.. Itu ino. Iyah.. Itu ino sewaktu kecil, sayang. " Jawab mama nina.
Zeline semakin menatap lekat wajah mama nina yang tampak tegang dan gugup.
" Katakanlah yang sebenarnya, ma ! Karena zeline pun juga memiliki foto bocah laki-laki ini di kamar zeline. " ucap zeline yang semakin memojokkan mama nina.
Dengan perasaan kacau mama nina pun akhirnya memantapkan hati untuk berkata jujur.
Bocah ini adalah kesayangan bagi mereka. Mungkin nia tidak mengatakan banyak, tapi sepertinya dia tidak menyembunyikan keberadaan bocah ini pada anaknya, sama seperti mas adri yang juga tak bisa melupakannya.
" Di-dia adalah khai, putra pertama dari papa adri, sayang. "
Zeline terperangah. Matanya berkaca-kaca.
" Maksudnya, Khai adalah anak papa adri dengan seseorang ? " tanya zeline
Mama nina mengangguk kecil.
Zeline mengusap wajahnya kasar. Dia sungguh tidak bisa menerima kenyataan yang rumit ini.
" Jadi seseorang yang telah dirahasiakan oleh mama adalah papa adri. " gumamnya sendiri
Kini wajah zeline pun tampak berubah. Wajahnya menjadi keras. Namun dia masih bisa mengendalikan dirinya.
Tanpa banyak bicara zeline segera berbalik arah dan melangkah keluar dari kamar mertuanya. Hati dan pikirannya sedang kalut. Gadis belia yang masih labil itu sedang merasa kacau. Pikirannya tak karuan mendapati kenyataan yang sebenarnya.
" Zeline.. " panggil mama nina yang merasa bersalah pada gadis itu karena telah mengatakan hal yang mungkin telah membuatnya sakit hati.
Namun zeline tak menghiraukan panggilan dari mama nina. Gadis itu terus saja melangkah pergi meninggalkan kamar tersebut dengan luka yang dia rasa.
Tbc.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Part ini akan memulai sisi panas dingin..
Tunggu kelanjutannya besok..
Selamat bergemas-gemas ria..
Jangan lupa like dan komen..
Syukur-syukur dikasih vote..
Terimakasih..
🙏