NovelToon NovelToon
Selamanya Cinta

Selamanya Cinta

Status: tamat
Genre:Duda / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mumu.ai

Tidak ada yang menginginkan menjadi orangtua tunggal. Entah itu perpisahan karena perceraian ataupun kematian. Terkadang beberapa orang memutuskan untuk menjalin hubungan lagi dengan dalih awal untuk mengisi posisi yang kosong. Itu yang terjadi pada Davin dan Arini. Memutuskan menikah demi figur orangtua lengkap untuk anak-anak mereka.

Keluarga harmonis menjadi impian mereka. Namun ditengah perjalanan rumah tangga mereka ada ujian yang datang. Suami melakukan kesalahan fatal dan istri yang depresi.

Bagaimana cara Davin dan Arini mempertahankan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumu.ai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Kabar mengenai resign dan pernikahan Arini telah sampai ke telinga Zidan. Ketika mendengrnya, pria itu langsung menghubungi sahabatnya.

"Bisa-bisanya lu ngga cerita ke gue," ucap Zidan di telefon.

"Sorry, gue belum sempat aha," ucap Arini tak enak. Bagaimanapun Zidan merupakan teman lamanya.

"Kalau gitu ceritakan sekarang. Siapa orangnya?

Akhirnya Arini menceritakan semuanya pada Zidan. Mulai dari awal kedekatannya dengan Davin hingga lamaran yang terkesan mendadak.

"Gue udah lama curiga sih," kata Zidan setelah mendengar ceritanya Arini.

"Curiga gimana maksud lu?" tanya Arini yang bingung.

"Ya curiga. Beberapa kali gue lihat dia kayaknya ngeliat gue sebagai saingan," ungkap Zidan.

"Ah yang bener aja lu, Dan," kata Arini yang tak percaya.

"Terserah elu mau percaya apa enggak. Ini kan sepenglihatan gue. Yaudah gue mau pergi dulu, mau cari makan. Ginilah hidup duda, tak ada yang masakin di rumah."

"Ya nikah lagi dong. Gue udah mau nikah lagi ni, elu kapan?"

"Entar-entaran aja. Gue lagi menikmati masa-masa jadi duda. Yaudah ya, salam sama Amak dan juga anak-anak, bye."

"Salam woy, bukan bye."

"Hahaha. Assalammualaikum."

"Waalaikumsalam."

Davin kini tengah mencuci tangannya di wastafel toilet kantor. Ketika sedang membasuh tangannya, ia mendengar salah satu pintu bilik yang ada di belakangnya terbuka. Ternyata ada Zidan yang keluar. Pria itu kemudian berjalan, dan berdiri di samping Davin untuk mencuci tangannya.

"Saya sudah dengar mengenai rencana pernikahan kalian," kata Zidan tiba-tiba.

Awalnya Davin bingung pada siapa Zidan berbicara. Namun melihat tidak ada orang lain disana, pasti pria itu sedang berbicara dengannya. Davin mengakhiri kegiatan cuci tangannya, lalu kemudian ia menghadap ke samping, tempat dimana ada Zidan.

"Lalu?" tanya Davin. Dia mau gue ngebatalin pernikahan kami, pikir Davin.

Zidan mengakhiri cuci tangannya. Ia mengambil tisu yang terletak di dinding yang ada disampingnya. Kemudian pria itu melihat ke arah Davin yang berdiri di samping kanannya yang juga sedang melihatnya.

"Saya tidak tau kenapa Rini sampai menerima lamaran anda. Dari ceritanya selama ini kalian tidak ada interaksi yang berlebihan antara atasan dan bawahan saja. Anda juga tidak pernah mendekatinya ataupun anak-anaknya sebelum ini. Tapi walau begitu saya harap anda menjaganya dengan baik. Sebelumnya Bang Surya yang menjaganya. Namun waktunya sangat singkat, sekarang giliran anda. Jangan sakiti Rini. Dia tak sekuat yang terlihat," kata Zidan panjang.

Davin awalnya mengira kalau Zidan akan melarang ataupun memprovokasi dirinya, namun ternyata tidak.

"Saya janji akan menjaga dan menyayangi Rini!" ucap Davin tegas tanpa ada keraguan.

"Saya pegang janji anda!"

Di sisi lain, Arini kini sedang berada di dalam ruangannya. Ia merasa ada yang berbeda saat ini. Indah seperti sedang menghindarinya. Arini melihat ke arah Hendri dan Angga. Kedua pria itu mengangkat kedua bahunya.

"Masih masalah kemarin?" pikir Arini. "Sudahlah nanti saja."

Arini kembali memfokuskan pikirannya pada pekerjaan yang ada di depan matanya. Berhubung waktunya tak genap dua minggu lagi yang tersisa, ia harus menyelesaikan semua sisa-sisa pekerjaannya.

Sampai saat ini belum ada calon pengganti dirinya. Arini sempat menanyakan pada HRD. Mereka menjawab sampai saat ini belum ada yang cocok dengan kriteria perusahaan. Semoga nanti segera mendapat penggantinya sehingga ia bisa segera mengoper pekerjaannya.

Indah berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Arini. Gadis itu memberikan beberapa lembar kertas yang merupakan laporannya yang nantinya akan diserahkan pada Davin.

"Ini Kak," kata perempuan itu.

Indah meletakkannya di atas meja Arini. Setelah itu gadis itu langsung kembali ke mejanya tanpa ada basa basi seperti biasa.

"Aneh," lirih Arini.

Arini tak ingin memusingkannya. Wanita itu kembali memfokuskan dirinya pada layar komputer.

Tak lama Davin masuk ke dalam ruangan mereka.

"Rin, masuk ke ruangan saya!" perintah Davin.

Arini mengangguk dan kemudian mengikuti Davin masuk ke dalam ruangnnya dengan membawa beberapa map yang harus diperiksa oleh Davin, termasuk berkas yang diberikan Indah tadi.

"Ini, Pak," ucap Arini sambil menyerahkan berkas-berkas itu.

Davin mengambilnya dan duduk di kursinya.

"Kamu kenapa?" tanya Davin.

"Kenapa apa?" tanya Arini balik.

"Itu mukanya aneh gitu. Ada masalah?"

Arini menarik nafas panjang dan kemudian membuangnya secara perlahan. Ingin rasanya tidak terlalu memikirkan, namun tetap saja hal ini mengganggu pikirannya.

"Itu si Indah," adu Arini.

"Indah? Kenapa dia?"

Kayaknya masih marah sama aku, Kang. Dari tadi dia ngga mau bicara sama aku," adu Arini.

"Oooo. Aku pikir ada masalah apa." Davin mengeluarkan beberapa lembar undangan yang ternyata sudah siap dicetak.

"Eh udah siap undangannya?" tanya Arini. Ia juga mengambil satu undangan itu dan membukanya. Ia lihat baik-baik semua tulisan dan design dari kartu undangan itu.

"Sudah. Kemarin sore Maya baru sampai di rumah. Cepat, kan kerjaan si Maya."

Arini mengangguk. Arini sangat beruntung memiliki adik ipar seperti Maya. Gadis itu betul-betul membantu dirinya dan juga Davin dalam mempersiapkan acara pernikahan mereka. Kalau harus menunggu dirinya dan Davin pasti akan susah mengingat pekerjaan mereka yang masih sangat banyak. Davin juga sedang mengejar pekerjaannya mengingat dirinya yang akan mengambul cuti nikah.

"Gimana? Kamu suka?" tanya Davin.

Arini mengangguk. "Hem bagus, Kang," puji Arini.

Design undangan mereka memang tidak terlalu mewah, namun terlihat sangat bagus dan indah di balik kesederhanaannya.

"Kamu kasih gih sama mereka," ucap Davin.

Arini sedikit terkejut mendengar usul dari Davin.

"Eh ngga kecepatan, Kang?"

"Ya dari pada merajuk terus si Indah. Mending langsung di kasih tau. Sekarang atau nanti juga sama aja. Mereka juga pasti tau," jelas Davin yang juga disetujui oleh Arini.

"Oke deh. Aku keluar dulu, Kang," pamit Arini.

"Hem."

Arini melangkah keluar dari ruangan Davin. Sebelum memberikan undangan itu pada Indah, Arini merasa perlu mempersiapkan dirinya dulu. Ia kembali duduk di kursinya.

Arini melihat ke arah Indah, Hendri, dan juga Angga. Mereka bertiga masih dalam mode serius. Setelah merasa siap, Arini berdiri dari kursinya. Pertama ia ke meja Hendri dan Angga yang berada di belakang.

Ia meletakkan masing-masing satu undangannya di atas meja kerja mereka. Dan terakhir baru Arini meletakkannya di atas meja Indah. Mereka terlihat bingung, namun Arini terlihat cuek dan kembali ke mejanya.

"Apa, Kak?" tanya Angga sambil menunjukkan kartu itu.

Hendri langsung saja membukanya, diikuti oleh Indah.

Satu... Dua... Tiga...

"APA?"

Hai hai semua, mohon dukungannya dengan tekan tombol like dan komentarnya, biat othor tetap semangat buat melanjutkan cerita ini. saranghae yeorobun

1
falea sezi
enak bgt jalang nya mati harusnya di buat gila
falea sezi
klo mereka g cerai q skip males liat cwek oon dan menye kayak g ada harga diri aja di laki cium cium mantan dih klo q mah q gugat cerai ke pengadilan harga diri no satu
falea sezi
cinta g bakal kegoda ma jalang munafik si Davin menjijikkan cocok ma angel yg sampahhh
falea sezi
sakit bgt jd arini biarin aja cerai Thor mending hidup sendiri aja lahh
falea sezi
munafik bgt ne laki pdhl dia jg nafsu menjijikkan
falea sezi
moga endingnya bagus
Esther
terima kasih thor cerita indahnya😍😍
mumu: Terima kasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Esther
ternyata memang Angel sang penganggu dan perusak rumah tangga Davin
Esther
mewek baca part ini.
Esther
Tuh kan Angel beraksi...untung Davin masih ingat anak istri walaupun sempat khilaf.
Esther
Hati2 Davin....takutnya Angel ada niat jahat tuh ke kamu. Secara Angel kan masih suka sama Davin
Esther
kenapa Davin gak ngomong soal Angel ke Arini
Esther
Akang Davin bahagia banget
Esther
ditunggu 3 hari Arini😄
Esther
Angel agresif banget deketin Davin....ingin clbk nih
Esther
Davin cemburu😄
partini
munafik ga menikmati busehhhh enek bener yah si Otong masuk ke lobang lain masih bilang cinta ma bini ,,, jadi istri ga usah di simpan sakit hati sendiri mending langsung tunjukin tuh foto ke laki lu ,,KLW ga kan di merasa ga bersalah be sy don't be stupid
Soraya
lanjut thor semangat 👍
Soraya
asal gak ada jebakan aja buat davin dari Angel uji kesetiaan davin
Soraya
tes Davin kegoda gak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!