NovelToon NovelToon
Gardenia

Gardenia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:207.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Citra Susanti

Karena sebuah kesalah pahaman, seorang gadis suci dihancurkan kehormatannya. Tak hanya kehilangan kehormatan, Ia harus kehilangan cinta, karir dan keluarganya. Di tengah upayanya bertahan menghadapi cobaan, Ia terpaksa harus dijatuhkan dengan kenyataan lain. Mengandung benih orang yang "merusak"-nya. mampukah Ia tetap melangkah membawa kemalangan dan merubahnya menjadi kebahagiaan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Citra Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Tak akan melepasmu

Faris menggeram frustasi saat melihat Risa lagi-lagi diantar jemput oleh Fajar. Entah amarah itu untuk siapa, namun dadanya selalu sesak setiap melihat ada pria lain berada dekat dengan Risa dan menunjukkan perhatiannya. Meskipun saat ini Ia merasa ragu apakah pertunangannya dengan Risa tetap berlanjut setelah terkuaknya kenyataan yang menyakitkan itu.

Hati Faris benar-benar hancur saat mendengar bahwa Risa ternyata menjadi korban pem*rkos*an. Siapa yang tak akan hancur, jika kekasih yang kita jaga selama hampir sepuluh tahun telah dirusak oleh orang yang tak bertanggung jawab. Selama tiga tahun menjadi kekasih Risa, tak pernah sekalipun Faris berpikir untuk merusak gadis itu. Ia memperlakukan Risa dengan terhormat, tak ada sentuhan yang lebih dari sekedar pelukan dan ciuman. Itupun sangat jarang.

Faris marah pada b*jing*n yang tak ia ketahui sosoknya. Orang yang dengan tega merusak masa depan mereka, masa depan indah yang sudah diidamkan Faris bersama Risa sejak lama. Ia marah pada dirinya sendiri karena tak mampu menjaga Risa. Ia marah dengan keadaan yang memaksa mereka pada situasi ini. Dan sebagai manusia biasa ia juga marah pada Risa, karena tak bisa menjaga dirinya sendiri. Faris merasa benar-benar menjadi manusia picik yang saat ini pikirannya diliputi penyangkalan kenyataan pahit yang belum bisa diterima olehnya.

Saat Faris mencoba menerima kenyataan, rupanya tanpa sadar ia malah menarik diri dari Risa dan membuat luka baru bagi keduanya. Ia tak peduli jika posisi Risa bisa diambil oleh Lusi, karena dengan kesadaran Faris malah membuka dirinya untuk Lusi. Faris mengikuti alur yang dilakukan gadis itu untuk menjeratnya. Tubuhnya bergerak, namun emosi dan jiwanya seolah terdiam hanya untuk Risa.

Kenyataan lain tentang kehamilan Risa akibat pem*rk*s*an itu kembali menghancurkan hati dan perasaan Faris. Egonya menginginkan agar ia menyudahi ikatannya bersama Risa. Namun entah mengapa sisi lain dirinya tak mampu menghapus rasa cintanya pada Risa. Di situlah Faris bimbang, hati dan tubuhnya memilih untuk stagnan.

Akhirnya setelah dirinya bertemu dengan Dedi, atasannya, Faris seolah mendapat pencerahan. Ia teringat kembali tujuannya semula, yaitu janji yang ia ucapkan tiga tahun lalu kepada Risa dihadapan almarhum ayahnya.

Di sinilah Ia sekarang, di rumah sakit tempat Risa dirawat. Ia sudah memantapkan hatinya demi gadis itu. Dengan langkah tegas Faris memasuki ruangan tempat Risa. Di ruangan itu, Ia melihat Akbar yang sedang menjaga Risa, sementara gadis itu terlihat masih terbaring. Namun kemudian Ia menyadari kedatangan Faris.

"Mas Faris ...," ucap Risa pelan. Wajah pucatnya masih tampak di sana. Akbar yang menyadari kedatangan Faris segera bangkit. Ia hanya menatap pria yang selama ini dikenalnya sebagai tunangan Risa itu seksama.

Faris mendekati Risa. Ditatapnya gadis yang selama ini sudah diabaikannya hanya karena sikap pengecutnya. Gadis itu mencoba tersenyum lemah. Namun hal itu membuat malah membuat jantung Faris terasa seperti diremas.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Faris. Entah mengapa situasinya menjadi canggung. Akbar yang menyadari keberadaannya mungkin mengganggu secara perlahan meninggalkan keduanya.

"Seperti yang Mas Faris lihat," ujar Risa getir. Gadis itu seolah tak nyaman dengan pertanyaan Faris. Di situlah Faris menyesali pertanyaannya.

Lama keduanya terdiam. Meski tubuh begitu dekat namun terlihat sekali hati dan pikiran mereka tak bersama.

"Maafkan Mas, Risa ... selama ini Mas begitu pengecut," ujar Faris membuka suara. Ia memandang lekat ke arah Risa yang juga tengah menatap ke dalam matanya. "Rasa marah dan kecewa yang Mas rasa begitu besar. Mas tak mampu membendungnya, hingga rasa itu berubah menjadi rasa takut. Rasa takut kemudian berubah menjadi rasa abai, dan tanpa Mas sadari sikap pengecut Mas sudah menyakitimu."

"Maafkan Mas ...," sesal Faris.

Risa menatap Faris terluka. Selama ini Ia sudah memahami perasaan Faris. Ia juga sedih, marah dan kecewa pada keadaan, juga pada takdir yang begitu jahat pada kehidupannya, namun ia bisa apa. Setelah melawan dan tak berdaya, saat ini ia hanya bisa pasrah. Termasuk memasrahkan hubungannya yang ia anggap telah selesai dengan Faris. Meskipun saat ini di sudut hati gadis itu ia merasa bahagia, dan sedikit berharap bahwa Faris masih tetap ingin memperjuangkannya.

"Tak ada yang perlu dimaafkan Mas. Risa sudah pasrah tentang semua. Saat Risa jujur pada Mas Faris di waktu itu, Risa sudah merelakan semua termasuk hubungan kita yang berakhir saat itu juga," ucap Risa. Gadis itu mencoba tegar dengan mengulas senyum di bibirnya. "Apalagi, saat ini,--" Risa tak mam melanjutkan kata-katanya karena Tantangannya yang memegang ke arah perutnya sudah berbicara. Faris menatap nanar gadis di hadapannya.

Seharusnya Faris tahu, beban yang dirasakan gadis itu lebih dari apa yang dirasakannya saat ini. Seharusnya Ia tahu, Risa lebih membutuhkan seseorang untuk bersandar dari bebannya. Namun Faris malah menjauh dari gadis itu selama ini, merasa dirinyalah yang paling terluka. Padahal jika dibandingkan dengan yang dirasa oleh Risa lukanya amatlah tak seberapa.

"Aku tak akan melepaskanmu Risa ...," ujar Faris tegas. "Anggaplah kemarin Aku membutuhkan waktu, dan sekarang saatnya membuat keputusan. Keputusanku adalah kita tetap akan menikah. Aku akan bertanggung jawab terhadapmu dan juga bayi yang Kau kandung," ujar Faris yakin.

Risa menatap tak percaya. "Apa maksudmu Mas ... jangan bercanda aku,--"

"Aku tak bercanda Risa," potong Faris. "Aku serius. Aku ingin kita tetap menikah. Aku ingin bertanggung jawab,--"

"Tapi Aku tak ingin Mas ...," potong Risa pula. "Kau tidak perlu merasa harus bertanggung jawab atas semuanya. Ini bukan kesalahan mu. Aku tak ingin pernikahan ini menjadi beban bagimu," ujar Risa.

"Tidak. Aku tetap akan menikahimu. Rencana kita akan tetap berjalan. Aku akan mengatakan pada kedua orang tuaku untuk bersiap. Kau tak perlu memikirkan apapun Risa. Untuk saat ini Kau harus memulihkan dirimu. Biar aku yang mengatur semuanya," tegas Faris.

"tapi Mas,--"

"Tidak ada tapi. Aku tak ingin ada penolakan Risa. Percayalah padaku, hmm?" ujar Faris. matanya tajam menatap yakin ke arah Risa. Gadis itu tak mampu berkata apapun.

Itukah keputusannya. itukah yang diinginkan oleh Faris terhadap dirinya. Seharusnya Risa merasa senang karena pemuda itu mau bertanggung jawab terhadap nya. Namun entah mengapa hatinya merasa hampa. Sebutlah dirinya tak tahu berterima kasih saat ini. Tapi entah mengapa rasa tanggungjawab yang dijadikan alasan Faris tetap mempertahankan pernikahan ini membuat Risa tak bahagia.

Setelah mengatakan isi hatinya Faris pamit kembali ke kantor. Pemuda itu berharap setelah Risa keluar dari rumah sakit ia dapat memulai persiapan pernikahan mereka. Faris juga ingin sekali lagi membawa Risa menemui keluarganya. Meski Ia harus menutup rapat kondisi Risa saat ini.

Faris keluar dari ruangan perawatan Risa dan rupanya di balik pintu sudah berdiri Akbar yang seolah menunggu Faris.

"Apa Kau yakin akan melanjutkan pernikahan ini meski keadaan Risa yang seperti itu?" tanya Akbar.

Faris menghentikan langkahnya. Jujur Ia tidak terlalu suka dengan sosok laki-laki ini. baginya sosok Akbar terlihat sulit ditangani daripada Fajar. Dan Faris tak bisa melihat dengan jelas hubungan Risa dengan pria itu.

"Itu bukan urusanmu," ucap Faris. Ia melangkahkan kakinya namun terhenti karena pundaknya di cekal oleh Akbar.

"Apa yang terjadi pada Risa menjadi urusanku. Aku tak peduli tentang dirimu meski kuharap Kau tulus tentang hal ini. Tapi jangan lupakan bagaimana keluargamu sangat menentang hubungan kalian. Apa mereka akan bahagia menerima kenyataan jika saat ini Risa tengah hamil akibat p*rko*sa*n?" tanya Akbar langsung. "Risa sudah hancur. Jangan membuatnya hancur dengan memberikan harapan terlampau besar namun pada akhirnya Kau tak mampu memenuhi janjimu" ucapnya lagi.

Akbar melepas cengkeraman tangannya pada pundak Faris. Faris hanya diam dan seolah hanya ingin menyampaikan jalan pikirannya pada Faris dokter tampan itu pun berlalu meninggalkan Faris.

**

Setelah terlibat perkelahian di kantor pusat kemarin, Indra meninggalkan tempat itu untuk menemui Adam. Ia yakin sahabatnya itu mengetahui semua yang tak diketahuinya, termasuk alasan pemukulan yang dilakukan seseorang yang bahkan tak dikenal oleh Indra. Hal lain yang sangat ingin ia ketahui adalah tentang gadis itu, Clarissa.

Beberapa menit bertemu gadis itu nyatanya menimbulkan sensasi yang tak mampu dijabarkan oleh kata-kata. Meski kejadian itu malah diakhiri dengan kekacauan karena Clarissa pingsan, Indra merasakan secuil kelegaan di hatinya. Entah lega karena rasa bersalahnya berkurang karena pertemuan itu, ataukah lega karena pertemuan itu mengobati rasa penasaran bercampur kerinduan.

Namun ternyata fakta mengejutkan yang diketahuinya dari Adam membuat Indra merasa menjadi manusia paling rendah di muka bumi. Kesalahan karena telah merebut kesucian gadis itu secara paksa ternyata meninggalkan kepedihan lain Clarissa. Indra merasa dihantam sebuah truk besar. Kini tahu arti pukulan yang dilayangkan pria asing itu padanya kemarin. Bahkan pukulan yang ia terima tak akan mampu menghapus perasaan berdosa dalam diri pemuda itu.

Indra terpuruk. Tiba-tiba rasa takut menghampiri dirinya. Ia yakin bahwa berita ini sudah sampai ke telinga sang Papa. Akhirnya Dengan tekad di dalam dada, Indra memutuskan kembali ke kantor cabang. Bukan untuk bersembunyi atau lari dari permasalahan yang ia ciptakan, melainkan dirinya bersiap untuk mengajukan surat pengunduran diri.

Sebenarnya, Ia bisa saja langsung keluar tanpa keterangan karena perusahaan itu milik sang paman. Namun rasa tanggung jawab yang sudah mengakar dalam dirinya tak bisa diabaikan. Hatinya begitu lega karena satu masalah telah berhasil diselesaikan. Namun rupanya masalah berat lain akan segera datang karena Indra melihat sebuah mobil dengan dua orang berpakaian hitam sengaja menunggu dirinya di depan pekarangan rumah kontrakannya.

"Silahkan Tuan Muda. Tuan Besar sudah menanti Anda di rumah," ujar salah satu pria berwajah tirus yang Indra kenali pria yang selalu mengintai dirinya selama ini.

Indra tak punya kuasa menolak. Ia hanya mengikuti orang suruhan Papanya untuk membawa kembali dirinya ke Ibukota.

1
strawberry
😭😭😭😭
artika artika
bonusnya mana thor....sdh lama tdk update
artika artika
akhirnya mewek..😭😭😭
Embun Pramista
Akbar kali, bukan Faris
Endah Purworini
semangat thor. aq suka ceritanya
oyen
ini si othor kemana ya!!
lama gak muncul "!!
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
bonus chapternya kon thor.... dh lamaaaaa bgt ditunggu ga ada updatenya jg 😓😓
Delvia
akbar gantengnya laki banget.. emang turki tuh cowoknya laki banget
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
well done thor 👌👍

setelah aku stop baca di part 82, krn d rasa alur nya ga maju2.
akhirnya, hr ini tuntas baca 29 part dalam sehari, abis sampe tamat.

Terima kasih sdh berkarya, memberi hiburan buat kami.
tetap semangat melahirkan karya2 lg ya thor.
jangan kecil & patah semangat dengan kritik & saran.

aku kasih hadiah vote & bunga ya thor, biar terus semangat berkarya..
☕Wirasena☕®®f❣️
gak rela kalau udah end....cerita yg selalu aku tunggu up nya...bikin S2 nya kak cerita tentang jani,bian akbar 🥺🥺🥺aku tunggu bonchap nya😉 semangat kak😉
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
ahhh... sebenarnya ga rela kl dh end aja 😅 apalagi sebln hiatus, sekalinya update tau2 dh end aja.... salah satu novel favorit aku...smbil nunggu up kmrn, ngulang lg baca dr awal...ditunggu bonus chapter nya ya thor.... ❤❤❤
10 like
Wina Nengsih
ditunggu extra part-nya kalau bisa bikin cerita Jani dan Siska juga ya
Reny Angryani
sebulan menanti dikasih END
author tegaaaa...
꧁ッѕυℓιѕ༺૨૨Բ💙Ϙяƒ༻ッ꧂
apa ada S2 nya kak🙄
💜☕ѕυℓιѕ☕💙
kok rasanya gak tega ya kalau udah end.. selamat ya indrasa udah dapat restu dari semua pihak... ikut senang 🥺🥺 ku tunggu extra partnya kak😉
Lady Noni
ini novel terrr...pavorite..selalu di tunggu..🥰
Dila
di tunggu bonchap nya thor... ❤❤🤗
Elina
yah udahan😭
Rina
kapan ni ya lnjutnya ko d lama bngt, pnasarn ni up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!