"Mustahil kamu tidak jatuh cinta padaku, Noella Narcissa."
Damian Maverick jatuh cinta dengan wanita yang ia temui di pantai biru ketika dirinya berkunjung di suatu negara. Wanita itu adalah Noella Narcissa, wanita mandiri yang tak ingin lagi merasakan cinta, dan satu-satunya wanita yang berhasil membuat Damian termabuk oleh pesonanya. Tentu tak mudah bagi Damian untuk menghadapi wanita yang selalu meninggikan harga dirinya.
"I would never fall in love with you! Mr. Damian Maverick."
"I love every part of you, señorita. Kamu dan segala ke angkuhanmu padaku, aku menyukainya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon navia'story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
quarrel
"NOELLA! MENUNDUK!"
DORRRR!
BYURRRR!
"NOELLA!"
Nico berteriak memanggil Noella terkejut dengan suara tembakan yang hampir mengenai wanita itu. Tapi Damian dengan cekatan mendorong Noella masuk ke dalam sungai bersama dirinya, ia membawa Noella ke belakang bebatuan besar untuk berlindung.
"What the fuck is that?!" Noella bergumam
Teman-teman Nico yang semula berada di sungai berlarian meninggalkan tempat itu, meskipun tak ada suara tembakan lagi setelah Noella tak terlihat. Nico yang melihat Noella berada di balik batu pun segera menyusulnya.
"Noella, you okey?" Nico bertanya begitu ia berada di dekatnya.
"Jaga Noella, jangan biarkan dia kemana-mana. Aku akan melihat keadaan." Damian berpesan kepada Nico, ia melangkah hendak meninggalkan Noella.
"Damian!" Noella menahan tangan Damian, menatapnya dengan khawatir.
"Trust me." Pria itu perlahan melepas genggaman Noella, meminta ia agar percaya padanya.
Damian pergi meninggalkannya bersama Nico, Noella masih menatapnya dengan khawatir, ia hendak menyusul Damian tapi pria disampingnya menahan tubuhnya agar ia tetap berada disana.
"Stay right here, Noella. Di luar bahaya."
Damian, pria itu berjalan perlahan ke tepi sungai. Sambil berjaga-jaga jika orang misterius itu kembali menembakkan pelurunya, tapi tak ada tembakan yang terjadi lagi hingga Damian sampai ke tepi sungai.
Pria itu mengambil pistol yang ada di dekat batu, entah sejak kapan Damian menyimpan pistolnya disana. Pada dasarnya Damian memang tidak pernah bepergian tanpa membawa pistol, terutama di keadaan seperti ini.
Kakinya menginjak ranting dan dedaunan kering hingga langkahnya terdengar cukup jelas, Noella melihat pria itu berlari membawa pistol ke arah timur. Tempat dimana tembakan itu berasal, ia sedikit mengintip Damian melihatnya dengan penuh rasa khawatir.
"Noella apa yang sebenarnya terjadi? Siapa pria itu? Dan kenapa kalian berurusan dengan senjata?!"
"Nico tenanglah! Aku juga sama terkejutnya denganmu!"
Nico terdiam setelah mendengar jawaban dari Noella, mereka tak bisa melakukan apapun selain tetap berdiam diri disana. Tembakan demi tembakan hanya bisa mereka dengar lewat telinga, tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi disana. Noella meremas bajunya sambil memejamkan mata, berharap semua akan baik-baik saja.
"Miss Noella!"
Setelah beberapa waktu berdiam diri disana dan berusaha tak menghiraukan suara-suara apapun, Noella langsung membuka matanya begitu mendengar panggilan dari seseorang, ia melihat dua pria gagah berpakaian serba hitam yang mengantarnya pulang kemarin bersama Damian.
"Kalian? Dimana Damian?!"
"Sedang menuju kemari, miss. Mari."
Salah satu dari mereka mengulurkan tangannya untuk Noella, wanita itupun menerima uluran tangan tersebut. Bodyguard Damian membantunya untuk menaiki sungai, begitu juga dengan Nico yang tetap mengikuti kemanapun Noella pergi.
"Noella!"
Terlihat dari kejauhan Damian sedang melangkah dengan cepat menghampiri wanita itu, Noella menghembuskan nafas lega melihat keadaan pria itu yang masih terlihat baik-baik saja.
"Damian? You okey?!" Noella langsung menghampiri Damian dan menanyakan keadaannya.
"I'm okey, tapi kita harus segera pergi dari sini." Damian menjawab dengan nafasnya yang masih terengah-engah.
"Jika memang itu yang terbaik." Noella mengangguk dalam arti menyetujui perintah Damian.
Kelima orang itu segera meninggalkan sungai dan hutan, dengan posisi Noella berada di tengah-tengah agar mereka bisa memastikan keamanan wanita itu. Pikiran Damian sudah dipenuhi rasa khawatir, ia tak menyangka ancaman itu benar-benar terjadi dalam waktu yang sesingkat ini.
"Sebenarnya siapa dalang dibalik semua ini?" Damian menggerutu dalam hati.
*
*
"Saya sangat menghormati anda tuan Damian Maverick, tapi putri saya adalah hak saya. Dan saya tidak mengijinkannya untuk ikut dengan anda!"
"I also respect you very much, sir. Tapi Noella tidak bisa lepas dari penjagaan saya, dia sama sekali tidak aman disini."
Setelah apa yang menimpa mereka di sungai, Damian ingin mengajak Noella pergi ke luar negri bersamanya agar ia lebih aman. Berada cukup jauh dari lingkungan dan orang-orangnya, Damian akan cukup kesulitan menghadapi masalah ini sendirian. Tapi ayah Noella tak memberinya ijin begitu saja hingga perdebatan antara Damian dan Tuan Basmana pun terjadi.
"Polisi akan segera membereskannya. Tidak ada jaminan Noella akan aman jika anda membawanya kemana-mana." Basmana masih membantah Damian tak membiarkan putrinya dibawa pergi olehnya.
"Kenapa anda berpikir polisi mampu mengatasi semua ini sendirian Tuan Basmana?"
"Yah, buktinya kemarin mereka bisa menangkap terorisnya."
Damian menatap pria paruh baya itu dengan serius, jika beliau bukan ayah Noella mungkin ia sudah berbicara kasar padanya.
"Polisi menangkap teroris itu, atas bantuan saya, actually." Damian berbicara dengan nada rendah, tapi ia tekankan setiap katanya agar Basmana mengerti bahwa dirinya berperan penting dalam mengatasi masalah ini.
Noella dan Nico duduk diam sambil mendengarkan perdebatan antara dia lelaki itu yang semakin lama semakin memanas. Noella juga kebingungan harus membela siapa, ia ingin tetap tinggal bersama ayahnya, tapi sudah sangat jelas keadaan mengatakan bahwa ia membutuhkan seorang Damian.
"Dan pertanyaan saya adalah.." Basmana kembali membantah Damian, ia juga menekan setiap perkataannya.
"Kenapa anda ikut campur dalam masalah ini? Anda seorang pengusaha, bukan polisi atau apa. Apakah sebenarnya anda sudah mengetahui akar dari masalah ini?"
"Ayah!" Noella beranjak dari duduknya berjalan menghampiri mereka berdua, sambil menggenggam syal ditubuhnya, rambutnya pun masih setengah basah.
"Kami sedang menyelidiki kasus ini bersama-sama," ujar Noella begitu ia sampai di antara mereka.
"Siapa?" tanya ayah Noella
"Aku, dan Tuan Damian. Aku memang membutuhkannya."
Basmana terdiam usai mendengar ungkapan putrinya, sorot mata Noella sudah cukup menjelaskan bahwa ia memang membutuhkan pria itu.
"Kalau begitu kenapa harus ke luar negri? Ayah tidak ingin jauh darimu." Basmana memegang pundak kanan Noella.
Noella menatap Damian, meminta jawaban atas pertanyaan yang di ajukan oleh ayahnya. Ia juga tak mengetahui alasan pasti mengapa Damian meminta ia untuk pergi ke luar negri bukannya tetap tinggal di tempat ini.
"Noella, mereka adalah kelompok bukan individu. Kita belum tau dari mana mereka berasal, tapi mereka sudah tau dari mana kamu berasal. Sudah pasti sebagian besar dari mereka sudah berada disini."
Damian menarik kedua tangan Noella agar wanita itu menghadapnya, ia menatap mata Noella dalam, menunjukkan betapa seriusnya pria itu dalam upayanya untuk menjaga Noella.
"Aku berada jauh dari lingkunganku, jauh dari Daniel, orang-orangku. Akan sulit bagiku mengurus semua ini sendirian.." ungkap Damian
Noella mengangguk memberi tanda bahwa ia mengerti. "I see, kamu pasti cukup kewalahan tanpa Daniel ya?" tanya Noella
"He's my right hand, Noella. Harus ada yang menjagamu, melawan musuh, dan penyelidik jika ingin semua ini berakhir. Dan aku membutuhkan orang-orangku untuk melakukan semua itu." Damian memberikan ia penjelasan lebih.
"And you did all this just to make sure i was safe?" Noella bertanya, ia terheran dengan Damian yang melakukan semua ini hanya untuk menjaganya.
"Sure! Kamu tau seberapa berhaganya dirimu untukku?"
TAK TAK TAK
Nico berjalan mendekati mereka, ia tak mau hanya berdiam diri saja menyaksikan perdebatan itu. Sejenak ia menatap Noella dan Damian, lalu pandangannya beralih pada Basmana.
"Aku mengerti paman tidak mau jauh dari Noella, tapi jika demi keselamatan Noella apa paman tidak akan mengijinkannya?" tanya Nico pada Tuan Basmana.
"Nico, setinggi apapun strata sosialnya, dia tetap orang lain. Aku tidak bisa mempercayakan putriku pada orang lain begitu saja kan?"
"Tapi Noella sendiri bahkan mempercayainya."
"Noella tidak mengerti!" tegas Basmana
"Aku mengerti. Aku mengerti apa yang terbaik untukku. Ayah bukankah sudah kubilang dia yang menyelamatkan diriku?" bantah Noella
"Dan kamu ingin meninggalkan ayahmu?!" tanya Basmana geram
"Aku bukan mau meninggalkan ayah, tapi aku ingin menyelamatkan diri."
"Dia tidak akan mengembalikan dirimu Noella!"
Basmana meninggikan nada bicaranya, ia menatap Noella dengan tajam. Tak selang lama kemudian Basmana langsung pergi dari tempat itu meninggalkan mereka.
Noella menatap ayahnya dengan sendu, ia merasa sedih dengan pendapat mereka yang berbeda hingga menimbulkan perselisihan seperti ini. Noella menghembuskan nafasnya, ingin membuang tekanan dalam dirinya. Damian pun datang mendekati wanita itu merangkul pundaknya.
"Padahal kalian berhubungan cukup baik kemarin.." ujar Noella
"Well, people can change."
Noella menatap Damian setelah ia mendengar jawaban itu darinya. "You too?" tanya Noella
"Me too." Damian memutar tubuh wanita itu agar menghadapnya.
"I can change too, but not for you. Karna aku akan selalu menjadi orang yang menjagamu, dan menyayangimu.." ungkap Damian setelah Noella menghadap padanya
"Any proof?" Noella tak percaya meminta bukti dari perkataan manis pria itu sambil menatapnya dengan sinis. Damian terkekeh sejenak.
CUPP!
"I love u."
Setelah tertawa kecil pria itu memberikan kecupan pada bibir Noella dan mengungkapkan perasaannya, membuat Noella terkejut karna ia melakukannya secara tiba-tiba.
"Ekhm!!"
Kedua orang itu menoleh pada Nico setelah ia berdehem, pria itu nampaknya sedang berusaha mengalihkan pandangannya dari mereka, sengaja tak ingin menyaksikan adegan romantis itu.
"Maaf Nico, pria ini memang suka kurang ajar."
Nico dan Damian sontak menatap Noella setelah mendengar ungkapannya, setelah beberapa saat saling menatap akhirnya tawa mereka pecah. Nico dan Noella tertawa berbahak-bahak, tapi Damian tetap tertawa hanya dengan mengeluarkan sedikit suara.
kl bsa mngatur prsaan sndri,noella pst ga mlih buat jth cnta sm damian...mskpn awlnya dia sllu mnolak,tp lma2 mlai ada prsaan....
tp ykin deh,mkin lma prsaan mkin bsar trs gmn kl hrs b'pisah????
pntsn aja elena smp murka,trnyta dlu mreka s'dkat itu...scara dia mrsa noella udh mrebut damian....
bpk sm anknya sma2 gila....
udh prgi aja bru nysel....
elena ga bnr2 cnta sm damian,mngkn dia cm t'obsesi aja...
mngkn kl lwannya orng biasa aja,damian ga bkln rpot mst perang sgla..tp mslhnya,bpknya elena kn pnjht...dia bs mlkukn apapun dmi mmbela anknya...
mau aku gntung d phon toge,ksl sm dia....
please deehhh....cwok ga suka jg,msh aja mksa....nyri yg lain aja knp sihhh....🙄🙄🙄
mst gmn lg,udh krkternya msing2....
pdhl kn dia pnguasa,tp nyri dlang yg nyerang noella aja smp skrng blm ktmu.....pdhl dia dkt loh,knp msh bkm trungkap jg....