•Unbeatable Girlfriend —Pacar yang Tak Terkalahkan•
Clarish Deonal Martin, esper tersembunyi yang dikatakan mewarisi kekuatan dewa. Ia cerdas, licik dan pandai memeras kekayaan orang. Namun ia selalu menganggap dirinya miskin meski uang dalam kartunya bernilai ratusan juta dolar.
Setelah mengenal Elnathan Deminthor, pewaris keluarga sekaligus pemimpin kelompok mafia, hidup gadis itu berubah. Ia membantu Elnathan dalam situasi apa pun, bahkan jika itu adalah konspirasi musuh.
Namun pada saat yang sama, Clarish harus mengorbankan kebebasannya sendiri untuk keluarga Deminthor. Dan tentunya demi Elnathan yang selama ini ia sukai diam-diam.
Akankah keduanya bisa mengatasi semuanya bersama-sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selalu Tak Terkalahkan 2)
Sophia sama sekali tidak membeli niat baiknya. "Lupakan saja, tidak mungkin kita mengobrol dengan gembira. Aku bahkan merasa malu dengan keluarga Sanches sejak saat itu."
Setelah berkata demikian, ia menjauh dan menyusul Clarish yang sudah mencapai tengah sungai.
Ekspresi Michella sangat jelek sekarang. Karena menahan amarah, wajahnya memerah. Tunggu saja! Kamu tidak akan sombong begitu lama!
Michella pun kembali ke sisi Kevin.
Dari tadi, Clarish sudah mendengar apa yang dikatakan keduanya. Tapi pura-pura tidak tahu. Sophia langsung kehilangan mood saat ini.
"Wanita ular itu benar-benar berani menyapaku!" Sophia ingin menghentakkan kakinya jika saat ini tidak berada di air.
Clarish menepuk bahu Sophia yang sebelumnya ditepuk oleh Michella. "Sabarlah. Jangan marah-marah. Kamu cepat tua nanti," katanya.
Sayangku sangat tidak berperasaan! Sophia menghela napas panjang. Kekesalannya yang menumpuk akhirnya tersapu karena Clarish mendapatkan ikan lagi.
Namun tak lama kemudian, Sophia merasa sedikit sakit di bahunya. Ada perasaan mati rasa. Ia berpikir jika semua ini karena ia tidur di alas keras dalam tenda. Jadi dengan cepat melupakannya.
Clarish tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi dia tahu apa yang terjadi. Karena wanita bernama Michella itu memiliki hubungan dengan Lisardo, maka jangan salahkan dia untuk bertindak.
Ingin mencelakakan Sophia dan merusak reputasinya?
Hah ... Bermimpi!
"Sayangku, apakah kamu baik-baik saja? Kamu terlihat tidak enak badan," kata Sophia ketika tak sengaja melihat wajah Clarish yang sedikit pucat.
Mungkinkah dua penutup telinga itu tidak terlalu bagus?
Gadis itu menggelengkan kepala. Dia melanjutkan menangkap ikan. Kali ini untuk menghindari kecurigaan, ia menggunakan tombak tradisional.
Dengan cepat, ikan di ember Sophia hampir terisi. Raul sudah cukup lelah untuk menangkap ikan pun terkejut setengah mati.
"Nona Clarish, bagaimana kamu melakukan semua ini? Apakah kamu benar-benar manusia?"
"Tentu saja aku manusia." Clarish menjawab dengan datar.
"Tapi ini terlalu tidak manusiawi," keluh pria itu. Ia bahkan hanya menangkap lima ekor.
Entah ikan itu yang kecil dan licin atau dianya sendiri yang lambat menggunakan tombak tradisional.
"Aku hanya pintar."
"..." Kepintaranmu membunuhku, bukan? Pikirnya.
Sophia memiliki kesempatan untuk pamer. "Tentu saja sayangku tak terkalahkan. Akui saja kamu tidak sebagus sayangku."
"..." Dia seorang esper, tahukah kamu? Batin Raul putus asa.
Elnathan juga tidak mau kalah dari Clarish. Untuk menunjukkan jika dia juga mampu, beberapa kali, ikan yang cukup besar berhasil ditangkapnya. Hanya Raul yang paling menyedihkan.
Ada pun Kendrick dan Armen, keduanya dalam posisi yang sama. Tidak ada bakat.
Di posisi Kevin dan Michella, keduanya juga lumayan. Tidak berbeda jauh dengan para peserta lainnya.
Ikan yang telah dikumpulkan semuanya dibawa ke darat agar tidak tumpah di air. Para panitia melihat ikan yang ditangkap para peserta pun mengangguk puas. Mereka juga terkejut dengan hasil tangkapan Clarish.
"Anak muda zaman sekarang punya kemampuan yang tak terduga, bagus." Salah satu panitia memuji.
Hanya saja, mereka tidak menyadari jika sedikit demi sedikit, air sungai sepertinya mulai naik.
Hal ini langsung disadari oleh Sophia. "Sayangku, apakah kita menginjak dasar sungai yang agak dalam atau memang air sungai meluap?"
Awalnya, air sungai hanya sepinggang. Paling tidak di tubuh wanita setinggi Sophia, airnya hanya sepinggang. Tapi sekarang hampir setinggi hulu hatinya.
Clarish mengangguk. Ia tidak terkejut sama sekali. Karena ini ... memang sengaja dia buat dengan kemampuan pengendali air.
Ia meminta maaf kepada semua orang yang ada di sungai. Karena dia akan membuat suatu adegan yang membuat mereka hanyut sebentar. Tapi dia pastikan tidak akan ada korban jiwa atau pun orang yang terluka.
Hanya untuk membantu Sophia menyingkirkan Michella, ia bahkan harus menggunakan cara yang sedikit melanggar prinsip esper nya.
Gelombang air sungai ini hanya akan membuat mereka seperti berenang di ombak tepi pantai.
Memang tak lama, air sungai sedikit bergelombang. Orang-orang mulai menyadari ini.
"Ada yang salah dengan airnya. Cepat pergi ke darat!"
Tidak tahu siapa yang bicara, tapi mereka mulai bergerak kembali ke tepi sungai. Hanya saja sulit bagi mereka untuk melakukan itu.
Kendrick sedikit terkejut. Ini tidak terjadi secara alami tapi buatan manusia. Lebih tepatnya esper pengendali air yang melakukannya. Melihat ke arah Clarish, ia terkejut.
Tampaknya Clarish sama sekali tidak merasa gelombang air ini berbahaya sama sekali.
Air sungai yang meluap langsung bergelombang, menyapu semua peserta yang ada di sungai. Mereka yang sedikit takut pun berteriak.
Gelombang air sungai semakin besar, membuat sebagian peserta yang tidak bisa bertahan pun tersapu ke hilir. Tak terkecuali Clarish dan Sophia yang berpegangan.
"Nathan, keduanya hanyut!" Armen terkejut hingga dia langsung menyusul untuk menyelamatkannya.
Elnathan juga melakukan hal yang sama menyusulnya. Hanya Raul dan Kendrick yang kebingungan saat ini, mencoba bertahan.
Sedangkan di sisi lain, Michella awalnya percaya dirinya bisa bertahan. Karena dia sendiri bisa berenang dan pernah mengikuti kelas renang skala besar.
Tapi entah kenapa, tubuhnya seperti mati rasa, kakinya kram hingga kesulitan bicara. Jantungnya berdegup kencang. Kenapa perasaan ini seperti yang dikatakan pamannya. Efek dari obat itu?
Hanya saja dia sudah mencuci tangan sebelumnya.
"Kev-kevin!!" Michella mencoba memanggil Kevin yang cukup jauh darinya.
Pria itu juga mencari Michella. Tapi ia tidak melihatnya sama sekali. Bahkan tidak mendengarnya berteriak memanggilnya.
"Michella! Kamu di mana?" teriak Kevin.
Tidak ada wanita itu di sekitar, ia yakin Michella ikut hanyut.
Dia tidak tahu bahwa saat ini, Michella yang terbawa gelombang air sungai sudah hanyut ke hilir dengan kecepatan yang lumayan. Seolah-olah ada sesuatu yang mendorongnya ke sana.
Kemudian, air sungai menjadi tenang kembali. Para peserta yang hanyut terbawa arus mulai menyeimbangkan tubuh, lalu pergi ke daratan.
Sementara itu, Clarish membawa Sophia ke pinggir sungai dengan terampil. Sophia batuk beberapa kali dan memuntahkan air yang masuk ke paru-parunya.
Keduanya basah kuyup.
"Sayangku, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya.
"Aku baik-baik saja. Tapi kita cukup jauh dari titik awal," jawabnya.
Beberapa peserta ada tak jauh dari mereka. Seperti yang dia janjikan, tak ada korban sama sekali. Ia bahkan diam-diam membantu mendorong mereka ke tepian dengan kekuatan nya.
Hanya saja, begitu banyak orang, Clarish cukup memaksakan diri hingga wajahnya pucat saat ini.
"Clare, kamu terlihat pucat sekarang." Sophia sangat khawatir. Dua penutup telinga berbulunya juga basah.
"Tidak apa-apa." Clarish memejamkan mata sebentar. "Aku minta maaf untukmu," imbuhnya.
"Hah? Kenapa kamu meminta maaf?"
"Aku sebenarnya mampu untuk bertahan dan tidak membuat kita hanyut. Hanya saja aku tidak melakukannya. Aku malah menyeretmu bersamaku." Clarish mengakuinya.
"Sayangku, kamu sangat baik! Jangan khawatir, aku bahkan rela dibawa mati olehmu." Sophia langsung memeluknya.
"..." Aku tidak berani, batin gadis itu.
Sophia melepaskan pelukan dan menatapnya heran. "Sayangku, katakan padaku, rencana buruk apa yang kamu lakukan?"
Mampir juga donk di novel aku "Mengejar cinta sang idola"