Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Aku hancur. Tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan Ibu dengan Kak Renita beberapa hari yang lalu. Aku harus bagaimana?, apa semuanya benar?. Mas Andre selingkuh dengan wanita lain di belakangku?. Atau semua ini hanya rencana busuk dari Kak Renita yang tidak tahu diri itu?. Intinya, mendengar nya saja aku sudah sangat sakit, apalagi sampai benar-benar melihat kenyataan seperti yang Ibu ceritakan. Apa salahku, sampai-sampai mas Andre suamiku tega mengkhianati ketulusan cintaku untuknya. Tidak pantaskah aku mendapatkan kebahagiaan rumah tangga seperti kak Renita. Tidak, Mas Andre ku tidak mungkin memiliki wanita lain selain diriku. Secara dia sangat cinta mati padaku. Tapi kenapa?, disisi lain, hatiku mengatakan semua yang di bilang Ibu adalah benar adanya?. Akhir-akhir ini, Mas Andre suka beralasan sibuk di kantor, hingga kadang tidak pulang ke rumah sampai dua atau bahkan seminggu. Dia selalu bilang ada meeting di luar kota dengan client nya. Tapi, jika memang dia membohongi diriku, harusnya tidak akan ada kabar selama dia tidak di rumah. Pada kenyataannya, Mas Andre selalu mengabari ku lewat chatting, atau bahkan menelepon diriku dengan ucapan yang manis dan mesra. Mungkinkah orang yang berselingkuh bisa melakukan hal demikian?. Bukan kah seharusnya dia sibuk dengan selingkuhan nya jika memang benar mas Andre selingkuh?.
"Hikkssss.... Hiikkss... Hiikkks..., ". Aku menangis.
Jika benar Mas Andre memiliki perempuan lain selain aku, dan wanita itu sedang hamil. Bagaimana dengan masa depanku?. Apa yang bisa aku perbuat untuk melewati ini semua. Akan kah aku meminta cerai dari Mas Andre. Kalau aku bercerai dari suamiku, maka aku akan menjadi seorang Janda. Sungguh, menjadi janda adalah mimpi terburuk bagiku. Aku tidak mau semua ini terjadi, aku sangat mencintaimu mas Andre. Kenapa kamu tega?. Apa kurang nya aku?.
"Zaskia?, ". Ibu memanggilku.
Aku dan Mas Andre, memang masih satu rumah dengan Ibu dan Ayah. Entahlah, padahal aku sudah meminta pada nya agar pindah rumah. Tapi selalu ada alasan yang keluar dari mulut mas Andre. Padahal dulu, mas Andre pernah bilang padaku, bahwa dia sudah menyiapkan satu rumah untuk di tempati ketika sudah menikah nanti. Sekarang?, setiap aku menanyakan perihal rumah itu, Mas Andre selalu menghindar, aku sendiri tidak tahu mengapa banyak sekali perubahan pada diri mas Andre.
"Iyah Bu, ada apa?, ". sahut ku sembari menyeka air mata.
" Tolong nanti kedepan ya, bantu Ibu sebentar, ". Teriak Ibu dari luar kamar.
" Iyah Bu, ". Balas ku singkat.
"Ibu kaya nggak tahu perasaan anak nya saja. Kenapa sering nya aku yang di mintai tolong. Kan masih ada Adelia dan SafiraSafira, ". Dalam hati aku ngomel-ngomel pada Ibu.
Aku dengan sangat malas berjalan membuka pintu kamar, dan menuju kedepan. Entahlah Ibu akan menyuruhku apa. Waktu ada kak Renita, dialah yang sering Ibu suruh. Sekarang malah aku.
" Kenapa lama sekali?, ". Ternyata Ibu melihat kehadiran ku.
" Tadi ada keperluan, ". Jawabku malas, dan mengambil posisi duduk di depan Ibu.
" Zaskia, Kemana suamimu?. Kenapa sudah hampir lima hari tidak pulang?, ". Ibu tanpa basa-basi langsung bertanya demikian padaku.
" Hah?!, ya kemana lagi kalo nggak lagi meeting sama client kantor nya, ". Aku menjawab pertanyaan yang sebenarnya aku juga tidak tahu jawaban pasti nya.
" Meeting kok sampe selama ini. Ibu mu ini juga seorang pekerja kantoran. Bahkan Ayah mu juga. Tapi tidak pernah tuh ada meeting sampai berhari-hari seperti Andre, ".
Sepertinya Ibu membantah jawabanku mentah-mentah. Sebenarnya aku juga sependapat dengan apa yang barusan Ibu katakan padaku. Tapi mau bagaimana lagi, kan istri harus percaya pada suaminya.
" Ya kan beda kantor. Mungkin beda aturan, ". ujar ku malas.
" Kamu jangan asal percaya begitu dong Zaskia. Coba kamu hubungi Andre. Tanyakan padanya, kapan dia akan pulang. Atau jika tidak, kamu kan bisa mencari tahu kebenarannya lewat teman kantor Andre, ". Nada bicara Ibu semakin tidak biasa saja.
" Ibu kenapa sih?!. Kalau ke mas Hamzah saja, Ibu tidak pernah berpikiran negatif kaya gini. Giliran ke mas Andre, ibu selalu curiga yang nggak jelas. Oh, apa karena menantu pertama Ibu itu seoarang dokter iya?!!. Sedangkan mas Hamzah hanya pekerja kantoran biasa?!!, ".
"Zaskiaa...?!!. Jaga bicara kamu. Ibu tidak pernah membedakan antar menantu. Ibu juga tidak pernah pilih kasih pada anak-anak Ibu. Dan yang harus kamu ingat. Ibu dan Ayah mu juga seorang pekerja kantoran. Jadi tidak seharusnya kamu membandingkan profesi orang lain, ".
Ibu nampak nya sedikit tersinggung dengan ucapanku barusan.
" Ada apa ini?!, ". Suara Ayah tiba-tiba muncul dari arah pintu depan.
"Ibu, Ayah!. Ibu selalu berpikiran negatif pada mas Andre. Sedangkan dengan menantu nya yang dokter tidak pernah berpikiran buruk barang sedikit pun, malah selalu perhatian!!, ". Aku berteriak penuh dengan kekesalan.
" Apa benar yang dikatakan Zaskia Bu?!!!, ". Ayah seperti nya sama seperti diriku. Tidak terima jika Ibu membedakan menantu-menantu nya.
" Nggak Ayah, Ibu hanya bertanya pada Zaskia. Kenapa Andre belum juga pulang?, ".
" Tapi tetap saja, pada intinya Ibu itu curiga hal buruk pada suami putri Ibu sendiri kan?!. Kalau dengan suami Kak Renita saja. Ibu sangat menghormati dia!!!. Apa seperti itu yang namanya kasih sayang seorang Ibu!!!, ".
Aku semakin tidak terkontrol dan menangis sejadi-jadi nya. Semuanya benar-benar membuat aku sakit kepala.
" Plaaaakkkk.....!!!, ". Suara tamparan keras mendarat di pipi Ibu.
" Sakiittt.... Ayah!!, ". Teriak Ibu sembari memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh Ayah.
" Lebih sakitt mana hah!!, tamparan ini atau hati anak mu!!. Seharusnya kamu sebagai Ibu jangan pernah membedakan anak-anak mu!!. Termasuk menantu-menantu kamu!!, ". Dengus Ayah dengan luapan emosi.
"Tapi aku sama sekali tidak membedakan anak-anak ku, apalagi menantu-menantu ku. Aku menyayangi mereka semua!!, ". Ibu membela diri.
" Lalu apa yang dikatakan Zaskia barusan!!. Haahhh...!. Kamu mencurigai apa dari suami anak mu Zaskia..!!, ". Dengus ayah penuh dengan kekesalan. Kali ini Ayah memegang rambut Ibu dengan garang. Lebih ke menjambak rambut Ibu.
" Cukup Ayah!, jangan sakiti Ibu, ". Teriakku pada Ayah. Aku tidak tega melihat Ibu di kasari oleh Ayah.
" Biarkan Zaskiaa...!!. Bukankah ini yang ingin kamu lihat?!,". Ibu mengucapkan kalimat ini dengan air mata berlinangan.
"Kau dengar!!, bahkan ketika kamu membela nya saja. Dia masih tidak tahu diri. Dia persis seperti mantan suaminya yang sudah di neraka!!, ". Suara ayah menggelegar penuh kebencian begitu menyebut masa lalu Ibu.
Sungguh aku tidak tahu sebelum nya, kalau ternyata Ibu pernah menikah sebelum menjadi istri Ayah. Baik Ayah maupun Ibu tidak pernah ada yang menceritakan nya padaku. Sejujurnya aku sangat kaget, Ternyata ibuku dulu adalah seorang janda, yang kemudian di nikahi oleh Ayah.
" Cukup...!!, jangan pernah hina sahabatmu sendiri!!. Dia sudah sangat baik padamu. Hikkks.... hikkkss...., ". Suara tangis Ibu semakin pecah.
" Oh, ternyata kamu masih cinta dengan mantan suami mu yang sudah jadi tulang belulang itu Hah!!. Dasar wanita tidak tahu diri, ". Ayah melepas dengan kasar rambut yang tadi di jambak nya. Kemudian pergi begitu saja.
Aku tidak banyak berbuat selain, berlari menuju taman belakang. Sedang Ibu masih menangis di tempatnya. Aku semakin tidak karuan. Jadi maksudnya Ayah menikahi Ibu yang mana Ibu adalah bekas istri sahabat Ayah sendiri. Kenapa semuanya jadi rumit.
"Kak Adel, Safira kadang kangen dengan kak Renita. Ya meskipun kak Renita bukan kakak kandung kita, ".
" Kak Adel juga dek. Suka kangen sama kak Renita, ".
Kurang lebih itulah percakapan yang tanpa sengaja aku dengar dari kedua adikku ketika aku menuju ke taman belakang untuk menenangkan diri. Aku shock, sangat-sangat tidak menyangka ternyata Renita itu adalah kakak Tiri. Apa Renita adalah anak dari pernikahan Ibu dengan mantan suaminya itu?.
" Aaaarggghhh.....!!, ".
Aku berteriak kencang dan menangis. Berlari menuju kamar. Aku ga pernah menyangka, ternyata Kak Renita tidak sekandung denganku.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat