NovelToon NovelToon
Falling In Love With My Ex Wife

Falling In Love With My Ex Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Teen
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

kisah sepasang suami istri yang menyerah di tahun kedua pernikahan karena terlalu banyaknya pertengkaran diantara mereka.

pernikahan yang diawali dengan sebuah perjodohan antara Seraphina Anastasya dengan seorang pria dingin bernama Dikta Rey Ibrahim membuat keduanya mengalami konflik berkepanjangan dan yang diperparah oleh Dikta yang dengan sengaja tetap menjalin hubungan dengan kekasih pria itu yakni Delara Sasmita yang berujung pengkhianatan oleh Delara dengan berselingkuh dibelakang Dikta.

setelah 5 tahun, Dikta dan Sera dipertemukan kembali karena sebuah kecelakaan yang tidak disengaja oleh Sera sehingga dirinya diharuskan bertanggungjawab atas Dikta.

yuk simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepulangan

Udara di lorong rumah sakit terasa sejuk, namun pipi Sera masih terasa membara.

Jejak sentuhan bibir Dikta di dalam ruangan sempit tadi belum juga hilang.

Ia menunduk, memeluk lengan erat, berusaha menenangkan jantung yang masih berpacu tak menentu.

Sera melimpir ke toilet di ujung lorong sebelum dirinya menyetop taksi untuk kembali ke hotel tempat dirinya menginap.

Dia meraba bibirnya dan kembali kepipinya.

Sera menghela nafas panjang.

"Ini tidak boleh... Aku sudah punya Arga dan hubungan ku dengan Dikta sudah berakhir... Kami sudah punya kehidupan masing-masing... Dia hanya merasa bersalah bukan cinta... Ya... Begitu...." batin Sera terus berperang dengan isi kepalanya.

Sera kembali ke hotel untuk membersihan diri dan beristirahat sejenak. Dia tak boleh berlama-lama karena nanti pasti Dikta akan membutuhkan dirinya.

Namun disaat perjalanan menuju hotel, ponsel Sera berdering.

"Ya Ayah..." sahut Sera begitu mengangkat panggilan.

"Kenapa belum pulang? Apa urusanmu masih panjang disana Nak?" tanya Herman di seberang.

Sera menggigit bibirnya dan membuang pandangan arah jalanan.

"Mungkin dua atau tiga hari ini, Sera belum bisa pulang Yah... Mobilku mengalami insiden dan sekarang sedang berada dibengkel..."

"Apa parah? Lalu kondisi mu bagaimana? Apa kau terluka Nak?" ada nada khawatir Herman yang sangat kentara.

"Tidak Yah... Aku baik-baik saja, hanya sisi mobilku yang ringsek. Aku menabrak mobil seseorang yang sedang terparkir disisi jalan dan sekarang, aku sedang bertanggungjawab atasnya karena sempat membuat pria itu terluka...." jelas Sera lirih.

Terdengar hela nafas berat diseberang sana.

"Apa lukanya parah? Dan bagaimana jika dia melapor ke polisi? Kau bisa terkena masalah Nak..."

"Dia tidak akan melapor Yah... Tapi sebagai gantinya, aku harus merawatnya hingga sembuh karena seluruh keluarganya sedang berada diluar negeri... Ya, begitulah Yah... Jadi, aku belum bisa pulang.. Dan lagi, aku sudah mengajukan cuti selama seminggu pada pihak kampus...." jelas Sera.

"Baiklah... Semoga dia baik-baik saja... Dan setelah urusanmu selesai, segeralah pulang Nak... Ayah sangat mengkhawatirkan mu...." ucap Herman sebelum akhirnya menutup panggilan.

Sera menyandarkan kepalanya dan matanya kembali terpejam sejenak.

Dia tak sepenuhnya berbohongkan?

Memang ada yang terluka, dan Sera tak menyebutkan nama orang itu kepada Ayahnya.

Dan mobilnya saat ini sedang di perbaiki di bengkel kenalan Dikta.

...****************...

Sera baru saja tiba di ruang perawatan saat dokter baru saja selesai memeriksa Dikta, lalu tersenyum ramah begitu menyadari kehadiran Sera disana “Kondisinya sudah sangat baik. Luka dalam sudah pulih, tak ada keluhan lain. Pasien boleh pulang hari ini juga. Cukup jaga istirahat dan jangan terlalu lelah.”

Sera menghela napas panjang, napas yang seakan membawa seluruh beban berat yang ia pikul sejak hari kecelakaan itu. Rasa lega meluap di dada hingga ia nyaris tak sadar tersenyum tulus. “Syukurlah… akhirnya kau pulih sepenuhnya.” ucapnya menatap ke arah Dikta.

Dan bisa ditebak, jika Dikta sangat tidak menyukainya.

Sembuh dan pulang itu artinya dia tidak akan bertemu lagi dengan Sera.

Setelah dokter pergi, suasana di ruangan itu berubah hening.

Dikta duduk di tepi ranjang, menatap lekat wajah Sera, menelusuri setiap jengkal wajah yang tak lepas dari pikirannya sejak insiden di dalam toilet tadi.

“Kau terlihat sangat lega,” ucap Dikta pelan, suaranya rendah namun jelas terdengar, menatap lurus ke manik mata Sera. “Karena aku sudah sembuh? Atau karena kau merasa bebas, seakan apa yang terjadi di ruangan sempit tadi hanyalah sekadar hal yang ingin kau lupakan secepatnya?”

Wajah Sera memerah seketika.

Ia menunduk, jari-jemarinya saling meremas di depan perut. “Bukan begitu… aku sungguh bersyukur kau sehat kembali. Dan hal tadi… itu hanya… ketidaksengajaan saja"

Dikta mengangkat sebelah alisnya.

Tatapannya tak lagi bercanda, melainkan penuh keyakinan yang membuat hati Sera bergetar hebat.

“Ketidaksengajaan?” ucap Dikta pelan tapi penuh penekanan

“Kalau begitu, biar aku katakan sekali saja. Aku tidak menyesali apa yang terjadi di antara kita tadi. Sama sekali tidak. Dan mulai saat ini, jangan pernah berpikir kau bisa pergi begitu saja setelah mengetahui hatiku yang sesungguhnya.”

Dikta berjalan tertatih dengan skruk di sebelah tangannya.

Mendekati Sera yang terpaksa mundur hingga punggungnya membentur dinding.

Tangan Dikta turun menggenggam lembut sebelah tangan Sera, meremasnya pelan “Aku sembuh, benar. Tapi itu bukan alasan untuk melepaskanmu. Justru sekarang… aku ingin memilikimu lebih dekat dari sebelumnya.”

Sera tertegun, jantungnya berpacu kencang hingga nyaris melompat keluar dada. Di hadapan laki-laki itu, semua alasan dan keteguhan hatinya seakan meleleh tanpa sisa.

Mata Sera kini menatap penuh manik hitam Dikta.

Mencoba mencari kebohongan dari laki-laki itu tapi Sera tak menemukannya. Hanya kesungguhan yang tertulis dibalik mata Dikta.

"Aku tak perduli jika aku harus bersaing dengan laki-laki bernama Arga itu atau siapapun itu, aku tak perduli! Kalau perlu, aku akan berlutut pada Ayah untuk memintamu kembali menjadi istriku...." ucap Dikta tegas.

"Ayo pulang...!" Dikta berjalan keluar dari ruang rawat dan di luar sudah ada Gavin yang menunggunya.

Entah kapan asisten Dikta itu berada disana.

Sera hanya bisa mengikuti langkah Dikta dan Gavin dari belakang.

Ketiganya menaiki mobil yang dikemudikan oleh Gavin dimana Sera dan Dikta duduk di kursi bagian belakang penumpang.

Suasana di dalam mobil cukup hening, tak ada percakapan diantara mereka.

Sera yang lagi-lagi terjebak situasi canggung diantara dua laki-laki ini.

Bersambung...

1
Dewi Andayani
Aku mampir lagi di karyamu, ya Thor😍...
Ditunggu crazy up nya💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!