Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .
lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .
Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .
Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror !.
Murid murid SMK Bina Bangsa seperti biasa nya , sudah masuk kedalam kelas nya masing masing untuk memulai pelajaran hari itu .
Namun di belakang sekolah SMK Bina Bangsa itu , berbatas tembok sekolah , sekitar seratus meter dari tembok belakang lingkungan sekolah , ada delapan orang remaja murid sekolah itu , yang justru sedang asik bercengkrama , sambil menikmati minuman suplemen .
Namun bila orang agak sedikit jeli , mereka pasti tahu jika itu bukan minuman suplemen biasa , tetapi yang di kalangan anak remaja , sering di namakan Gaduk itu , yaitu minuman oplosan , antara minuman suplemen dan alkohol bergambar gajah duduk (Gaduk) .
Dikalangan remaja nakal , minuman ini sebenar nya sudah sangat populer sekali , mungkin lebih populer dari pada minuman merek mahal lain nya .
Heru , Hafiz , Zul , David , Robert , Kris dan Zelo masing masing mereka , adalah anak buah dari Roy , putra seorang konglomerat bernama Fadly .
Hari itu mereka mengadakan acara bolos bersama di markas mereka di bawah pohon Ketapang tua , yang di kelilingi semak belukar .
Kulit kacang nampak berserakan di sekitar tempat mangkal mereka itu .
Kebul asap dari vaping yang mereka isap aneka macam bau beradu menjadi satu .
"Bos Roy , bagai mana kabar dari anak kelas sebelas yang kita pukuli beberapa hari yang lalu itu ?" tanya Kris sambil menghisap vaping aroma cokelat milik nya , lalu menghembuskan asap nya ke udara .
"Entahlah !, mungkin sudah koit , itulah akibat nya bila berani berurusan dengan tuan Roy yang hebat !" sahut Roy dengan sangat enteng .
"Tetapi bagai mana bila urusan nya menjadi besar bos ?" tanya Zul .
"Eealah kau seperti baru kemarin saja berteman dengan ku , apa sih yang tidak bisa diatasi oleh papa ku ?" tanya Roy balik .
"Eh Roy kau tahu tidak , anak yang kita pukuli waktu kita konvoi geng motor serigala jalanan kita kemarin , ku dengar luka nya cukup parah !" kata Heru pula .
"Ooh anak yang nongkrong di depan gang , saat geng kita lewat itu kah ?" tanya Roy .
"Iya iya , yang bersama dua orang teman nya waktu itu lo !" jawab Heru .
"He he he he !, geng Serigala jalanan dilawan , ya modar lah !" tawa Roy menggema.
Mereka terus mengobrol sambil bersenda gurau hingga ber pulang berbunyi .
Buru buru delapan remaja itu melompat masuk kedalam komplek sekolah , lewat pohon Albasia yang tumbuh dekat tembok pagar sekolah .
Dengan bergantungan pada seutas tali , mereka turun ke dalam komplek sekolah itu , lalu berbaur dengan para siswa lainnya menuju ke tempat parkir .
Seperti biasa nya , David, Heru dan Zul , nebeng mobil Roy , sedangkan Hafiz nebeng Moge milik Robert , dan Zelo nebeng Moge milik Kris .
Seperti pengawal Raja jalanan , Moge milik Robert berjalan di depan mobil Alphard milik Roy , sedangkan Moge milik Kris berjalan di belakang mobil milik Roy .
Deru suara motor milik Robert dan Kris memekakan telinga , dengan jalan nya yang jik jak di depan dan belakang mobil Roy .
Namun belumlah terlalu jauh meninggalkan halaman sekolah itu , tiba tiba terdengar suara dentuman yang cukup keras , bersamaan dengan moge yang di naiki Hafiz dan Robert terbang menghantam mobil milik Roy .
Sedangkan tubuh Robert dan Hafiz terpental hingga lima belas meter , dan jatuh ber gulingan di aspal tanpa bergerak lagi .
Untung Roy dan teman teman nya yang naik mobil , tidak terluka , hanya mobil nya saja yang penyok berat .
Mobil putih yang menabrak Motor Robert terus saja berlalu dari tempat itu , berbelok kesebuah jalan kecil .
Secara ajaib , mobil putih itu ketika berada di tempat sepi , tiba tiba warna , bentuk dan plat nya berubah secara otomatis .
Kini mobil itu berubah menjadi mobil biasa berwarna hitam dengan nomor polisi yang juga sudah berubah , keluar di tempat lain , sambil me ngeloyor acuh , seolah tidak terjadi sesuatu , berbaur di tengah kepadatan jalanan di kota Megapolitan itu .
Sementara itu di tempat kejadian , pada siang menjelang sore itu terjadi kegemparan .
Beberapa orang polisi tiba di tempat kejadian , bersamaan dengan ambulan yang datang .
Setelah polisi menandai tempat kejadian dengan cat , jasad Robert dan Hafiz yang di nyatakan meninggal di tempat itu di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi .
Enam remaja anggota gang serigala jalanan shock berat mengalami kejadian itu , dua teman mereka tewas dalam seketika , mana mereka harus berurusan dengan polisi lagi , padahal tadi mereka baru saja habis menenggak minuman oplosan .
Roy segera menelpon papa nya , menceritakan kronologis kejadian yang menimpa mereka , sambil di bumbui Isak tangis dan sedikit ratapan .
"Maaf nak !, papa lagi di luar negri sekarang , papa akan suruh pengacara papa untuk membebaskan kamu , tenang saja lah dulu !" kata papa nya Roy .
Zon Ibram ayah nya Roy ini termasuk seorang konglomerat juga , meskipun bukan level paling tinggi , tetapi masih di dalam dua puluh besar , konglomerat terkaya di Negeri ini , sehingga untuk masalah hukum , dia tidak perlu bersusah payah , banyak pengacara yang bersedia membela nya , tentu nya dengan koneksi dan dana yang tidak sedikit .
Bila ada istilah uang diatas segala nya , mungkin itulah yang tepat bagi keluarga Zon Ibram ini .
Beberapa saksi mata menyebutkan ciri ciri mobil yang menabrak kedua orang remaja itu , beserta nomor polisi nya secara lengkap .
Namun hingga Cctv di seluruh kota Megapolitan itu di periksa semua nya , tidak ada satupun mobil dengan ciri ciri dan nomor polisi seperti itu pada hari yang sama , berkeliaran di jalanan kota Megapolitan , bahkan menurut data dari kepolisian , pada hari yang sama , mobil yang di cari , berada di kota Metropolitan yang berjarak sekitar enam ratus kilometer dari kota Megapolitan .
Sangat tidak mungkin sebuah mobil bisa berada di dua kota berbeda yang berjarak sangat jauh dalam waktu yang hampir bersamaan .
Malam hari nya , di rumah Roy , terlihat Zul , David , Heru dan Roy sendiri sedang asik bermain Game online bersama .
Teriakan ke empat remaja ini terdengar seperti orang yang sedang tawuran saja layak nya .
"Zul awas di belakang mu , ada satu lagi , hantam !, hantam Zul !, ya anjir , anjir " terdengar suara Roy nyaring .
"Awas Vid !, ada satu lagi muncul di sisi kanan mu , bahaya !" suara Heru menimpali .
"Ya babat sampai habis , anjir anjir !" suara Zul terdengar melengking nyaring .
Begitulah ke empat remaja ini bermain Game online , meskipun cuma ber empat , tetapi terdengar seperti suara orang satu pasar .
Sedang asik asik nya bermain Game online , tiba tiba layar handphone ke empat remaja ini secara serentak menjadi black seperti kehabisan daya .
"Anjir ! , ban*sat ! Handphone kurang ajar !, apa lagi sih ini ?" tanya Roy geram .
"Nggak tahu nih bos , hape saya tiba tiba juga blank !" sahut David mengomel tidak karuan .
"Hape kami juga sama nih !" sahut Heru dan Zul bersamaan .
"Aneh , kenapa bisa jadi seperti ini ya ?, padahal layar masih menyala , tuh icon baterai dan sinyal serta tanggal masih seperti biasa nya !" gerutu Roy .
Tiba tiba di layar handphone mereka berempat , muncul gambar tengkorak berwarna perak dengan inisial KD di atas gambar tengkorak itu .
"Kalian sudah menyulut peperangan dengan kelompok Ka de , sebagai salam perkenalan !, dua kawan kalian kami lenyap kan terlebih dahulu , setelah itu , kalian kami lenyapkan satu persatu , termasuk orang tua kalian bila perlu ha ha ha ha !" kata gambar tengkorak itu berbicara .
"Prang !!" ...
Secara serentak , ke empat remaja itu melemparkan handphone mereka masing masing ke lantai , ber pandang pandangan satu sama lain nya , dengan wajah pucat pasi .
Tubuh Zul dan Heru sampai gemetar hebat mendengar suara dari handphone mereka masing masing .
Jantung Roy terasa berdetak kencang sekali , seolah olah ingin melompat dari dalam dada nya .
...****************...