NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:45k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 31

Setelah badai gairah di kamar mandi akhirnya mereda, Riven bersiap untuk pergi bekerja. Pria itu tampak gagah dan berwibawa saat mulai mengenakan kemeja formalnya. Sementara itu, Angie hanya bisa duduk lemas di tepi ranjang, tubuhnya dibalut sehelai handuk kimono putih.

Tak lama kemudian, suara bel yang disertai ketukan di pintu depan membawa kejutan. Riven melangkah keluar untuk membuka pintu. Beberapa orang masuk dengan penuh hormat, lalu dengan sopan meletakkan banyak barang di atas meja. Kini, ruang tamu telah penuh dengan barang-barang mewah untuk Angie.

Para utusan itu segera pamit meninggalkan apartemen setelah menyelesaikan tugas mereka.

Ternyata, orang-orang yang dihubungi Riven tadi datang membawakan sepaket lengkap keperluan untuk Angie, mulai dari pakaian, tas, hingga seluruh aksesori pendukung dari merek ternama dan juga satu set make up tak lupa parfum-parfum mahal.

Namun, yang paling membuat Angie terkejut adalah saat ia memeriksa pakaian-pakaian tersebut. Semuanya memiliki ukuran yang sangat akurat dan pas di tubuhnya.

Angie mendongak, menatap Riven dengan rona merah yang kembali terbit di pipinya.

“Riv…. bagaimana bisa kau langsung tahu semua ukuran tubuhku?" tanyanya tak percaya.

Riven yang sedang berdiri melihat Anggie, mematung sejenak. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan maksud nakal terukir di sudut bibirnya.

“Bagaimana mungkin aku tidak tahu sayang?” balas Riven dengan suara baritonnya yang rendah dan seksi. Ia menatap Angie lekat-lekat sebelum menyambung, “Seluruh jengkal tubuhmu sudah menjadi milikku semalaman.”

Mendengar jawaban blak-blakan itu, Angie seketika melempar bantal sofa di dekatnya ke arah Riven. Namun dengan sigap, Riven menangkap bantal itu dengan satu tangan sembari terkekeh rendah. Kepuasan maskulin terpancar jelas dari sepasang matanya yang kini telah kembali jernih.

Riven berjalan mendekat, setelah mengenakan jas hitam formalnya yang mahal, ia meraih jemari lemas Angie, mengecup punggung tangannya dengan lembut namun penuh penekanan.

“Pakai pakaian yang sudah kubelikan. Aku akan mengantarmu. Aku tidak mau kau memaksakan diri melakukan apa pun dengan kondisi tubuhmu yang sekarang,” ujar Riven, nadanya kini berubah menjadi perintah yang mutlak namun sarat akan perhatian.

Angie hanya bisa mengangguk pasrah, menyembunyikan wajahnya yang semakin panas.

Dominasi Riven di atas ranjang maupun di kehidupan nyata benar-benar tidak memberikan celah baginya untuk membantah.

Riven merapikan jam tangan mewahnya sekilas, sebelum akhirnya mengambil dompetnya.

”Bawa ini.” Kata Riven memberikan sebuah kartu.

“Apa ini?” Tanya Angie.

”Pakai saja itu jika kau butuh sesuatu.” Riven memasukkan kembali dompetnya ke dalam saku jas lalu memberikan satu kecupan dalam di bibir bengkak Angie.

Riven sebenarnya ingin Angie tetap tinggal di apartemennya selama ia pergi bekerja. Namun, Angie rupanya memiliki urusan penting yang harus diselesaikan di luar. Jadi pria itu cukup khawatir.

“Tidak…” Jawab Angie.

“Aku memaksa dan kau tidak boleh menolak.”

Angie hanya melepaskan napas pastah dan tak bisa lagi menolak.

“Baiklah. Terimakasih Riv…” Kata Angie yang tak bisa lagi mengelak.

Setelah itu Angie segera bersiap dan mengenakan pakaian yang telah ia pilih di antara deretan pakaian yang Riven sediakan, lalu ia hendak membawanya ke kamar.

“Mau kemana?” Riven menarik sedikit lengan Angie dengan lembut.

“Ke kamar. Pakai baju.” Kata Angie polos memberi kode pada Riven baju yang ia bawa.

“Di sini saja….” Riven kemudian duduk di sofa.

“Di sini?” Angie melihat ke sekeliling.”

“Mm… Tenang saja Cctv sudah ku matikan.” Kata Riven.

Angie pun menurut, ia membuka kimononya dan memakai pakaian helai demi helai, sedang Riven melihat Angie dengan sesekali memberikan senyuman yang tak bisa ia tahan.

“Bagaimana ini, ternyata sangat berbahaya.” Kata Riven.

”Hm? Apa nya?” Tanya Angie tak mengerti.

Riven pun memyambar handuk kimono milik Angie dan memakaikannya, saat itu Angie baru memakai pakaian dalam.

“Berpakaian dan berdandanlah di kamar. Sulit sekali menahan diri jika bersangkutan dengan mu.” Kata Riven.

Angie pun mengangguk dan ia melangkah menuju kamar setelah beberapa saat Riven menunggu sembari memeriksa beberapa pesan di layar ponselnya, Angie pun sudah selesai.

Tubuh Angie yang ramping, proporsional, dan semampai membuat apa pun yang dikenakannya tampak begitu serasi. Terlebih lagi, balutan busana dari merek ternama itu semakin menonjolkan pesona anggun dan kecantikan alaminya.

Setelah selesai berdandan dengan riasan tipis yang mempertegas fitur wajahnya, Angie melangkah menuju ruang tamu, tempat Riven sudah menanti.

Begitu Angie memasuki ruangan, tatapan Riven seketika terpaku. Dengan paduan busana mewah dari ujung kepala hingga kaki, Angie menjelma layaknya bidadari yang baru turun dari langit.

“Luar biasa cantik,” bisik Riven dengan senyum penuh kekaguman.

Tanpa mampu menyembunyikan letup emosinya, pria itu melangkah mendekat, lalu merengkuh Angie ke dalam pelukan yang hangat.

“Jadi mari kita lihat kemana bidadari ini ingin di antar?”

“Ada sesuatu yang harus kuurus.”

Riven terdiam sejenak, menimbang-nimbang ucapan gadis itu. Jika Angie memang harus keluar, maka ia juga harus bisa kembali ke sini kapan pun tanpa hambatan. Pandangan pria itu kemudian beralih pada panel keamanan digital yang berada di dekat pintu utama.

“Kalau begitu, kita harus mendaftarkan sidik jarimu ke sistem keamanan tempat ini.”

Angie menatapnya sedikit terkejut. “Sidik jariku?”

Riven mengangguk tegas. “Dengan begitu, kau bisa keluar masuk dengan bebas meskipun aku sedang tidak ada di rumah.”

Tanpa membuang waktu, Riven menarik lembut tangan Angie mendekati panel biometrik. Ia memandu jemari gadis itu untuk merekam datanya ke dalam sistem pintar tersebut. Begitu lampu indikator hijau menyala tanda proses pemindaian selesai, Riven menoleh menatapnya.

“Sekarang kau sudah memiliki akses penuh ke apartemen ini.”

Angie masih tertegun, tidak menyangka Riven akan memberikan kepercayaan sebesar itu secepat ini.

Namun, sebelum ia sempat bersuara, Riven sudah lebih dulu menyambar jas hitam dan kunci mobilnya di atas meja.

“Sekarang katakan padaku,” ujar Riven sambil menatap manik mata Angie dengan dalam. “Kau ingin pergi ke mana?”

Angie berkedip bingung, belum sempat mencerna perubahan ritme pria itu.

“Aku akan mengantarmu terlebih dahulu,” lanjut Riven tanpa memberikan celah untuk didebat.

“Setelah memastikanmu sampai dengan aman, baru aku berangkat ke tempat rapat.”

Angie menjawab dengan senyuman.

Riven dan Angie melangkah keluar dari apartemen bersama-sama, langsung mencuri perhatian siapa pun yang melihat. Riven tampak begitu gagah dengan perawakannya yang tinggi, tampan, dan berwibawa, serta spek pria mapan, sementara Angie memancarkan kecantikan anggun yang memikat dalam balutan busana mewah, dari kepala hingga kaki, tidak ada yang murahan. Semuanya ber merk.

Mereka memasuki mobil sport milik Riven.

Kendaraan mewah itu melaju mulus membelah jalanan setelah meninggalkan basement, menuju tempat yang ingin didatangi Angie.

Beberapa menit berlalu di tengah perjalanan. Ponsel Riven kembali bergetar menandakan pesan masuk, tetapi ia sama sekali tidak berniat memeriksanya.

Tangan kanannya tetap tenang mengendalikan kemudi, sementara tangan kirinya menggenggam erat jemari Angie.

Bersambung

1
afifah
kok blm up lg kak
z੩ckุ
MNa?
Hanima
terlalu Polosss
MamDeyh
Nah kan cewek gk bnr tuh.. Kasyan bgt km Riven. Terbuai krn cantik doang 😒.. Kapan kebongkar nya sih
evanindia
oalah circle.a angie tnytaaa hmm🙊🙊
afifah
geram udah ih angie repot hidup lu
Mahendra
sip up byk thor👍
evanindia
harus brngkattt riven...nnti d amuk lagii am ayahmu
z੩ckุ
Drpd cri pnykit mndng cri aman🤣 lowprofile pun msh jd inceran gembong
z੩ckุ
Skali ny viral di ig lgsung ddatengi kpk y riv🤣
Hanima
Lanjut Rivvv
Ass Yfa
udah kayak segitunya..diratukan Riv...Angie teganya berselingkuh...heh
z੩ckุ
Zudah jelaz
Awal perselingkuhan
z੩ckุ
Up
z੩ckุ
Lnjt
z੩ckุ
🫩😮‍💨
z੩ckุ
Next
k
iyaa
divana
lnjutkn
mouse
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!