WARNING!!
JANGAN LUPA FOLLOW DAN BERIKAN BANYAK DUKUNGANNYA UNTUK SETIAP CERITA AUTHOR 💚
hai-hai sebelum nya terima kasih karena telah menyempatkan untuk singgah di cerita aku :). sekedar info cerita ini pernah aku publish di wattpad dengan user @juwitaapr dan telah aku hapus. jadi cerita ini sekarang hanya ada di mangatoon.
Bagaimana perasaan kalian jika bertemu kembali dengan orang yang paling kaliann hindari.dia ariella harus bertemu kembali Dengan bryan Ceo nya di perusahaan marshwan.
Hidup ariella yang semulanya tenang menjadi kacau karena bryan.
WARNING !!!! typo bertebaran dimana-mana.:)
Salampelukbantal:)
JuwitaApr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MWMB#34
Huekkk.....huekkkk...
Arilla memuntah kan makanan yang ia buat sendiri.ini sudah ketiga kalinya ia memuntahkan masakan yang baru saja ia buat.
Dengan langkah gontai ia berjalan menuju sofa ruang tamu.
Ariella benar-benar tidak habis pikir kenapa memasak itu begitu susah dari yang ia bayangkan.kemarin ia melihat sarah memasak dan kelihatanya sangat mudah tapi setelah dipraktekan semuanya diluar dugaan memasak begitu sulit dari pada yang hanya dilihat saja.
Entah apa yang salah pada ariella ia sudah melihat tutorial diyoutube tapi masih saja masakan nya tidak layak untuk dimakan.
Ting....tong....
'Siapa lagi yang datang siang-siang begini' gerutu ariella tapi masih berjalan menuju pintu.
"Hai little sugar" sapa eden hangat ketika ariella sudah membuka pintu apartemennya.
"Hai" balas areilla dengan senyum dipaksakan lalu berbalik berjalan masuk kembali mempersilahkan eden masuk
"Sudah makan siang?" tanya eden masuk kedalam apartrmen mengikuti langkah ariella.
Ariella menggelengkan kepalanya sebagai jawaban kemudian ia duduk ke sofa
"Siap-siap kita akan makan diluar" ujar eden menitahkan ariella.
Ariell mendongakan kepala menatap eden seakan-akan berkata 'are you seriously'
Eden tidak menjawab ia melihat kearah jam mahal yang melingkar manis ditangannya.
"Yap waktu mu sepuluh menit dari sekarang" ujar nya menatap ariella.
"Kau ini niat tidak mengajak ku makan?" gerutu ariella kesal.
"Im kidding little sugar.mau lebih dari sepuluh menit atau pun lebih aku akan menunggu,jadi bersiap lah" jawab eden menaik turun kan alisnya.
Ariella tersenyum ia bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Tak lama ariella meninggalkan ruang tamu eden mendengar suara ponsel berdering dari dapur.
Eden berjalan menjangkau ponsel areilla yang masih setia berdering.
"Halo"jawab eden santai tanpa melihat siapa yang menghubungi areilla
"Siapa kau?dimana ariella?"
"aku?aku calon suaminya.kau yang yang siapa?"
"DIMANA ARIELLA"
"areil sedang mandi sekarang"
Tutt...tuttt
Eden mengangkat kedua bahunya tanda tak peduli dengan siapa yang baru menghubungi ariella.
Sementara dilain tempat, tepatnya di jerman bryan merasa kesal ia membuang sembarang berkas-berkas yang tersusun rapi diatas meja kerjanya.
Bryan mengacak rambut nya frustasi ia yakin orang yang mengangakat panggilannya adalah eden smith.
"Ada apa ini?kenapa ruangan mu sangat kacau?" tanya pria paruh baya yang tiba-tiba masuk kedalam ruang kerja bryan.
"apa yang membawa mu kesini dad?" tanya bryan tidak mengindai pertanyaan dari ayahnya.
"Emely ingin bertemu denganmu.temui dia dilobbi jam
20.00 dan makan malam lah dengannya"jawab mr.marshwan lalu pergi meninggalkan bryan tanpa menunggu jawaban dari bryan.
Sepeninggalnya mr.marshwan bryan melempar laptop kerja nya kedinding sehingga hancur tak berbentuk.
Argggghh
Teriak bryan kesal mengacak rambutnya frustasi.
Bryan meraih ponsel nya lalu menghubungi seseorang.
"Aku tidak bisa menemui mu"
Ujar bryan langsung menutup panggilan tanpa menunggu jawaban dari sebrang.
Setelah menelpon emely bryan menginggalkan ruang kerjanya ia harus mencari udara segar
****
Malam hari nya bryan lembur menyelesaikan berkas dan file-file yang masih dibutuhkan lusa.bryan sengaja ingin cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaannya karena ia merasa eden sudah melewati batasnya mendekati apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Wait me
****