NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:399.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Kuat Menghadapi Kenyataan

Bab 35. Kuat Menghadapi Kenyataan

(POV Author)

Lyra terduduk bersandar kekenyangan. Hampir semua makanan yang ada di meja itu di babat habis oleh Lyra dan Mita.

Ya, rupanya Lyra tadi serius bermain handphone-nya ternyata sedang berkomunikasi dengan Mita. Ia mengajak sahabatnya itu yang kebetulan sedang berada dekat dengan lokasinya untuk makan bersama.

"Makasih ya Abang makanannya." Kata Mita.

"Hmm, iya."

Tak habis-habisnya rasa terkejut Teguh. Kali ini melihat makanan yang segitu banyaknya habis oleh mereka berdua.

"Lo mau kemana lagi Tong?" Tanya Lyra kepada Mita.

"Sita ngajakin Gue nyari sepatu. Gue mau nyusul dia ke kantornya dulu, sekalian jemput pulang." Jawab Mita.

"Oh, oke."

"Kalian masih ada urusan lagi kan?"

"Iya masih." Jawab Lyra.

"Ya udah. Ntar kontekan aja ya. Gue cabut dulu, sebelum Sita merepet kayak knalpot rombeng." Ujar Mita sembari mengambil tasnya untuk segera beranjak pergi.

"Abang, sekali lagi makasih ya. Bye Ndoro..." Pamit Mita.

"Oke Mit." Jawab Teguh.

Lyra melambaikan selamat tangannya menjawab pamitan Mita.

"Udah bisa gerak Cil?" Tanya Teguh yang tahu Lyra mager karena kekenyangan.

"Bisa dong Bang. Aku udah ngisi banyak tenaga nih, buat kuat menghadapi kenyataan."

Teguh terkekeh.

Senyum yang Teguh yang menawan membuat Lyra meleleh. Dia yang baru saja mengatakan kuat menghadapi kenyataan, nyatanya tidak sanggup menolak ketampanan wajah lelaki yang menolongnya.

"Nanti kita jadi nikah ya Bang."

Senyum Teguh seketika memudar berganti pipi yang memerah mendengar ucapan spontan Lyra. Teguh mengalihkan wajahnya dari Lyra untuk menutupinya getaran hatinya yang ingin mencium wanita itu saat ini juga.

Duh Cil, jangan goda iman Abang Cil! Abang takut nggak kuat. Batin Teguh meronta-ronta.

"Ehem. Ayo Cil!"

Setelah beberapa saat terdiam. Teguh memutuskan untuk menyelesaikan urusan mereka hari itu.

"Kemana Bang? KUA?"

Teguh terkekeh, sambil menutup wajahnya.

"Nanti kita ke KUA Cil, kalau kamu dah dapet sertifikat dari Pengadilan Agama." Ujar Teguh ternyum.

"Abang punya pacar?"

"Kayaknya kamu udah pernah nanya Cil."

"Cuma mastiin aja Bang. Orang yang aku ajak nikah bukan tunangan orang apalagi suami orang." Jujur Lyra.

"Nggak. Abang belum pernah pacaran Cil, apalagi tunangan dan nikah."

"Kenapa Bang? Padahal Abang mapan dan...."

Kalimat Lyra menggantung.

"Dan apa Cil?"

Lyra terdiam sesaat. Pipinya mulai merah dan itu tak luput dari perhatian Teguh.

"Kok nggak jawab Cil?"

"Dan... Itu Bang."

"Itu apa?"

"Itu lah pokoknya."

Lyra mencoba berkilah.

"Nggak ngerti Abang Cil." Pancing Teguh.

Lyra membuang napas kasar, mencoba menepis rasa malunya dan itu membuat Teguh terkekeh.

"Ganteng...." Ungkap Lyra malu-malu.

Teguh tersenyum.

"Abang tahu."

Sabar ya Cil, Gue pasti nikahin Lo. Gue juga udah sayang sama Lo. Dan pengen Lo jadi milik Gue. Tapi Gue harus sabar demi menghindari fitnah, dosa dan pukulan maut Umi. Kalau Gue ngajak pacaran sekarang, status Lo masih belum bisa memungkinkan buat itu. Dan Gue nggak mau kita masuk dalam lumpur dosa, sekalipun Gue udah pernah celupin kaki di sana saat meluk Lo dan mencium pucuk kepala Lo. Batin Teguh.

"Kita menemui pengacara ya. Biar nggak sorean pulangnya." Ajak Teguh.

"Yok, Bang."

Mereka lalu meninggalkan kafe itu setelah membayar tagihannya yang sempat membuat mata Teguh membulat ketika melihat struknya. Namun itu hanya sesaat karena Teguh menganggap sedang menyedekahi anak yatim piatu yang di aniaya Ibu tiri dan suaminya.

Karena Firma yang mereka tuju sudah dekat, hanya butuh 10 menit perjalanan saja sampai disana.

Teguh melangkah pasti bersama Lyra menuju ruangan kepala pemilik kantor tersebut setelah bertanya pada bagian resepsionis.

"Tok... tok... tok...!"

Teguh mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan yang ada di depannya.

"Masuk." Perintah seseorang dari dalam.

Teguh membuka knop pintu lalu masuk ke dalam ruangan itu di ikuti Lyra.

Langkah Lyra terhenti seketika ketika melihat seseorang yang juga ada dalam ruangan itu. Dadanya bergemuruh dengan napas yang mulai tidak beraturan.

Merasa Lyra menghentikan langkahnya, Teguh menoleh kebelakang.

"Nggak apa-apa ada Abang." Ucap Teguh dengan gerakan bibir tanpa suara.

Lyra mengangguk. Perlahan ia menarik napas panjang dan membuangnya perlahan untuk menetralkan degub jantungnya yang tak beraturan.

"Wah, ada angin apa Pak Teguh bertandang ke firma ini." Sambut Robby, pemilik firma yaitu anak dari pensiunan pengacara Hairul.

Tatapan matanya tajam, meski ia tersenyum jelas sekali lelaki itu tidak menyukai Teguh.

"Selamat siang Pak Robby, Saya pengacara dari Nona Lyra larasati Bin Muhammad Zailudin."

Sontak kesombongan yang sempat tercipta di raut wajah Robby hilang dan ia pun terdiam sesaat.

"Siang. Silahkan duduk." Ujar Robby kini dengan wajah serius.

Teguh duduk di soda yang ada di ruangan itu di ikuti Lyra. Mereka duduk saling berhadapan antara Robby dan Andi.

"Lyra! Apa maksudmu menggunakan pengacara?!" Tanya Andi penuh tekanan.

"Justru aku yang harusnya bertanya, ngapain Lo ketempat pengacara yang ngurusin wasiat warisan orang tua Gue?!" Jawab Lyra sengit.

"Lyra jaga bicaramu, aku ini suamimu!"

"Huh...suami konon..." Ejek Lyra dengan tatapan tidak suka terhadap Andi.

"Ehem. Jadi Saya langsung saja." Ujar Teguh memotong perdebatan Lyra dan Andi. "Saya di limpahkan kekuasaan oleh saudari Lyra Larasati untuk mengurus wasiat serta semua aset atas nama orang tuanya. Saya telah bertemu Pak Hairul sebelumnya, dan beliau mengatakan bahwa kepengurusan itu telah di limpahkan kepada anda setelah beliau pensiun." Lanjut Teguh.

"Tidak bisa seperti itu! Saya suami sah Lyra. Dan selama Saya menjadi suaminya, saya lah yang diberikan kekuasaan untuk memakai siapa dalam hal mengurus warisan itu!" Kata Andi memotong ucapan Teguh.

"Gue anak kandungnya, bukan Lo yang berhak atas semuanya!"

"Sepertinya pertemuan ini tidak akan berjalan dengan lancar. Jadi Pak Teguh, lain kali datanglah kemari dengan maksud dan tujuan yang jelas!" Sindir Robby yang mengisyaratkan bahwa Teguh sebaiknya pergi karena dia lah yang masih berkuasa atas pengurusan warisan itu.

Teguh tetap bersikap tenang dan mengikuti permainan mereka. Semua sudah Teguh persiapkan tinggal menunggu waktunya.

"Baiklah, kami akan kembali lagi lain waktu." Ujar Teguh santai dan tetap tersenyum.

Sikap Teguh yang seperti itu membuat Robby panas dalam hatinya.

Dasar pria sombong, Lo nggak akan menang lawan Gue. Cuih! Batin Robby.

"Ya, sebaiknya seperti itu." Jawab Robby.

Teguh dan Lyra beranjak bangun dari duduknya.

"Kamu mau kemana Lyra? Kenapa kamu tidak pulang kerumah? Apa kamu selingkuh dengannya?!" Sarkas Andi.

"Jaga ucapan Lo! Lo yang..."

"Nona Lyra, kita harus bergegas bukan." Ujar Teguh agar Lyra menghentikan ucapannya.

Teguh tidak ingin Lyra keceplosan dan merusak semua rencana yang telah ia susun rapi.

Lyra menatap tajam Andi dan mendengus dengan kasar, muak melihat wajah lelaki itu.

"Jadi kalian benar-benar selingkuh?" Tuding Andi.

"Maaf, sepertinya anda perlu ke THT. Bukankah di awal Saya sudah bilang, bahwa Saya pengacara nona Lyra Larasati. Kami permisi Bapak Robby, selamat siang."

Setelah berkata demikian, Teguh dan Lyra benar-benar pergi meninggalkan ruangan itu. Membuat Andi berang telah di ejek Teguh secara tidak langsung.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!