Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Suara deru mesin kendaraan lapis baja terdengar menggelegar membelah jalanan Kota Hai yang mulai beranjak sore.
Iring iringan lima truk taktis militer berwarna hijau tua melaju dengan kecepatan penuh tanpa hambatan.
Di udara, dua helikopter tempur terbang rendah mengawal konvoi mematikan tersebut.
Warga kota yang melihat pemandangan itu hanya bisa menepi dengan wajah pucat pasi.
Mereka tahu, jika militer sudah turun tangan dengan skala sebesar ini, pasti ada bencana besar yang sedang terjadi.
Lin Yuan duduk dengan santai di kursi penumpang kendaraan taktis paling depan.
Di sebelahnya, Jenderal Shen Jian duduk tegak dengan wajah sedingin baja.
Tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara, namun aura membunuh di dalam kabin mobil itu sangat kental.
Cittt.
Suara rem berdecit keras saat konvoi militer itu berhenti tepat di depan gerbang utama kediaman keluarga Zhao.
Puluhan prajurit elit bersenjata lengkap langsung melompat turun dan menyebar dengan formasi taktis.
Mereka mengepung rumah mewah bergaya Eropa itu dari segala penjuru.
Para pengawal sewaan keluarga Zhao yang berjaga di depan gerbang langsung mematung ketakutan.
Melihat laras senapan serbu diarahkan ke kepala mereka, tidak ada satu pun yang berani mengangkat senjata.
Klang.
Suara puluhan senjata api dan tongkat besi yang dijatuhkan ke lantai terdengar serempak.
Para pengawal bayaran itu langsung berlutut dan mengangkat kedua tangan mereka tinggi tinggi ke udara.
Mereka tahu betul perbedaan antara berkelahi antar geng dan melawan pasukan khusus militer negara.
Jenderal Shen melangkah turun dari mobil dengan aura komandan yang sangat mendominasi.
Lin Yuan berjalan mengikuti tepat di belakangnya dengan langkah santai dan kedua tangan di saku celana.
Brak.
Pintu utama kediaman keluarga Zhao ditendang hingga hancur berkeping keping oleh prajurit di depan.
Jenderal Shen dan Lin Yuan melangkah masuk ke dalam ruang tengah yang sangat luas dan mewah itu.
Di tengah ruangan, Zhao Ming dan Zhao Tian sedang berpelukan dengan tubuh bergetar hebat.
Mereka sudah mendengar suara helikopter dan deru mesin truk dari luar, namun mereka tidak menyangka akhirnya akan secepat ini.
Zhao Tian yang bahunya masih dibalut gips menangis histeris hingga mengompol di celana mahalnya.
Tuan muda arogan itu benar benar telah kehilangan kewarasannya.
"Jenderal Shen, tolong ampuni kami, ini semua hanya salah paham."
Zhao Ming langsung menjatuhkan dirinya ke lantai dan merangkak ke arah kaki Jenderal Shen.
Pria paruh baya yang dulunya sangat sombong itu kini menangis tersedu sedu memohon belas kasihan.
"Salah paham kau bilang?"
Suara Jenderal Shen terdengar sangat berat dan menggelegar di seluruh penjuru ruangan.
"Kau mengirim tentara bayaran untuk membunuh istriku di rumahku sendiri, dan kau menyebutnya salah paham?"
Jenderal Shen menendang dada Zhao Ming hingga pria itu terpental ke belakang.
Bugh.
Zhao Ming terbatuk batuk mengeluarkan darah dari mulutnya, namun dia tidak berani melawan sama sekali.
"Semua hartaku, perusahaanku, aku akan berikan semuanya padamu Jenderal."
Zhao Ming masih mencoba menawar dengan sisa sisa keputusasaannya.
"Tolong biarkan aku dan putraku hidup, kami akan pergi dari kota ini dan tidak akan pernah kembali."
Lin Yuan melangkah maju melewati Jenderal Shen dan berdiri tepat di depan Zhao Tian.
Melihat wajah tersenyum Lin Yuan, Zhao Tian langsung berteriak histeris seolah melihat iblis dari neraka.
"Jangan bunuh aku, tolong jangan bunuh aku."
Zhao Tian menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangannya yang gemetar.
"Aku tidak akan membunuhmu, Tuan Muda Zhao, kematian itu terlalu mudah untukmu."
Lin Yuan berjongkok dan menepuk pelan pipi Zhao Tian yang basah oleh air mata.
"Aku sudah menghancurkan semua bisnis kotor keluargamu pagi ini."
Lin Yuan membisikkan kenyataan pahit itu tepat di telinga Zhao Tian.
"Dan Paman Shen akan memastikan kalian berdua menghabiskan sisa hidup di penjara militer dengan keamanan maksimum."
Mata Zhao Tian membelalak lebar mendengar kata penjara militer.
Tempat itu adalah neraka dunia bagi para penjahat kerah putih seperti mereka.
Tidak ada kemewahan, tidak ada pengawal, hanya penyiksaan fisik dan mental setiap hari sampai mati.
"Di sana, kau akan bertemu dengan banyak musuh keluargamu yang dulu kalian hancurkan."
Lin Yuan menyunggingkan senyum predatornya yang mengerikan.
"Nikmatilah sisa hidupmu sebagai mainan mereka, Zhao Tian."
Pernyataan itu benar benar menghancurkan pertahanan mental terakhir Zhao Tian.
Tuan muda itu langsung tertawa keras bercampur tangis dengan tatapan mata yang kosong.
Pikirannya telah hancur sepenuhnya oleh rasa takut dan keputusasaan yang tiada akhir.
Jenderal Shen memberi isyarat tangan kepada pasukannya.
"Bawa kedua sampah ini dan serahkan ke pengadilan militer atas tuduhan terorisme dan percobaan pembunuhan."
Dua orang prajurit langsung menyeret tubuh Zhao Ming dan Zhao Tian keluar dari ruangan seperti menyeret karung rongsokan.
Keluarga Zhao yang dulunya menguasai Kota Hai kini telah resmi dihapus dari sejarah tanpa sisa.
Jenderal Shen menghela napas panjang dan menoleh ke arah Lin Yuan.
"Tugas kita di sini sudah selesai, Nak. Kau pulanglah lebih dulu ke kantormu."
Jenderal Shen menepuk bahu Lin Yuan dengan rasa bangga yang sangat besar.
"Yuxuan pasti sangat mengkhawatirkan keadaanmu sejak kejadian di rumah tadi siang."
Lin Yuan mengangguk hormat kepada calon ayah mertuanya itu.
"Terima kasih atas kerja samanya, Jenderal. Aku pamit undur diri."
Lin Yuan berjalan keluar dari kediaman yang sudah hancur berantakan itu.