NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar

Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Anak Genius / Ibu Pengganti / Duda / Cintapertama
Popularitas:111.1k
Nilai: 5
Nama Author: Spring dazzling

Pernahkah kalian mencintai seseorang secara diam-diam? Jika pernah, berarti kisah kalian sama dengan kisah yang dialami oleh Rania. 5 tahun lebih ia memendam perasaan kepada seorang laki-laki yang merupakan teman sang kakak, namun pada akhirnya laki-laki itu malah menikah dengan orang lain.

Sakit? Tentu saja. Sangking tidak kuatnya menahan rasa sakit itu, Rania bahkan sampai memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri agar dapat melupakan cintanya pada laki-laki itu.

Namun ternyata, semua usahanya itu sia-sia karena saat ia kembali lagi ke Indonesia, perasaan itu ternyata masih ada dan malah semakin besar.

Lalu, apa yang harus Rania lakukan sekarang? Haruskah dia kembali keluar negeri untuk berusaha lebih keras lagi melupakan laki-laki itu, atau ia harus lebih berani lagi menghadapi perasaannya sendiri?

Kalau kalian ingin tahu jawabannya, cari sendiri ya di dalam novel ini. Enjoy your journey❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spring dazzling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas dendam

"Oh iya Mas, ngomong-ngomong kenapa dia bisa ada disini?"

Bayu yang tadinya sedang menatap ke arah depan pun langsung menolehkan kepalanya ke arah Rania, lalu menjawab, "Dia guru disana,"

Sontak saja, jawaban dari laki-laki itu pun membuat Rania langsung melebarkan kedua matanya karena terkejut.

"Guru?" tanya gadis itu dengan raut wajah tak percaya.

Bagaimana bisa dia percaya kalau wanita tadi adalah seorang guru kalau mulutnya saja seperti orang yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Bahkan mungkin, orang yang tidak sekolah saja mulutnya tidak sejulid itu.

"Udahlah, kenapa kita jadi bahas dia sih. Sekarang kita mau kemana dulu nih?" tanya Bayu dengan posisi yang sudah siap untuk mengemudikan mobilnya.

Bukannya menjawab pertanyaan dari laki-laki itu, Dara malah kembali bertanya, "Mas Bayu beneran nggak papa anterin aku cari ruko? Lama loh Mas, bisa seharian. Kemaren aja waktu aku sama Mas Icad, sampe sore banget,"

"It's okay, hari ini Mas nggak ada kegiatan apa-apa kok," jawab Bayu dengan santainya.

"Loh, emangnya Mas nggak ke kantor? Ini kan masih hari kerja," tanya Dara dengan kening yang berkerut.

"Nggak, lagi nggak ada kerjaan apa-apa di kantor,"

Mendengar hal tersebut, Dara pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sejak tadi dia merasa tidak enak karena takut mengganggu pekerjaan laki-laki itu. Tapi kalau memang Bayu sedang free ya Dara sih oke-oke saja ditemani oleh laki-laki itu. Malahan kalau boleh jujur, dia senang sekali bisa menghabiskan waktu dengan Bayu.

Tidak tahu saja Dara kalau laki-laki itu sampai meninggalkan satu meeting penting untuk bisa menemani gadis itu.

***

Setelah selesai mengantarkan Shaka dan Anjani, Bayu dan Rania pun langsung meluncur ke tempat pertama yang akan mereka datangi, yaitu sebuah ruko yang terletak di dekat pasar.

Saat pertama kali melihat bentukannya, sebenarnya Rania suka dengan ruko berlantai dua itu. Namun sayangnya, karena ruko itu berada di dekat pasar, menurutnya tempat itu kurang cocok jika ingin digunakan sebagai butik. Mungkin lebih cocok jika digunakan untuk menjual kebutuhan sehari-hari, seperti warung kelontong.

Lagipula kakaknya ini apa tidak melihat dulu lokasinya ada dimana. Masa adiknya mau bikin butik malah dikasih tempat di samping pasar!

Nah, karena tempat pertama tadi gagal memikat hati Rania. Mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat kedua.

"Gimana? Orangnya udah dateng?" tanya Bayu setelah selesai memarkirkan mobil mewahnya di depan sebuah ruko berlantai dua yang terlihat jauh lebih bagus daripada yang tadi.

Rania yang tengah sibuk dengan ponselnya pun menjawab, "Udah, katanya dia udah ada di dalem,"

"Ya udah, kalo gitu ayo kita turun," ajak Bayu pada gadis cantik di sebelahnya.

Setelah Rania menganggukkan kepalanya, mereka berdua pun langsung turun dari dalam mobil dan berjalan beriringan menuju ruko tersebut.

Tok. Tok. Tok.

"Permisi," ucap Rania sambil mengetuk pintu yang sudah terbuka itu.

Sebenarnya, mereka bisa saja langsung masuk ke dalam. Namun, sebagai bentuk sopan santun, Rania memilih untuk menunggu si pemilik ruko keluar terlebih dahulu.

"Iya sebentar!"

Dari dalam sana terdengar suara seorang laki-laki yang menggema memenuhi ruangan yang masih kosong itu.

Tak lama kemudian, muncullah sesosok laki-laki tampan yang keluar dari dalam ruko.

"Maaf ya lama, saya- loh, Rania?"

Rania yang tadinya tengah tersenyum ramah menyambut si pemilik ruko pun langsung mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan laki-laki itu.

"Kamu… kok tau nama saya?"

Bukannya menjawab, laki-laki dengan setelan kaos berwarna hitam yang dilapisi jaket bomber berwarna hitam juga dengan celana jeans berwarna biru gelap itu malah melangkahkan kakinya untuk mendekati Rania.

"Ran, kamu lupa sama aku?" tanya laki-laki itu dengan ekspresi agak kecewa.

Mendengar ucapan laki-laki itu, Rania pun semakin mengerutkan keningnya. Pasalnya, dia benar-benar lupa siapa sosok laki-laki di depannya itu. Apakah dia teman sekolahnya? Tapi, di sekolah Rania juga tidak pernah berteman dengan laki-laki. Lalu siapa laki-laki itu?

"Maaf, kayaknya saya lupa deh. Emangnya kamu siapa ya?" tanya Rania dengan wajah tak enaknya.

Setelah menghembuskan nafasnya dengan cukup keras, laki-laki itu pun lalu menjawab, "Aku Rendy,"

"Rendy?"

"Iya, temen SMA kamu. Mm… bukan temen juga sih, tapi… dulu aku pernah nembak kamu di lapangan sekolah waktu abis upacara, kamu masa lupa sih?"

Temen SMA?

Nembak?

Di lapangan?

Seketika ingatan-ingatan mengenai kejadian itu mulai melintas di kepala Rania.

"Oh, jadi itu kamu, sorry ya aku nggak inget muka kamu tadi," ucap gadis itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Kalau boleh jujur, sebenarnya Rania juga tidak ingat dengan wajah laki-laki yang dulu pernah menyatakan cinta kepadanya di hadapan seluruh murid itu. Karena dulu, sebelum laki-laki itu menyelesaikan ucapannya, Rania sudah langsung menolaknya terlebih dahulu dan pergi begitu saja.

Ia tahu kalau itu adalah hal yang salah dan tidak boleh dilakukan karena kita tidak menghargai orang yang tengah menyatakan perasaannya kepada kita, namun pada saat itu ia pergi karena ia merasa malu dan tidak ingin menjadi pusat perhatian semua orang.

Dan alasan lainnya tentu saja karena pada saat itu hanya Bayu yang ada di dalam hati Rania. Jadi dia tidak akan menerima siapapun untuk masuk ke dalam sana.

"Oh iya nggak papa, santai, wajar aja sih kalo kamu lupa. Soalnya, buat kamu, itu kan bukan kenangan yang indah buat di inget," jawab laki-laki bernama Rendy itu dengan senyuman miris yang terukir di wajahnya.

Tentu saja ucapan laki-laki itu pun berhasil membuat rasa tidak enak di hati Rania langsung mencuat.

"Oh iya, btw, aku denger-denger bukannya kamu lagi diluar negeri ya?" tanya Rendy mengalihkan untuk mengalihkan pembicaraan, karena dia tidak mau di pertemuan pertamanya dengan Rania berakhir dengan canggung.

Mendengar hal itu, diam-diam Rania pun menghembuskan nafasnya dengan lega.

"Mm… iya, aku baru pulang beberapa hari yang lalu," jawab gadis cantik itu masih dengan senyum canggung nya.

Dengan mata yang berbinar-binar, Rendy pun kembali berkata, "Oh ya? Wah, kebetulan banget dong. Kamu baru pulang ke Indonesia beberapa hari, tapi udah ketemu aja sama aku,"

Rania hanya bisa terkekeh sambil menjawab, "Iya,"

Setelahnya, kedua anak muda yang baru bertemu setelah bertahun-tahun lamanya itu pun kembali melanjutkan pembicaraan yang semakin lama terasa semakin mencair karena ternyata Rendy adalah orang yang asyik, jadi Rania nya juga jadi santai dan nyaman mengobrol dengan laki-laki itu.

Bayu yang sejak tadi hanya berperan sebagai penonton pun sudah menekuk wajahnya menjadi berlipat-lipat. Bagaimana tidak? Sejak tadi dia seolah-olah menjelma menjadi benda tak kasat mata. Laki-laki itu merasa kesal, karena kehadirannya seperti tak dianggap disini. Apalagi, Rania terlihat sangat nyaman berinteraksi dengan pemuda itu. Membuat lampu kuning Bayu langsung menyala, memberikan pertanda kalau adik kecilnya itu sedang dalam bahaya.

"Ehem, ehem,"

Sontak saja, kedua muda-mudi itu pun langsung menghentikan pembicaraan mereka saat mendengar suara deheman Bayu yang lumayan keras.

Seakan baru tersadar akan sesuatu, Rania pun langsung berkata, "Oh iya Ren, kenalin ini temennya kakak aku, namanya Mas Bayu," ucap gadis itu seraya mengenalkan Bayu kepada Rendy.

Namun, gadis itu tidak sadar kalau ucapannya barusan menimbulkan kernyitan tidak suka di wajah Bayu.

"Temennya kakak kamu?"

Bukan, itu bukan suara Rendy. Melainkan suara Bayu yang saat ini tengah menatap tajam ke arah Rania sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Mendengar pertanyaan Bayu barusan, Rania pun jadi mengerutkan keningnya bingung, "Iya kan? Emangnya ada yang salah ya sama omongan aku barusan?" tanya gadis itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Baru saja Bayu membuka mulutnya untuk menjawab laki-laki itu, tiba-tiba saja…

"Halo Mas Bayu, kenalin saya Rendy, temen SMA nya Rania," ucap Rendy dengan sopan seraya mengulurkan tangan kanannya ke arah Bayu.

Melihat hal tersebut, Bayu pun langsung mendengus, namun tak urung laki-laki itu tetap meraih tangan pemuda di depannya, "Udah tau," ucap Bayu sambil mengeratkan pegangan tangannya di tangan Rendy hingga pemuda itu meringis.

"Kamu kenapa Ren? Kok kayak orang kesakitan gitu?" tanya Rania saat melihat ekspresi Rendy yang terlihat seperti orang yang tengah menahan sakit.

Dengan cepat, Bayu pun langsung menarik tangannya hingga tangan Rendy terlepas begitu saja.

"Hah? Nggak, nggak papa, aku nggak papa kok," jawab pemuda itu sambil mengusap-usap tangannya yang masih terasa nyeri akibat remasan dari Bayu barusan, "Ya udah, kalo gitu kita langsung masuk aja yuk biar kamu bisa liat-liat," lanjut Rendy seraya mempersilahkan kedua orang di depannya itu untuk masuk ke dalam.

***

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12.34 dan mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju sekolah Shaka dan Anjani untuk menjemput dua bocah kembar itu.

Tadi setelah melihat-lihat ruko kedua yang ternyata milik kenalannya saat masih SMA, Rania senang sekali. Selain karena tempat nya memang bagus dan strategis, ia juga bisa mendiskusikan harga sampai di angka yang gadis itu inginkan.

Rania sangat beruntung bukan? Akhirnya, sebentar lagi, impiannya untuk bisa mempunyai butik sendiri bisa terwujud.

Namun, entah kenapa dia merasa ada yang aneh dengan Bayu setelah mereka pergi dari tempat tadi. Selain karena laki-laki itu sejak tadi diam saja dan tak berbicara sedikitpun, aura yang dikeluarkan oleh Bayu juga agak berbeda dari biasanya.

Laki-laki itu terlihat seperti sedang… marah?

Tapi marah kenapa? Perasaan tadi pagi mereka berdua masih baik-baik saja. Apakah Rania melakukan kesalahan yang tidak ia sadari?

"Kamu mau turun atau disini aja?"

Rania langsung tersadar dari lamunannya saat ia mendengar suara dingin Bayu yang merambat masuk ke dalam telinganya hingga menyebabkan bulu-bulu halus di leher nya seketika berdiri.

"Hah? Mas mau kemana?" tanya gadis itu yang masih belum sadar kalau saat ini mereka sudah sampai di sekolah si kembar.

"Udahlah kamu tunggu disini aja, Mas cuma sebentar kok,"

Setelah mengatakan hal tersebut, laki-laki itu pun langsung keluar begitu saja dari dalam mobil dan meninggalkan Rania sendirian.

"Hah? Gue ditinggal nih ceritanya?" tanya gadis itu pada dirinya sendiri.

Namun untungnya, sesuai dengan ucapan Bayu sebelum pergi tadi, tak lama kemudian laki-laki itu sudah kembali lagi dengan tambah dua krucil yang menggandeng tangannya.

"Kakak Cantik!" seru Anjani saat baru masuk ke dalam mobil. Gadis kecil itu terlihat begitu bahagia, karena Rania benar-benar ikut menjemputnya siang ini.

"Hai guys, gimana sekolah kalian hari ini?" tanya Rania sambil memutar tubuhnya ke belakang, agar bisa melihat wajah kucel khas pulang sekolah dari dua bocah kembar itu.

Namun ternyata, sekucel-kucelnya Shaka dan Anjani, mereka tetap terlihat cantik dan tampan. Memang gen good looking dari orang tuanya menurun semuanya kepada mereka berdua.

Dengan exited Anjani pun menjawab, "Hari ini ada pelajaran menggambar sama mewarnai Kakak Cantik, terus aku dapet nilai A loh. Kakak Cantik mau lihat nggak?" tanya gadis kecil itu sambil membuka tas berwarna merah muda miliknya.

"Boleh," sahut Rania tak kalah exited nya.

Tak lama kemudian, tangan mungil milik Anjani sudah mengulurkan selembar kertas ke arah gadis itu.

"Ini gambar aku. Bagus kan?" tanya Anjani dengan raut wajah bangganya.

Rania menatap selembar kertas di tangannya, disana terlihat gambar lima orang yang tengah saling bergandengan tangan. Untuk anak seumuran Anjani gambar ini termasuk bagus, apalagi teknik mewarnai nya yang rapi, membuat gambar gadis kecil itu jadi makin terlihat cantik.

Dengan senyum lembut di bibirnya, Rania pun berkata, "Bagus banget gambarnya, mewarnai nya juga rapi, Anjani hebat," ucap gadis itu sambil mengusap lembut kepala Anjani.

Tentu saja perlakuan lembut dari Rania berhasil membuat mata gadis kecil itu menjadi berbinar-binar.

"Oh iya, Kakak Cantik tau nggak yang aku gambar ini siapa aja?" tanya Anjani sambil menunjuk gambarnya sendiri.

Dengan kening yang berkerut gadis cantik itu pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Nggak tau, emangnya siapa?"

Anjani pun langsung mengangkat tangannya dan mulai menunjuk gambarnya dari yang paling kanan, "Ini papah, ini mamah, ini Kak Shaka, ini aku, terus yang ini Kakak Cantik,"

Mendengar hal itu, kerutan di kening Rania pun semakin terlihat, "Kenapa ada aku juga disini? Ini kan gambar keluarga kamu," ucap gadis itu sambil menggaruk pipinya sendiri yang tidak gatal.

"Kan Kakak Cantik udah jadi keluarga aku juga,"

Ucapan gadis kecil itu bersamaan dengan pintu mobil yang terbuka dan masuklah sesosok laki-laki dewasa yang tak lain adalah Bayu.

"Lagi ngomongin apa sih? Seru banget kayaknya?" tanya laki-laki itu saat baru saja mendudukkan tubuhnya di atas kursi mobil.

Dengan semangat Anjani pun menjawab, "Papah liat gambar aku bagus nggak? Tadi aku dapet nilai A loh dari Miss,"

Mendengar hal itu, Bayu pun langsung meraih kertas yang disodorkan oleh sang putri.

"Gimana, bagus kan Pah?"

Dengan senyum lembut yang terpatri di wajah tampannya laki-laki itu pun menjawab, "Iya bagus, anak papah emang hebat. Tapi ini kok orangnya ada lima, siapa aja emangnya?"

Anjani kembali menjawab seperti apa yang tadi gadis kecil itu jelaskan kepada Rania. Hal tersebut pun membuat Bayu langsung menaikkan pandangannya pada gadis cantik yang duduk tepat di sebelahnya. Dan pada saat itulah tanpa sengaja tatapan mata mereka bertemu.

"Emangnya Kak Rania keluarga kita ya? Dia kan cuma adiknya temen papah, iya kan Ran?"

1
ria anila
jangan lupa mampir thor judul Gadis desa & CEO Tampan. jangan lupa beri nilai. makasih Thor semoga makin sukses authornya 🥰
wonder mom
nha kn...salah terooosss...n crita lama2 ngezelin tau. emg klo udh cintrong trus jd oon ogeb bin lola? g bisa ngerasa samsek. g peka samsek. minum racun j sana sekalian bn sgra tamat. masa udh smp 45 msh berkutat dgn salah paham salah persepsi mulu
Aster: Hallo Kak, aku minta maaf ya sebelumnya kalau cerita ini memang ngeselin. Tapi dari awal kan aku udah bilang, kalo kakak memang tidak suka dengan cerita ini kakak bisa berhenti baca dan cari cerita lainnya. Daripada disetiap bab kakak coment sesuatu yang bikin author nya jadi males nulis karena menganggap ceritanya sendiri tidak bagus. Sekali lagi saya minta maaf ya kak kalo dalam perkataan saya ada yang menyinggung🙏
total 1 replies
wonder mom
dagelan mmg si Bayu. pake acara potong kompas.
Yuliana Tunru
bakal disuruh nikah nih..gara2 hujan bawa jodoh ..sabar santi harus x ma ksh sdh jaga dan temani rania tp sudah lah ..
wonder mom
nikahin j. beres. bayu lgs happy. gitu dunk. plot twistnya beda.
wonder mom
udh...pastiin j. arah hati Bayu sm Rania. saling mendekat ato mo saling menyakiti?
Yuliana Tunru
deg2an ya dekat duren pujaan hati..bayu nih lg pdkt lewat ank2 x ..rania merinding disco nih..😄😄😄
wonder mom
thor, klo boleh kasoh saran yes? tarik ulur dicerita tu bagooosss bingitsss. tp...klo kelamaan...ngegantung...bolak balik di kasus yg gaje, bisa jd bikin reader agak2 jg. jd lbh baik, minimal...1x lg minimal yes...jelasin dlu arahnya. jgn blm jlas udh ditambah masalah...tar ujungnya gaje lagi. main tebakan gaje.
Aster: Halo kak, terimakasih ya untuk sarannya ya❤
Tapi untuk menulis cerita ini aku udah bikin kerangkanya, jadi nggak bisa di ganti gitu aja, mungkin kalau kakak kurang nyaman dengan cerita yang seperti ini kakak bisa baca cerita aku yang lain, siapa tau kakak lebih cocok sama yang itu...
total 1 replies
wonder mom
mulai lg. main sembunyi2an. tar Rania main qra2 sndiri. simpulin sndiri. wis3x...boring. udh dikejadian diawal. g terbuka malah saling menyakiti bonus menyakiti hati lain..skrg mo main sembunyiin lg. bayu sm rania n oon ato ogeb c. okay g peka. tp skian taun lho..msh g peka jg. brarti bnr.an oon bin ogeb. masa g bisa baca bahasa tubuh. kt.nya minat. kt.nya tertarik. masa bahasa tubuh sejelas tu msh g ngeh. tabok pake sekop klo perlu ben ngeh.
Erma Puspita
👍👍👍👍
Erma Puspita
ini namanya yg bener siapa sih thor... rania atau dara... n bayu atau bara
Aster: Aduh maaf Kak, namanya yang bener Bayu sama Rania. Aku lagi bikin dua novel on going jadi namanya sering ketuker-tuker, maaf ya kak buat ketidaknyamanannya 🙏
total 1 replies
wonder mom
mrk tu knp c sebenere? sma2 nyimpen rasa. tp knp jd blibet bgini c? capek bacanya
Yuliana Tunru
knp jd omongan x kyk aneh ya kyk irang baru kenal dan canggung jd x kan ranua jyk ade kesayangan bayu knp jd gitu ..rania ndk peka jdx gmn gituuu..
wonder mom
nha kn...bener. bayu sm rania tu sebenere masing2 udh punya rasa. dri dlu. bahkan seblm adel dan the twins hadir. tp masing2 bertahan dgn asumsinya sndiri2. killing friend zone. udh gitu rendy muncul. bubar jalan. udh lah, thor. klo mmg mo disatu8n y arahkan utk bersatu. klo mo dipisahin y pisahin. g ush saling simpen rasa tp halalin yg lain. sm j menyakiti hati lain yg g salah
wonder mom
koq bau2nya, sjk dlu pun Bayu udh suka sm Rania. tp krn ntah p. jd menikah sm Adel. tp...ttp bagian hatinya milik Rania. dan Adel tahu tu. smt Sella, diem2 jg suka Bayu. nha tinggal n. sm author mo dibawa kemana. modelan yg umum, sella bikin adel pindah dunia alias meninggal utk dpt Bayu. ato mmg Adel meninggal wajar, dan minta Bayu memperjuangkan pemilik hatinya. nha...shaka, dicekoki info dri sella utk menolak mama baru ( d kn diawal) biar dia yg jd mama barunya. bgitukah?😊
Yuliana Tunru
smoga syuuuka x sama kamu rania..ank2 z suka lja bpk x jg idem lah..😁😁
Yuliana Tunru
klo kyk gitu apa hati bayu bisa terbuka buat rania ya..
Yuliana Tunru
Luar biasa
Win Non
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!