NovelToon NovelToon
Long of Journey

Long of Journey

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / PSK / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dina0505

Diusia ke 18 tahun Abigail telah menjadi seorang pemain cinta yang handal. Saat dirinya akan melakukan pekerjaannya sebagai wanita malam, Abigail dipertemukan dengan salah seorang pria yang lebih layak menjadi ayahnya, namun sang pria merasa tatapan gadis yang ada dihadapannya seperti orang yang dia cintai. Si pria mengurungkan niatnya, karena merasa gadis muda yang berada dihadapannya seperti putrinya. Pria itupun langsung memberikan uang dan menolak untuk berhubungan dengannya. Abigail merasa tersentuh karena si pria yang bernama Javes Frederick itu sangat baik dan memperlakukannya seperti anak perempuannnya.

Disisi lain, Abigail dipertemukan dengan pria yang pernah menggunakan jasanya sebagai wanita malam yaitu seorang pengusaha tampan bernama Oricon yang jatuh cinta padanya. Namun, hubungan mereka mendapatkan rintangan besar karena Oricon telah bertunangan dengan sahabat masa kecilnya Emily. Akankah Abigail dapat bertemu dengan orang tua kandungnya dan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina0505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelisah

Emilio merasa sangat kesal dengan sikap Oricon yang sangat berani membawa seorang gadis tidak dikenal kerumahnya yang diakui oleh sang anak itu adalah asistennya.

"Aku tidak habis pikir dengan anak itu, apa sebenarnya yang dia pikirkan sampai harus membawa asistennya ke mansion kita? Apa para ART di rumah kita masih kurang?" Emilio kini duduk dikursi untuk sejenak menenangkan pikirannya.

Emilio memijat pelan kepalanya yang terasa sakit karena ulah anaknya. Entah apa yang dipikirkan pemuda itu hingga dia nekat membawa seorang gadis ke rumah mereka setelah lama menghilang tanpa kabar.

"Sudahlah sayang, kau jangan terlalu memikirkan anak itu. Aku tidak ingin gula darahmu jadi tinggi karena ulahnya," Adriana mencoba menenangkan suaminya sembari membawakan secangkir teh lemon. Sepertinya minuman itulah yang dibutuhkan pria yang berada disisinya saat ini.

"Bagaimana aku tidak memikirkannya? Setelah lama tidak kembali, dia malah datang dengan membawa seorang gadis ke rumah ini. Apa yang akan dikatakan Emily? jika dia melihat calon suaminya bersama wanita lain dirumah ini?" kemudian Emilio menyeruput tehnya.

"Hmmm hal yang sama kini aku pikirkan, jika sewaktu-waktu Emily datang pasti dia akan marah besar. Aku takut hubungan mereka akan merenggang,"

"Momy dan Dady tidak perlu khawatir, aku akan menjelaskan pada Emily jika dia merasa tidak suka dengan kehadiran Abigail disini," tiba-tiba Oricon muncul dihadapan mereka setelah mengantarkan sang asisten alias istrinya ke dalam kamarnya.

"Kau ! Mengapa Kau muncul disini? Apa kau belum puas melihatku menjadi dilema?" sungut Emilio menatap tajam pada putranya.

"Dady, aku mohon tenanglah. Dengar dulu penjelasan ku," pinta Oricon sambil duduk didekat kedua orang tuanya.

"Apa yang ingin kau jelaskan?" sang ayah tidak mau menatap putranya karena hatinya masih terlalu sakit saat ini.

"Dady, Momy, aku mohon jangan marah dulu. Aku sengaja membawa Abigail ke rumah ini karena aku butuh bantuannya. Selama ini aku bekerja di luar kota dan dialah yang membantuku. Aku sudah beri tahukan semuanya pada Aldrick, kalau Dady tidak percaya besok pagi kita sama-sama ke kantor dan aku akan membawa Abigail bersamaku juga untuk mengingatkan Aldrick bahwa Abigail adalah asisten baruku," bujuk sang putra pada ayahnya.

"Baiklah, kau harus buktikan ucapanmu padaku. Jika gadis itu benar-benar asistenmu, bukan wanita simpananmu diluaran sana. Ingatlah Oricon kau sebentar lagi akan menikahi anak relasi bisnisku. Aku tidak mau karena ulahmu semua kerja samaku dengan keluarga Emily jadi berantakan," Emilio mencoba memberikan kepercayaan pada sang anak

"Tentu dad, kau tidak perlu meragukanku tentang itu," senyum Oricon terukir diwajahnya.

Saat ini Oricon sedang memutar otak untuk melobi sepupunya Aldrick, untuk membantunya bekerja sama demi melancarkan misinya. Sepupu nakalnya itu harus terlebih dahulu diperkenalkan dengan Abigail, oleh sebab itu setelah pembicaraan antara dirinya dan ayahnya selesai dia segera menghubungi Aldrick.

Pria yang sedang berkelumun dengan selimutnya dan menikmati tidurnya, terjaga karena deringan ponselnya yang berkali-kali.

"Siapa ini, menggangguku saja? Padahal aku sangat lelah bekerja seharian," Aldrick mengambil ponselnya yang terletak dinakas, kemudian menekan tombol hijau tanpa memperhatikan nama si penelpon.

"Halo, siapa ini? Mengapa kau meneleponku selarut ini?! Apa kau tidak bisa menelpon ku besok saja?!" Cerocos pria yang baru saja terusik tidurnya.

"Hei bodoh, ini aku Oricon. Mengapa kau menggerutu seperti itu? Aku butuh bantuanmu," Oricon tahu ini memang bukan waktu yang tepat untuk menelpon tapi karena sangat mendesak dia harus mengganggu sepupunya yang sedang beristirahat.

Mendengar nama Oricon, Aldrick segera mengerjakan matanya dan mengusap wajahnya. Dia sangat terkejut dengan mendengar nama penelpon itu.

"Kau ! Mengapa baru meneleponku hah? Kau tahu paman Emilio marah besar karena kau menghilang beberapa hari ini. Sekarang katakan padaku, kau dimana?" lelaki itu sungguh-sungguh kesal pada Oricon.

Bagaimana tidak? Semua pekerjaan kantor dan tanggung jawab yang dipegang oleh Oricon secara bertubi-tubi dilimpahkan padanya begitu saja. Membuatnya cukup kuwalahan dan tidak punya waktu beristirahat.

"Tenanglah, aku sudah berada di mansion. Aku hanya ingin memberi tahumu, kalau besok aku akan membawa asisten baru untuk membantuku bekerja di perusahaan,"

Penjelasan Oricon sukses membuat sepupunya bingung. "Hei, Kau sedang mempermainkan Aku? Untuk apa Kau membawa asisten baru? Bukankah Kau sudah memiliki asisten dikantormu?"

"Pokoknya kau ikuti saja perkataanku. Besok aku akan membawa asisten baruku bersamaku. Namanya Abigail. Jika Dady mempertanyakan tentang dia padamu katakan saja bahwa Abigail adalah asistenku selama aku pergi keluar kota,"

Aldrick menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kali ini dia benar-benar bingung dengan saudara sepupunya. Sebenarnya apa yang diinginkan pria itu, dia menghilang dan ketika pulang membawa seorang asisten pribadi? Apa yang dilakukannya diluaran sana? Apa dia menghamili seorang wanita, lalu sengaja membawanya pulang untuk segera dinikahi? Kini pikirannya berputar-putar memikirkan kelakuan sepupunya. Mereka memang memiliki kelakuan sebelas dua belas tak jauh beda.

"Hei, Al apa kau masih mendengarkan ku?" Oricon yang merasa tidak ada jawaban mencoba memastikan sepupunya itu tidak sedang tidur.

"I... iya, aku dengar. Aku akan mengikuti apa yang maumu, tapi kau harus menjelaskannya padaku besok. Awas saja jika kau berbuat masalah!" Aldrick mulai mencurigainya.

"Apa yang kau pikirkan Al? Aku ini memang bajingan tapi kau tahukan seburuknya kelakuan kita diluar kita tidak akan membuat keluarga kita malu. Kau tenang saja, aku akan menjelaskan semuanya padamu besok. Aku hanya memintamu untuk mengikuti perkataanku saja. Tolong bantu aku untuk meyakinkan Dady bahwa aku tidak sedang membohonginya," jelas Oricon padanya lagi.

"Hmmm baiklah, aku akan membantumu tapi jangan lupa kau harus memberikanku upeti," selorohnya untuk mencairkan suasana.

"Apapun maumu akan kuberikan. Asal kau mau bekerja sama denganku," Oricon merasa senang karena sepupu tengilnya itu mau diajak bekerja sama. Setelahnya dia menutup telponnya untuk melihat keadaan Abigail.

***

Oricon melihat keadaan istri kecilnya itu di kamar tamu. Dia sengaja memberikan kamar tamu untuk Abigail agar keluarga tidak mencurigainya. Sebenarnya dia ingin sekali membawa Abigail ke kamarnya tapi dia tidak ingin ada keributan malam ini.

Oricon membuka handle pintu kamar Abigail dan terlihat wanita muda yang baru saja dinikahinya itu tertidur lelap. Mungkin dia lelah karena perjalanan jauh dari villa ke mansion yang cukup lama. Oricon masuk ke kamar itu dan menutup pintu lalu menguncinya agar tidak ada yang tiba-tiba masuk dna melihatnya bersama Abigail.

Dia duduk disisi kiri Abigail dan menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik istri kecilnya itu.

"Maafkan aku, identitasmu sebagai istriku harus ku sembunyikan saat ini. Aku tidak bermaksud merahasiakan hubungan kita, hanya saja aku tidak ingin kau berada dalam bahaya. Dady orang yang keras kepala jika dia tahu aku telah menikah denganmu dia akan marah besar padaku," pria itu mengusap pelan kepala sang wanita, Oricon merebahkan tubuhnya didekat Abigail diapun memeluk wanita itu dan mencium keningnya kemudian tidur disisinya sambil menaruh kepalanya dipunggung Abigail.

Perlahan nafas lelaki itu mulai terdengar datar pertanda dirinya telah terlelap. Abigail membuka matanya. Sebenarnya dia tidak tidur lelap saat Oricon menemuinya tadi, dia tahu Oricon masuk kedalam kamar, mengatakan sesuatu padanya dan tertidur disisinya tapi dia sengaja pura-pura tidur supaya pria itu tidak mempermasalahkan keberadaannya saat ini.

1
Muftiarni 1234
Lanjutin min ceritanya bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!