[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Mereka berjalan lagi memasuki wilayah yang cukup luas.
Bella memperhatikan ada lapangan pacuan kuda yang terletak di dalam dan di luar ruangan, terlihat beberapa ekor kuda jantan yang besar sedang mengibaskan ekornya, mirip seperti kuda perang yang harganya tentu tidaklah murah, ada lokasi memanah dan menembak juga disana, lapangannya tidak terlalu besar bersifat pribadi yang biasa dipakai untuk keluarga saja.
Bella yakin hewan peliharaan yang dimaksud oleh Jay adalah kuda, karena kuda juga memiliki pengasuh dan perawat.
Melihat Jay berjalan bukan ke arah pacuan Kuda, Bella langsung bertanya.
"Tuan...Tuan apakah hewan peliharaan yang Tuan maksud itu adalah kuda!" tanya Bella mulai senang, karena ia juga suka dengan hewan kuda walau tidak bisa menaikinya.
"Ouh bukan, kuda sudah memiliki pengasuh tersendiri!" jawab singkat Jay.
"Ouh? Lalu hewan apa?"
"Sebentar lagi kamu juga akan tau? Ayolah, sedikit lagi kita akan sampai!" Jawaban santai Jay sambil tersenyum manis kepada Bella.
Bella memperhatikan ada bangunan produksi di sana, terlihat lumayan banyak pekerja yang didominasi oleh pria. Mereka semua memberikan penghormatan kecil kepada Jay Kavindra sambil melirik-lirik kepo kepada gadis cantik berkulit putih berbaju cerah yang dibawa oleh Tuan mereka. Selama mereka bekerja, para staf belum pernah sekalipun melihat Jay membawa seorang gadis asing masuk ke wilayah produksi intim milik Kavindra, yang tidak semua orang bisa memasuki wilayah itu.
*
Seorang pimpinan staf berlari kecil menghampiri Jay seperti biasa untuk memberikan laporan lapangan.
"Saya ingin bersamanya saja, kamu kembali lah bekerja!" ucap cepat Jay kepada stafnya itu.
"Ouh, Baiklah Tuan!"
Jay dan Bella memasuki gerbang besar.
"Dimana sih hewan peliharaannya, awas kalau dia macam-macam, aku enggak takut?"
gumam Bella sepertinya ia sudah siap siaga dengan Jay Kavindra yaitu adon, cetak dan goreng.
Mereka masih berjalan hingga tibalah di tepi lokasi kolam rawa buatan yang terbentang luas.
"Bu...buaya?" dalam mata melotot berwajah tegang, Bella menelan berat ludahnya, ia melihat banyak buaya yang tidur bertengkar di area pantai rawa, diperkirakan ada puluhan hingga ratusan buaya di dalam rawa buatan itu.
Atas panggilan Jay Kavindra.
Seekor buaya langsung menjulang ke atas mengibaskan ekornya memercikkan air ke arah mereka layaknya seperti sedang mengucapkan selamat datang kepada majikannya.
"Huaaaaa!" Bella langsung menjerit histeris melarikan diri. Namun Jay reflek menarik tangan Bella agar tetap bersamanya.
"Hahahaha, kamu mau kemana sih, temani aku disini?" ucap lembut Jay tanpa dosa, ia justru malah tertawa-tawa geli, tawa yang cukup puas dan bahagia melihat Bella histeris.
"Inilah hewan peliharaan milikku, pekerjaannya juga sangat mudah, kamu tenang saja, mereka semua jinak dengan ku?" ucap Jay.
"Sa...sa...saya tidak berminaaaat...saya tidak berminaaaat, sama sekali tidak berminaaaat!" Jerit Bella berusaha melepaskan diri dari tangan Jay.
Jay dan Bella terlihat tarik-tarikan.
"Bukankah kamu ingin upah yang lebih besar!" ucap Jay.
"Tidak....tidak.... lepaskan aku, lepaskaaaaaaaan!" jerit Bella semakin histeris dan mulai mencak-mencak menangis ketakutan ketika puluhan ekor buaya mulai merayap-rayap ke arah mereka.
Merasa malu jadi tontonan para staf yang tersenyum-senyum melihat kejahilan Jay dan Bella. Jay akhirnya melepaskan Bella.
Puluhan ekor buaya langsung menghampiri Jay. Bella lari tunggang langgang mencari kediaman yang aman. Gadis itu bersembunyi, ia hanya mengintai tingkah ekstrim Jay dari kejauhan dengan omelannya.
"Gila....Gila...Gila...Dasar pria gila, benar-benar aneh, katanya peliharaanya imut dan menggemaskan!" wanita itu merasa tertipu mentah-mentah.
Bella melihat dengan jelas Jay jongkok menghampiri buaya-buaya itu sambil mengelus-elus kepala mereka dengan penuh kasih sayang.
Buaya-buaya itu tampak jinak dan senang dengan kedatangan Jay Kavindra sebagai majikan yang paling mereka rindukan.
Jantung Bella berdetak kencang sambil geleng-geleng kepala, tidak habis pikir ada manusia aneh seperti Jay.
"Aku yakin dia pasti bukan manusia biasa.
Apa jangan-jangan kucing yang dia maksud adalah...adalah...hiks...ha...ha...rimau?"
"Huaaaaaaa, Tanteeee...Bella mau pulaaaang!" rengeknya merasa panik seketika.
"Nona, apa kau baik-baik saja!" seorang staf pria paru baya menegur Bella dengan ramah.
"Pak...pak...pak! Ini tempat apa yah pak sebenarnya?" tanya Bella penasaran dengan wajah ketakutannya.
Jay masih terlihat asyik bersama dengan buaya-buayanya seolah-olah mereka sedang ngobrol hangat.
Bella memperhatikan ada produksi kulit buaya disana.
"Kavindra Group salah satu pengusaha pengekspor kulit buaya terbaik yang kualitasnya paling diminati dan ditunggu para produksi fashion. Walau begitu, Tuan Jay adalah manusia yang tidak serakah, ia sangat menyayangi binatang, memelihara sendiri buaya-buaya mulai dari bayi dengan membuatkan fasilitas makanan dan tempat tinggal sesuai habitat aslinya demi menghasilkan kulit yang bagus.
Tuan Jay tidak akan mengambil kulit buaya jika usia buaya belum cukup. Produksi kulit buaya tidak begitu banyak, karena kami benar-benar harus menunggu kulit buaya yang sudah cukup umur. Namun penghasilan Kavindra bisa mengahasilkan milyaran hingga triliunan dari hasil penjualan kulit-kulit buaya ini saja!"
"Ouh!" Bella cukup mengakui dengan kehebatan bisnis yang sedang dijalankan oleh Jay. Namun ia masih dikuasai oleh rasa takut.
"Pak, apakah benar? Tuan Jay itu memiliki hewan peliharaan kucing?" tanya Bella mulai ragu dengan Jay.
"Benar Nona!"
"Tapi Pak, saya mau tanya lagi!" ucap Bella.
Staf itu langsung pergi karena Jay sudah berada tepat di belakang Bella.
"Eh Bapak, tunggu dulu, gimana sih! Orang belum selesai bicara, main pergi saja" Bella kesal dan belum menyadari jika Jay sudah berada dibelakangnya.
"Kamu mau bertanya soal apa?" ucap Jay mengagetkan Bella, sontak gadis itu berbalik dengan cepat.
Bella mulai merasa Jay adalah manusia aneh.
"Aku mau pulang?" mata sorotan tajam Bella kepada Jay, Ia sama sekali tidak takut menghadapi pria itu.
Jay langsung menarik tangan Bella ke lokasi yang tidak terlihat oleh para staf.
"Apa yang ingin kamu tanya?"
"Mengapa kamu tidak mengatakan dari awal jika hewan peliharaan itu adalah Buaya!" hentak kesal Bella mulai marah besar, ia sudah tidak memandang Jay lagi sebagai Tuannya. Bagi Bella Jay seperti pria penipu yang sudah menjebak dirinya.
"Bukankah kamu ingin gaji yang lebih besar, gaji besar itu pekerjaan juga harus menantang, aku tidak salahkan!" jawab santai Jay.
"Aku enggak mau lagi kerja sama kamu, aku mau pulang!" ucapan ngambek Bella langsung berbalik ingin pergi.
"Hei...hei...hei!" Jay mempercepat langkahnya dan menarik tangan Bella agar tetap bersamanya.
Rupanya tingkah Bella dan Jay berhasil membuat para staf dibuat mati penasaran dan baper, mereka sibuk mengintai dari lubang-lubang rahasia, bahkan mereka sampai rebutan, kepo ingin tau dengan perselisihan Jay dan Bella yang cukup menggemaskan dan justru terlihat sangat romantis, begitu sayang untuk dilewatkan.
Mereka juga merasakan kehadiran Bella hari itu membuat Jay Kavindra berbeda dari biasanya tidak sedingin dan seseram yang mereka lihat sebelumnya, sang Bos lebih santai dan smile.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga