NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:71.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Dilepas

Gilang menyebutkan sebuah angka yang cukup fantastis untuk ukuran biaya jaminan logistik darurat. Namun, Arsen bahkan tidak berkedip. Wajah tegasnya tidak menunjukkan keraguan sedikit pun.

​"Cairkan dari dana perusahaan, saya tidak mau proses pemuatan kayu terhambat hanya karena urusan administrasi jaminan. Berkas kontrak dengan buyer Jerman sudah terjadwal tanggalnya, kita tidak boleh kehilangan reputasi ekspor yang sudah dibangun lima tahun ini," perintah Arsen, suaranya bariton mutlak dan sarat akan otoritas seorang pemimpin.

​"Baik, Pak Arsen. Saya akan segera berkoordinasi dengan tim keuangan untuk transfer kilat," jawab Gilang sigap.

​"Satu lagi, Lang. Pastikan setelah bahan baku kayu jati itu sampai di pabrik Surabaya, tim quality control memeriksa setiap senti seratnya. Jangan karena kita buru-buru mengambil jalur alternatif, kualitas kayu yang kita terima justru di bawah standar," ucap Arsen.

​"Siap, Pak. Semua akan saya pastikan sesuai dengan SOP perusahaan," jawab Gilang.

Setelah membungkuk hormat, Gilang melangkah cepat keluar ruangan dan menutup pintu jati tebal itu dengan rapat.

​Begitu tersisa sendirian di dalam ruangan, ketegangan di bahu tegap Arsen perlahan luruh. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kulit premium dan memijat tengkuknya yang terasa sedikit kaku, berjam-jam menatap angka dan koordinat distribusi cukup menguras energinya.

​Arsen melirik jam tangannya, tepat pukul sembilan pagi. Ingatannya langsung melayang pada sang istri yang ia tinggalkan sejak pagi buta tadi.

Senyuman tipis namun sangat hangat terukir di wajah tampannya, seketika menghapus sisa-sisa aura pemimpin berdarah dingin yang baru saja ia tunjukkan pada Gilang.

​Arsen bangkit dari kursi, merapikan sedikit kausnya lalu melangkah keluar ruang kerja, langkah kakinya yang panjang menyusuri koridor rumah dan berniat menuju kamar Ibu Astri untuk memeriksa mertuanya, namun ia berpapasan dengan Bu Sumi di dekat ruang makan.

​"Bu Sumi, Ibu sudah sarapan?" tanya Arsen.

​"Oh, Pak Arsen. Ibu Astri sedang berada di gazebo halaman belakang bersama Ibu Aira, Pak," jawab Bu Sumi ramah.

​Arsen mengangguk paham, "Terima kasih, Bu Sumi," ucap Arsen.

​Arsen pun mengubah arah langkahnya menuju pintu kaca geser halaman belakang. Dari kejauhan, melalui kaca transparan, Arsen bisa melihat siluet Aira yang sedang tertawa kecil menyuapi ibunya keripik emping.

Rambut Aira yang dikuncir kuda bergerak mengikuti gerakan kepalanya, sementara sinar matahari pagi yang menembus celah dedaunan pohon talok di taman membuat wajah polos istrinya tampak begitu bersinar.

​Dada Arsen berdesir hebat penuh dengan rasa kepemilikan. Baginya, pemandangan sederhana di taman belakang rumahnya saat ini adalah pencapaian tertinggi dalam hidupnya, jauh lebih berharga dibandingkan nilai kontrak ekspor ke Eropa yang baru saja ia pertahankan mati-matian di ruang kerja.

​Arsen menggeser pintu kaca dengan perlahan lalu melangkah keluar menjemput kebahagiaan barunya, ia berjalan mendekat tanpa suara di atas hamparan rumput hijau yang basah oleh embun pagi.

​"Wah, asyik sekali sarapannya. Suami sendiri ditinggal di ruang kerja," goda Arsen sembari melangkah ke dalam gazebo.

​Aira menoleh cepat, wajahnya seketika merona merah muda saat mendapati Arsen sudah berdiri di dekatnya dengan tatapan mata yang begitu teduh.

​"Eh, Mas Arsen... sudah selesai urusannya?" tanya Aira agak canggung dan buru-buru meletakkan sendok buburnya.

​"Sudah aman, sayang," jawab Arsen santai.

Arsen mengambil posisi duduk di samping Aira, sengaja merapatkan tubuhnya hingga lengan mereka bersentuhan dan membuat jantung Aira kembali berdegup tidak karuan.

​Ibu Astri yang melihat menantunya datang langsung tersenyum lebar, "Le, sini ikut sarapan. Buburnya enak sekali, Ibu sampai habis setengah mangkuk lebih," ajak Ibu Astri.

​"Ibu habiskan saja buburnya, Arsen tadi sudah makan buah," jawab Arsen dengan nada yang sangat lembut dan penuh penghormatan kepada ibu mertuanya.

"Bagaimana, Bu? Udara di sini cukup segar, kan?" tanya Arsen.

​"Sangat segar, Le. Ibu ndak menyangka di kota besar ada tempat seadem ini," sahut Ibu Astri tulus.

"Syukurlah kalau begitu," balas Arsen.

Saat Ibu Astri kembali menikmati buburnya dengan tenang, Arsen memanfaatkan momen itu untuk menatap Aira dari samping. Rambut Aira yang dikuncir kuda menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah polosnya tanpa riasan. Di mata Arsen, Aira tampak ribuan kali lebih cantik daripada wanita-wanita ibu kota yang biasa ia temui.

​Arsen mengulurkan tangan ke bawah meja, mencari jemari Aira lalu menggenggamnya dengan erat. Ibu jarinya mengusap punggung tangan Aira secara perlahan, menyalurkan kehangatan yang membuat Aira refleks menoleh dan menatap suaminya dengan pandangan bertanya.

"​Jangan dilepas," ucap Arsen lewat gerak bibirnya tanpa suara, disertai kerlingan mata yang menggoda.

​Aira menggigit bibir bawahnya, menahan senyum sekaligus rasa salah tingkah yang sudah mencapai ubun-ubun. Ia tidak membalas dengan kata-kata, namun jemarinya perlahan membalas genggaman tangan Arsen dengan cengkeraman halus.

"Oh ya, Mas. Ibu sama Ayah kamu nggak ke sini?" tanya Aira.

Aira baru sadar, jika ia bertemu dengan Ibu Mutia dan Ayah Aldi saat pernikahan dadakan mereka dan itu sudah satu bulan lebih. Bahkan, saat Aira sampai di Jakarta, ia belum bertemu dengan kedua orang tua Arsen.

"Ayah sama Ibu tinggal di Surabaya," jawab Arsen.

"Loh! Nggak di Jakarta? Aku pikir Ayah sama Kbu kamu tinggal di Jakarta," balas Aira.

"Dulu memang tinggal tinggal di Jakarta, tapi udah dua tahun ini mereka pindah ke Surabaya. Perusahaan Ayah di Jakarta aku yang urus dan di Surabaya, Ayah yang urus," jawab Arsen, Aira mengangguk-angguk paham setelah mendengar jawaban sang suami.

​"Oalah, jadi Bu Mutia sama Pak Aldi di Surabaya toh, Le? Pantesan rumah besar ini sepi, cuma ada pelayan," sahut Ibu Astri ikut menyimak, tangannya meletakkan mangkuk bubur yang kini sudah kosong ke atas nampan.

​"Inggih, Bu. Ayah lebih suka di sana dan sekalian mengawasi pabrik yang di Surabaya, kalau di Jakarta ini memang pusat operasional ekspornya, jadi Arsen yang pegang," jelas Arsen dengan nada bicara yang tetap santun.

​Arsen lalu menoleh ke samping, menatap Aira yang tampak sedang melamun kecil. Genggaman tangannya di jemari sang istri sedikit ia eratkan, menarik kesadaran wanita itu kembali.

​"Kenapa, Ra? Kok muka kamu kayak gimana gitu? Kamu mikir yang aneh-aneh ya?" tebak Arsen jitu, senyum jahilnya kembali terbit.

​Aira tersentak kecil, buru-buru menggelengkan kepala. "Eh, nggak kok, Mas! Berarti nanti kita bakal sering ke Surabaya ya?" tanya Aira.

​"Nggak perlu sering-sering, soalnya Ibu yang pengen kesini. Jadi, Ibu sempat bilang kalau urusan di Surabaya sudah stabil, Ibu sama Ayah yang mau datang ke Jakarta. Katanya sudah kangen banget sama menantunya dan Ibu mau ajak kamu jalan-jalan," ucap Arsen santai.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
yang nangani Dokter Kandungan malah disuruh periksa lagi di Dokter Kandungan 🤔🤔🤔 mungkin suruh USG kali y🤔🤔🤔
elaretaa: Maaf, salah Kak. Seharusnya dokter umum itu, terus nanti dibawa ke dokter kandungan🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Felycia Fernandez
bukannya tadi di part atas di jelaskan kalau dokter yang keluar dokter wanita spesialis kandungan..
kenapa bisa ada dokter kandungan lagi di dalam..
Felycia Fernandez: semangat revisi kk Thor
total 2 replies
Allfa Rizky
sayang ya Zakia sifatnya plek ketiplek bapaknya
erviana erastus
didunia nyata apa ada suami spti ini? 🤭
erviana erastus
syukurlah semua baik-baik aza
Felycia Fernandez
naaaah bener tebakan ku kemaren, Aira mengalami eklamsia...
Bunga Andthea
sempet deg deg an bacanya
falea sezi
preeklamsia ya 😓
Felycia Fernandez
lho kenapa?? demam kah??
erviana erastus
apa efek anestesi nya sdh hilang dan aira nggak bisa menahan rasa sakit? 🤔
erviana erastus: ho oh
total 2 replies
Felycia Fernandez
jadi ingat waktu kontraksi, sudah sehari 2 malam ngalami kontraksi,tapi mentok di pembukaan 3 terus . akhirnya SC pun dilakukan
Aidil Kenzie Zie
tu si Ibu Ami masih waras nggak mau ganggu Aira 👍🏻
Felycia Fernandez
kesabaran Aira yang punya bapak lucknut dulunya
Felycia Fernandez
lucu 🤣🤣🤣🤣
cari juga la suami kaya...
kalau perlu jadi jalang sekalian
Syifa Fauziah
ulalaaaaaa,,, pagi2 udh gemess liat arsen dan airaa😍🤭.
erviana erastus
omg ternyata adik kandung toh ckckck gila bener .... mau numpang hidup enak sama aira 🤣 nggak waras kek pantes nyusul bpk sama pmnx dipenjara biar rasa
Felycia Fernandez
ternyata darah pak Hilma mengalir deras di tubuh Zakia...
🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Bu Ami beneran sayang Ama Zakia
erviana erastus
licik kek bapakx ckckck 🤬🤬🤬
Felycia Fernandez
ini lagi duo lambe...
mau ikutan juga Bu...
ayo bergosip lagi...
makin sip di tiap warung ...😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!