NovelToon NovelToon
rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:117.4k
Nilai: 5
Nama Author: veby123

Laras Irma Nabella, gadis berusia 21 tahun yang dibuang oleh ayah kandung nya sendiri yang sebelumnya mendapatkan perlakuan kejam dan kasar dari ibu dan saudara tirinya setiap hari, padahal tidak melakukan kesalahan semua yang disuruh dikerjakan dengan baik dan benar.
Hingga dia dipertemukan dengan seseorang laki laki, laki laki ini kemudian berjanji ingin melindunginya.
Rayyan Zalendra, pria berkarisma tetapi kejam dan dingin namun sifatnya berbanding terbalik jika dengan orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon veby123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Jam menunjukkan pukul 20.30 malam, setelah selesai dengan makan malam, Bibi membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor yang ada, lalu menyiapkan makanan untuk Laras, setelah itu, Bibi keluar dari dapur membawa nampan yang berisi makanan untuk Laras, Bibi melangkah kan kakinya ke arah tangga untuk kekamar Laras.

Sedangkan Rayyan dan Azka duduk diruang tamu, tidak lupa Azka memberitahu bahwa Elang akan datang kesini untuk memberi informasi tentang siapa yang ingin melukai Laras waktu itu.

"Elang akan datang kesini" kata Azka yang langsung tutup poin

"Ada masalah apa?" tanya Rayyan

"Tentang Nona Laras yang ingin dilukai kemaren" jawab Azka santai

"Jam berapa dia kesini?" tanya Rayyan

" Jam 21.00 malam ini" jawab Azka yang lihat kearah jam dinding.

Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban

"Bibi, apakah makanan itu untuk Laras?" tanya Rayyan yang melihat Bibi keluar dari dapur sambil membawa nampan yang berisikan makanan dan menuju tangga untuk naik kelantai atas

"Iya Tuan, ini untuk Nona Laras" jawab Bibi dan berhenti melangkah

"Biar saya saja, Bi, yang membawa makanan tersebut, saya juga ingin kekamarnya untuk melihat keadaannya" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya dan mendekati Bibi.

"Baiklah, kalau begitu, ini makanannya" kata Bibi yang memberi nampan yang berisi makanan itu ke tangan Rayyan.

"Terima kasih Bibi" kata Rayyan dan langsung mengambil nampan yang diberikan Bibi.

"Sama-sama Tuan" jawab Bibi dan Bibi pun langsung kembali ke dapur.

"lo tunggu Elang sampai, setelah itu ajak dia kekamar Laras, gue tunggu kalian disana, kita akan membahas masalah ini dikamar nya, tidak apa-apa, dia juga harus tau, ini menyangkut keselamatannya" kata Rayyan

"Oke," jawab Azka

"Jangan lupa, tutup dan kunci pintu, setelah dia sampai dan masuk" kata Rayyan yang mengingatkan Azka

"Iya" jawab Azka sambil melihat jam yang ada didinding.

Rayyan melangkahkan kakinya menuju kamar Laras, setelah sampai didepan pintu kamar Laras, Rayyan mengetuknya terlebih dahulu

"Tok..Tok..Tok.." suara pintu kamar Laras yang diketuk oleh Rayyan dari luar

"Masuk saja" kata Laras dari dalam kamar yang masih ditemani oleh Nana.

Rayyan membuka pintu kamar Laras lalu menutupnya kembali ketika sudah masuk kedalam kamar Laras.

"Tuan" kata Nana yang langsung berdiri dari duduknya

"Mas Rayyan" kata Laras

"Ini makan lah, setelah itu minum obat, agar lukamu cepat sembuh" kata Rayyan yang meletakkan nampan berisi makanan tersebut diatas meja kecil disamping tempat tidur Laras.

"Terima kasih, Mas" kata Laras

Rayyan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Rayyan langsung duduk disamping Laras diatas tempat tidur.

"Bagaimana dengan lukamu?, apa masih terasa perih atau sakit?" tanya Rayyan

"Sudah tidak terlalu perih dan sakit lagi" jawab Laras

"Syukurlah kalau begitu, jangan terlalu banyak gerak dulu" kata Rayyan memperingatkan Laras

"Iya Mas" jawab Laras

"Ini, makan lah dulu" kata Rayyan sambil tangannya mengambil semangkuk bubur yang tadi dibawanya, lalu memberikannya kepada Laras

Laras mengambil mangkuk tersebut, namun tidak kunjung menyuapkan bubur itu ke mulutnya.

"Kenapa tidak dimakan?" tanya Rayyan

Bukan Laras yang menjawab tetapi Nana yang langsung mengambil mangkuk yang ada ditangan Laras, lalu memberikan mangkuk tersebut kembali ke tangan Rayyan.

"Tuan Rayyan, bagaimana Nona Laras bisa makan kalau tangan kirinya tidak bisa digerakkan" kata Nana

"Lalu?" tanya Rayyan yang sedikit binggung.

Nana tidak menjawab dia hanya tersenyum simpul kepada Rayyan dan mengangkat kedua bahunya seakan-akan menjawab bahwa dirinya juga tidak tau

"Baiklah kalau begitu, saya ingin turun ke dapur dulu, untuk membantu Bibi" kata Nana yang langsung melangkah keluar dari kamar Laras tanpa mendengar jawaban Laras dan Rayyan lagi, Nana menutup kembali pintu kamar Laras setelah dia keluar.

Nana yang turun dari tangga melewati ruang tamu, melihat Azka yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.

"Rasa hati ingin sekali mendekatinya, tapi ah..Nana kamu harus sadar diri, harus tau batasan kamu" kata Nana dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh Azka

Nana kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju ke dapur, baru beberapa langkah, Azka yang melihat Nana, langsung memanggilnya

"Nana" kata Azka memanggil Nana

"Iya Tuan" jawab Nana yang sudah berhenti dari langkah nya dan menghadap ke Azka yang duduk diruang tamu

"Bisa kesini sebentar?" tanya Azka

Nana tidak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya untuk mendekati Azka diruang tamu

"Ada apa Tuan?" tanya Nana yang sudah berdiri disamping Azka.

Azka yang mendapat pertanyaan dari Nana langsung menyimpan ponselnya ke saku celananya dan langsung berdiri dari duduknya.

"Apakah kotak yang aku berikan kemaren sudah kau buka?" tanya Azka yang sudah menghadap kearah Nana.

"Belum Tuan, saya tidak sempat, maaf Tuan" kata Nana yang menundukkan kepalanya

"Tidak apa-apa, nanti bukalah kotaknya, semoga kau suka dengan isinya" kata Azka yang berdiri dihadapan Nana sambil memasukkan kedua tangan kedalam saku celana bagian kiri dan kanan.

"Iya, Nanti saya akan membukakannya" jawab Nana yang masih menundukkan kepalanya.

Azka yang sedikit geram dengan Nana yang terus menunduk, tangan kanannya langsung memegang dagu Nana untuk diangkat agar dirinya dapat melihat dan menatap wajah Nana dengan jelas.

"Jika berbicara dengan ku, angkat lah wajah mu, karena wajahku tidak ada dibawah sana" kata Azka yang masih memegang dagu Nana

"Iya tuan, ma...Maafkan saya" kata Nana yang sedikit gugup karena mata Azka menatap wajahnya

"Tu...Tuan, boleh lepaskan dagu saya?" tanya Nana yang masih sedikit gugup

Azka tidak menjawab pertanyaan Nana, Azka tersenyum melihat wajah Nana yang sedikit memerah mungkin karena malu.

"Tu..Tuan, saya ingin ke dapur untuk membantu Bibi, tolong lepaskan dagu saya ini" kata Nana kembali

Azka tidak menjawab, Azka mendekatkan bibirnya ke kening Nana

"Cup...." suara bibir Azka yang mencium kening Nana

Nana yang mendapat perlakuan seperti itu langsung membulatkan matanya sambil menatap kewajah Azka, seolah meminta penjelasan kepada Azka.

Azka yang mengerti dengan tatap Nana, hanya tersenyum tapi tidak mengeluarkan suara.

"Tu..Tuan, kenapa melakukan itu?" tanya Nana yang dagunya masih dipegang oleh Azka

"Sudah, jangan banyak bertanya, katanya mau ke dapur untuk membantu Bibi disana, pergilah" kata Azka yang sudah melepas kan dagu Nana dari tangan nya.

Nana tak bertanya lagi, ia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat kearah dapur, setelah dia merasa dagu nya terlepas dari tangan Azka.

"Dasar pemalu, baru digitukan saja, sudah memerah wajahnya" kata Azka sambil tersenyum.

Azka duduk kembali di sofa yang ada diruang tamu sambil menunggu kedatangan Elang.

1
pebyza
terima kasihh
Herlina Unou
cerita bagus
haryani
mana nih lanjutannya?
Binti Rofikoh
👍
mana nih adegan kekerasan nya 🙄🙄🙄
4U2C
𝐧𝐚𝐬𝐢𝐛 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐋𝐀𝐑𝐀𝐒 𝐭𝐚𝐤 𝐭𝐞𝐤𝐞𝐣𝐮𝐭 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐨𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐤𝐞 𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐑𝐀𝐘𝐘𝐀𝐍 ,,𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐬𝐮𝐚𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚,,𝐩𝐚𝐫𝐚 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 𝐩𝐮𝐧 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐭𝐞𝐤𝐞𝐣𝐮𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐬𝐞𝐧𝐲𝐮𝐦-𝐬𝐞𝐧𝐲𝐮𝐦 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐚𝐧 𝐋𝐀𝐑𝐀𝐒 𝐲𝐚𝐡🤣🤣🤣
4U2C
𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚 𝐲𝐚𝐡 𝐭𝐡𝐨𝐫🤣🤣🤣🤭🤭🤭𝐞𝐡 𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐚𝐟..
haryani
semangat thor
pebyza
terima kasih
Rama Fitria Sari
semangat untuk bekarya
Yunita Sari Saranga
kok sampai part 37 aja Thor, kelanjutannya mana ya, bagus ceritanya, aku suka.
samsuryati
good job
samsuryati
aku suka aja
samsuryati
mampir juga di novel saya dengan judul "pasrah aja"atau dengan novel yang baru lainnya dengan judul "terjebak pernikahan dadakan"

Hahaha dibalas ya.
samsuryati
balas komen saya ya Bu, kasih like juga dan vote oke.
coastbycoast
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu😊💪🙏
SizzlingTeapot
walau badai menghadang, aku tetap setia menunggu cerita-ceritamu thor
pebyza
🤭🙏
RS Star
semangat berkarya author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!