NovelToon NovelToon
ASI Untuk Bayi Mafia

ASI Untuk Bayi Mafia

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Duda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Puppy Bangtan

El Zibrano Alemannus, duda muda beranak satu dengan paras yang begitu rupawan dan mempesona. Menjadi miliarder di usia muda membuat wanita manapun mengantri untuk menjadi ibu susu putranya.

Sayang sekali, tuan muda El yang tampan nan bejat bersumpah menolak semua wanita manapun untuk bisa menjadi istri dari putranya. Ia sangat membenci wanita setelah perceraiannya dengan Fera.

Hingga ia bertemu dengan wanita cantik nan sederhana yang menarik perhatiannya. Di mana El melupakan sumpahnya demi bisa mendapatkan wanita tersebut.


•••
"Jadilah ibu susu dari putraku, akan kuberi berapapun uang yang kau minta," ucap El Zibrano.

"Apa kau gila? Aku belum menikah, bagaimana bisa aku menyusuinya?" tolak Lea Cornelio.

El mendekati Lea dengan tatapan smirknya.

"Tentu bisa. Dengan sedikit rangsangan," jawabnya membuat Lea mengernyitkan dahinya.

"Akhhh," desah Lea kala El meremas benda kenyalnya lalu menghisapnya kuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puppy Bangtan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Mansion Sarvel

Sarvel terusik tidurnya saat alarmnya terus berbunyi.

Dengan rasa kesal dan emosi, Sarvel melemparkan alarmnya ke sembarang arah.

Prak

Hingga suara itu menyadarkan pikiran Sarvel.

Dengan mata yang lengket dan kepala yang terasa berat, Sarvel mengangkat kepalanya sembari melihat sekelilingnya.

Di kamar?

Siapa yang membawanya kemari?

Sarvel langsung bangkit dari baringnya sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dan berat.

"Siapa yang membawaku kemari?" gumamnya yang mencoba mengingat kejadian semalam.

Sialnya malah momen Berlyn dijemput suaminya yang terlintas di otak Sarvel.

Ceklek

"Apa terjadi sesuatu? Apa tuan baik-baik saja?" tanya Berlyn dengan panik sembari membawa nampan yang berisi sup pengar dan air madu.

Sarvel menatap Berlyn yang berdiri di samping ranjangnya dengan tatapan yang sinis.

"Apa kau yang membawaku pulang?" Berlyn mengangguk.

"Karena mendengar suara pecahan dari ruangan tuan, makanya saya kembali ke dalam kantor untuk memeriksanya. Dan ternyata tuan pingsan," jawabnya dengan jujur.

Ya Sarvel ingat sebelum kesadarannya hilang.

Ada seseorang yang membuka pintu.

Jadi, orang itu Berlyn?

Sarvel berdecak dalam hatinya.

"Ini sudah saya buatkan sup pengar untuk anda. Ini akan menghilangkan mabuk anda," ucapnya sembari meletakkan nampannya di atas nakas dan membawakan semangkuk sup pengar itu pada Sarvel.

"Ini tuan, makanlah," perintahnya pada Sarvel.

Sarvel hanya melirik sup pengar itu tanpa berniat untuk menyentuhnya.

"Buang saja, aku tidak suka sup pengar," sarkasnya membuat Berlyn berusaha untuk bersabar.

Berlyn menghela nafas pelan dan mencoba membujuk Sarvel.

"Anda boleh meminta satu hal dari saya jika tuan mau memakan sup pengar ini, bagaimana?" Sarvel menatap Berlyn dengan datar hingga ide cemerlang itu terlintas di otak Sarvel.

"Katakan pada papaku jika kamu resign dari pekerjaan ini, bagaimana kamu bisa melakukannya?" tanyanya balik pada Berlyn.

Berlyn menatap sinis Sarvel di mana kesabarannya sudah habis saat ini.

"Baik. Jika tuan tidak mau tak apa. Saya akan mengosongkan jadwal tuan di pagi hari ini dan anda bisa ke kantor nanti siang," ujarnya dengan santai sembari meletakkan mangkuknya kembali di atas nampan dan merogoh ponselnya untuk membatalkan beberapa rapat pagi ini.

Sarvel berdecak kala Berlyn begitu kekeh dan tak gentar dengan ancamannya.

"Jika kau membutuhkan uang, aku bisa memberimu. Jangan memaksakan diri untuk bekerja dengan orang yang kau benci hanya untuk mendapatkan sepeser uang," cetusnya dengan pelan namun mampu membuat hati Berlyn merasa sesak hingga ia tak bisa membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.

"Apa suamimu tidak bekerja? Suruh dia yang bekerja, jangan menyiksa dirimu bekerja siang malam untuk mereka, bukankah seorang ibu rumah tangga tugasnya di rumah untuk mengurus anak?" katanya dengan nada yang terdengar tidak suka dan sinis.

Berlyn memalingkan muka dan kembali menyimpan ponselnya.

"Kuharap kau paham dengan maksudku. Tolong katakan pada papaku jika kau ingin mundur dari pekerjaan ini. Aku akan membayar berapapun yang kau minta, asal," Sarvel menjeda ucapannya di mana sejak tadi ia tak berani menatap Berlyn.

"Pergi jauh-jauh dari kehidupanku. Aku ingin hidup tenang tanpa kehadiranmu," lanjutnya dengan singkat namun mampu membuat luka di hati Berlyn begitu membekas lekat.

Berlyn yang hampir menangis saat ini, hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan menutup rapat bibirnya untuk tidak mengatakan sepatah katapun.

Hingga Berlyn berusaha untuk membuka mulutnya dengan berat hati.

"Saya akan ke kantor untuk menggantikan rapatnya," pamitnya yang lalu melenggang pergi keluar kamar.

Sarvel yang mendengar hal itu merasa begitu putus asa dan bisa melakukan apapun lagi selain menahan diri.

1
⊹𝓟𝓱𝓾𝓬 ʸ𝖐𝐳⃟🍻
astaga 😄😄
⊹𝓟𝓱𝓾𝓬 ʸ𝖐𝐳⃟🍻
lucuuu 😍😍
Ndinlisaa
Luar biasa
Jaja
Buruk
Amir Hamzah
Luar biasa
Maryana Fiqa
jangan El mau di jodohkan sm flo deh🤔
Rusma Yulida
bodoh menurut ku kalo ahli bela diri ngapain biarin Tara ngerebut dan ngebakar barang2 nya stupid ngbmsuk akal aja
Ita Listiana
🤣🤣🤣
Nahdiyatun
Luar biasa
Sayu Melly
sepertinya yang membunuh mereka semua adalah zen
Gadis Madadeta
Luar biasa
Ayachi
mampuzz makan tuh darah
Vitamincyu
..
Azzara Nur Ramadani
Luar biasa
Femmy Femmy
ternyata Zen suka sama Tera
Femmy Femmy
tidak ada dalam kisah nyata seperti El.. apalagi rapat dengan Kolega bisnis.
Femmy Femmy
🤭🤣🤣🤣 ternyata shooting film
Femmy Femmy
🤣
Femmy Femmy
El terlalu berlebihan..semua pasti punya Pacar pertama intinnya akhir dari cinta Lea kan sama kamu El😊
Femmy Femmy
Zen nyasar naik pesawat akhirnya nyasar ke Negeri di China🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!