NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:55.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mark Wijya

"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"

Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!

Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Zhang keluar dari Gapura Kedelapan. Dia kini sudah resmi menjadi seorang murid di Perguruan Tanah Merah. Ini karena dia sudah berhasil melewati tujuh gapura, sebagai syarat untuk lolos seleksi tahap dua.

Awalnya Zhang ingin segera pergi dari sini, tetapi dia melihat Yue Jian juga keluar dari Gapura Kedelapan, kendati pemuda itu harusnya telah lulus dengan melewati Gapura Ketujuh. Tentunya Zhang tidak mengerti mengapa Yue Jian melakukan hal ekstra tanpa disuruh.

“Yue Jian, apa yang kau lakukan di sini?” Zhang memiringkan kepala.

“Apa lagi kalau bukan menaklukan gapura?” Yue Jian terlihat tidak terlalu mengacuhkan Zhang. “Omong-omong, selamat karena kau berhasil lolos!”

Usai mengatakan itu, Yue Jian langsung mendaki lagi. Dia menapakkan kaki ke lantai delapan puluh satu. Tekanan gravitasi di sini tentu sangat kuat berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Tidak mau kalah, Zhang juga mulai mendaki lagi. Dia berkata, “Aku yang akan merebut juara pertama, Yue Jian!”

“Kau takkan bisa!” Yue Jian tampak memiliki semangat kompetisi lagi hari ini. “Aku akan menaklukan Gapura Kesepuluh!”

“Aku akan melakukannya lebih cepat!”

Zhang dan Yue Jian bertanding siapa yang lebih cepat dalam mendaki tangga. Mereka berdua memang sungguh teman dan rival yang hebat. Keduanya saling mendorong satu sama lain untuk maju.

Akhirnya, dengan usaha lebih, keduanya berhasil mencapai Gapura Kesembilan di waktu bersamaan. Mereka tentunya juga masuk ke dalam gapura secara bersamaan. Kali ini yang akan membedakan adalah berapa lama mereka akan bertarung di dalam sana.

Masuk dalam Gapura Kesembilan, Zhang kembali berdiri di atas arena. “Cepat keluar dan lawan aku! Aku sedang buru-buru!” Terlihat jelas bahwa pemuda itu tidak ingin membuang banyak waktu.

“Kau ternyata sangat bersemangat, Zhang!”

Zhang segera melihat ke sumber suara yang familiar dia dengar, lalu berkata, “Xian Ji?”

“Kita bertemu lagi, Zhang!” Xian Ji berdiri di sisi lain arena, mendakan bahwa dirinya adalah lawan dari Zhang.

“Ternyata benar kau!” Sejenak Zhang teralihkan, tetapi kemudian kembali ingat akan sesuatu. “Xian Ji, ayo cepat bertarung!”

“Kau buru-buru sekali,” jawab Xian Ji. “Gerbang Kesembilan ini akan membuat kalian bertarung dengan peringkat seratus sampai dua ratus, dan aku sendiri adalah peringkat seratus. Apa kau sungguh yakin dapat mengalahkan aku?”

“Fang Chu pun akan aku lawan!”

“Aku lupa kau orang yang telah menyinggung Fang Chu. Hahahaha!” Xian Ji tertawa lepas. “Baiklah, ayo bertarung sekarang, Zhang!”

“Baik!”

Zhang tanpa ragu langsung menghentakkan kakinya, membuat dinding tanah yang mengurung Xian Ji di empat arah. Tidak cukup sampai di sana, dia juga segera menyelimuti kedua tangannya dengan kekuatan elemen tanah.

“Pukulan penghancur gunung!” Xian Ji mengeluarkan jurusnya, menghancurkan dinding tanah yang ada di depannya.

“Pukulan asal maju!” Zhang melesat cepat ke depan, meluncurkan sebuah pukulan keras dengan tangan kanannya.

Xian Ji tidak panik, melainkan segera membentuk kuda-kuda kokoh, menangkis pukulan Zhang. “Pukulan seribu arah!”

Pukulan Zhang dan pukulan Xian Ji saling beradu. Mereka berdua tidak mau mengalah satu sama lain. Namun, ketika Zhang menaikkan sedikit lagi tenaganya, Xian Ji menjadi kehilangan keseimbangan, lalu terkena satu pukulan keras Zhang yang melesat ke wajah pemuda itu.

Xian Ji tersungkur, Zhang menghentikan serangan, menjaga jarak dengan mundur ke belakang. “Apa kau mau menyerah, Xian Ji?” Tentunya Zhang tidak berniat untuk menyakiti pemuda yang kini menjadi lawannya.

“Uhuk!” Xian Ji memuntahkan darah dari mulutnya. Akan tetapi, pemuda itu kini berdiri tegak, lalu berkata, “Pertarungan ini mempertaruhkan reputasi juga peringkatku. Aku tidak akan mundur, Zhang! Ayo bertanding sekuat tenaga!”

Tentunya Zhang tidak mau untuk mengkhianati harapan Xian Ji. Dia pun segera melapisi kekuatan elemen tanah yang melapisi kedua tangannya, dengan kekuatan elemen api. Ini membuat kedua tangannya itu seperti dilapisi oleh tanah keras yang terbakar oleh api yang tak padam.

“Aku akan mengalahkanmu, Xian Ji!”

“Itu baru namanya semangat!” Xian Ji menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Dia terlihat tengah melapisi sekujur tubuhnya dengan cahaya berwarna kuning. “Aku Xian Ji dari Ras Manusia Hou!”

Tubuh Xian Ji seperti dilapisi oleh armor aura berwarna kuning. Di belakang pemuda itu, terlihat ada makhluk yang mirip dengan buaya berwarna kuning, tetapi memiliki tanduk seperti naga.

“Aku, Zhang! Atas nama guruku, aku tidak akan kalah!” Zhang mengadu kedua tinjunya hingga tercipta gelombang udara yang cukup kencang.

Xian Ji tersenyum, “Ayo maju!”

Mendadak Zhang merasakan dirinya tidak bisa bergerak. Xian Ji telah mengunci gerakan Zhang menggunakan Teknik suara yang dikuasi oleh Ras Manusia Hou. Namun, Zhang tidak mengetahui hal tersebut.

Xian Ji melesat ke depan, hendak meluncurkan serangan sementara Hou—makhluk seperti buaya tadi, terus mengeluarkan serangan suara. Di sini Xian Ji merasa sudah berada di atas angin. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa Zhang dengan paksa sanggup keluar dari efek serangan suara.

“Ha!!!” Zhang melepaskan satu pukulan ke depan.

“Pukulan penghancur gunung level tiga!!!” Xian Ji dengan sengaja mengadu tinjunya dengan pukulan Zhang.

Gelombang udara yang begitu keras, seketika menggema. Gelombang udara tersebut sanggup menghancurkan arena pertarungan menjadi dua bagian.

Meski kedua pendekar muda itu terkena dampak dari gelombang udara tadi, mereka tetap dapat berdiri kokoh. Keduanya saling berhadapan dengan napas yang terengah-engah. Lalu, Xian Ji pun melompat ke belakang.

“Kau memang sangat kuat, Zhang!” kata Xian Ji, memuji lapisan tangan Zhang yang tidak hancur.

“Kau juga lumayan,” jawab Zhang. “Kau mampu memadamkan api yang melapisi tangan kananku.”

Xian Ji memang berhasil memadamkan api di tangan kanan Zhang, tetapi untuk melakukannya dia kehilangan setengah armor dari aura kuningnya. Kini hanya sebagian tubuhnya saja yang dilapisi oleh armor. Selain itu, Huo berwarna kuning di belakangnya juga semakin melemah.

“Uhuk!” Xian Ji jatuh berlutut di tanah sambil memuntahkan darah.

“Xian Ji!” Zhang segera mendekat pada Xian Ji.

“Sepertinya gelombang tadi tidak hanya merusak armorku,” kata Xian Ji. “Ingat ini, Zhang. Di Gapura Kesepuluh kau akan berhadapan dengan pendekar di atas peringkat seratus. Bisa saja dia peringkat sembilan puluh sembilan, tetapi juga bisa peringkat sepuluh! Kau harus berhati-hati.”

“Terima kasih, Xian Ji!”

Dengan ini, Zhang berhasil melewati Gapura Kesembilan. Dia keluar dari gapura, sedangkan Xian Ji menghilang dari arena.

“Aku pasti akan merebut peringkat satu!” kata Zhang saat keluar dari gapura. Akan tetapi, pemuda itu sedikit terlambat, karena ternyata Yue Jian sudah hampir masuk ke dalam Gapura Kesepuluh. “Aku tidak akan kalah darimu, Yue Jian!”

Zhang segera mengejar ketertinggalannya. Dia tak mau selalu kalah dari Yue Jian.

“Aku yang akan menang!” seru Yue Jian yang kemudian masuk ke dalam gapura.

“Aku tidak akan membiarkanmu, Yue Jian!”

1
Raysonic Lans™
gak ada tingkatan kultivasi nya...
Arise: apalah yg kamu harapkan dari novel yg dibuat untuk satire
total 1 replies
Jade Meamoure
ini si Luo kan kembali jadi anak kecil walaupun kesadaran dia orang yg udah bangkotan koq cepet ngaku seorang reinkarnator bingung aq
Arise: biasanya orang tua bangkotan sifatnya balik kek bocil kematian 🗿🗿
total 1 replies
Jade Meamoure
koq menggunakan kata bocah ingusan sih Thor gak enak banget d baca
Iyah
eakk
Dr. Rin
Sedikit Reviewku untuk Novelnya soalnya udh baca tamat.

MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.

Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.

Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.

Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍

Semoga ada kelanjutannya yak 😁
Arise: arigatou atas review nya.

emang ada perubahan dari MC setelah kalah sih sehingga untuk karakterisasi aku sendiri rada kurang untuk pengembangannya. sedangkan untuk power scaling emang gak pengen luas, karena emang belum aku riset semua(jujur xd).

novel selanjutnya udah ada (untuk konsep), tapi emang pembawaannya akan beda. dan gak tau kapan bakal mulai nulis. xd
total 1 replies
Dr. Rin
Aku melihat Death flag muehehehe
Dr. Rin
Menjadi butiran debu, tekniknya Mas Ay 🤣
Arise: balik kanan menuju pojokan xd
total 1 replies
Dr. Rin
Tiba2 jdi MC wanna be 😅
Arise: MC yang sesungguhnya
total 1 replies
Dr. Rin
Look So Cool Mas Kei
Arise: ling tian adalah MC yang sesungguhnya 🗿
total 1 replies
Audya
hum... penasaran sama lanjutannya...
Dr. Rin
PoV ini biar menutup sebuah Plot hole yak
Arise: tambal menambal
total 1 replies
Dr. Rin
Sp*rm
Arise: nyampe ke sana dongg
total 1 replies
Dr. Rin
aku juga baru tahu 😅
Not good
asem
Dr. Rin
Good quote pak guru
Dr. Rin
MC my bro... MC
Dr. Rin
Ganggu ae
Dr. Rin
besok2 pincang gk bisa jalan bru nyesel bilang gtu
Arise: MC shounen bilek
total 1 replies
Dr. Rin
Hey, Panggil guru la, mau ilmunya ndak berkah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!