NovelToon NovelToon
EX-SOLDIER: In Another World

EX-SOLDIER: In Another World

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Sistem / Perperangan / Epik Petualangan / Romansa / Game / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tio Charisma

Vincent, seorang tentara yang terpaksa mengakhiri kariernya setelah kecelakaan tragis yang mengakibatkan kehilangan salah satu kakinya, menemukan dirinya terjebak dalam permainan video yang selalu ia nikmati setelah pensiun. Terbiasa dengan medan perang virtual, Vincent sekarang harus berjuang untuk bertahan hidup di dunia nyata yang penuh dengan makhluk mitos dan tantangan yang belum pernah dia hadapi sebelumnya.

Dengan keberanian dan ketangguhan yang telah dia kembangkan selama bertahun-tahun di medan perang, Vincent menghadapi setiap rintangan dengan tekad yang kuat. Dia menggunakan keterampilan tempur dan strategi permainan yang dia pelajari dari dunia virtual untuk melawan berbagai ancaman yang mengintai di dunia lain ini.

Vincent menemukan arti baru dalam hidupnya di dunia ini. Melalui perjalanan epik ini, Vincent belajar tentang kekuatan persahabatan, keberanian, dan tekad yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Moral dalam Kegelapan

Dalam penjuru gelap Mansion Everhart, senjata-senjata memekakkan dan suara teriakan berbaur dengan desiran pedang. Dalam kekacauan ini, Vincent berdiri tegak di tengah serbuan para pembunuh, menggerakkan senjatanya dengan penuh keahlian untuk menghadapi Markus.

Bang! Bang!

Peluru melesat melalui udara saat Vincent melepaskan tembakan dengan akurasi yang mematikan, berhasil menghentikan beberapa pembunuh yang mendekat terlalu cepat.

Tatapannya memandang Markus, penuh dengan kebencian dan kemarahan yang berkobar-kobar. Dalam hatinya, Vincent mengutuk keberuntungannya. Pikirannya terpaku pada momen yang seharusnya menjadi pereda stres, malam yang diharapkan menjadi pelipur lara bersama salah satu dari lima pelacur yang Matilda kirimkan, terlupakan dalam kekacauan ini.

Dua belas peluru tersisa di magazen senjata Vincent, dan dia tahu dia harus menggunakan setiap tembakan dengan bijak.

"Sialan!" Teriak Vincent sambil menghindari pukulan pedang Markus yang mematikan.

Markus tertawa, senjatanya menyala dengan cahaya magis sebelum mengayunkannya ke arah Vincent.

Saat dia berduel dengan Markus, Vincent tak bisa mengabaikan para pembunuh yang terus berdatangan. Setiap gerakan cepat Vincent disertai dengan dentuman senjata dan suara tajam pedang.

Sebuah tendangan kencang dari Vincent menghantam dada seorang pembunuh yang mendekat, membuatnya terpental ke belakang.

Namun, di balik keberhasilan itu, Vincent tak bisa melupakan beban yang dia bawa sejak tiba di dunia ini. Pikiran-pikiran gelap merayap di benaknya, meruntuhkan setiap ketenangan yang dia upayakan.

Dia mengejar Markus dengan marah, menarik pelatuk senjata sambil berteriak dalam hati, "Malam ini harusnya tidak seperti ini!"

Namun, dalam pertempuran yang semakin sengit ini, Vincent tahu bahwa tidak ada tempat untuk penyesalan. Kegelapan menyelimuti langkah-langkahnya, dan di tengah pertempuran yang membara, Vincent harus menemukan kekuatan di dalam dirinya untuk terus maju, terlepas dari beban dan trauma yang selalu mengejarnya.

Dalam kilatan percikan api dan derap langkah, pertempuran antara Vincent dan Markus mencapai puncaknya. Meskipun kelelahan mulai terasa, keduanya tetap bertekad untuk mengalahkan lawannya.

Dengan gesitnya, Vincent menghindari serangan Markus yang mematikan dan berusaha mencari celah untuk melawan balik. Saat Markus mendekatinya dengan pedangnya yang tajam, Vincent segera menarik pistol M1911A1-nya, menggunakan senjata itu sebagai pukulan improvisasi untuk menahan serangan musuh.

Puk!

Senjata itu bertemu dengan tubuh Markus dengan kekuatan yang cukup untuk membuatnya terhuyung mundur. Wajah Markus terkejut sejenak sebelum dia kembali melancarkan serangan balik dengan lebih ganas.

Vincent, dengan kecepatan yang tak terduga, menghindari serangan itu dan segera meluncurkan serangan baliknya. Dengan tepatnya, dia menyerang Markus dengan senjata yang dimilikinya, menargetkan titik-titik lemah yang telah dia kenali dari pertempuran sebelumnya.

Bang!

Pistol M1911A1 melepaskan peluru ke arah Markus, tepat mengenai sasaran dengan akurasi yang mematikan. Wajah Markus terdistorsi dalam rasa sakit saat peluru menembus tubuhnya, membuatnya terjatuh ke tanah dengan gemetar.

Vincent, dengan napasnya yang terengah-engah dan keringat membasahi tubuhnya, tetap berdiri tegak di hadapan musuhnya yang terluka. Dengan tatapan tajam dan hati yang dipenuhi dengan keteguhan, dia siap untuk mengakhiri pertempuran ini sekali dan untuk selamanya.

Dengan gerakan yang cepat dan presisi, Vincent menendang Markus dengan kekuatan penuh, membuatnya terjatuh ke belakang dengan keras. Tubuh Markus terhuyung-huyung, mencoba bangkit kembali, tetapi Vincent tidak memberinya kesempatan.

Dengan refleks yang terlatih, Vincent menarik pelatuk senjatanya dengan gesit. Suara letusan peluru memenuhi ruangan saat proyektil-proyektil menghantam targetnya, menembus tubuh Markus dengan kecepatan mematikan.

Bang! Bang! Bang!

Suara letusan senjata menggema di ruangan itu saat Vincent menembak Markus dengan sisa peluru yang dimilikinya. Setiap tembakan menemui sasarannya dengan akurasi yang mematikan, menyebabkan tubuh Markus gemetar dalam rasa sakit yang tak tertahankan.

Namun, Vincent tidak berhenti di situ. Dengan langkah mantap, dia mendekati Markus yang terjatuh, menempatkan kakinya dengan keras di dada musuhnya untuk menahan gerakannya.

"Kau sudah selesai," desis Vincent dengan suara dingin, tatapannya penuh dengan kebencian dan ketegasan. "Kau tidak akan melukai siapapun lagi."

Markus hanya mampu menatap Vincent dengan tatapan yang penuh dengan penderitaan dan kekalahan. Tubuhnya gemetar dalam rasa sakit yang tak tertahankan, dan napasnya tersengal-sengal karena luka-luka yang parah.

Bang!

Darah merah membanjiri lantai, cahaya kehidupan yang terpancar dari mata Markus perlahan mulai memudar, menandakan akhir dari segala penderitaan yang dialaminya.

Dengan Markus terkapar di lantai, Vincent merasakan campuran antara kelegaan dan kekejaman merayap di dalam dirinya. Tembakan terakhirnya menghantam Markus dengan mematikan, menyudahi hidup musuhnya.

"Dengan ini, segala penderitaanmu berakhir," ucap Vincent dengan suara yang dingin, meskipun getaran dalam hatinya merasakan sedikit belas kasihan yang tak terduga.

Dalam keheningan yang menyelimuti, cahaya kehidupan di mata Markus perlahan memudar, meninggalkan tubuhnya yang terkulai sebagai bukti akhir dari pertempuran yang mematikan ini.

Saat Vincent menatap jasad Markus, perasaan kehampaan merayap perlahan ke dalam diri Vincent. Dia merasa seolah-olah telah kehilangan jejak dengan moral yang pernah dia pertahankan sejak dulu. Meskipun telah terlibat dalam pertempuran-pertempuran sengit di medan perang sebelumnya, kali ini rasanya berbeda.

Saat dia menatap tubuh Markus yang tergeletak di lantai, bayangan pertempuran yang telah dia alami sebelumnya terlintas di benaknya. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda, ada kekosongan yang menggerogoti hatinya, membuatnya merasa terasing dari dirinya sendiri.

Vincent mengenang masa lalunya sebagai seorang tentara, mengingat pertempuran-pertempuran yang telah dia alami. Namun, kali ini rasanya berbeda. Kekerasan yang dia hadapi di dunia ini terasa lebih gelap, lebih mengerikan, dan lebih sulit untuk dipahami. Rasanya seperti dia telah terjerembab ke dalam sebuah jurang moral yang tak berujung, dan semakin lama dia berada di dalamnya, semakin jauh dia merasa terpisah dari dirinya sendiri.

Dengan senjatanya masih terarah pada tubuh Markus, Vincent merasakan dirinya seperti seorang asing di dunia kekerasan ini. Apakah semua ini adalah harga yang harus dia bayar untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini? Ataukah ada jalan lain yang bisa dia ambil untuk kembali kepada moral yang pernah dia junjung? Pertanyaan-pertanyaan itu menghantui pikirannya saat dia mencari jawaban dalam keheningan ruangan itu.

Vincent merasa kekosongan moral yang semakin dalam merayap ke dalam dirinya. Kilas balik tentang pertempurannya di Kota Benteng Angelbarrow, ketika dia terpaksa mengambil tindakan yang keras untuk melindungi kota dan rekan-rekannya, memenuhi pikirannya. Dia ingat bagaimana dia harus membunuh sandera agar musuh tidak memiliki keunggulan, dan bagaimana itu merobek hatinya meskipun dia tahu itu adalah langkah yang harus diambil dalam situasi itu.

Pikirannya juga melayang ke masa lalu, mengingat kehilangan Pete, teman pertamanya di dunia ini. Setiap kenangan tentang Pete membawa rasa sakit yang dalam, mengingat betapa berharganya persahabatan mereka dan bagaimana kepergian Pete meninggalkan kekosongan yang tak terisi di dalam dirinya.

Dan kemudian ada ingatan tentang penyerangan terhadap markas besar Eclipse, sindikat kriminal terbesar di Kerajaan Iwreneian. Saat itu, Vincent terpaksa turun tangan dengan tindakan kekerasan untuk menghentikan kejahatan mereka yang merajalela. Tetapi seiring waktu, tindakan-tindakan itu mulai menimbulkan pertanyaan dalam pikirannya tentang keadilan dan moralitas.

Vincent merasa terjepit di antara masa lalunya yang gelap dan perjuangan moral di dunia yang keras ini. Apakah semua tindakan keras yang dia ambil adalah langkah yang benar? Ataukah ada jalan lain yang bisa dia tempuh tanpa harus kehilangan dirinya sendiri di dalam prosesnya? Dalam keheningan ruangan itu, pertanyaan-pertanyaan itu menggantung di udara, menuntut jawaban yang sulit dari dirinya.

1
Agatha cute📴
mampir lagi dong kak...😄😉
Mhmdmki
Luar biasa
Stephen (Phoenix dalam celana)
wkwkwk
ACIL gaming
masih berdinas, setelah pensiun maksudnya gimana
Bentoganteng Kerenz
lanjutkan bis
Whisnu Grenaldo
lanjutt
Pedang penulis
diriku tertarik
Whisnu Grenaldo
semangat thor.. lanjutteruz
Viper
Mantap
Viper
Sg kayu 🗿
Whisnu Grenaldo
ahahah gumpalan daging
Whisnu Grenaldo
gasss thor
Zidan Satya
lanjutt thorr
Tio Charisma
👍
Viper
Mc cold asf
Tio Charisma: makasih kak!
total 1 replies
Viper
Nice
Viper
Seru juga nih novel
Zidan Satya
anjayyy mantep
Whisnu Grenaldo
semangat thor....
Tio Charisma: Okayy 👍
total 1 replies
Zidan Satya
lngsng gass bikin pasukan elite sendiri
Tio Charisma: makasih sarannya!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!