Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Sikap Aneh Kenan
Setelah masing - masing membersihkan diri dan makan malam Kenan memutuskan untuk duduk bersantai sambil bermain ponsel di ruang tengah setelah sebelumnya melihat keadaan papa mertua nya. Dia berniat menghubungi Arabella kekasih nya namun sayang ponsel wanita itu sedang tidak aktif. Hal itu membuat Kenan kesal, pasal nya sejak kemarin kekasihnya itu tidak ada kabar sama sekali. Tidak biasa nya Arabella seperti ini, maka dari itu Kenan merasa khawatir saat ini.
Kanza sendiri saat ini sedang menemani Baskoro, gadis itu ingin memastikan jika papa nya menghabiskan makanan yang Kanza buat dan meminum obat.
Klik,
Kanza keluar dari kamar Baskoro dengan membawa nampan yang berisi mangkok kosong bekas bubur dan segelas gelas kosong. Perempuan itu melewati ruang tengah begitu saja tanpa melihat jika suami nya ada di sana sekarang.
"Sudah selesai?" tanya Kenan tiba - tiba yang membuat Kanza langsung terkejut dan hampir saja nampan dalam tangan nya terlepas.
"Astagfirullah mas Kenan, bisa ngga selalu ngagetin aku!"
"CK...lagian kamu juga aneh dikit - dikit kaget, di kira aku ini hantu apa dari tadi istighfar melulu setiap dengar suara ku. Lagian mana ada hantu yang seganteng dan sekaya aku Za", ucap Kenan dengan penuh percaya diri.
Kanza sampai melongo mendengar kenarsisan suami nya itu.
"Dih...dia bilang apa tadi, ganteng? Percaya diri sekali dia, tapi emang bener sih kalau mas Kenan ganteng", batin Kanza sambil tersenyum tidak jelas.
Pletak,
"Aduh...mas Kenan ini selain hobi ngagetin orang juga suka bikin jidat orang terluka ya, lama - lama aku visum juga ini terus aku laporin mas Kenan ke komnas perlindungan wanita dengan tuduhan KDRT" .
"Hahahaha...lagian jadi orang suka ngga jelas senyum - senyum sendiri, awas nanti ada kelabasan".
"Apaan sih mas, ngga lucu tahu", kata Kanza yang langsung berlalu pergi meninggalkan Kenan yang masih cengengesan.
"Dia kali mode sebel kayak gitu menggemaskan juga ya, jadi pengen...Astaga apa yang kamu pikirkan sih Kenan", Kenan mengerutuki diri nya sendiri setelah mengatakan hal itu.
Sedangkan di dapur Kanza memegangi dada nya yang berdebar - debar ketika melihat Kenan tersenyum dan tertawa tadi.
"Murahan banget sih hati aku ini, cuma melihat Mas Kenan seperti itu saja langsung berdebar seperti ini, ingat posisi kamu Kanza Qiara Mecca Kamu hanya istri di atas kertas yang suami mu cintai dan sayangi hanya Mba Ara seorang ", Kanza mengingat kan diri nya sendiri supaya bisa mengontrol hati nya.
Tidak mau berlarut - larut dalam pikirannya pada Kenan, gadis itu pun berniat untuk istirahat di kamar nya. Namun lagi dan lagi dia di buat terkejut ketika membuka pintu kamar nya.
"Mas Kenan ngapain di sini?" teriak Kanza saat melihat Kenan sudah berbaring di ranjang nya dengan begitu santai.
"Ya tidur lah, emang mau ngapain lagi".
"Tapi kan kasur nya cuma satu mas di sini dan itu ukuran nya juga sempit. Ngga mungkin kan kita tidur .."
"Ngga usah berpikir yang aneh - aneh, siapa juga yang mau tidur satu kasur ma kamu. Itu akan ada sofa, kamu bisa tidur di situ!" ucap Kenan dengan begitu enteng nya tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Hah...tapi kan harus nya mas Kenan lah yang tidur di sofa itu, ini kan kamar ku jadi aku yang lebih berhak di kamar ini!".
"Berisik...bisa diam ngga, aku sudah ngantuk mau tidur".
Setelah mengatakan hal itu Kenan langsung menarik selimut tebal milik Kanza sampai sebatas leher nya. Kanza yang melihat hal itu ingin rasa nye menyeret pria menyebalkan yang ada di kasur nya saat ini.
"Baru aja di puji, udah kambuh aja penyakit menyebalkan nya", gerutu Kanza.
Dari pada memperdebatkan masalah tempat tidur dengan Kenan lebih baik dia nurut saja tidur di sofa. Badan dan pikiran dia sudah terlalu lelah jika meladeni sikap Kenan yang seperti bunglon, kadang baik, kadang perhatian, kadang juga menyebalkan.
Tubuh kecil Kanza meringkuk di sofa, gadis itu membalut tubuh nya dengan hodie tebal karena saat ini di luar sedang turun hujan yang lumayan deras, dan dia hanya mempunyai satu selimut saja itu pun di pakai suami durjana nya. Dari pada kedinginan mending dia pakai hodie saja saat ini.
Tidak perlu waktu yang lama, Kanza pun sudah larut dalam mimpinya. Dengkuran halus menandakan gadis cantik itu sudah terlelap dalam tidur nya.
"Cepat sekali dia tidur nya", ucap Kenan sambil melihat ke arah Kanza kebetulan posisi tidur Kanza kali ini menghadap Kenan.
Kenan memandangi wajah teduh Kanza, wajah yang terlihat biasa saja menurut Kenan namun bisa membuat hati nya merasa hangat. Kanza memang tidak secantik Arabella, wajar saja Kanza selama ini belum pernah melakukan perawatan wajah atau semacam nya seperti Arabella. Dia hanya menggunakan skincare basic pada umum nya. Berbeda dengan Arabella yang selalu rutin perawatan.
"Kenapa hati ini terasa tenang dan hangat cuma memandang wajah nya, ada apa dengan perasaan ini? dengan Arabella saja aku tidak pernah merasakan hal seperti ini", gumam Kenan.
Jika tidak ingat gengsi nya yang selangit, ingin sekali pria itu menyentuh wajah istri nya yang bersih dan lembut itu namun keinginan itu dia urungkan lagi.
Saat Kenan ingin memejamkan mata nya kembali, tiba - tiba dari arah luar rumah ada seseorang yang memencet bel secara berulang-ulang bahkan Kenan juga mendengar suara gedoran pintu yang sangat kuat sekali.
"Duh....siapa sih malam - malam gini gedor pintu, ganggu orang mau tidur aja", omel Kanza yang terbangun karena suara gedoran pintu itu.
Dengan langkah lunglai sambil mengucek mata nya beberapa kali, Kanza pun keluar kamar. Tujuan utamanya adalah ruang tamu, karena sumber suara itu berasal dari sana.
"Ya Allah Mba Arabella", kata Kanza saat membuka pintu ruang tamu.
Nampak di depannya Arabella dalam keadaan yang berantakan sekali. Baju yang digunakan juga basah.
"Eh....selamat malam adik tiri ku yang malang", sapa Arabella dengan sempoyongan dan terkekeh.
Gadis itu mendekat ke arah Kanza, ke dua tangan nya ingin meraih tubuh Kanza namun tidak sampai. Hal itu membuat tubuh Arabella oleng dan hampir terjatuh jika Kanza dengan sigap menangkap nya.
"Astagfirullah...Mba Ara mabuk lagi!"
Kanza mencium aroma Alkohol yang sangat kuat sekali dari tubuh Arabella.
"Dikit..." kata Arabella terkekeh dan masih dalam keadaan sempoyongan.
Kanza menghembuskan nafas nya kasar, bukan hal yang aneh bagi Kanza melihat Arabella pulang dalam keadaan mabuk seperti ini.
"Siapa Za?"
kenan mulai ke pancing cemburu sama Arga.