NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Rahasia Terbongkar.

Xavier harus pergi besok, ayah kandungnya menyuruhnya pulang. Aku menangis di pelukannya karena harus berpisah dengannya.

"Aya jangan terus menangis aku tidak akan pergi lama."

"Tapi kak. Aku tidak ingin berpisah."

"Setelah semuanya selesai. Aku akan segera kembali. Aku janji Aya."

Aku terus menangis, sambil mengemasi baju dan perlengkapan Xavier ke dalam koper. Xavier sebenarnya ingin membawaku bersamanya, tapi aku tidak memiliki paspor. Aku tidak bisa pergi ke luar negeri bersamanya.

"Aku akan menelpon mu setiap hari. Aku akan selalu memberimu kabar."

"Kakak harus janji, terus memberikan kabar padaku. Jangan sampai hilang kabar."

"Aku akan merindukan kucing kecilku."

Xavier memelukku dengan erat. Rasa tidak rela jika dia pergi semakin kuat. Sudah terbiasa dengan kehadirannya. Saat dia akan pergi, membaut dadaku di penuhi ketidak relaan yang mendalam.

Aku mengantar Xavier menuju bandara. Aku hanya diam saja selama perjalanan. Xavier terus mencoba membujuk ku, tapi aku mendiamkannya trus.

Setelah kami sampai di bandara dia memelukku erat sebelum masuk ke dalam.

"Aya, aku akan segera kembali jangan khawatir."

Xavier mengelus pipiku dan mencium bibirku lembut. Aku hanya bisa menangis karena Xavier akan pergi.

Aku berniat untuk pulang dengan taxi. Xavier sudah masuk dan berada di ruang tunggu sekarang. Saat aku menghentikan taxi, Arinda menghentikan tanganku.

Tubuhku mulai berkeringat dingin, dan gemetaran. Dia pasti melihat, apa yang telah ku lakukan dengan Xavier.

"Kita perlu bicara Aya."

Arinda menarik ku ke dalam mobilnya. Selama perjalanan, tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya, membuatku semakin takut. Tatapan matanya juga tidak bisa ku mengerti. Dia terlihat marah, khawatir dan juga takut.

Arinda membawaku ke sebuah cafe. Kami duduk di tempat yang privat, jika Arinda melampiaskan amarahnya disini. Tidak akan ada yang tau, dan tidak akan ada yang membantuku.

Keringat dingin sudah membasahi tubuhku. Jantungku berdetak tidak menentu dan tanganku mulai dingin.

"Duduk Aya," katanya tegas.

Aku duduk di depan Arinda, di bawah kursi aku menggenggam ke dua tanganku erat. Aku sangat khawatir.

"Hubungan mu dengan Xavier tidak hanya sekedar saudara!"

Dari pada sebuah pertanyaan, hal itu lebih ke pernyataan. Aku mulai gemetar dan sebisa mungkin menahan air mataku. Rasa khawatir memenuhi rongga dadaku, membuatku sesak dan sulit bernafas.

"Katakan Aya, jangan diam."

"Maaf kak."

Aku hanya bisa menunduk dan menyesal.

Tidak ku sangka, jika rahasia yang ingin ku simpan rapat-rapat, terbongkar begitu cepat.

"Sejak kapan?" tanya Arinda frustasi.

"Sudah lebih dari sebulan kak. Aku minta maaf kak."

"Kamu mencintainya?"

Aku mengangguk dengan perasan yang sangat menyesal. Aku akan menerima apapun yang di lakukan oleh Arinda setelah ini. Aku tidak akan menghindar, aku memang orang ketiga dalam hubungannya dengan Xavier. Apapun yang di lakukan Arinda padaku, aku memang pantas mendapatkannya dan tidak akan membela diri.

"Bodoh."

Arinda malah menangis dan memelukku. Aku juga ikut menangis dan terisak. Melihat Arinda seperti ini, aku semakin merasa bersalah dan berdosa.

"Aya kenapa kamu memberikan hatimu padanya? Aya, Xavier bukan orang yang baik Aya."

"Maafkan aku kak. Maafkan aku karena sudah merusak hubungan mu dengan Xavier, maafkan aku karena menjadi orang ketiga di antara kalian."

"Aku tidak marah padamu. Aku hanya marah karena kamu jatuh cinta padanya Aya. Dia akan menyakitimu nanti. Dia itu iblis Aya."

Aku hanya bisa menangis melihat Arinda yang menggenggam tanganku dengan lembut. Tidak ada amarah dan kebencian di matanya untuk ku, yang ada hanya rasa cemas dan khawatir.

"Aku sama sekali tidak mencintainya Aya. Aku pacaran dengannya karena ingin dekat dengan mu."

Arinda menghembuskan nafasnya kasar. Dia terlihat sangat frustasi dengan apa yang ternjadi. Aku semakin bingung sekarang, kenapa dia ingin dekat denganku?

"Ibumu adalah penyelamat keluargaku Aya. Aku mencarimu begitu lama. Saat aku menemukan mu, kamu berada di tangan tangan orang yang tidak bisa ku usik. Aku mendekati Xavier dan setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu," kata Arinda sambil terisak.

"Aku tau ketidak adilan yang di lakukan keluargamu padamu, tapi untuk mendekati mu. Terlalu bahaya untuk itu, Xavier memutuskan semua akses pada mu."

"Aku tidak mengerti kak?"

"Ayahku ingin mengambil mu dari keluarga mu Aya, tapi Xavier malah membuat perusahaan ayahku hampir bangkrut. Karena itu, kami melakukan cara yang lebih halus. Ternyata semuanya tidak mudah, dia terus mengawasi pergerakan mu sehingga sulit sekali membawa mu keluar dari rumah itu."

Arinda menceritakan semua hubungannya dengan ibuku, dan bagaimana keluarganya mencariku setelah kematian bunda. Ayah memang membawaku pindah dari rumah lama.

Semuanya mengalir begitu saja. Dia dan keluarganya ingin mengasuhku setelah kematian bunda. Mereka ingin membalas kebaikan bunda.

Baru beberapa tahun belakangan ini, mereka dapat menemukanku, tapi Xavier tidak membiarkan mereka untuk mendekatiku. Dia bahkan membuat masalah yang sangat besar untuk keluarga Arinda, sebagai peringatan.

Xavier itu orang yang tidak bisa di usik, jadi aku sangat paham bagaimana dia kesulitan keluarga Arinda. Xavier tipe orang yang kejam, dari pada membunuh. Xavier lebih suka mematahkan setiap sendi pergerakan orang yang membuat masalah dengannya.

Xavier lebih suka membuat orang itu, bunuh diri karena tidak sanggup menderita lagi. Dia lebih suka membuat orang putus asa dan tidak ingin hidup lagi, dari pada harus membunuh orang itu dengan tangannya sendiri saat itu juga.

"Aya sampai mana hubungan mu dengan Xavier?" tanya Arinda dengan nada cemas.

"Maaf kak. Aku sudah melakukan semuanya."

Aku menceritakan sejauh mana hubunganku dengan Xavier, tapi aku tidak menceritakan hubunganku dengan Xavier sebelum acara reunian.

Aku tidak ingin dia merasa bersalah karena itu. Lagi pula semua itu sudah berlalu, biar aku dan Xavier saja yang tau semua itu.

Aku meyakinkan Arinda jika Xavier tidak akan menyakitiku. Dia akan menjagaku dengan baik, barulah Arinda berhenti menyalahkan diri sendiri dan berhenti menangis.

Setelah kami tenang, barulah Arinda mengantarku pulang kerumah. Aku sama sekali tidak menyangka hubunganku dengannya masih baik, setelah dia tau semuanya.

Arinda memintaku untuk merahasiakan pembicaraan kami hari ini. Jika Xavier tau dia pasti tidak akan membiarkan kami bertemu lagi.

Setelah sampai aku langsung masuk ke kamarku. Tubuhku sangat lelah, dan aku juga sangat merindukan Xavier. Berpisah sebentar saja, aku sudah rindu padanya bagaimana dengan nanti.

Untuk mengurangi rasa lelahku. Aku memutuskan untuk mandi dan beristirahat saja.

Aku memeriksa handphone dan ada pesan dari Xavier. Aku jadi semakin merindukannya. Aku semakin mencintainya, Bagaimana ini?

Kucing kecilku aku sudah merindukan mu.

Aku memeluk Handphone dengan senang dan terlelap dalam perasan penuh rindu pada Xavier.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!