NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Gemercik air dari dalam kamar mandi terdengar seperti dentuman gada yang memukul lambung Alceena berulang kali.

Di atas ranjang berantakan yang beberapa jam lalu menjadi saksi bisu dari penyatuan yang mereka sebut 'merdeka dan ikhlas', Alceena duduk bersandarkan kepala ranjang.

Dia menarik selimut abu-abu gelap itu tinggi-tinggi, membungkus tubuhnya yang mendadak terasa dingin memilu. Air mata yang sempat menetes kini telah mengering di pipinya, digantikan oleh kobaran api harga diri seorang diva yang baru saja diinjak-injak tanpa ampun.

Bagaimana bisa? Bagaimana bisa seorang pria yang semalam memeluknya begitu protektif, menghirup aroma tubuhnya seolah dia adalah oase kehidupan, dan berbisik tentang melepaskan masa lalu dengan begitu bijaksana, berubah menjadi monster yang buta dalam hitungan detik hanya karena satu kabar dari Chicago?

Pintu kamar mandi berdentum terbuka. Xander keluar dengan tubuh yang sudah dibalut pakaian lengkap—celana jins hitam dan kaus senada yang sempat dia kenakan kemarin.

Rambutnya yang hitam masih basah, namun tidak ada lagi kelembutan di sepasang mata heterochromia-nya. Sisi dingin, angkuh, dan penuh intimidasi dari seorang pewaris Stone kembali terpasang kokoh, bahkan jauh lebih pekat dari sebelumnya.

Xander melangkah tanpa memandang Alceena, langsung menuju karpet bulu untuk memungut ponselnya yang tadi dilempar.

Dia memeriksa layarnya yang beruntung tidak retak, lalu mulai menyambar dompet dan kunci-kunci miliknya di atas meja rias.

Dia memutuskan pergi. Langkah kakinya yang terburu-buru menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak ingin menghabiskan satu detik pun lagi di penthouse ini.

Melihat kepanikan yang egois itu, benteng pertahanan Alceena pecah.

Rasa sakit hatinya bermutasi menjadi amarah yang meledak-ledak. Dia tidak akan membiarkan pria ini berjalan keluar dari pintunya setelah melemparkan tuduhan sekotor itu tanpa perlawanan.

"Kau mau pergi ke mana, Xander Hayes-Stone?!" seru Alceena, suaranya melengking tajam, memecah keheningan pagi.

Dia menyibakkan selimut, menyambar jubah mandi sutra hitamnya dengan gerakan cepat, lalu mengikatnya kuat-kupu di pinggang sebelum turun dari ranjang.

Xander menghentikan gerakannya di dekat pintu kamar, namun dia tidak berbalik. "Bukan urusanmu. Kontrak gila kita selesai sampai di sini. Aku harus kembali ke Chicago," jawabnya dingin, datar, tanpa emosi.

Alceena melangkah lebar, memangkas jarak di antara mereka hingga dia berdiri tepat di hadapan punggung tegap Xander. Dia memaksa pria itu untuk berbalik dan menatapnya. Pertengkaran hebat di antara mereka tidak dapat dielakkan lagi.

"Kembali ke Chicago? Untuk apa?! Untuk mengemis lagi pada wanita yang jelas-jelas sudah menghancurkan hidupmu?!" Alceena menatap Xander dengan tatapan mencemooh. "Dengar ya, biar kuperjelas satu hal padamu yang otaknya sedang mati berfungsi. Nora tidak akan mungkin kembali bersamamu! Kalian sepupu, Xander! Hubungan kalian itu tabu, terlarang secara moral dan hukum keluarga! Kau gila? Apa kau benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu?!"

Kata-kata Alceena yang menghantam realita paling pahit itu seketika memicu kemarahan Xander ke titik tertinggi.

Dia berbalik dengan cepat, wajahnya mengeras dengan urat-urat leher yang menonjol tajam. Dia melangkah maju hingga tubuh tingginya mengintimidasi Alceena, menatap wanita itu dengan pandangan membunuh.

"Kau siapa?!" bentak Xander sekeras-kerasnya, suaranya menggelegar di dalam kamar, membuat atmosfer mendadak mencekam.

"Kau hanya wanita yang baru kukenal dua hari, Alceena! Kau tidak tahu apa-apa tentang hubungan kami! Kau tidak tahu apa-apa tentang apa yang sudah kami lalui selama empat tahun di Chicago!"

Alceena tersentak, namun dia menolak mundur satu senti pun.

Dia mendongak, menantang badai di mata Xander.

"Dan kau sangat licik!" lanjut Xander, telunjuknya menunjuk tepat di depan wajah Alceena dengan gemetar karena amarah.

"Kau sengaja melakukan semua ini semalam, kan? Kau sengaja mengangkat telepon dari Nora saat kita sedang... saat aku lengah! Kau membiarkan dia mendengar semuanya agar dia membenciku, agar pernikahan atau hubunganku dengannya benar-benar mati total! Dengan begitu, kau bisa menahanku di sini, memuaskan ego dan kesepianmu sebagai seorang diva yang juga habis dicampakkan! Kau memanfaatkan kerapuhanku, Alceena!"

Mendengar tuduhan yang begitu keji dan di luar nalar itu, Alceena tidak menangis.

Sebaliknya, dia justru tertawa.

Sebuah tawa sarkastik yang keras, hambar, dan dipenuhi oleh rasa tidak percaya yang mendalam atas betapa piciknya jalan pikiran pria di depannya.

"Hahaha! Licik? Kau bilang aku licik?!" Alceena menggeleng-gelengkan kepalanya, matanya berkilat berapi-api.

"Xander, buka matamu lebar-lebar! Kau kemarin sudah melepaskannya! Kau sendiri yang memohon di depanku sore tadi, meminta bantuan aktingku untuk membuatmu melupakannya! Kau bahkan ingin melupakannya dan menangis di wastafel dapurku seperti orang sekarat! Dan sekarang, kau menuduhku merencanakan konspirasi murahan ini?!"

Alceena maju selangkah, menekan dadanya sendiri dengan telapak tangannya.

"Dan baiklah... pergilah! Pergilah sejauh mungkin dari hidupku! Angkat kakimu dari penthouse-ku sekarang juga! Kudoakan kau bahagia dengan segala kegilaan dan kutukan hubungan terlarangmu itu!"

Suara Alceena mendadak merendah, namun setiap katanya terdengar seperti sumpah yang sakral. "Tapi aku bersumpah demi sisa kehormatan hidupku, aku sama sekali tidak memiliki rencana gila itu! Demi Tuhan, aku sudah menggeser layar merah semalam! Aku hanya ingin mematikan suara berisik yang mengganggu kita, aku tidak menekan tombol hijau! Jika telepon itu terangkat, itu murni kecelakaan atau ponselmu yang sampah! Aku menolak dituduh sebagai wanita ular oleh pria bajingan sepertimu!"

Xander menatap Alceena dengan napas yang memburu, rahangnya mengeras hingga berbunyi.

Alih-alih mereda karena sumpah Alceena, kepanikan di otaknya tentang apa yang mungkin didengar Nora membuat egonya menolak untuk meminta maaf.

Dia terlanjur mengunci Alceena sebagai pihak yang bersalah demi mengalihkan rasa bersalahnya sendiri yang telah mengkhianati komitmen batinnya pada Nora dalam semalam.

"Aku tidak butuh sumpahmu," ucap Xander dengan nada yang teramat dingin, seolah membekukan seluruh sisa kehangatan semalam. "Hubungan kita dari awal adalah sebuah kesalahan. Dan kau... adalah kesalahan terbesar yang kuharap tidak pernah kutemui di bar itu."

Kalimat itu menjadi belati terakhir yang merobek dada Alceena. Selesai sudah.

Tidak ada lagi ruang untuk rasa respect, tidak ada lagi sisa kekaguman dari sesi masak makan malam bersama.

Di antara mereka kini hanya tersisa dinding kebencian yang tebal dan saling bertolak belakang. Mereka berpisah dengan saling membenci, mengubur dalam-dalam keindahan dua malam tadi ke dalam dasar jurang ego masing-masing.

"KELUAR," usir Alceena, suaranya sangat tenang namun tajam seperti silet.

Dia berbalik memunggungi Xander, menolak melihat wajah pria itu lagi.

Xander tidak membalas. Dia menyambar jaketnya, berbalik, dan melangkah lebar meninggalkan kamar tidur utama, menuruni tangga melingkar, dan berjalan keluar dari pintu utama penthouse mewah Alceena tanpa sekalipun menoleh ke belakang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di lobi utama gedung apartemen mewah yang terletak di pusat kota Los Angeles, sebuah mobil sport mewah berwarna hitam metalik sudah terparkir manis di depan jalur penjemputan VIP.

Mesinnya yang bertenaga besar menderu halus, memotong kesunyian pagi yang masih cenderung sepi.

Pintu kemudi terbuka, dan seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun keluar dari sana.

Meskipun usianya masih sangat muda, perawakannya sudah tinggi tegap dengan garis wajah yang tegas dan sangat dingin.

Sepasang matanya yang tajam menatap ke arah pintu keluar lobi dengan ekspresi yang nyaris tanpa emosi—sebuah ciri khas yang menandakan garis keturunan bangsawan yang kaku.

Dia adalah Braxton Valerio-Desmon, sepupu Xander dari pihak keluarga besar Grandma Emmeline Valerio-Stone yang memang berdomisili dan memiliki pengaruh besar di Los Angeles.

Di kalangan keluarga, remaja dingin ini lebih sering dipanggil dengan inisial singkatnya: B.

Begitu sosok Xander keluar dari pintu kaca lobi dengan langkah besar dan wajah yang kusut berantakan, Braxton tidak menunjukkan keterkejutan sedikit pun. Dia hanya berdiri bersandar pada kap mobil sport-nya, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Xander mendekat, melemparkan tas kecil miliknya ke kursi penumpang belakang yang terbuka, lalu menatap sepupu mudanya itu.

"Kau datang tepat waktu, B," ucap Xander, suaranya parau dan berat.

Braxton—atau B—hanya mengangguk sekali.

Pria muda yang terkenal dingin dan irit bicara ini membuka pintu kemudi untuk dirinya sendiri, lalu melirik Xander dari balik kacamata hitamnya yang baru saja dia pasang.

"Aku selalu tepat waktu, Kak," sahut B pendek.

Xander masuk ke kursi penumpang di sebelah kemudi, mengempaskan tubuhnya yang lelah di sana. Sebelum mobil itu melaju, Xander mencoba mengalihkan pikirannya yang carut-marut dari Chicago dan Alceena dengan menanyakan kabar keluarga besar Valerio di kota ini.

"Bagaimana kabar Opa Maximilian dan Oma Amieyara?" tanya Xander, mencoba mencairkan keheningan yang biasa dibawa oleh sepupunya itu.

"Baik, Kak. Mereka sehat," jawab B dengan intonasi yang datar, tanpa berniat memperpanjang kalimatnya jika tidak diperlukan.

Tanpa banyak bicara lagi, jemari terampil B memindahkan tuas transmisi.

Mobil sport bertenaga kuda tinggi itu langsung melesat membelah jalanan aspal Los Angeles yang mulai ramai, meninggalkan area apartemen Alceena jauh di belakang.

B mengarahkan kemudinya menuju apartemen pribadi miliknya sendiri—sebuah tempat perlindungan sementara yang aman bagi Xander yang saat ini sedang melarikan diri dari badai tuduhan dan penyesalan yang dia ciptakan sendiri.

...🌷🌷🌷...

Ini dari masa depan loh kak reader 🤭🤣🤣

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!