NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di Balik Lambang Emas

Bianca tidak menyadari bahwa jemarinya telah mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya menekan telapak tangannya sendiri. Udara sore yang sebelumnya terasa sejuk mendadak berubah menyesakkan. Angin yang berhembus pelan di taman belakang mansion mengibaskan beberapa helai rambut pirangnya, tetapi untuk pertama kalinya ia sama sekali tidak memperhatikannya.

"Aku bertanya sekali lagi," katanya pelan.

Nada suaranya rendah, nyaris tenang, tetapi justru ketenangan itulah yang membuat pria di depannya menelan ludah dengan gugup.

"Rencana apa?"

Pria muda itu mengangkat kepala perlahan, lalu kembali menunduk. Tangannya terlihat sedikit gemetar di samping tubuhnya.

"Saya tidak tahu semuanya, Nona," jawabnya hati-hati. "Saya hanya diperintahkan memastikan seseorang berhasil masuk ke area kandang malam tadi."

Kalimat itu terasa seperti pukulan yang menghantam tepat di dadanya. Wajah Bianca langsung kehilangan warna.

"Apa maksudmu memastikan seseorang berhasil masuk?" tanyanya tajam.

Pria itu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dengan suara pelan.

"Saya hanya menjalankan perintah."

"Perintah siapa?"

Pertanyaan itu keluar lebih cepat daripada yang ia sadari sendiri. Pria tersebut ragu selama beberapa detik. Tatapannya bergerak gelisah, seolah sedang mempertimbangkan apakah ia harus berbicara atau tetap diam.

"Siapa?" ulang Bianca, kali ini dengan nada yang jauh lebih dingin.

Pria itu akhirnya menarik napas dalam-dalam.

"Tuan Adrian Laurent."

Bianca membeku. Dunia di sekitarnya seolah berhenti bergerak selama beberapa detik. Angin berhenti terasa. Suara burung di kejauhan menghilang, bahkan suara dedaunan yang bergesekan perlahan terasa menjauh dari pendengarannya. Adrian Laurent. Kakak laki-lakinya. Orang yang selama ini dipersiapkan ayah mereka untuk mengambil alih seluruh kekuasaan dan bisnis keluarga Laurent suatu hari nanti. Pria yang sejak kecil selalu dia lihat sebagai sosok yang tenang, cerdas, dan selalu beberapa langkah lebih maju dibanding orang lain. Pria yang mungkin terlalu ambisius, terlalu dingin, terlalu menghitung untung dan rugi dalam segala hal. Namun tetap saja...

"Itu tidak mungkin." Kalimat itu keluar hampir seperti bisikan.

Pria di depannya perlahan mengangkat kepala.

"Saya mengatakan yang sebenarnya, Nona."

Bianca menggeleng pelan. Tidak. Ia mengenal Adrian. Atau setidaknya ia berpikir demikian. Adrian mungkin bisa memanipulasi negosiasi bisnis, menghancurkan pesaing perusahaan, bahkan memanfaatkan situasi demi keuntungan keluarga mereka. Tetapi menyakiti seekor kuda? Membahayakan hewan yang tidak bersalah? Terlebih lagi menjelang kompetisi sebesar Autumn Equestrian Cup? Tidak. Adrian tidak mungkin melakukan itu. Bukan?

Namun pikiran lain segera muncul di kepalanya. Bagaimana jika targetnya memang bukan Star Bagaimana jika kuda itu hanyalah alat? Sebuah langkah kecil dalam permainan yang jauh lebih besar. Jantung Bianca mulai berdetak lebih cepat. Karena tiba-tiba ia teringat percakapan beberapa minggu lalu di ruang makan keluarga Laurent. Ayahnya berbicara mengenai kerja sama baru dengan Blackwood Ranch. Tentang saham, tentang sponsor, tentang posisi strategis dalam dunia equestrian internasional. Dan Adrian...Adrian hanya duduk diam sambil mendengarkan. Terlalu diam dan tenang. Ekspresi yang selalu muncul setiap kali pria itu sedang merencanakan sesuatu. Untuk pertama kalinya sejak percakapan itu berakhir, Bianca merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Keraguan. Bukan terhadap orang lain, melainkan terhadap keluarganya sendiri.

"Pergi dari sini," ucapnya dingin.

Pria itu terlihat terkejut.

"Nona—"

"Sekarang."

Nada suaranya tidak lagi memberi ruang untuk perdebatan.

Pria itu menunduk cepat.

"Baik, Nona."

Ia segera berbalik dan meninggalkan taman tanpa berani mengatakan apa pun lagi.

Bianca tetap berdiri di tempatnya. Tatapannya kosong mengarah ke perbukitan hijau yang membentang jauh di depan sana. Namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Di kejauhan ia dapat melihat sebagian area Blackwood Ranch, termasuk bangunan kandang VIP yang berdiri megah di sisi timur properti. Kandang tempat Star berada. Kandang tempat seseorang diam-diam masuk tadi malam. Dan untuk pertama kalinya sejak pagi, sebuah kemungkinan yang jauh lebih menakutkan mulai muncul di benaknya.

Bagaimana jika semua ini memang disengaja?Bagaimana jika seseorang benar-benar sedang mencoba menghancurkan Blackwood Ranch dari dalam? Dan jika nama Laurent benar-benar terlibat di dalamnya...Lalu berada di posisi manakah dirinya? Sebagai bagian dari keluarga Laurent? Atau sebagai seseorang yang selama ini berdiri di sisi Blackwood?

Bianca menutup mata sejenak. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia berharap pria itu berbohong. Karena jika tidak...Maka perang yang akan datang bukan hanya soal bisnis. Bukan hanya soal kompetisi, melainkan perang antara dua keluarga yang selama ini berdiri di sisi yang sama. Dan Bianca mungkin akan dipaksa memilih pihak.

Angin siang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya. Karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia mulai meragukan keluarganya sendiri. Sementara itu di ruang kontrol, Noah masih menatap layar monitor yang menampilkan gambar buram pria bertopi hitam tersebut.

"Lacak semua kendaraan yang keluar masuk ranch antara pukul satu sampai dua dini hari."

"Baik, Tuan Noah."

"Cek juga akses gerbang belakang."

Petugas keamanan segera bergerak. Edward berdiri diam di belakang putranya.

"Kita tidak bisa langsung menuduh keluarga Laurent."

Noah menoleh.

"Aku tidak menuduh siapa pun."

"Tatapanmu mengatakan hal sebaliknya."

Noah mengembuskan napas perlahan.

"Lalu apa penjelasan Ayah mengenai seseorang dengan lambang Laurent Group berada di kandang Star pukul satu tiga puluh tujuh pagi?"

Edward tidak menjawab. Karena ia juga tidak memiliki jawaban.

Beberapa menit kemudian salah satu petugas keamanan tiba-tiba berseru.

"Saya menemukan sesuatu."

Semua orang langsung mendekat. Di layar muncul rekaman dari kamera gerbang servis bagian timur.

Pukul 01.49 dini hari.

Sosok bertopi itu terlihat berjalan cepat menuju area parkir belakang. Kemudian sebuah SUV hitam memasuki frame kamera selama beberapa detik sebelum menghilang keluar gerbang.

Noah mempersempit matanya.

"Perbesar plat nomornya."

Gambar diperbesar. Kabur. Hampir tidak terbaca. Namun masih ada satu bagian yang terlihat jelas. Dua huruf terakhir.

LX.

Harold mengerutkan dahi.

"Itu kode kendaraan operasional Laurent Group."

Ruangan kembali sunyi. Noah perlahan menyandarkan tubuhnya ke kursi. Semakin banyak potongan yang mulai saling terhubung. Dan ia tidak menyukai gambar besar yang mulai terbentuk.

Di kandang VIP, Ellara masih berdiri di depan Star. Kuda hitam itu terlihat jauh lebih tenang dibanding pagi tadi. Meski begitu, telinganya masih sesekali bergerak gelisah setiap kali ada suara langkah mendadak.

Ellara mengusap lehernya perlahan.

"Kau melihat sesuatu malam itu, ya?"

Star mengembuskan napas pelan.

Ellara menatap sudut kandang tempat jejak sepatu ditemukan. Ada sesuatu yang mengganggunya sejak tadi. Sesuatu yang terasa salah. Bukan jejak sepatu itu, bukan juga keberadaan penyusup tersebut, melainkan reaksi Star.

Kuda biasanya takut karena ancaman fisik, suara keras, benda asing, atau seseorang yang bersikap agresif. Tetapi ketakutan Star berbeda. Lebih mirip...Trauma. Seolah ada sesuatu yang membuatnya percaya bahwa tempat itu berbahaya.

Tatapan Ellara perlahan bergerak menyusuri dinding kayu di belakang tumpukan jerami. Lalu ia berhenti.

"Harold."

Pelatih senior itu menoleh.

"Ada apa?"

Ellara berjalan mendekati dinding tersebut. Kemudian ia berjongkok. Di antara sela papan kayu tua terdapat sesuatu yang hampir tidak terlihat. Bekas goresan tipis, panjang, sejajar.

Harold ikut berjongkok di sampingnya.

"Itu bekas apa?"

Ellara menyentuhnya perlahan.

"Bukan bekas kuku Star."

"Kenapa kau yakin?"

"Karena tingginya terlalu rendah."

Harold ikut menyadari hal itu. Bekas goresan itu berada hanya beberapa sentimeter dari lantai. Terlalu rendah untuk dibuat seekor kuda dewasa.

Wajah pria itu berubah serius.

"Lalu siapa yang membuatnya?"

Ellara tidak menjawab. Tatapannya tertuju pada sesuatu yang terselip di sela papan kayu. Sesuatu yang kecil berwarna perak. Ia menarik benda itu perlahan. Dan seluruh tubuhnya langsung menegang. Sebuah peluit logam kecil tergantung di ujung rantai tipis.

Harold mengernyit.

"Peluit?"

Ellara mengangguk pelan. Namun bukan peluit biasa. Di permukaan logamnya terukir lambang yang sama dengan yang mereka lihat di rekaman kamera. Huruf L berwarna emas.

Harold menatap benda itu beberapa detik sebelum wajahnya memucat. Karena ia mengenali benda tersebut.

"Dulu pelatih-pelatih keluarga Laurent menggunakan peluit seperti itu saat melatih kuda balap mereka."

Ellara mengangkat kepala perlahan.

"Untuk apa?"

Harold menelan ludah.

"Peluit frekuensi tinggi."

Ellara membeku.

"Beberapa kuda bisa dilatih merespons suara tertentu yang tidak mudah didengar manusia."

Jantung Ellara berdetak semakin cepat.

"Kau maksud..."

Harold mengangguk pelan.

"Jika seseorang menggunakan peluit itu dengan frekuensi tertentu di dekat Star semalam..." katanya perlahan.

"...maka seseorang mungkin memang sengaja membuatnya panik."

Pada saat yang sama pintu kandang terbuka keras. Noah masuk dengan langkah cepat.

"Ada apa?"

Ellara menoleh.

Lalu tanpa berkata apa-apa ia menyerahkan peluit itu ke tangannya. Noah menatap benda kecil tersebut. Tatapannya langsung berubah dingin. Karena untuk pertama kalinya mereka tidak lagi hanya memiliki dugaan. Mereka memiliki bukti dan seseorang baru saja menyatakan perang terhadap Blackwood Ranch. Namun Noah belum mengetahui satu hal. Di balkon lantai dua mansion utama, seseorang sedang memperhatikan kandang VIP dari kejauhan. Sosok itu berdiri dalam bayangan sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Tetapi senyum tipis di bibirnya perlahan muncul saat melihat Noah menggenggam peluit itu.

"Bagus," gumamnya pelan.

"Kalian akhirnya menemukan umpan yang kutinggalkan."

Ia menoleh ke arah arena utama yang beberapa hari lagi akan menjadi lokasi berlangsungnya Autumn Equestrian Cup. Tatapannya dingin.

"Permainan sebenarnya baru akan dimulai."

1
TriAileen
kok gak up Thor.
Mia Camelia
lanjut thor😄cerita makin seru bikin penasaran
plis kasih clue siapa sih orang yg mau celakaiin star🤔🤔🤔😂
Andrea Ann
cerita yg menarik..semangat Thor 5 star untuk mu😁
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!