NovelToon NovelToon
Ketika Kakakku Menyentuhku

Ketika Kakakku Menyentuhku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Khansa Ecak

Kisah ini berawal dari sebuah tragedi di mana nafsu seorang kakak terhadap adek kandungnya, dari tragedi itu munculah sebuah kutukan yang mengakibatkan rusaknya hubungan keturunan, banyak sekali masalah ataupun teka-teki yang akan menghancurkan masa depan seorang gadis akibat kutukan mimpi, dan novel ini menceritakan dari lahirnya seorang gadis dari keturunan kutukan yang menghadiahkan seorang kakak pemangsa handal, akankah keturunan gadis ini akan mengakhiri kutukan itu dan mampu menjalani hubungan terlarang dari pernikahan bersyarat.

"Teryata!! Fras anak soni dan mereka berdua memiliki nama samaran seperti empat nyawa yang berbeda.... Hebat!!" ucap furqon di dalam hati tidak percaya akan seperti ini kisah hidupnya.

Jika kalian penasaran dengan alur ceritanya, yuk ikuti alurnya hinga memberikan ending yang tepat untuk kalian komentari trimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khansa Ecak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

_PERUBAHAN_

😺selamat membaca😺

~2028~

"Ayah, bunda" ucap Mekel membangunkan.

"ayah bunda gantian saja tidak apa-apa, aku gak ada kerja hari ini jadi aku putuskan untuk menemani Refa di sini, ayah sama bunda pulang dulu saja, biar aku sama Sofia dan Rizal yang menjaga Refa sampai dirinya bangun" ucap Mekel membangunkan Santi dan Furqon yang tertidur pulas di sofa ruangan.

"Oiya nak, bunda dan ayah juga sudah capek ini, apa Refa sudah bangun?" Tanya Santi seketika melihat ranjang Refa, teryata anaknya masih tertidur di atas ranjang itu.

"belum Bun, bunda pulang saja dulu ya, Mekel tidak tega melihat bunda kecapeaan" ucap Mekel meminta.

Santi segera menganggukkan kepalanya dan menitipkan Refa kepada Mekel, mereka pamit dan segera meninggalkan ruangan UGD itu.

***

Jam 13.00 tepat, Refa mulai tersadar dari pingsannya, ia mengerakkan tubuhnya yang terasa pegal, kemudian ia melihat seorang lelaki gagah yang tertidur di sampingnya dengan memegang tangannya, ia mengerakkan tangannya yang pegal dengan perlahan karena terlalu lama lelaki itu mengengamnya, seketika lelaki itu melepaskannya dan sedikit megoletkan badannya yang pegal.

AHH...

Rizal menguap dengan mulut lebar, mengerakkan bahunya ke kanan dan kiri kemudian memutar kepalannya yang terasa pegal, kemudian ia menyipitkan pandangannya, ia terkejut karena Refa sudah tersadar dengan menatap dirinya yang mengolet seperti karet melar.

Rizal melihat Sedikit senyuman miring dari bibir Refa, ia merasa malu dan membalas senyuman Refa dengan ragu.

"Sudah siuman ternyata adikku" ucap Rizal dengan suara beratnya, membuat Refa sedikit terhanyut dengan suara itu.

Refa hanya bisa mengangukkan kepalannya, ia kemudian mencari keberadaan orang tuanya tetapi yang ia temukan hanyalah mekly dan istrinya yang sedang tertidur di sofa, seketika tatapan Refa berubah ketika melihat sesuatu di belakan pundak rizal, Rizal yang penasaran kemudian menolehkan badannya dan melihat sepasang kekasih itu tertidur pulas di sofa panjang, mereka terlihat sangat romantis dengan saling berpelukan di sana, seketika air mata Refa mulai terlihat di sela-sela matannya, ia kembali merasakan jika dunia tidak adil kepadannya.

"Refa, kenapa nangis?" Ucap Rizal sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

Refa hanya terdiam meluruskan pandangannya untuk memandangi atap putih dengan bercak hitam kecil di seluruh bagiannya.

Rizal berfikir jika Refa menangis karena mengingat ulahnya dahulu dan kesalahannya berkata demikian hinga membuat Refa tidak sadarkan diri, namun fikiran itu salah, Refa sebenarnya sudah memaafkan tingkah laku Rizal kepadannya karena semua itu adalah takdir hidupnya yang sedang mempermainkannya, ia memahami jika ucapan Rizal itu benar, kakaknya tidak pernah menginginkannya, itu semua adalah bujukan setan yang menghantui kakaknya, ia hanya terharu dengan dekapan Mekel yang tulus kepada Sofia, ia ingin merasakan kasih sayang seorang lelaki kepadanya karena hormon anak yang di kandungnya.

Kemudian Rizal mengambil tangan Refa dengan lembut dan berjanji kepadannya.

"Refa dengarkan kakak! Kakak janji sama Refa akan membayar semua yang telah hilang dari kehidupanmu, kakak janji akan membayarnya adikku" ucap Rizal lembut di telinga Refa, ia merasakan perih di dalam hatinya saat melihat Refa menangis dengan tatapan kosong, hingga air mata Rizal keluar tanpa di minta olehnya, ia menggengam tangan Refa sambil mengusap air mata Refa yang mengalir seperti derasnya air terjun.

Hembusan nafas Rizal terasa hangat di telinga Refa, sehingga membuat air mata Refa semakin deras di iringi dengan isak pelannya.

"Adikku!! Jangan menagis, lihat kakak" ucap Rizal panik, kemudian ia memainkan mainan kecilnya dahulu untuk menenangkan adiknya saat menangis, ia melepas genggamannya kemudian menaruh kedua tangannya di muka dan membukanya dengan menampakan wajah konyol serta muka sembab.

BA... REFA LIAT KAKAK... CILUP BA

Refa yang melihat tingkah kakaknya membuat hati Refa semakin terasa sesak karena isaknya, ia mengingat saat dirinya masih kecil, ia selalu merindukan kedatangan kakaknya yang hilang, permainan itu selalu di mainkan Rizal ketika belum menghilang dari kehidupannya, ia kembali mengenangnya.

Rizal tetap memainkannya walau Refa semakin kencang tangisannya, ia harus membuat Refa tersenyum lagi, ia berusaha tetap menghibur Refa dengan mengintari ranjang Refa dan memainkan permainaanya dengan girang.

Refa yang melihat usaha Rizal untuk menghiburnya sangatklah kuat, ia menangis dengan tersenyum bahagia, ia menunjukkan senyuman manisnya walau di sertakan dengan wajah membengkak karena tangisannya, ia merasa bersalah dengan Rizal karena sudah menghukumnya atas takdir yang sudah ada pada diri mereka.

Rizal yang melihat senyuman itu semakin menghibur Refa dengan gayannya yang sangat konyol, mereka tertawa bersama.

Sedangkan Mekel dan Sofia yang merasa terganggu dengan tawa Refa dan Rizal, terbangun dengan keadaan berpelukan, mereka terkejut dengan apa yang sedang mereka saksikan, tetapi saat keduanya melihat aksi Rizal yang di luar pikirannya itu, Mekel segera memeluk istinya agar tidak merusak suasana di hadapannya, ia semakin memeluk Sofia agar mereka tidak ketahuan jika sudah bangun, Sofia yang terkejut dengan dekapan Mekel yang semakin erat sedikit mengeluarkan suara tetapi untungnya tidak terdengar oleh Rizal dan Refa, mereka saling menatap kembali dan mengisyaratkan untuk tetap di tempat untuk menjaga kebersamaan adik kakak itu.

***

Keakrapan keduannya sudah mulai terlihat, mereka saling tersenyum dan menguatkan, mereka juga berusaha melupakan apa yang sudah menjadi takdir mereka.

Sedangkan Mekel dan Sofia sempat terharu dengan apa yang mereka dengar dan saksikan, tetapi dekapan Mekel tidak bertahan lama, tangan Mekel terasa pegal karena di tindih oleh istinya yang juga merasa pegal di bagian pundakknya, mereka saling menampakkan wajah paniknya, karena Mekel sudah tidak tahan lagi, ia berpura-pura mengolet agar tidak di curigai karena sudah terbangun sejak satu jam yang lalu.

"AHH... istriku bangun lah, tanganku pegal" ucap Mekel bangun dan mengangkat tangannya kuat-kuat, ia segera membangunkan istinya yang juga berekting sedang mengumpulkan nyawa.

"Emm.... Iya" ucap Sofia mengolet juga, ia segera duduk dan pergi ke kamar mandi.

Rizal dan Refa menghentikan pembicaraan ya dan menoleh ke belakang untuk melihat kedua pasangan itu terbangun dari tidurnya.

"Wahh....Refa sudah bangun? Mau di telfonkan ayah?" Tanya Mekel ingat dengan ayah bundanya.

"Oke kak" ucap Refa tersenyum lebar.

Mekel yang berpura-pura tidak mengetahui apa yang sudah terjadi antara mereka, ia menaruh curiga.

"Kenapa tersenyum Refa? Gak ada yang lucu ya" ucap Mekel polos.

"tidak apa-apa kak, tolong telfonkan bunda" ucap refa meminta, ia sesekali melihat Rizal yang tersenyum kembali kepadannya.

Mekel segera mengambil henponnya dan pergi ke luar ruangan, ia segera menyampaikan kabar gembira itu kepada ayah bundanya.

di dalam telefon Mekel menyampaikan perkembangan Refa kepada ayah bundanya, Santi yang mendengar kabar itu, ia sangan bersyukur karena Refa terlihat bahagia, walau dirinya tidak mengerti apa yang membuat Refa bahagia, Santi dan Furqon segera kembali lagi ke rumah sakit.

1
yosh—
bagus...
yosh—
😰😰
yosh—
hadir!!! dukung q juga ya...
Hanisah Nisa
lanjut thor....
Suchy Babylee Nakagawa: ini sebenarnya novel inses ya
total 1 replies
Ayano
Aku mendengar ada suara hati remuk
Ayano
Horror jiir😱😱😱
Bisa-bisa malah terjadi drama baru ini
Ayano
Takdir. Mau digampar ampe garing juga akan tetep kek gitu
Ayano
Ebuset. Renyah bener suaranya wee
Ayano
Mendadak jadi kehidupan pernikahan Indah yak 🤣
Ayano
Kena serangan mental jiiir
Ayano
Aku ijinin dah 🤣🤣🤣
hanafi
ini kok refa gitu aihh
hanafi
ini kok refa gitu aihh
hanafi
oi oi oi... mau lhh😭
hanafi
hihhhhhh gereja thorr, knp hrs terjadii
hanafi
pie sih rizal kiii... ibarat rak gunooo😡
hanafi
wewewewewehhhhh... pie iki
hanafi
sosweet kali looo
hanafi
panjang thorr
hanafi
sebenere rizal pie sih orange
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!