visual masing-masing tokoh ada di Ig author : karyakukarepku_
pertemuan yang tidak disengaja mengakibatkan kematian seluruh keluarga nya tetapi di setiap musibah pasti akan ada kebahagiaan itu lah yang dirasakan oleh Warda. gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan seorang ketua mafia dan pertemuan mereka menjadikan keduanya sebagai ayah dan anak angkat. bagaimana kisah perjuangannya dalam membalas kematian seluruh keluarga nya dan semua penderitaan yang dia alami cus.... kepoin novel nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardatus Sholeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari kelulusan
pagi hari di kediaman keluarga Alexander Wijaya begitu ramai karena hari ini adalah hari dimana Putri satu-satunya di keluarga ini sedang mempersiapkan kelulusannya.
Tok tok tok
"umi!!! Abi!!! Cepet bangun ini sudah siang, ayo bangun?" teriak Warda dari balik pintu kamar kedua orang tuanya
UMI!!!
ABI!!!
Teriaknya lagi dengan nada yang sangat tinggi bahkan sampai terdengar sampai lantai bawah sehingga Felix yang tengah duduk di sofa ruang tamu terkejut dengan suara teriakan adiknya.
"astaga suaranya sampe bikin orang jantungan saja, pasti umi sama Abi habis begadang sampe gak kedengeran gitu suara teriakan si bocil haduh! Ini pasti perbuatan Abi udah tau pagi ini bakalan sibuk masih sempat-sempatnya dasar!!" ucapnya beranjak dari tempatnya dan menghampiri adiknya yang masih menggetok pintu Abi dan umi nya.
Tok tok tok
ABI!!! UMI!!! BANGUN!!!
"astaga dek bisa gak sih suaranya jangan keras-keras? Sampe kedengaran di lantai bawah!"ucapnya saat sudah di depan adiknya.
"kalo pelan-pelan Abi gak bakalan kedengaran kak, ini sudah jam enam! Gak biasanya Abi sama umi bangun kesiangan kayak gini udah tau hari ini acara wisuda ku" ucapnya cemberut dia sudah tiga puluh menit yang lalu berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya tapi tidak ada tanda-tanda Abi atau umi nya akan keluar.
"kita tunggu di bawah atau kita berangkat lebih dulu kalo Abi sama umi masih belum bangun nanti juga bakalan menyusul kakak akan kabari Abi kalau kita berangkat lebih dulu?" ucapnya ingin mengandeng tangan adiknya untuk pergi lebih dulu.
"gak bisa gitu dong kak! Umi sama Abi udah janji buat berangkat bareng masa Abi udah lupa sih?"ucapnya menundukkan kepalanya.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan menampilkan sosok yang di carinya tengah berdiri dengan masih bertelanjang dada dan muka bantal nya tercetak jelas bahwa ia baru bangun tidur.
"ada apa sih pagi-pagi sudah ribut?" ucap Alex yang masih belum sadar sepenuhnya
"loh Abi baru bangun" ucap Warda terkejut
"emm... Iya Abi habis begadang semalem ada apa hm?"ucapnya
"ABI LUPA KALO HARI INI WISUDA KU?" ucap ku marah
"Abi tega banget Warda sudah bangun subuh dandan sendiri karena Kata bik sumi gak boleh bangunin umi terlalu pagi hiks, Warda juga bangunin Abi sama umi setengah jam sampai kaki Warda pegel tapi Abi lupa hiks, ABI JAHAT!!! Hiks...
'astaga aku lupa!!! haiss Alex...' batinnya
"sayang maafin Abi ya? Abi benar-benar lupa kita berangkat sekarang oke Abi siap-siap dulu ya? Jangan nangis lagi hm?" ucapnya mengusap kepalaku yang tengah menunduk
"Warda tunggu Abi di mobil kalau sampai Abi belum turun juga Warda tinggal"ujarku meninggalkan dua manusia beda generasi yang tengah saling bersitatap itu.
Sepeninggalnya Warda yang tengah marah itu kini Alex dan Felix tersadar dari lamunannya dan menatap satu sama lain hingga Felix berbicara lebih dulu.
"lebih baik Abi cepat bersiap-siap sebelum Warda benar-benar meninggalkan Abi! Lain kali kalau ada acara penting lagi jangan ngajak umi buat begadang! Kalau sudah kayak gini Abi sendiri yang bakalan repot?" setelah mengatakan itu Felix menyusul adiknya untuk menunggu di mobil, sesampainya di mobil ia melihat adiknya yang tengah bermain handphone sepertinya ia sedang bertukar pesan entah dengan siapa.
Felix duduk di samping kemudi karena yang akan menyetir mobil hari ini adalah Abi nya tapi entahlah itu semua tergantung keberuntungan Abi nya kalau sampai telat untuk berangkat mungkin ia akan di tinggal, Felix mendiamkan adiknya karena ia tau bahwa Warda masih sedikit emosi jadi ia akan menunggu sampai Warda benar-benar sedikit lebih tenang.
"ck...Abi mana Sih udah 10 menit juga"gumamnya
****************
Sedangkan di dalam kamar utama keluarga Wijaya tepatnya di kamar Alex dan Fatimah yang seperti kapal pecah itu sekarang sudah bersih karena Alex membersihkannya secepat kilat dan segera membangunkan istri tercintanya yang sedang tertidur baru beberapa jam yang lalu.
"sweety bangun! Umi!! Fatimah ayo bangun kita harus cepat bersiap-siap sebelum Warda tambah merajuk?" ucapnya mencoba untuk membangunkan Fatimah.
Dan berhasil Fatimah yang mendengar nama anaknya itu terus terbangun " emm...emang Warda kenapa bi?" ucapnya sambil mengucek matanya dan menggeliat untuk merenggangkan tubuhnya yang terasa remuk redam.
"Abi lupa hari ini putri kita wisuda, Warda tadi mengetuk pintu selama setengah jam! Sekarang dia ngambek dan menyuruh kita untuk siap-siap 10 menit kita harus kebawah kalau gak Warda bakalan berangkat sendiri" jelasnya
"astaghfirullah, iya umi juga lupa! kalau gitu umi mandi dulu" ucapnya dan segera turun dari ranjangnya hingga kedua kaki jenjang menyentuh lantai
"ssh...akh"
Kakinya terasa lemas seperti jelly bahkan ingin berdiri saja ia kesusahan, betapa brutalnya sang Abi terlihat jelas, hanya dengan melihat kondisi sang umi.
"sweety kamu tidak apa-apa?"ucap Alex reflek menangkap tubuh lemah sang istri
"ini semua salah Abi? Liat Fatimah sampai gak bisa berdiri gini mangkanya kalau main tuh pelan-pelan jangan kasar? Mana waktunya mepet bagaimana kalau Warda tambah ngambek? Pokoknya kalau putri kesayangannya umi marah itu semua salah Abi!" ujarnya melengos dan bersidekap dada dengan keadaan yang masih terduduk di lantai yang dingin.
'aah.... kata-kata keramat semua perempuan sudah keluar! kalau dilihat-lihat Fatimah dan Warda benar-benar mirip sama-sama suka ngambek?' batinnya.
"baiklah! baiklah! Abi yang salah, maafkan Abi okey sweety? Sekarang kita harus cepat bersiap-siap sebelum Warda tambah marah?"ucap Alex mengalihkan perhatian
Hem
Mendapatkan respon yang kurang memuaskan dari sang istri Alex hanya bisa menghembuskan nafas pelan sebelum akhirnya...
"hah... baiklah kalau begitu kita mandi bareng saja biar lebih cepat?"ucapnya membopong tubuh sang istri ala bridal style
"Aaa.... dasar Abi mesum!!!"teriaknya, Fatimah hanya bisa pasrah saat dirinya dibopong seperti karung beras hingga pintu kamar mandi tertutup, hanya mandi biasa ya gais soalnya takut si bocil tambah marah haha...
15 menit telah berlalu hingga dua orang yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga dan menghampiri putrinya yang tengah menatap tajam kedua orang tuanya.
glek....
'Gila kenapa tatapannya sangat mengintimidasi banget biasanya aku tidak akan terpengaruh dengan tatapan tajam seseorang! Sekali di tatap tajam oleh Putri ku sendiri rasanya jadi merinding?' batinnya saat pandangan matanya bertemu dengan tatapan tajam putrinya
"pagi sayang maaf ya umi telat? Kita langsung berangkat saja ya?"ucapnya
"pagi umi! Umi kenapa jalannya kayak gitu? Apa umi sakit?"ucapku melihat umi Fatimah yang berjalan seperti tertatih-tatih.
"ah...tidak apa-apa kok sayang! Umi! U-umii jatuh di kamar mandi tadi! Ya umi gak sengaja kepleset ya kan Abi?" ucapnya menyikut lengan Alex.
"hah! Ah iya tadi umi sempat jatuh tapi Abi sudah pijat sebentar kok tenang aja sayang! Kamu gak usah khawatir! Udah yuk keburu telat" ucapnya mengalihkan perhatian sang putri.
Setelah perdebatan singkat akhirnya mereka berangkat juga ke sekolah tempat sang putri melaksanakan kelulusannya.
****************
Sebuah mobil hitam dengan Merk Levus LM dan satu mobil hyundai memasuki area parkir yang letaknya berada di beberapa meter dari sekolah, lebih tepatnya di samping rumah kepala sekolah.
mobil paling belakang sendiri lebih tepatnya mobil pengawal keluarga Alexander Wijaya lebih dulu turun untuk membukakan pintu mobil keluarga majikan mereka.
"terimakasih breil" ucap Alex turun lebih dulu "sama-sama tuan" balasnya
"ayo sayang, kayaknya udah mau mulai tuh acaranya?" Alex mengulurkan tangannya untuk membantu putrinya turun.
"Warda udah nyangka bakalan telat, dan itu semua salah Abi. kenapa susah kali di bangunin hemp?" ucapnya meraih tangan abinya dan turun begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih.
*aahh...kena lagi dah! Mereka emang mirip ya?*Alex membatin dan memandang putrinya yang berlalu begitu saja menyusul istrinya yang sudah turun dari mobil bersama Felix yang sudah berada di depan gerbang.
Alex menggaruk tengkuknya yang tak gatal menghadapi situasi yang seperti ini.
lanjutkan
ditunggu lanjutannya 😍