NovelToon NovelToon
Cinta Diujung Waktu

Cinta Diujung Waktu

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:293.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Geisya Tin

#Wanitakuat
#Ceo

Maisara Hayati hampir saja menangis, saat berdiri di dekat pintu kamar Roni dan mendengar ucapan sang kekasih yang membuat telinganya sakit.
Namun, hal inilah yang membuat gadis itu akhirnya mantap menerima pernikahannya dengan Harlan Mahespati Prawira, seorang pria yang menderita stroke, dan tidak bisa melakukan apa-apa.
“Aku bersyukur, Maisara mau menikahi laki-laki itu atas permintaan Bibi Wendi, coba kalau dia menolak ... kita nggak akan bisa menikah secepatnyaa!”
Kalimat yang menyakitkan didengar Maisara dari balik pintu kamar Roni, kekasihnya itu. Ia tidak menyangka jika orang yang dicintai ternyata tega menghkianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35

Menunggu Maaf

Kaca mobil bagian penumpang perlahan turun, dan Maisara menoleh dengan mata terbelalak sempurna.

“Hai!” sapa seseorang sambil tersenyum ramah, dia Caca. Gadis kecil itu turun dari mobilnya secara perlahan.

“Kau?” tanya Maisara sambil mengerutkan kening, ia mencoba mengingat wajah Caca. Sesaat kemudian ingatannya terbang pada kematian ayahnya, di mana ia menemukan gadis itu di sana.

Maisara tersenyum dan menyambut uluran tangan Caca yang ingin menjabatnya.

“Caca? Apa kabarmu?” tanya Maisara saat bersalaman.

“Aku? Seperti ini .. masih sama, masih menunggu seseorang untuk memberikan maafnya padaku!” Caca menyahut sambil bersandar di samping mobil, dan melipat kedua tangannya di depan dada. Dia tampak lebih dewasa dari anak seusianya dan begitu anggun saat mengajak Maisara berbincang.

“Apa di sini rumahmu?” tanyanya.

“Ya, aku tinggal dengan ibuku di sini. Ayo! Mampirlah!”

Caca mengangguk ia mengingat seorang wanita yang bersama dengan Maisara saat dia ada di pekuburan waktu itu.

Kemudian dia berkata, “Maaf, sepertinya tidak bisa kali ini, mungkin lain kali, yang penting aku sudah tahu kau tinggal di sini ... Bagaimana, apa sudah bertemu dengan Kak Harlan?”

“Oh! Kau memanggilnya Kakak? Itu manis sekali! Tapi aku belum bertemu dengannya.” Maisara terpaksa berbohong, padahal, ia punya kesempatan bertemu pria itu hampir setiap hari, tapi dia tidak pernah menyampaikan pada Harlan tentang keinginan Caca yang ingin meminta maaf padanya.

“Seandainya bisa secepatnya ketemu dia, mungkin aku tidak akan terus merasa bersalah seperti ini. Oh ya, terima kasih kau sudah menyampaikan pesanku pada pembuat komik itu, dia sudah upload setiap hari sekarang ... seandainya aku bisa bertemu dengannya, aku akan memberikan hadiah padanya secara langsung!”

“Hm ... Jadi, begitu, ya? Entahlah, kapan aku akan mempertemukan kalian!”

Sebenarnya Maisara penasaran, tapi ditahannya. Walaupun, ia ingin sekali mengatakan jika dirinyalah si pembuat komik dalam cerita yang disukai oleh Caca, tapi belum waktunya gadis itu tahu. Ia masih ingin merahasiakan nama aslinya. Hanya karena alasan privasi, dan ia tidak ingin terganggu.

Caca pergi setelah melihat jam di tangannya, ia harus mendatangi tempat les pianonya.

Dari pertemuan Caca dengan Maisara, mereka saling tahu jika suatu saat, kemungkinan besar mereka bisa saling bertemu lagi. Caca tahu di sanalah Maisara tinggal, secara tidak langsung, mereka berada di lingkungan yang berdekatan dan kemungkinan akan sering bertemu di tempat itu.

Baru saja Maisara hendak berbalik badan, sebuah mobil lain berhenti di belakangnya dan ia pun menoleh karena penasaran. Ia begitu terkejut karena tahu mobil yang baru saja membunyikan klakson adalah kendaraan yang biasa dipakai oleh Harlan. Seketika pikirannya melayang, tidak menyangka jika akan secepat ini dirinya ditemukan.

Maisara kesal karena keadaan seperti tidak berpihak padanya. Ia sudah seharian memiliki banyak kegiatan, dari mengurus ibunya, mencuci dan menyetrika pakaian, lalu memasak dan membersihkan rumah. Walaupun Daina sudah lebih baik, tapi malam harinya ia banyak begadang untuk menyelesaikan komik. Siang tadi, setelah selesai dengan urusan rumah, ia pergi untuk bertemu dengan sanaya. Dan, saat pulang ia ingin segera beristirahat dan tidur, tapi justru sekarang dihadapkan pada masalah yang lebih besar lagi.

Maisara melihat Harlan turun dari mobil setelah dibukakan pintunya oleh asisten. Seketika dia terkejut.

Dia berdiri dan berjalan! Ya Tuhan, sejak kapan ini terjadi dan aku tidak mengetahuinya? Dia ... Benarkah dia Harlan? Apa untuk ini dia pergi, demi latihan dan terapi? Oh! Aku terpesona!

“Mau apa kamu kemari?” tanya Maisara tanpa basa-basi setelah mereka saling melihat, dan asisten menutup pintu mobil rapat-rapat dan pria itu berdiri seperti biasa di samping Harlan. Wanita itu menyembunyikan keterkejutannya.

“Kamu tidak penasaran kemana aku selama ini pergi atau bagaimana bisa tahu di mana kamu tinggal?” Harlan balik bertanya.

Maisara sebenarnya penasaran, tapi ia memilih untuk tidak mau tahu saja. Kalaupun dijelaskan pun tidak ada gunanya.

“Kamu pasti latihan jalan kaki, kan?” kata Maisara sambil tersenyum penuh kemenangan merasa dirinya benar.

Harlan menatap serius sambil memikirkan tebakan Maisara benar. Namun, ia memilih untuk tidak mengomentari soal kesembuhan dirinya lebih jauh. Ia tetap harus ingat pesan dokter, ‘jangan berjalan lebih dari 50 meter’.

“Apa kamu tidak mempersilahkan aku masuk?” tanya Harlan akhirnya tanpa basa-basi juga, ia tidak mungkin terus berdiri di sana.

“Memangnya rumah siapa di sini ... berani-beraninya kamu minta masuk, apa urusanmu juga?”

“Kamu yang jadi urusanku, ingat aku belum cerai sama kamu!”

“Belum bercerai tetapi akan! Jadi tidak masalah karena aku pergi dari rumah itu!”

“Kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Kenapa kamu kabur?”

“Kamu masih tanya kenapa? Aku tidak mau tinggal dengan wanita lain di sana ... kalau kamu mau menikah lagi silakan, tapi ceraikan aku dulu! Aku tidak mau hidup dengan suami yang memiliki dua istri, dan tinggal satu rumah! Menjijikkan sekali!”

“Siapa yang bilang aku mau nikah lagi?”

❤️❤️❤️❤️

1
Muliahati Ziliwu
harusnya pergi jauh dr hdp Harlan biar dia sadar bahwa tindakannya salah
El_Tien: suatu saat dia akan sadar, hehe
total 1 replies
Muliahati Ziliwu
moga aja bapak laknatnya may metong cuma nyusahin
El_Tien: iya, nyusahin banget
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bersambung kemana?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pengulangan?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
danang, ujianmu berat.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😍😍😍😍😍😍😍😍😁😍😍😍
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
apakah surya akan bertemu mentari lagi?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
ya ampun. minar jahat juga anaknya itu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pembicaraan orang-orang yg menjelang putus asa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh gani abangnya ayana?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭..... kisah miris lagi.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 sedih banget
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
akhirnya menikah
El_Tien: asyik tuh 🤣
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hayo. adam jawab apa ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kayanya ibu pingsan gegara kedatangan erik ya?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
langsung lamar aja napa, cih? lama benel
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jadikanlah yura ibunya.. 🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naina gak jelas
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
liat rumah baru bareng calon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!