CERITA INI SAMBUNGAN DARI NOVEL SEBELUMNYA YANG BERJUDUL SAMA ,TAPI DI SINI KITA AKAN BERFOKUS PADA CERITA IVAN DAN ANGGI
Anggi yang awalnya hanya gadis biasa dan hidup pas²an tapi semuanya berubah setelah kepergian sang ayah untuk selama nya di mana dokter yang menangani ayah nya berjanji pada ayah nya sebelum meninggal
Hingga hubungan keduanya menjadi saudara tak kalah orang tua dokter mengangkatnya jadi anak Namun ada yang membuat Anggi tidak tenang saat perasan nya mulai tumbuh pada sang dokter.
nanti kita akan selingi dengan Brian dan Alex ya 😘😘😁
bagaimana kisah keduanya ?? apa kah mereka akan bahagia atau mereka akan memiliki jalan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengangguran
Ivan menyempatkan diri menjemput Anggi pulang sekolah sekalian mengajak istri kecil itu makan siang namun sesampainya di sana di melihat pemandangan yang seketika membuat darah nya mendidih.
Tin ....tin ...tin ..
Anggi yang sedang tertawa dengan teman²nya langsung terhenti menetap ke sumber suara .
" Kaka mu Gi " Ujar Adam mengelus dadanya karena kaget .
" Biarkan saja " Jawab Anggi acuh tanpa melepaskan tangan nya dari tangan Ray .
Membuat Ivan harus ke luar dari mobilnya menghampiri mereka , Ivan tidak peduli menjadi pusat perhatian mahasiswa yang ada di sekitaran parkiran karena memang hari ini mereka pulang lebih awal .
" Mau kakak yang lepaskan tangan mu " Ivan menatap datar Anggi lalu menatap Ray dengan tajam .
" kakak ngapain sih di sini ? " Untuk pertama kalinya Anggi berbicara seperti itu dengan Ivan ,biasanya dia langsung masuk dalam mobil saat Ivan membunyikan klakson mobil nya .
" Anggi " Anggi langsung melepaskan tangan nya dari lengan Ray.
" Maaf Kak,saya ...."
" Saya bukan kakak mu " Potong Ivan menatap tajam Ray lalu menarik lengan Anggi .
' Duluan gays " Pamit Anggi di sela langkahnya karena Ivan sudah menariknya ke arah mobil
" Masuk " Tanpa menolak Anggi langsung masuk dalam mobil .
Brak
Suara bantingan pintu membuat ketiga teman Anggi ketakutan .
" Kamu sih Ray " Tegur Adam menyalahkan Ray.
" aku juga tidak tahu ,tiba² saja Anggi memegang tangan ku " Bela Ray,karena memang itu kenyataan nya tapi dalam hatinya dia merasa senang dengan apa yang di lakukan Anggi .
"Ayo pulang " Ajak Putri melerai keduanya .
Sedangkan dalam mobil Ivan mulai menyalakan mobilnya lalu meninggalkan pekarangan sekolah .
" Katanya hari ini kakak sibuk ? " Anggi menetap ke arah samping namun Ivan hanya diam saja .
" Kakak , istri nya lagi ngomong Lo " Lanjut nya masih menatap Ivan .
" Istri " Cibir Ivan menatap tajam Anggi sebentar lalu kembali fokus pada jalanan yang di depannya " Terus yang kamu lakukan barusan apa itu gambaran seorang istri " Lanjut nya kesal .
" kakak juga kaya gitu sama Kaka Syifa " Balas Anggi tenang .
" Jadi ceritanya kamu mau balas dendam " Ucap Ivan tersenyum miring .
" Ngapain balas dendam , tidak penting " Bantah Anggi cepat membuat Ivan tertawa kecil .
" Kakak tidak akan melarang mu dekat dengan teman²mu asal kamu tahu posisi mu ,dari matanya saja kakak sudah bisa melihat jika Ray memiliki perasaan padamu " Anggi langsung menatap ivan serius " Kaka tahu dari mana ? " Tanya Anggi polos .
" Kami sama² laki² Sayang ,jadi tahu " Jawab Ivan tenang .
" Putri perempuan tapi dia juga pernah ngomong seperti itu " Jawabnya bingung .
" Berarti istri kakak sendiri yang bodoh, Putri saja bisa tahu " Anggi memanyunkan bibirnya kesal membuat Ivan tersenyum lalu meraih tangan Anggi di genggam nya .
" Mau makan apa ? " Tanya Ivan lembut .
" Memang kakak sudah tidak ada kerjaan di rumah sakit " Tanya Anggi menyadarkan kepala nya di pundak Ivan .
Cup
Ivan mencium kepala Anggi dengan lembut " Ada ,tapi kakak ingin makan siang dengan istri ku setelah itu kakak kembali lagi ke rumah sakit " Jawabnya lembut.
" Kakak tidak perlu melakukan itu ,nanti Kaka cape sakit gimana ? Kan kita bisa makan bersama di rumah nanti malam to ayah sama ibu juga sudah tahu hubungan kita " Jawab Anggi khawatir.
" Malam aku tidak pulang " Anggi langsung mengakat kepalanya menatap Ivan " Kaka jadwal jaga sayang " Seketika wajah Anggi berubah " Terus kakak pulang nya besok pagi " Ivan menggelengkan kepalanya" Besok sore " Jawab Ivan .
" Nanti tidur di kamar kaka ya " Ujarnya namun Anggi hanya diam saja ,Ivan menatap ke arah sang istri lalu tersenyum mencium punggung tangan Anggi .
" Maaf sayang " Ujar Ivan menyesal .
"Tau ah " Jawab Anggi marah .
" Nanti lusa nya kakak libur jadi kita bisa pergi jalan-jalan,kan weekend juga kamu libur " Ivan mencoba merayu istri nya agar tidak marah namun wanita itu tetap saja diam .
" Sayang" Anggi menghela napas panjang lalu menatap Ivan " Kakak boleh cari kerjaan lagi saja tidak " Ivan langsung tertawa .
" Tidak bisa sayang,kalaupun bisa aku harus mencari pengganti ku dan harus sesuai dengan keinginan Alex dan Brian rumah sakit yang aku pegang sekarang itu milik Brian sayang ,dan dia tidak gampang percaya sama orang ,tapi setelah itu kakak pengangguran jadi kamu tidak bisa meminta beli jajan " Anggi menatap sinis suaminya lalu kembali merebahkan kepala nya di pundak Ivan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
lanjut dong kak 🙏