Karena sebuah kesalah pahaman memisahkan mereka tapi di pertemukan kembali di saat yang tak terduga.
Delia dan Leon kisah mereka yang belum terselesaikan kan akhir nya di pertemukan kembali lewat seorang anak kecil.
Apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia ? atau menemukan pasangan hidup masing-masing !.
Cerita ini cuma halu semata ya, untuk menghilangkan jenuh othor jadi semoga suka😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Dy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 Akhir nya Drop
Setelah kami sampai di rumah aku mengajak bang ryan mampir terlebih dulu.turun dari mobil aku merasakan badan kurang enak dan pandangan ku sedikit berkunang-kunang.
tiba-tiba bang Ryan menopang tubuh ku "hey dek kamu kenapa...?"sambil meletakkan telapak tangan nya di kening
"astaga kamu demam dek kita ke dokter aja ya."ucap bang ryan sambil memapah ku masuk ke dalam rumah
"aku gpp kok bang cuma pusing aja kaya nya kecapean deh." ucap ku setelah duduk bersandar di sofa
"jangan bandel dek muka kamu pucet banget itu apa nya yang gpp,pokoknya kita ke dokter." ujar bang ryan bersikeras
Karena keributan yang di buat akibat perdebatan kami ayah dan ibu keluar dari kamar nya menghampiri kami.
"ini ada apa kenapa kalian ribut banget...?"tanya ibu
"itu kenapa delia wajah mu pucat sekali nak." ucap ayah
"ini om delia kayanya kecapean cuma gak mau aku ajak ke dokter buat cek."ucap bang ryan sambil memberikan air putih yang di bawakan ibu
"ya udah kalo gitu kamu anterin adek mu ke dokter sana kalo dia gak nurut gendong sekalian."omel ibu yang ikutan memaksaku untuk ke dokter
"ibu aku gak mau ihh biar istirahat aja pasti sembuh."ucap ku sambil memeluk ayah mencari perlindungan
"udah turutin aja apa kata ibu biar kamu nya sembuh sayang,nanti kalo bang satria tau kamu dimarahin sama dia." ujar ayah yang menasehati ku dan mau tak mau akhirnya aku menuruti keinginan mereka.
"ya udah kalo gitu biar aku aja yang ngurusin delia om sama tante istirahat aja ya."
"ya udah kalian hati-hati di jalan nanti kabari om kalo ada apa-apa."
Setelah kami berpamit bang ryan menggiring aku lagi memasuki mobil dan sedikit menyetel posisi kursi agar sedikit bersandar supaya membuat ku nyaman.
Keluar dari pekarangan rumah bang ryan mengendarai mobil dengan kecepatan stabil,karena tidak kuat menahan rasa pusing aku pun memejamkan mata karena rasa berat mata kian menjadi.
Terdengar samar-samar suara bang ryan tengah menelpon seseorang yang tidak jelas suaranya. "mama aku seperti malam ini tidak pulang ke rumah,delia mau aku bawa ke dokter dia sepertinya sakit." ucap nya
"ya udah aku tutup dulu ma selamat malam."
"dek kamu masih sakit kepalanya...?"tanya bang Ryan sambil memandang ke arah ku sebentar
"iya bang kepala aku makin pusing deh."jawab ku sambil sesekali memijat kepala
"sabar ya sebentar lagi kita sampai."
Sesampai di rumah sakit aku pun di papah untuk memasuki ruangan dokter pribadi keluarga kami.di sana telah menunggu seorang dokter laki-laki yang sebahaya ayah ku.
"selamat malam dok."
"malam mas ryan ini mba delia nya kenapa..?"setelah kami duduk di depan nya
"coba di periksa saja dokter."ucap bang ryan
setelah nya aku berbaring. "ini mba delia nya cuma dehidrasi aja dan terlalu kecapean jadi cukup di infus aja kok mas ryan setidak nya menginap satu hari nanti saya siapkan kamar nya." ucap dokter tersebut
Setelah itu aku pun benar-benar di infus karena kelelahan dan harus di rawat inap walau satu hari.dan yang menemaniku bang ryan,,,untuk ayah dan ibu mereka sudah di kabari bahwa aku harus di rawat inap dan besok mereka akan berkunjung.
Karena hal ini juga bang ryan langsung meminta ibu untuk mengambil izin cuti ku untuk selama 3hari untuk tidak masuk mengajar ke sekolah dan aku tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti mereka.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀