Niken Asmara,gadis manis berusia 18 tahun.Harus mengubur cita citanya untuk kuliah karena mengalami kesulitan ekonomi.Dia melamar kerja sebagai ART dirumah keluarga Baskoro,keluarga paling kaya di Jawa Barat.
Dirumah itu,Niken bertemu dengan Julian Baskoro,putra tunggal Tuan Baskoro.Pria tampan berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai seorang pengusaha.
Julian hobi bergonta ganti pacar,dia seorang playboy kelas kakap yang lihai memainkan hati perempuan.Sifat nakalnya itu muncul setelah dia diselingkuhi oleh kekasihnya sendiri.
Diam diam,Tuan Baskoro memiliki rencana untuk menjodohkan Niken dengan Julian.Dia menganggap Niken adalah calon istri terbaik untuk Julian.
Bagaimanakah kelanjutan kisah Niken dan Julian?
Apakah rencana Tuan Baskoro untuk menjodohkan mereka berdua membuahkan hasil?
Follow IG : Fatmawati 1472
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
...🍂🍂🍂Happy Reading🍂🍂🍂...
Kring...Kring...Kring...
Telfon rumah berdering,Niken melangkah dengan malas ke ruang tengah untuk mengangkat telfon itu.
"Hallo,"sapa Niken.
"Nak,bagaimana kabarmu?"Tanya Baskoro.Suara itu terdengar sedikit berat.
"Ayah,apa ayah sedang sakit?"Niken khawatir.
"Tidak,Ayah baik baik saja kok.Hanya sedikit batuk dan pilek saja,"
"Oh,begitu.Kabarku baik,kabar Ayah bagaimana?"
"Kabar Ayah juga baik.Sudah USG belum?"
"Sudah,anakku perempuan,"
"Ha...Ha...Ha...Betul kan tebakan Ayah?Tebakan orangtua memang tidak pernah meleset,"Baskoro begitu merasa senang.
"Ngomong ngomong,kapan kalian akan berkunjung ke sini?Ayah rindu!"
"Aku akan bicarakan itu dengan Julian nanti,semoga dia punya waktu luang untuk pulang ke sana,"
Lama mengobrol,Baskoro mengakhiri telfonnya.Niken langsung masuk kedalam kamar dan mengurung diri.Sudah hampir dua hari dia mengacuhkan suaminya,dia kesal karena sifat genit dari pria itu tidak juga raib dari muka bumi.
Julian masuk kedalam kamar,dia melirik kearah Niken dan wanita itu langsung membuang muka.Julian menarik nafas berat,dia memberanikan diri untuk mendekati Niken dan mengajaknya berbicara.
"Maafkan aku,"ucap Julian.Dia sadar kalau dirinya memiliki kesalahan.
"Tidak perlu meminta maaf,mencintai seseorang bukanlah sebuah kesalahan,"celoteh Niken.
"Apa maksudmu?"
"Aku tau kamu masih memiliki rasa pada wanita itu,Jujur saja padaku!"
"Berhenti berburuk sangka padaku Niken,aku hanya mencintaimu."Tekan Julian.
"Benarkah?Kenapa hatiku merasa ragu ya?Sepertinya aku perlu waktu untuk percaya pada kata katamu itu,"
Lelah terus menerus disudutkan istrinya,Julian keluar dari kamar itu dan kembali keruang kerjanya.
Tak sengaja,Bruno mendengar pertengkaran Julian dan Niken.Dia merasa tidak tega pada wanita yang sedang hamil besar itu,Bruno harus bisa menasehati Julian agar dia tidak termakan oleh perasaanya yang sudah berlalu.
Menjadi pria setia memang sulit,tapi bukan pria namanya jika tidak mampu setia pada satu pasangan saja.Itu keyakinan yang sangat dijunjung tinggi oleh Bruno.
*****
Tok...Tok...Tok...
Klak,,,
Bruno membuka pintu ruang kerja Julian setelah mengetuknya beberapa kali.
"Ada apa?"Tanya Julian.
"Ada yang ingin saya sampaikan pada anda,"
"Soal apa?"
"Soal kedekatan anda dengan mantan kekasih anda.Sebaiknya anda berhati hati,saya tidak mau anda terjebak dengan perasaan masa lalu anda,"ucap Bruno.
"Jangan mencoba menasehati aku Bruno,kamu tau kan aku paling tidak suka dinasehati.Apalagi oleh bawahan ku sendiri,"Julian menatap Bruno dengan tatapan tidak suka.
"Tapi bos,apa yang saya katakan untuk kebaikan anda.Saya hanya tidak mau anda menyesal dikemudian hari,"
"Jangan urusi urusanku,urusi saja urusanmu sendiri!"bentak Julian.
Bruno terdiam,jika sudah begitu tidak ada yang bisa dia lakukan selain menutup mulut dan beranjak pergi.
Bruno masuk kedalam kamarnya,dia mengambil ponselnya dan mengecek semua pesan yang masuk.Total ada sepuluh pesan masuk dari citra untuknya.
"Sudah makan belum?"
"Sudah mandi belum?"
"Lagi ngapain?"
"Sudah mandi belum?"
"Sudah tidur belum?
"Kok chat ku tidak dibalas?Sibuk kah?"
"Aku rindu kamu?"
"Nanti malam telfon ya!"
"Tes...Tes..."
"Hallo.."
Bruno tertawa membaca semua pesan yang dikirim citra.Isinya selalu sama setiap hari,bahkan jam mengirim pesan pun sama.Kenapa bisa pas begitu ya?
"Wanita itu apa tidak memiliki pekerjaan lain selain mengirim pesan?"Batin Bruno dalam hati.
Bruno pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah itu dia memakai pakaian bagus dan menyisir rambutnya agar rapih.Meski hanya pacaran lewat Vidio call,penampilan Bruno harus selalu sedap dipandang oleh mata.
Bruno menghubungi nomor Citra,beberapa kali dia mencoba hasilnya selalu sama.Wanita itu tidak mengangkat telfonya,apa dia sudah tidur?Padahal jam baru menunjukan pukul sembilan malam.
Akhirnya Bruno mengurungkan niatnya untuk menelfon citra,dia naik keatas kasur,menarik selimut dan pergi tidur.Beginilah resiko pacaran jarak jauh,tapi Bruno terlihat sangat menikmati hubungan jarak jauh itu.
Bersambung...