Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.
Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.
Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.
Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.
Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.
Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35. DIPECAT JADI OFFICE GIRL
Popoy terburu-buru membawa kopi ke ruangan rapat. Dia tidak ingin kena marah karena terlambat mengantarnya.
Sesampainya di depan ruang rapat, Popoy mengetuk pintu dan penjaga mengizinkannya masuk.
Popoy tidak berani menatap Alex, dia meletakkan satu persatu minuman di hadapan para peserta rapat.
Tapi, ketika dia hendak meletakkan di hadapan Alex, Popoy pun tersandung dan akhirnya minuman itu mengenai baju seorang tamu.
Popoy meminta maaf, dia sangat takut jika Alex marah. Lalu dia mengeluarkan sapu tangan dari saku dan mengelap noda kopi pada baju tamu tersebut.
Lengan Popoy di pegang, lalu tamu tersebut berkata pelan di dekat telinganya, "Aku akan memaafkan mu tapi ada syaratnya. Temui aku sepulang kerja," ucapnya sambil menyelipkan kartu nama ke saku baju seragam popoy.
Dan sebelum Popoy pergi untuk mengambil minuman Alex lagi, kembali tamu itu mengingatkan, "Ingat ya! kamu harus menebus kesalahan ini. Jangan sampai tidak datang, karena aku tidak suka itu!" ucapnya sembari tersenyum.
Senyum itu membuat Popoy bergidik ngeri, dia tidak tahu apakah harus datang atau tidak.
Tapi, Popoy memang bersalah dan harus meminta maaf. Karena kecerobohannya baju tamu itu jadi kotor terkena noda kopi.
Alex yang memperhatikan hal itu mengepalkan tangan, dia menatap sinis ke arah keduanya. Alex marah, dia tidak suka ada pria lain yang menyentuh Popoy.
Namun, Alex berusaha menahan diri, dia harus menghargai para tamunya.
Setelah tangan Popoy di lepaskan oleh tamu tersebut, diapun langsung menuju pantry untuk membuatkan kopi Alex lagi.
Namun, saat kopi itu sudah selesai dibuat dan popoy ingin mengantarnya, diapun kaget, Alex sudah berdiri di ambang pintu masuk.
Dengan tatapan dingin, Alex terus memandangi Popoy hingga membuat gadis itu salah tingkah. Popoy tahu, Alex pasti marah besar atas keteledorannya tadi.
Alex berjalan mendekat dan hal itu membuat tangan Popoy gemetar, hingga kopi di tangannya hampir saja tumpah.
Alex tiba-tiba berkata,"Buang! aku tidak mut lagi untuk minum kopi!"
"Hah, dibuang? sayang dong Tuan! kalau begitu biar aku saja yang meminumnya," ucap Popoy sembari hendak menyeruput kopi tersebut.
Tapi Alex tidak membiarkan hal itu, dia menarik mug kopi dari tangan Popoy, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Popoy bengong, dia tidak mengira hanya gara-gara kopi yang tumpah Alex bisa semarah itu.
"Apa yang pria itu berikan padamu! Aku ingin lihat!" seru Alex.
"Aku sendiri belum melihatnya Tuan, apa sebenarnya yang tamu tadi selipkan. Tunggu, aku ambil dulu," ucap Popoy sambil merogoh sakunya.
Ternyata sebuah kartu nama beserta selembar uang ratusan.
Mata Popoy terbelalak saat melihat benda itu, dia tidak paham dengan maksud tamu tadi. Mungkin saja, uang itu sekedar ongkos untuk dirinya pergi ke cafe tempat yang dia janjikan.
Tatapan Alex makin tajam saat melihat kedua benda tersebut. Lalu diapun mendekatkan wajahnya ke wajah Popoy hingga gadis itu mundur dan kepentok tembok.
Alex mengungkung tubuh Popoy dengan kedua lengannya dan kini wajah keduanya nyaris tak berjarak.
Hal itu tentu saja membuat Popoy takut dan dia tidak ingin menimbulkan masalah di sana.
Dengan wajah memerah, Alex mencengkeram rahang Popoy, lalu mendaratkan ciuman.
Alex ******* habis bibir mungil itu dengan kemarahan dan rasa cemburu yang sejak tadi dia pendam.
Popoy menolak dan mendorong tubuh Alex sekuatnya, tapi apa yang dia lakukan hanya sia-sia.
Kemarahan Alex sepertinya memuncak, dia tidak mau melepaskan ciumannya sampai Popoy terengah dan kesulitan bernafas.
Melihat hal itu, akhirnya Alex pun mengalah dan melepaskan ciumannya. Setelah itu, Alex pun berkata, "Jangan coba-coba kamu menggoda pria lain!" seru Alex sambil merampas kartu nama serta uang tersebut dari tangan Popoy.
Sambil tetap memandang tajam ke arah Popoy, Alex pun merobek-robek kartu serta uang tersebut hingga tak berbentuk. Setelah itu diapun menaburkannya ke lantai.
"Tuan! kenapa uangnya di robek? sayang 'kan! uang segitu bisa untuk biaya kebutuhan ku selama 2 hari."
"Mentang-mentang orang kaya, seenak hatinya saja merobek uang yang sangat berharga bagi orang kecil seperti ku," omel Popoy.
Alex kembali menarik Popoy dan kali ini dia terlihat lebih marah.
"Pandang aku! Apa uang yang aku berikan masih kurang? Apa harga dirimu hanya senilai uang tadi!" ucap Alex dengan nada tinggi.
Emosinya tersulut karena Popoy lebih mementingkan uang daripada memahami perasaannya.
"Uang! Memangnya kapan Tuan memberiku uang? setahuku, Tuan cuma memberikan untuk orangtuaku."
"Mana tas dan dompet yang ku berikan tadi?" tanya Alex.
"Di ruang ganti, memangnya ada apa dengan tas dan dompet itu?"
"Ambil sekarang dan bawa kesini!"
"Huh, selalu saja diktator, dasar bos jutek! Kenapa mereka suka bekerja di sini dengan Bos galak sepertimu!" gerundel Popoy sambil berjalan mengambil tas miliknya.
Setelah mendapatkan tasnya, Popoy pun kembali menemui Alex, lalu dia memberikan tas tersebut.
Alex membuka tas Popoy dan mengambil dompet serta mengeluarkan isinya.
Popoy melihat dua buah kartu diambil Alex dari dalam dompet tersebut, lalu Alex menyodorkan kartu itu kepadanya, "Apa ini masih kurang? isi dari dua kartu itu cukup untuk biaya kebutuhanmu selama sepuluh tahun!"
"Apa aku tidak salah dengar Tuan? 10 tahun, Tuan menjamin semua kebutuhanku dengan kedua kartu itu?" tanya Popoy yang memang masih tidak percaya.
"Kamu silakan cek ke mesin ATM, biar kamu tahu. Itu harga yang aku bayar untuk perjanjian kita. Dan aku akan menambahkan lagi, jika kamu setuju dengan kesepakatan baru yang nanti akan aku tawarkan."
Popoy membolak balik kedua kartu tersebut. Dia tidak habis pikir dan masih juga belum percaya jika kedua kartu itu diberikan Alex untuknya.
Selama ini Popoy berpikir, jika kompensasi atas perjanjian tersebut hanyalah pembebasan hutang kedua orangtuanya dan juga pemberian sebuah kilang padi.
Alex yang melihat Popoy masih bengong, lalu berkata, "Gunakan itu untuk penuhi kebutuhanmu! belilah apapun yang kamu mau karena uang itu milikmu."
"Bos, menurutku cukup satu kartu saja! Aku kan bakal dapat gaji dari sini, jadi untuk apa uang sebanyak ini."
"Gadis bodoh! siapa bilang kamu akan terus bekerja di sini? Aku bilang kan tadi, aku pikir-pikir dulu."
Sejenak Alex terdiam, lalu diapun berkata lagi, "Apa kamu mau tebar pesona di sini! Jangan harap, sekarang keputusan ku sudah final, kamu aku pecat!"
"Tuan, tolong dong jangan pecat aku. Kerja baru sebentar, masa sudah dipecat? Aku janji deh, akan bekerja dengan lebih berhati-hati. Aku tidak akan berbuat ceroboh lagi. Please Tuan, jangan pecat aku!" mohon Popoy.
"Baiklah, aku tidak akan memecatmu, tapi sejak hari ini tugasmu hanya melayaniku. Jadi, kamu cukup duduk, menemani aku di ruangan dan jangan keluar tanpa seizin ku."
Popoy memanyunkan bibirnya, dia sadar hal ini jauh lebih berat ketimbang tugasnya sebagai OG. Dia bakal bete seharian karena terus bersama Bos jutek, galak serta mesum seperti Alex.
Bersambung.....
Selamat siang sobat, mampir juga yuk, ke karya sahabatku. Sama seru lho, tapi jangan lupa beri dukungan kalian juga di sana ya. Terimakasih 🙏🥰
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu