NovelToon NovelToon
CEO Kejam Dan Romatis

CEO Kejam Dan Romatis

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Evi Tamala

Rayyan yang akrab di sapa Ray, pengusaha ternama di Negara In. Kekayaannya mencapai trilliunan rupiah. Wajahnya sangat tampan rupawan, dia bahkan juga di juluki sebagai pengeran tampan yang mampu memikat para kaum hawa. Akan tetapi di balik ketampanannya itu, dia sangatlah kejam. Dia bahkan gak segan-segan menghilangkan nyawa seseorang jika sampai ada yang berkhianat padanya.

Hidupnya hanya untuk kerja, kerja dan kerja. Dia tak mengenal arti cinta bahkan di usianya yang sudah hampir kepala tiga. Selama hidupnya ia hanya fokus untuk belajar & bekerja agar terus bisa mengembangkan bisnisnya hingga kancah internasional.

Namun, kedatangan seseorang mulai mengusik kehidupannya. Ia yang selalu berwajah datar, kini mulai bisa tersenyum setelah sekian lama hidup dalam kesuraman.

Kira-kira siapakah wanita itu? Apakah dia bisa mengubah karakter Ray yg hanya tau caranya membunuh, tanpa mengenal cinta & kasih sayang?

Penasaran bagaimana kehidupan Ray setelah jatuh cinta? Yuk intip ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Terakhir

Malam harinya mereka mulai beraksi lagi, mereka menggunakan satu mobil untuk mempermudah semuanya.

Mereka sudah mempersiapkan semuanya dari pisau kecil lipat tapi super tajam, pistol yang sudah di isi peluru, serta mereka juga menyiapkan peluru cadangan, suntikan yang mematikan dan bom jika keadaan terdesak. Bom kecil yang mungkin bisa membuat orang pingsan dan luka-luka jika sampai terkena ledakannya.

Sebelum berangkat, Rayyan menyuruh Khanza untuk hati-hati. Bahkan Rayyan memeluk Khanza dengan erat. Sungguh setiap kali mau pergi untuk berperang, membunuh, dan segala hal yang berbau darah. Kadang membuat Rayyan takut dan ngeri. Bukan takut sama musuh atau takut kalah.

Tapi takut jika mereka sampai melukai Khanza. Sungguh ia tidak rela jika Khanza harus terluka walaupun hanya tergores sedikit saja.

Melihat keromantisan mereka berdua, Farhan dan Zahra hanya saling pandang dan setelah itu melihat ke arah lain. Bukannya gak mau melakukan seperti yang di lakukan oleh Rayyan pada Khanza. Hanya saja Farhan tidak punya keberanian untuk melakukan hal itu, terlebih ia masih merasa grogi dan belum cukup percaya diri.

Setelah hampir lima menit berpelukan, Khanza melepas pelukan Rayyan dan langsung mengajak mereka berangkat karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

Mereka harus tepat waktu, agar bisa menyelesaikan semua misinya. Dan setelah itu, jika misi ini selesai. Khanza berjanji akan ikut Rayyan pulang ke negaranya dan Zahra juga akan ikut Khanza, kemanapun Khanza pergi.

Mendengar Zahra akan ikut ke Indo, tentu Farhan sangat senang dan bahagia, hanya saja ia tidak terlalu menampakkannya. Farhan begitu pandai dalam hal mengolah emosi hingga yang lain, kadang tidak mengerti yang ia rasakan kecuali Rayyan.

Dan kali ini Farhan berjanji akan menyelesaikan misi ini dan pulang dengan semangat.

Mereka pun segera pergi mengendarai mobil yang anti peluru.

Seperti biasa, Farhan yanng menyetir dan Zahra yang menjadi pemandu jalan.

Sedangkan Khanza dan Rayyan berada di kursi belakang. Saling berpegangan tangan.

Perjalanan menuju rumah yang akan mereka tuju membutuhkan waktu hampir tiga jam. Jadi sampai di sana mungkin sekitar jam satu. Dan mereka hanya punya waktu tiga puluh menit untuk menyelesaikan semuanya.

Khanza berharap, di misi terakhir ini. khanza bisa menyelesaikannya agat ia bisa pulang ke negaranya dengan tenang.

Setelah berjam-jam akhirnya mereka sampai juga di sebuah rumah mewah jauh dari rumah warga.

Ya, kebanyakan para korup-tor, para pengkhianat, para penjilat, bandar narko-ba, bos ju-di dan lain sebagainya akan memilih untuk tinggal di mension yang jaraknya jauh dari warga. Mungkin mereka melakukan itu agar lebih nyaman dan tidak di kepoin oleh para tetangga kanan kiri.

Farhan memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari mension. Dan tentu ia memilih di tempat yang gelap agar tidak kelihatan. Untungnya juga mobil ini warna hitam jadi samar, di tambah tak ada penerangan membuat Farhan merasa tempat ini sangat cocok buat menyembunyikan mobil.

Setelah itu mereka berempat turun, Rayyan memegang tangan Khanza. " Hati-hati ," ucapnya dengan suara serak.

"Iya," balas khanza tersenyum dan memberikan kecupan sekilas di pipi Rayyan.

Setelah itu, mereka mulai berpencar untuk pergi ke setiap sudut rumah. Mereka juga memakai mikrofon kecil, sehingga mereka bisa tetap komunikasi dan bisa saling mendengar satu sama lain.

Khanza bagian samping kanan, Zahra samping kiri, Rayyan bagian depan, dan Farhan bagian belakang.

Mereka mulai melihat situasi dan saling memberi kabar satu sama lain

Jika ada penjaga, mereka akan langsung memukul tengkuknya agar langsung pingsan seketika. Selain tidak menimbulkan keramaian, setidaknya Rayyan dan yang lain, tidak sampai membunuh. Bagaimanapun para penjaga di sini kerja hanya untuk cari uang buat ngasih makan anak istri. Jadi, tidak ada untungnya membunuh orang yang tidak bersalah, kecuali jika kekepet dan terpaksa harus melukainya. Maka jalan itu boleh di tempuh untuk melindungi diri

1
Vivian cano xavier
keren banget karnyany Thor,aku suka
semangat ya buat ceritany,semoga sukses
Anhy Suleman Paputungan
lanjut dong
Faramitha Mitha
lanjut donk KK. lgi enak2 kan baca eh putus cerita🤦🏻‍♀️
Evi Tamala: Iya kak, besok ya, aku masih ngetik yang judulnya Love Me Mr. Arrogant. Tapi tanggal satu nanti, dan seterusnya akan rutin update dua bab perhati. Tapi untuk bulan sekarang, aku akan ngisi kalau yang lain sudah kelar.
total 1 replies
Radit Pratama
bagus
Nur
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!