Shania Goldwyn, seorang petugas tiket kereta bawah tanah terpaksa menjadi seorang hot Mommy dari seorang putra yang tidak ia tahu siapa ayahnya. Trauma mendalam ia rasakan setelah lari dari sebuah penyekapan sebuah kelompok Gengster berbahaya di kotanya.
Vedran Sean Kingston, seorang pimpinan Gengster Mongrel Mob di New Zealand. Pria yang sangat kejam dan berbahaya dan tak segan membunuh dengan keji harus kewalahan mencari sosok perempuan yang telah mencuri hati dan pikiran dan juga anaknya.
Pria kejam itu berjanji akan menemukan perempuan yang telah mencuri anak kandungnya itu kemanapun ia berada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Bahagia Bersama
Alma Sofhie menatap lembaran kertas dalam sebuah map coklat yang diberikan oleh Conan Doyle sang asisten pribadi suami sahabatnya.
"Apa ini pak?" tanya Alma dengan wajah penasaran.
"Buka saja nona Alma." pria itu tersenyum melihat wajah cantik itu nampak sangat penasaran.
"MasyaAllah, ini beneran Pak?" tanya Alma lagi sembari memperlihatkan kertas yang berisi surat kontrak kerja yang akan ia laksanakan di Perusahaan VSK.
"Gajinya sebesar ini?" dengan mata berbinar bahagia Alma menunjukkan angka-angka yang menurutnya di luar batas kewajaran. Pria itu mengangguk dengan senyum samar diwajahnya.
"Aku tidak akan diminta untuk bekerja 24 jam bukan? atau jangan-jangan anda meminta saya jadi security di Perusahaan anda pak?"
"Sungguh ini sangat tidak mungkin Pak, ya Allah." Alma tidak berhenti berceloteh karena benar-benar tidak percaya dengan anugrah yang ia dapatkan.
"Baca baik-baik nona Alma, karena sepertinya anda hanya memeriksa nominalnya saja."
Gadis itu pun langsung membaca pasal-pasal perjanjian kerjasama yang sepertinya sangat aneh menurutnya.
"Apa maksudnya ini?" Alma melotot tidak percaya dengan kata-kata ia harus mendampingi Conan Doyle 24 jam. Pria itu tersenyum samar kemudian memandang wajah Alma Shofie.
"Will you marry me Miss. Alma Shofie?"
🍀
Vedran Sean Kingston melepaskan pagutannya yang terbilang sangat lama dan panas itu karena tubuh Shania Galdwin sudah sangat lemas. Pria tampan itu menatap sang istri dengan mata berkilat penuh hasrat.
"Aku mencintaimu Shania Galdwin, sangat mencintaimu," bisiknya sembari mempertemukan kening mereka berdua. Perempuan cantik itu tidak menjawab hanya tubuhnya saja yang merespon dengan sangat baik.
Dada Shania Galdwin naik turun dengan nafas memburu. Ia benar-benar dibuat tak berkutik dengan gaya berciuman seorang Vedran Sean Kingston. Semua energinya serasa dihisap habis oleh sang suami.
"Aku sangat mencintaimu sayangku, aku tidak bisa hidup tanpamu Shan," bisik pria itu lagi kemudian kedua telapak tangannya membingkai wajah cantik itu dan menatap mata hijaunya dengan pandangan memohon.
"Aku menginginkanmu seutuhnya sayangku, izinkan aku Shan." suaranya sudah bergetar hebat karena hasratnya yang begitu besar minta dilepaskan atau ia akan sangat menderita.
Bagian inti dirinya sudah sangat sesak dibawah sana. Oleh karena itu ia akan memohon meskipun selama ini ia tak pernah melakukannya pada perempuan manapun termasuk pada Shania Galdwin yang dulu.
Ia rela melakukan apa saja agar istrinya itu mau menerima dirinya dengan sepenuh hat tanpa ada unsur paksaan.
Jari-jarinya membelai bibir perempuan cantik itu yang nampak membengkak dan semakin seksih karena perbuatannya. Ingin ia menenggelamkan lagi bibirnya disana dan menguasainya tetapi ia berusaha menahan diri.
Sementara itu Shania Galdwin menutup kelopak matanya merasakan kalau dirinya kembali dimanjakan oleh pria yang sangat tampan di hadapannya ini. Ia menikmati gerakan jari suaminya diatas permukaan bibirnya.
Ya, Shania Galdwin baru menyadari kalau pria yang memberinya seorang anak ternyata sangat tampan dan juga sangat hebat. Hatinya mulai bergetar sangat lembut.
"A aku masih takut Vedran," jawabnya setelah lama terdiam. Pria itu tersenyum kemudian meraih lagi bibir yang terasa sangat kenyal dan manis itu, ia mengulumnya lembut kemudian melepaskannya.
"Aku akan pelan-pelan sayangku. Dan katakan kalau kamu merasakan sakit atau tidak nyaman, Okey?" Shania Galdwin akhirnya mengangguk dengan pelan. Hati Vedran Sean Kingston berdebar kencang karena sangat bahagia.
Tangannya dengan cepat membuka semua kain yang menutupi dirinya begitu pun tubuh istrinya sampai mereka tampak sangat polos.
Berkali-kali Vedran menelan Saliva nya memandang tubuh yang sangat Indah dihadapannya. Ia melangkah mendekati Shania Galdwin yang berusaha menutupi dirinya dengan selimut.
"Kamu cantik sekali Shania sayangku," bisiknya sembari mendekatkan dirinya pada tubuh putih seputih susu itu. Semuanya begitu sempurna dan ingin ia telan bulat-bulat. Ia merasakan rasa lapar yang sangat mendera tubuhnya.
"Lihat aku Shania sayangku, aku adalah milikmu. Kamu bebas menyentuhku seperti aku ingin menyentuhmu seluruhnya." tangan besar pria itu mengangkat dagu sang istri agar mau memandangnya.
Mata hijau Shania Galdwin menatapnya malu-malu dengan senyum tampak samar diwajahnya yang sangat cantik.
"Aku malu Vedran. Jangan menatapku seperti itu," terdengar suara lembut perempuan cantik itu dengan nada merajuk manja. Vedran Sean Kingston semakin gemas dibuatnya. Dengan cepat ia meraih tubuh wanitanya kedalam kuasanya dan bibirnya bergerak ke arah leher jenjang sang istri.
"Aaaaakh Vedran!" Shania Galdwin mendessah tertahan ketika Vedran Sean Kingston menghisap lehernya bagaikan seorang vampir kehausan darah.
Perempuan cantik itu menggelinjang nikmat dengan segala perlakuan manis dan lembut yang diberikan suaminya padanya.
"Ini sangat indah Shania sayangku," puji Vedran saat tangan menarik selimut yang menutupi tubuh sang istri. Mata birunya berkilat memandang sumber nutrisi yang sangat indah dihadapannya.
"Apakah Harry?" ia bertanya dengan sangat singkat karena tiba-tiba mengingat kalau perempuan cantik ini mempunyai Harry.
Shania Galdwin mengangguk pelan kemudian tersenyum lembut sembari tangannya membelai wajah sang suami yang sedang menatap asetnya dengan sangat lapar.
"Berapa lama?" kedua tangan pria itu mulai bergerak meremasnya dengan sangat lembut sembari memandang wajah Shania Galdwin yang tampak sangat menikmati perlakuannya.
"Dua tahun Vedran. Kami tidak punya uang untuk membelikannya susu formula." Shania Galdwin menutup matanya merasakan dua rasa yang bercampur dihatinya.
Rasa sedih mengingat bagaimana perjuangannya membesarkan Harry bersama dengan Alma dalam keterbatasan.
Bekerja paruh waktu saat ia hamil dan setelah melahirkan. Benar-benar adalah hal yang sangat menyakitkan. Tanpa sadar airmatanya mengalir karena sedih.
Rasa nikmat yang diberikan suaminya merubah perasaannya. Air mata tiba-tiba keluar dari ujung matanya.
Satu tangan suaminya sekarang berpindah untuk menghapus air mata istrinya sedangkan yang satu masih sibuk memilin puncak berwarna pink itu agar perasaan sedih sang istri teralihkan.
"Maafkan aku sayangku. Aku banyak membuatmu menderita. Akan aku ganti dengan kebahagiaan semua penderitaanmu selama ini," ucap Vedran kemudian mendekatkan wajahnya pada dua aset yang sangat menggoda itu. Shania Galdwin tersenyum.
"Buat aku bahagia Vedran," bisik perempuan itu dengan suara bergetar lembut. Pria tampan itu tersenyum kemudian mengulum lembut bibir sang istri.
Tangan Shania Galdwin mulai meremas kembali rambut tebal suaminya saat bibir dan lidah pria itu bermain-main dipuncak mount Everestnya yang sangat kencang dan menantang.
"Aaaakh Vedran Aaaakh..." Shania Galdwin memberontak karena tak kuat menahan serangan-serangan yang diberikan oleh suaminya itu.
Ia ingin berteriak agar suaminya berhenti tetapi ia juga begitu sangat menikmatinya.
Vedran Sean Kingston tidak memperdulikan racauan istrinya, mulutnya sekarang sangat penuh sedangkan tangannya bergerak ke bawah untuk memeriksa landasan sang istri yang sudah sangat basah dan sepertinya siap menyambut serangan berikutnya.
Pria itu menekan switch off lampu utama di dalam kamar itu dan seketika semuanya menjadi gelap.
"Aaaa tidak!!!! pergi dari sini!"
🍀
*Tobe continued
Hai readers tersayang... karena gelap aku mau sembunyi dulu ya...
Apakah yang akan terjadi selanjutnya???
Vote, kopi, atau bunganya silahkan dikirim ya gaess 🤭
Like dan Komentarnya juga yang heboh supaya Vedran Sean Kingston semakin semangat.