Kim Hana Ae-Ri, gadis yang mempunyai hobi balapan di malam hari, dan sangat jatuh cinta dengan drummer. Bekerja sebagai karyawan magang di Trans Big Farma.
Suatu malam, Kim Hana ketahuan balapan dan langsung di nikahkan malam itu juga dengan tujuan agar Kim Hana berhenti menjadi gadis barbar.
Siapa sangka jika Ryan Lee justru mengajukan diri sebagai suami Kim Hana.
Ryan Lee, atasan yang paling di benci Kim Hana karena tingkat kejahilannya yang diatas rata rata.
Penasaran dengan kisah rumah tangga mereka?
Bagaimana jadinya jika Ryan Lee tahu bahwa Kim Hana adalah wanita yang suka balapan dan drummer?
Dan bagaimana reaksi Kim Hana saat tahu bahwa kekasih Ryan Lee datang dan ingin kembali memperbaiki hubungan setelah sebelumnya Kim Sha Pie-then melarikan diri dari acara lamaran yang dibuat Ryan Lee??
Jangan lupa klik ❤️
Like dan komen nya di tunggu..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Destiny Of Love 35
Kim Sha Pie-then berjalan mengejar Hana.
" Hana aku mohon ijinkan aku untuk berbicara dengan mu."
Hana berhenti dan berbalik.
" Memang nya siapa aku sehingga kamu sampai memohon untuk berbicara dengan ku?"
" Karena kamu adalah saksi kunci atas apa yang ingin aku ketahui."
" Apa yang ingin kamu ketahui dari aku?"
" Aku ingin tahu siapa istri Ryan."
" Kenapa?"
" Maksudnya?"
" Kenapa kamu menganggap bahwa aku tahu tentang siapa istri dari Ryan?"
" Semua tahu bahwa kamulah salah satu karyawan yang beruntung menaiki kapal pesiar menuju Makau. Dan kamu juga tidak pulang bersama dengan ketua, kamu justru kembali bersama dengan Ryan. Aku yakin kamu pasti tahu."
" Kenapa kamu tidak bertanya sendiri kepada presiden muda itu?"
" Dia tidak memberitahu aku."
" Lalu?"
" Aku ingin kamu memberi tahu aku sekarang."
" Nona Kim Sha Pie-then, berhentilah menyeberangi lautan untuk orang yang bahkan tak mau melompati genangan air untukmu."
" Apa maksud mu?"
"Cinta memang layak diperjuangkan, tapi menjadi tak layak jika kamu yang berjuang sendirian." Ucap Hana.
" Itu karena aku ingin membuktikan bahwa aku layak berada di sampingnya."
"Kadang lebih baik meninggalkan mantanmu di masa lalu daripada membawa kesalahan yang sama untuk masa depanmu." Ucap Hana sambil berlalu pergi.
" Hana tunggu.."
" Maaf Nona Kim Sha Pie-then, aku harus kembali bekerja karena aku sadar uang tidak akan datang sendiri padaku." Pekik Hana.
Kim Sha Pie-then merasa kesal, bagaimanapun dia harus bisa segera mencari tahu.
Kim Sha Pie-then memutuskan bahwa dia akan kembali mendatangi rumah Ryan Lee.
Tapi karena wartawan ada di sekitar rumah Ryan membuat Kim Sha Pie-then menjadi putar arah.
" Sial, kenapa mereka jadi ada dimana-mana sih?" Ketus Kim Sha Pie-then.
Kim Sha Pie-then memilih bersembunyi di sebuah kafe. Tapi siapa sangka keputusan nya untuk bersembunyi di sana justru membuahkan hasil karena tanpa sengaja matanya melihat Ryan sedang ada di sana duduk seorang diri sambil menikmati secangkir minuman hangat.
Kim Sha Pie-then tidak tahu bahwa sebenarnya Ryan datang bersama dengan Hana karena Hana ingat sekali makan makanan brownies lumer.
Saat itu Hana sedang bingung memilih menu apa yang dia ingin makan karena semuanya sungguh menggoda. Akhirnya Ryan memutuskan menunggu Hana sambil meminum minuman hangat yang sudah dia pesan sebelumnya.
" Ryan, wah keputusan sekali kita bertemu di sini kenapa kita selalu bertemu secara tidak sengaja apakah itu artinya Tuhan membuka jalan untuk aku memperbaiki..."
"Kamu dulu segalanya untukku, tapi sekarang kamu hilang dari hidupku. Memang begitulah hidup." Ucap Ryan dengan santai yang langsung memotong pembicaraan dari Kim Sha Pie-then.
Hana yang akan kembali karena dirinya sudah selesai memesan, memutuskan untuk tetap berada di sana karena melihat Ryan sedang berbicara dengan Kim Sha Pie-then.
" Nenek lampir itu rupanya tidak main-main dengan keinginannya untuk kembali dengan Ryan. Ckckckck, aku merasa kasihan padanya." Pekik Hana.
"Dan sekarang, kamu hanyalah orang asing yang tahu segala rahasia-rahasiaku." Ucap Ryan lagi.
" Ryan tolong dengarkan penjelasanku dulu apa alasanku untuk menerima tawaran menjadi model dunia."
"Kamu tak perlu mengatakan apa yang telah kamu lakukan. Aku sudah tahu, aku tahu darinya. Sekarang tidak ada lagi kesempatan bagiku dan dirimu. Tak akan pernah ada."
" Ryan, aku mohon. Tidak cukupkah kamu sudah menyiksaku selama beberapa hari ini?"
" Jika kamu tidak ingin tersiksa maka selesaikan apa yang sudah kamu mulai."
" Apa maksud mu?"
" Perbaikan setiap kata yang sudah menggemparkan dunia. Kamu tahu bahwa kamu sudah membohongi dunia dengan mengatakan bahwa kamu adalah Istri ku, jadi perbaiki itu sebelum terlambat dan aku yakin kamu tidak akan pernah lagi tersiksa."
" Ryan mengertilah kalau aku bahagia saat bersamamu dan aku tidak dapat lagi merasakan kebahagiaan ketika aku jauh darimu."
"Salah satu alasan seseorang sulit temukan bahagia adalah karena mereka selalu melihat masa lalu lebih baik dari pada saat ini."
" Ryan..."
"Terkadang kamu harus melupakan apa yang kamu rasakan dan mengingat apa yang pantas kamu dapatkan."
" Maksud kamu aku pantas mendapatkan rasa sakit dan kecewa karena penolakan mu ini?" Tanya Kim Sha Pie-then.
" Aku tidak mengatakan begitu kamu yang mengatakannya sendiri."
" Ryan sampai kapan kamu akan memujiku dengan bersikap dingin seperti ini. Aku tahu jika kamu sebenarnya hanya menguji seberapa besar perjuangan ku untuk mendapatkan hatimu kembali."
"Aku pernah mempercayaimu, tapi perkataanmu sekarang tak ada artinya bagiku karena perbuatanmu sudah menunjukkan kebenarannya."
" Aku tahu, Sesuatu yang sudah pecah tidak akan bisa kembali utuh lagi, tapi aku akan menyatukan nya dan membuatnya terlihat sempurna sehingga tidak ada yang mengira bahwa itu sudah pecah." Ucap Kim Sha Pie-then.
"Terimakasih karena telah pergi di saat terberatku. Aku baru sadar ternyata aku bisa melaluinya tanpamu."
"Ryan aku mohon, selama ini aku memang salah, aku hanya berharap pada manusia yang jelas-jelas bikin kecewa. Seharusnya aku hanya berharap pada Tuhan untuk tidak pernah membuat hatiku mengambil keputusan yang nyatanya membuat aku tersadar bahwa yang sudah aku lakukan mengakibatkan aku kehilangan dirimu."
" Kamu mengingatkanku pada receh gopekan. Bermuka dua dan nggak terlalu berharga." Ucap Ryan.
"Maaf kalau aku menyakiti perasaanmu saat aku bilang kamu bodoh karena tidak bisa mengerti tentang apa itu mengejar mimpi setinggi langit. Aku .."
" Cinta datang karena terbiasa, lunturnya cinta datang karena ada orang lain." Ucap Ryan.
" Tidak."
" Itulah kenyataannya. Lihat..." Ryan mengangkat tangan dan menunjukkan sebuah cincin pernikahan melingkar di jari manisnya.
Tiba tiba pikiran Kim Sha Pie-then terasa mundur beberapa jam lalu saat dia sedang duduk bersama dengan Hana, Kim Sha Pie-then melihat cincin yang sama di tangan Hana.
Tidak, itu pasti hanya sebuah kebetulan saja atau memang mataku yang katarak sehingga menganggap bahwa cincin yang dipakai Ryan dan Hana itu sama.
" Baiklah kalau begitu, jangan sebut aku mantan. Sebut saja aku alumni. Siapa tahu kita bisa reuni"
" Bauahahaha...." Ryan tertawa hingga membuat pengunjung yang lainnya terkejut dan langsung menatap dirinya tidak terkecuali Hana yang awalnya sedang asik menikmati makanannya tanpa memperdulikan mereka.
" Hais orang itu, setelah ini aku harus mengajarinya cara tertawa di depan umum yang baik dan benar." Ucap Hana.
" Nyonya Bos, anda ini bagaimana sih?."
" Kenapa?"
" Itu suami anda loh."
" Ya terus?"
" Suami anda sedang berbicara dengan mantan kekasihnya."
" Aku melihatnya Han, kamu tidak pernah memberitahuku dengan cara melotot seperti itu karena aku punya mata."
*Hais... sebenarnya nyonya Bos ini tipe wanita seperti apa sehingga dia sama sekali tidak cemburu ketika melihat suaminya sedang duduk dan bercengkrama dengan masa lalu nya.
Bukan kah kebanyakan dari wanita yang melihat pemandangan langka ini justru langsung mencabik-cabik si wanita.
Tapi Kenapa Nyonya Bos justru terlihat santai dan malah menikmati kudapan nya...
Sungguh aneh*...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...