Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Pada saat Kai sedang mengistirahatkan fikirannya di kamar, Elandra dan yang lainnya malah asyik mempersiapkan pesta barbeque bersama yang lainnya. Dia menyuruh beberapa pengawal untuk berbelanja. Keadaan taman belakang yang biasanya sepi sekarang jadi ramai dan hidup.
"Mang Asep udah beres semua belanjanya?" tanya Eland.
"Komplit den, aman terkendali. Mau jam berapa kita mulainya ini?"
"Persiapannya sekarang aja mang, nanti beres isya kita mulai bakar-bakar"
"Laksanakan Den" ujar mang Asep antusias.
Monica dan juga Prayoga masih bertahan di sana, begitu juga dengan anak buah Lynn dan teman-teman Eland. Suara gitar terdengar meramaikan suasana ditambah dengan suara merdu Lynn yang melengkapinya. Cukup lama Kai mengurung diri di kamar sampai dia mendengar keributan di rumahnya.
"Ya Tuhan bisa-bisanya mereka berpesta setelah semua yang terjadi" ucapnya frustasi. Lynn melihat Kai datang, ia langsung memanggilnya bergabung.
"Boss sini gabung" ajaknya antusias. Di satu sisi Kai masih belum bisa menerima semua ini, segala perasaannya tercampur aduk tapi di sisi lain ia baru saja merasakan kehangatan keluarga dan teman-teman. Akhirnya mau tidak mau Kai bergabung.
"Hebat ya? Setelah apa yang mereka lakukan kepadaku masih bisa berpesta seperti ini?" ujarnya sinis.
"Udah gak usah difikirkan terlalu dalam, posisi mereka juga gak jauh beda kok" jawab Lynn.
"Dari mana kamu tahu? setidaknya mereka tidak kekurangan uang selama ini" jawab Kai.
"Memang pak boss pernah kekurangan duit?" tanya Lynn penasaran.
"Bisa gak sih kamu kalau manggil yang konsisten? kadang tuan muda, kadang boss, kadang kamu, panggil nama aja bisa?"
"Gak bisa soalnya boss lebih tua, mau aku panggil Kak Kai? Bang Kai? atau Mas Kai?" goda Lynn tersenyum jahil.
"Bang Kai? Gak dulu deh, kamu kira aku sisa makanan harimau yang membusuk?" Lynn hanya tersenyum melihatnya.
"Ya udah aku panggil Mas aja ya, mau manggil ala-ala Sunda pake AA atau akang, geli dengernya. hehehe... Ya udah jawab pertanyaan yang tadi. emang pernah kekurangan duit?"
"Pernah, waktu aku Keluar dari rumah, uang di ATM ku cuma diisi 10jt tiap bulan, bayangkan" ucap Kai dramatis.
"Woy tuan muda Kailendra, yang namanya kekurangan itu kaya yang pernah saya alami. Saking laparnya sampe saya berencana menjual Kutang yang saya pake" ucap Lynn geram.
"Wess ngomongin apa nih kakak dan kakak iparku, udah bahas masalah kutang aja" Elandra tiba-tiba menghampiri.
"Bukan urusan anak kecil, dah pergi sana, hush hush hush.." Usir Lynn.
T3"Wah sembarangan ngomong ank kecil? Kita cuma beda 2 tahun kalau kakak iparku lupa" ucap Eland.
"Umur aja tua tapi gk guna cih"
" Sembarangan kalo ngomong"
" Buktinya selama ini kelayapan gak jelas mentang- mentang pengangguran" jawab Lynn. Kai hanya jadi penonton mereka berdua tanpa.mengintrupsi.
"Wey.. Kerja itu gak usah keras yang penting cerdas"
"Lagakmu"
"contohnya nih, aku gak harus capek kerja banting tulang tapi keuntungan tiap bulan masuk ke saku" ujar Eland bangga.
"Terus yang kerja tuyul gitu?"
"Bukan lah, aku tinggal investasi aja, beres. Biarkan kakakku yang bekerja.
"kakak ipar tahu kalau investor terbesar di perusahaan kak Kai sekrang itu aku, jadi biarkan kakakku yang bekerja keras memajukan perusahaan sedangkan aku hanya menikmati hasilnya" ucapnya enteng.
Kai sendiri sangat kaget begitu mendengarnya
"Ya Tuhan kejutan apa lagi ini?" fikirnya tanbah frustasi.