NovelToon NovelToon
Kok, Jadi Nikah?

Kok, Jadi Nikah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Pernikahan Kilat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Winda keenandra

Menjadi sahabat sejak kecil, sudah menjadi rahasia umum diantara orang-orang yang mengenal Daniel dan Alesya. Sejak berusia bayi, mereka seakan tidak terpisahkan. Mulai dari taman kanak-kanak, hingga kuliah, mereka selalu bersama-sama.

Lalu, bagaimana jadinya dua orang yang sudah bersahabat sejak kecil tersebut dihadapkan pada sebuah rencan pernikahan? Apakah mereka akan menolak rencana pernikahan tersebut? Kecanggungan dan kelucuan apa yang akan mereka alami dikemudian hari?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda keenandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari H Bagian 1

Pagi itu, keluarga Alesya dan Daniel sudah lumayan sibuk. Mereka mempersiapkan segala keperluan yang diperlukan untuk acara resepsi pernikahan Daniel dan Alesya esok hari.

Menjelang petang, seluruh keluarga Alesya dan Daniel berangkat menuju hotel tempat diselenggarakannya acara resepsi tersebut. Malam itu, mereka akan menginap di hotel tersebut.

Setelah makan malam, Daniel dan yang lainnya memeriksa persiapan acara untuk esok hari. Alesya juga menyempatkan diri mengikuti Daniel menuju aula tempat diadakannya resepsi mereka esok hari.

"Kalian nggak mengundang teman-teman kalian?" tanya papa Daniel yang saat itu juga ikut memeriksa persiapan acara.

"Nggak sempat, Pa. Acaranya juga dadakan sekali," kali ini Daniel yang menjawab.

"Benar. Dan, papa minta maaf untuk itu," ucap papa dengan ekspresi penuh penyesalan. Papa hanya merasa tidak enak karena baik Daniel maupun Alesya tidak sempat menyiapkan pesta pernikahan yang sesuai dengan keinginan mereka.

"Tidak apa-apa, Pa. Yang terpenting kan syarat sahnya pernikahan sudah lengkap. Jadi, yang lainnya bisa menyesuaikan," jawab Alesya sambil menoleh ke arah papa mertuanya.

Papa Daniel mengulas senyuman bahagianya. Dia mengusap kepala Alesya dengan penuh kasih sayang.

"Terima kasih, Ca. Kami benar-benar bersyukur kamu mau menerima pernikahan ini. Jika tidak, kami bahkan tidak tahu harus berbuat apa."

"Sama-sama, Pa. Mungkin, memang ini sudah menjadi garis takdir kami. Kami sudah berusaha ikhlas menerima semua ini. Kami yakin, akan ada hikmah dibalik semua peristiwa," jawab Alesya sambil mengulas senyumannya.

Setelah perbincangan singkat itu, Alesya dan Daniel kembali melanjutkan niatnya memeriksa persiapan acara. Hingga menjelang pukul sepuluh malam, Daniel dan Alesya memutuskan untuk kembali ke kamar. Mereka harus beristirahat untuk menghadapi acara esok hari.

Keesokan hari, Alesya sudah siap di rias. Sejak jam enam pagi, Alesya sudah duduk manis di depan MUA yang sudah dipersiapkan oleh keluarga Daniel. Alesya yakin jika MUA pilihan mertuanya tersebut, tak kalah dengan MUA yang kemarin meriasnya saat acara ijab kabul.

Ketika Alesya sudah mulai dirias, Daniel tampak masih mondar mandir di sekitar Alesya sambil memainkan ponselnya. Alesya yang melihat tingkah suaminya, langsung menoleh dan menegur laki-laki yang tampak cuek meski hanya mengenakan kaos oblong dan celana boxer tersebut.

"Da, ngapain sih mondar-mandir dari tadi. Duduk, kek. Sarapan dulu, tuh." Alesya melirik sarapan Daniel yang masih utuh belum tersentuh.

"Bentar lagi. Masih nanggung, nih," jawab Daniel yang masih fokus pada permainan online yang ada di ponselnya.

Alesya mencebikkan bibir mendengar jawaban Daniel. Sementara MUA yang sedang meriasnya, hanya bisa terkekeh geli. 

"Biarkan saja, Mbak. Namanya juga masih muda. Mungkin, itu salah satu cara untuk meredam rasa," ucap Mbak Feni, MUA yang sedang merias Alesya.

"Rasa? Rasa apa, Mbak?" tanya Alesya bingung.

"Rasa yang sudah kedut-kedut ingin dikeluarkan sama 'leher angsa' suami Mbak Alesya," jawab Mbak Feni sambil tergelak.

Alesya yang masih belum mengerti pun hanya bisa melirik ke arah Mbak Feni. Alesya hanya menjawab sambil mengedikkan bahu. Entah apa maksud ucapan wanita yang berusia tiga puluh sembilan tahun tersebut.

Sekitar jam setengah sembilan pagi, Alesya sudah selesai di make up. Kini, dia sudah dibantu oleh salah satu asisten Mbak Feni untuk berpakaian. Sementara Daniel, dia juga sudah bersiap-siap.

Acara resepsi akan dimulai pukul sepuluh pagi. Seluruh keluarga Daniel dan Alesya, juga sudah selesai bersiap-siap. Hingga tiba waktunya Daniel dan Alesya segera beranjak menuju tempat acara.

Daniel dengan telaten membantu Alesya berjalan dengan gaunnya yang memiliki ekor yang lumayan panjang tersebut. Sesekali, Daniel tampak melirik ke arah Alesya. 

Alesya bukannya tidak menyadari jika Daniel beberapa kali melirik ke arahnya. Namun, dia pura-pura tidak tahu. Hingga saat mereka memasuki lift, Alesya benar-benar tidak tahan untuk menegur sang suami.

"Ada apa sih, Da? Kenapa sejak tadi lihat-lihat terus, ih. Ada yang salah dengan make up ku?" tanya Alesya sambil menatap ke arah Daniel. Entah mengapa Alesya menjadi khawatir jika ada yang tidak sesuai dengan penampilannya.

Daniel masih tak bergeming menatap ke arah Alesya. Tatapan matanya seakan bisa menerkam Alesya saat itu juga. Daniel bahkan masih diam tidak menjawab ucapan Alesya. Dan, hal itu semakin membuat Alesya khawatir.

"Da?" Alesya menggoyang-goyangkan lengan Daniel hingga membuat laki-laki tersebut mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.

"Iya, ada."

Kedua bola mata Alesya langsung membulat setelah mendengar jawaban Daniel. Sontak saja jawaban tersebut membuat Alesya khawatir.

"A-apa yang salah, Da? Apa ada yang berantakan? Mumpung belum mulai acaranya, aku mau benerin make up dulu," ucap Alesya dengan ekspresi khawatir.

"Bukan make up kamu yang berantakan, Le, tapi hatiku. Kenapa aku baru sadar jika kamu cantik banget, Le. Rasanya, aku mau nutupin wajah kamu pakai sarung biar tidak dilihat orang," jawab Daniel sambil tidak mengalihkan tatapannya pada wajah Alesya.

Sarung? Oh, maksudnya nutupin wajah pakai sarung seperti model ninja-ninja itu kan, ya?. Bukan sarung yang sedang dipakai oleh Daniel, kan? Masa iya nutupin pakai sarung yang sedang dipakai. 🙄

1
Yusuf Duha
kak, updatenya manaaa
apiii
aku rindu up mu thor🥲
apiii: kapan up lagii thor udh rindu nihh
total 3 replies
Yunita Dwi Lestari
kak masih menunggu update nya
anisa f
ealah
kakak ama adik adaa aja dramanya
anisa f
tak pikir fani
anisa f
sekalian cerita soal fani le
anisa f
kl g si sekdes ya fani tersangkanya
anisa f
sukurin
anisa f
Luar biasa
anisa f
kmrn ngmg bluluk
skrg tumpak tumpakan
bnr2 org jawa ini kuda /Facepalm/
anisa f
novel sini nita
novel sana nita
dunia nyata nita
nama yg bikin /Puke/
wiyah
adiknya fani yaa🤔
Acih Suarsih
siapa sih,,,makin teka teki
Nunuk Bunda Elma
siapa ya yg mau mencelaki Alesya?
saat Daniel bilang apa kamu mau menyusul kk mu
apakah adinya Fani???
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
siapa ya? penasaran
Defi
"menyusul kakakmu", siapa ya apa mau celakai Ale-Ale 🤔
Junnie Huang
🤔🤔🤔🤔🤔
nisa
siapa niel,,,🤔
lanjutttt,,,,
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Siapa sih si pengintai???
Apa mau mencelakai Ale🤔🤔🤔
Esther
siapa Niel yg kamu temukan ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!