Kisah ini hanya kehaluan author semata, mohon bijak dalam membaca🙏
Cerita seorang gadis SMA yang terkenal dengan keberaniannya terhadap siapa saja. Bahkan Ketos sekolahnya pun angkat tangan. Namun siapa sangka mereka bakal berjodoh? Apakah pernikahan mereka akan berjalan semestinya? Apakah mereka bisa saling mencintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenni Dea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Aryo dengan tergesa gesa melangkah menyusuri koridor sekolah menuju ruang kepala sekolah. Karena saat ini bukan waktu istirahat, jadi sekolah terlihat sepi. Sampai di ruang kepala sekolah Aryo mengetuk pintu, dan persilahkan masuk.
"Selamat siang pak Aryo"sapa pak Kepsek.
"Selamat siang pak"jawab Aryo.
"Ada keperluan apa sehingga bapak kseini?"tanya pak Kepsek.
"Saya mau menjemput anak saya Kevin dan menantu saya Keira pak"jawab Aryo. Kemudian Aryo menceritakan bahwa Clara, ibunda Keira telah tiada.
"Baiklah pak, saya turut berduka cita atas meninggalnya bu Clara"ucap pak Kepsek.
"Bu Ida, tolong panggil kan Kevin dan Keira"titah pak Kepsek.
.
.
.
Di dalam kelas Keira terus saja terdiam. Hatinya gelisah memikirkan sang mami. Sedaritadi dia tidak fokus pada apa yang di ajarkan guru.
Tok tok tok
"Permisi bu"ucap bu Ida.
"Maaf bu, saya mencari Keira"lanjut bu Ida.
Keira yang sedang melamun tidak tau kalau dia di cari guru.
"Kei"panggil Alya sambil menyenggol lengan Keira.
"Di cari bu Ida"lanjut Alya. Mendengar ucapan Alya, Keira langsung menatap bu Ida.
"Kenapa bu?"tanya Keira.
"Ayo ikut saya, bereskan buku buku kamu, bawa juga tasnya"jawab bu Ida. Keira hanya menurut saja tanpa rasa curiga. Saat keluar kelas, ternyata Kevin sudah ada di depan kelas.
"Ayo kev"ajak bu Ida. Kevin dan Keira jalan beriringan dengan bu Ida. Mereka di bawa ke ruang kepala sekolah. Sesampainya di ruang kepala sekolah, Aryo masih ada di sana.
"Papa, kok papa di sini?"tanya Kevin.
"Iya kev, kalian ikut papi ke bandara ya"ucap Aryo.
"Jemput siapa pa?"tanya Kevin.
"Nanti kalian juga tau"jawab Aryo. Setelah itu Aryo, Kevin dan Keira berpamitan pada pak Kepsek.
Kevin dan Keira tak tau kenapa Aryo sampai menjemput mereka di sekolah hanya karena ingin menjemput seseorang di bandara. Siapa yang di jemput?. Banyak pertanyaan di benak Kevin. Sedangkan Keira, sedaritadi dia hanya diam melamun.
Setelah sekitar 50 menit berkendara mereka sampai bandara.
.
.
.
Setelah segala urusan di rumah sakit selesai, jenazah Clara di terbangkan ke Indonesia. Bimo terus saja terisak, Luna dan Laura mencoba menenangkan. Setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam, mereka sampai di Indonesia. Jenazah Clara langsung di bawa ke dalam mobil ambulance, sedangkan Bimo, Luna dan Laura berjalan mencari keberadaan Aryo.
Mereka berjalan dimana Aryo, Kevin dan Keira menunggu. Keira yang melihat Bimo langsung berlari ke arah Bimo.
"Papi"teriak Keira memeluk Bimo. Bimo memeluk erat Keira. Dia terisak di pelukan Keira. Keira heran kenapa Bimo menangis. Sedangkan Luna juga menangis di pelukan Aryo. Kevin juga bingung. Ada apa ini sebenarnya?.
"Papi, papi kenapa nangis?"tanya Keira. Bimo mencoba menenangkan diri lalu melepas pelukan Keira.
"Nggak sayang, kita pulang ya"jawab Bimo. Mereka semua menuju mobil untuk pulang. Saat mobil yang di kendari Keira dan keluarga keluar dari area bandara, di belakang mobil mereka ada ambulance. Keira yang merasa ambulance tersebut mengikuti mobilnya langsung bertanya.
"Pi, kenapa ambulancenya ngikutin kita pi?"tanya Keira. Namun Bimo lagi lagi hanya menangis. Keira bingung kenapa Bimo menangis?
"Mami, kenapa ambulance itu ngikutin kita?"tanya Keira.
"Kamu yang sabar ya sayang"jawab Laura sambil terisak. Keira bingung juga penasaran, sebenarnya ada apa ini? Luna yang melihat itu terus saja menangis. Sedangka Kevin, dia seperti tidak ada gunanya saat ini. Dia tidak tau apa yang terjadi. Namun Kevin setia menggengam tangan Keira.
.
.
.
Sampai di pekarangan rumah Bimo, ambulance itu ikut berhenti. Keira yang sedari tadi merasa tak enak hati semakin gelisah. Kevin senantiasa di sampingnya. Para petugas memawa jenazah itu masuk ke dalam rumah Bimo. Memang kabar kematian Clara belum di publikasikan. Keira semakin mengerutkan dahinya saat melihat jenazah itu di bawa ke rumahnya.
"Sayang, yang meninggal siapa?"tanya Keira.
"Aku juga nggak tau"jawab Kevin jujur. Sebenarnya Kevin juga penasaran sebenarnya siapa yang meninggal.
"Keira, ayo masuk"ajak Luna. Mereka semua masuk ke dalam rumah dan duduk di dekat jenazah tersebut.
"Pi, sebenarnya ini jenazah siapa pi?"tanya Keira.
"Itu, itu mami kamu sayang"jawab Bimo sambil terisak.
Deg
Bagaikan di sambar petir di siang terik saat Keira mendengar ucapan sang papi. Dia tidak pernah mendengar kabar Clara sakit tapi Bimo bilang itu jenazah maminya.
"Papi bohong, itu mami"jawab Keira sambil menunjuk Laura.
"Papi nggak bohong sayang, itu jenazah mami kamu, sedangkan yang selama ini menamani kamu adalah Laura, kembaran mami kamu"jawab Bimo.
Lagi dan lagi hati Keira seakan tertusuk ribuan duri. Sakit. Itu yang mewakili perasaan Keira saat ini. Dengan tangan bergetar, Keira membuka kain yang menutupi jenazah maminya. Tangis Keira pecah saat melihat wajah pucat Clara, serta rambut botak Clara.
"Mami"lirih Keira sambil terisak memeluk Clara.
"Kenapa mami tinggalin Keira mi"ucap Keira.
"Mami bilang mau lihat Keira sukses, mami bohong"racau Keira.
"Atau mami kecewa karena Keira selama ini bandel? Keira udah berubah mi, Keira berubah berkat Kevin mi, mami bangun ya, Keira janji Keira bakal turuti semua permintaan mami, tapi mami harus bangun"racau Keira serta menggoyangkan tubuh Clara.
"BANGUN MI"teriak Keira. Kevin langsung membawa Keira kedalam pelukannya. Kevin ikut menitihkan air mata melihat ini semua. Ternyata Aryo menjempunya ke sekolah untuk menjemput mami mertuanya.
TBC
Apakah lelaki ini adalah Bimo??Atau pria lain lagi..