NovelToon NovelToon
Transmigrasi : Aku Antagonis?!

Transmigrasi : Aku Antagonis?!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Balas dendam. / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / OMG, protagonis ini sangat kuat!!! / Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:430.3k
Nilai: 4.3
Nama Author: Nothing_JustMe

Rissa Arabella William seorang perempuan yang bertransmigrasi menjadi seseorang bernama Clarissa Davina Callandra.

*___*___*

Rissa Arabella William seorang gadis yang mempunyai kepintaran dan kecerdasan yang tinggi, dan ia juga memiliki kelompok mafia yang sudah mendunia.

Sifatnya misterius, dan kadang bar-bar. Meninggal dunia, lalu ber-transmigrasi menjadi Clarissa Davina Callandra.

*___*___*

Clarissa Davina Callandra, seorang gadis dari keluarga kaya raya, yang sangat membencinya, hanya kedua orang tuanya yang menyayangi nya.

Clarissa, di sekolah dianggap menjadi perundung, padahal sebaliknya dialah yang dirundung. Kesalah pahaman itulah yang membuat kedua Abang nya membenci secara berlebihan, dan juga oleh orang yang sangat dicintainya dari SMP.

*___*___*

Bagaimana kah seorang Rissa bisa menghadapai dunia yang asing tersebut, apakah ia akan mengikuti alur nya? Atau Menyelesaikan permasalahan yang ada di kehidupan sang raga? Atau mencari cara agar keluar dari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nothing_JustMe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 34 : Attack Preparation

Vina menatap kafe Glovic yang ada di hadapannya. Hari ini adalah hari Senin, tapi dirinya memutuskan membolos, tentu Sena juga ikut. Awalnya Vina melarang, karena ini urusan nya bukan Sena.

Namun, Sena membujuk gadis itu, dengan terpaksa diizinkan untuk ikut.

"Sena. Lo tunggu aja di bawah ya, biar gue ke rooftop." Kata Vina sembari masuk ke dalam kafe Glovic diikuti Sena di belakangnya.

"Iya." Jawab Sena sedikit cemberut, karena tidak diperbolehkan ke atas.

Vina berjalan ke tangga, dan naik ke tempat yang dituju. Mata menelusuri rooftop yang terlihat sepi, tak ada pengunjung. Di ujung sana, mata nya menangkap sosok yang asing, namun dia sadar siapa pemuda itu.

Pemuda yang memunggunginya, dan seseorang di sampingnya berdiri tegap, orang itu tidak asing. Kaki nya berjalan mendekat pada dua orang laki-laki itu. Menghela nafas berat.

"Aiden," panggil Vina. Kedua laki-laki tersebut menoleh.

"Ah, Vina. Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" Tanya laki-laki yang masih duduk membelakangi nya. Pemuda yang berdiri tegap hanya menatap nya datar.

Vina melirik pemuda itu, mendengus kesal. "Kenapa Martin ada disini?!" Batinnya.

Karena tak mendapat respon, Aiden bangkit berdiri. Membalikkan badannya, melangkah ke depan Vina.

"Kamu pastinya peduli kan, dengan keluarga mu?"

Vina tidak berniat menjawab. Tidak gentar dengan pandangan intimidasi Aiden, tatapan datar dihunuskan Vina ke Aiden.

"Di mana mereka, Aiden?!" Bentak nya, kedua tangan Vina mengepal di sisi badan nya. Aiden tertawa terbahak-bahak, sembari mendongak dan menutup wajahnya.

Lalu terbatuk kecil, Aiden menatap Vina serius. "Kamu pikir semudah itu? Ada satu kesepakatan dulu yang ingin saya berikan."

Vina berdecih. Dia tahu, ini jebakan. Apa maksudnya datang ke sebuah kafe, yang bahkan tidak mungkin ada tiga orang yang disayanginya.

"Kesepakatan apa?" Vina mencoba menenangkan diri,

agar menahan amarahnya yang membuncah.

"Menyerah lah sebagai ketua Red Blood, Rissa." Tubuh Vina menegang. Bukan, bukan karena Aiden kenapa tahu hal itu, tapi karena ada orang lain, yaitu Martin.

Martin menyernyit heran, apa baru saja yang didengarnya? Rissa? Perempuan itu bukankah sudah meninggal!? Martin menepis hal tersebut. Mungkin nama nya sama dengan orang yang dikenalnya.

Aiden menyeringai, melirik Martin yang menatapnya bingung, dan juga Vina yang mematung. "Rissa Arabella William." lanjut nya.

BUGH!

Vina menendang wajah Aiden dengan keras, menyebabkan hidung Aiden mengeluarkan darah. Aiden meringis kesakitan. Hidung nya memang patah, tapi Aiden masih bisa tertawa.

Martin akan maju, namun ditahan Aiden. Aiden masih bisa melawan perempuan di depannya ini. Karena dia menganggap, Vina hanya perempuan lemah!

Vina merasa diremehkan, "ketemukan gue sama mereka bertiga!"

Aiden berhenti tertawa, masih dengan memegang hidungnya. Merengangkan otot-otot tubuhnya.

"Ikut saya." Martin diberi kode oleh Aiden, untuk membawa Vina. Aiden tersenyum miring.

"Gak mau!"

"Katanya mau melihat mereka. Maka dari itu, ayo, ikut ke tempat mereka berada."

Tangan Vina dipegang Martin. Menahan perempuan itu untuk tidak memberontak, atau memberikan pertolongan yang menyusahkan. Vina menghirup udara, dan menghembuskan nya.

"Kalau ini jebakan. Kalian semua akan mati." Desis Vina.

Vina harus ingat akan rencana yang sudah dia siapkan bersama kelompok Red Blood, juga Sena. Jadi dia akan bersabar menghadapi Aiden dan juga Martin. Jika sudah di luar batas, dia akan memakai plan B yang ia siapkan sendiri.

Mereka bertiga turun, Vina melirik Sena yang duduk di ujung, agar tidak terlihat mereka. Mengkode dengan sebelah tangannya yang tidak dipegang Martin. Untung saja mereka berdua tidak menyadari keberadaan Sena.

Sena mengangguk mengerti. Lalu bersembunyi di tempat yang terdekat, tanpa membuat suara. Vina ditarik keluar, dan menjauhi kafe Glovic. Dan masuk ke mobil hitam milik Aiden.

Sena mengikuti mereka tanpa membuat mereka sadar, bersembunyi di dekat tong sampah besar di pinggir jalan itu. Memotret plat nomor kendaraan itu. Lalu mengirim ke sebuah nomor.

Sebelum ketiga nya keluar, sebenarnya Sena sudah memakaikan mobil tersebut, dengan alat pelacak yang diberikan oleh Gio. Handphone nya bergetar, menandakan sebuah pesan masuk.

Sena tersenyum senang. Menunggu di tempatnya, agar tidak membuat curiga orang-orang. Dia menunggu Keyla menjemput nya. dan berangkat bersama ke tempat yang dituju.

...🥀🥀🥀...

Alat pelacak berjalan dengan sempurna. Keyla dan timnya termasuk Sena mengikuti jejak yang ada. Sembari dengan perlahan, agar tidak membuat curiga kelompok Shadow Legion.

Akhirnya sampailah di sebuah gedung yang tak terpakai lagi, setelah mengendarai mobil Gio. Jauh nya kira-kira satu sampai dua kilometer dari kafe Glovic. Tidak terasa, mereka parkir lumayan jauh dari gedung.

Menyebar sesuai rencana. Ada orang yang berjaga-jaga memakai teropong, agar bisa melihat setiap gerakan dari musuh. Ada yang membawa senjata laras panjang, itu diletakkan di barisan paling belakang.

Ada yang membawa pistol, dan pisau tajam. Keyla hanya menyiapkan dua pistol revolver nya, di kedua sisi badannya. Sedangkan Giovani, memakai pistol Glock miliknya, yang sudah lama tak dipakai.

Roby, Roby Satria Fu nama panjangnya. Dia hanya diam, bersiap untuk menyerang memakai senjata nya sendiri. Sebuah pisau Karambit, dengan corak khas milik nya. Yang dia dapatkan dari seorang penjual pisau. Padahal pisau nya terbilang cukup langka.

Kelompok Red Blood sudah dipersiapkan dengan matang. Dan Keyla yakini, hari ini adalah hari dimana Shadow Legion, dibantai. Sampai ke titik darah penghabisan. Sampai ketua, atau bahkan pemiliknya.

Keyla yakin itu!

"Bersiaplah. Jika sampai setengah atau satu jam tidak ada tanda-tanda dari Vina. Kita akan langsung menyerang ke dalam." Perintah Keyla dari earpiece yang dipakai, di setiap anggota.

...🥀🥀🥀...

Vina dipaksa duduk disebuah kursi. Aiden memerintahkan anggotanya untuk membawa tiga tawanan nya. Napas Vina tercekat, melihat tiga orang dihadapannya sudah terlihat lemas.

Tangan Vina ditahan, bukan hanya oleh Martin, tapi oleh satu orang anggota Shadow Legion yang tidak dikenalnya. Mata Vina memerah.

"Apa yang Lo perbuat?! Kenapa mereka lemas kayak gitu?!" Teriak Vina sembari memberontak.

Aiden melihat Vina yang merasa tertekan, tertawa puas. Lalu menyuruh yang lainnya membuka penutup wajah Raditya, Maya, dan juga Audi. Vina berhenti memberontak.

"Apa maksudnya semua ini, Aiden?!"

"Gak perlu teriak-teriak, Vin. Bukannya kamu mau semua terungkap? Maka saya bantu." Mata elang Aiden menatap tajam mata Vina. Bersitatap sementara, lalu Aiden mengalihkan pandangannya.

"Banyak hantunya di sini ya." Kata Vina dalam hati, dia malah salah fokus pada gak itu. Dengan singkat, Vina menggelengkan kepalanya, menoleh ke arah tiga orang yang tak berdaya di depannya.

"Papa, mama. Kalian pasti mengerti kan, apa yang dimaksud Aiden?" Tanya Vina dengan merendahkan suaranya.

Raditya mendongak menatap Vina dengan sendunya. "Maaf. Maafkan Papa, Vina. Semua nya salah papa!"

Vina menengok pada Raditya yang membuka suara, terdengar suaranya serak dan lirih, seperti kekurangan minum. Jantung Raditya berdetak kencang, apakah ini saatnya semua terbongkar?

Harapannya, adalah semoga Vina tidak dendam padanya. Karena kejujuran sebenarnya akan diungkapkan.

"Cepat bilang, Radit! Atau kamu mau anak mu dalam bahaya?" Bisik Aiden di samping telinga Raditya, membuat badan Raditya sedikit bergetar.

Benar. Dia harus mengungkapkan semuanya!

Vina menunggu dengan tenang. Dia sangat penasaran, apakah ada yang disembunyikan oleh Raditya sama, dengan mimpi nya dulu?

...🥀🥀🥀...

BERSAMBUNG...

1
Andi Ilma Apriani
hadiirr
mrsdohkyungsoo
sy cari2 sapa nama abang vina selain Carlos eh ternyata calos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Feb...: kwkwkw kegocek yaa
total 1 replies
☭E.N BAYU
sanran saya jangan dibaca karena sinopsis dan ceritanya jauh berbeda
☭E.N BAYU
kok Vina lemah kalik saya kira kuat ternyata ah Sampah banget ceritanya
Oka Derza
Claudia kan?
Oka Derza
kok aku mikir di Audi yahh
Oka Derza
sena penulis nya kah?
kriwil
padahal si cupu itu penjahat sejatinya
Osie
aku mampir nih..setiap baca cerita transmigrasi suka bgt apalagi MC mya sosok wanita tangguh n smart..cuma rada rada kalau berbau mafia n lokasinya dinegeri tercinta..g masuk bgt menurutku backgroud negaranya/Pray/
Osie: hehehe.
total 2 replies
A&R
bagus
🦆 Wega kwek kwek 🦆
sasya belum ikhlas mati ,,,, kayak nya dia indigo,dia GK bisa menerima takdirnya, dia jadi iblis buat balas dendam,mungkin dia bersekutu dengan iblis /Smirk/, sejelek jeleknya pendosa masih jelek orang yg GK pernah mengikhlaskan dan memaafkan ,,,,✌️
🦆 Wega kwek kwek 🦆
balas dendam nih ceritanya,,,,yg GK bersalah ikutan kena ,
🦆 Wega kwek kwek 🦆
sumpah ikutan merinding,,, /Toasted//Skull/
atulyaas
itumah deket thor
Marlialeeya
sena? audi? atau yang lain lagi????
Tina
jejak
Nda Qrey
agak² aneh, sikap kakanya sama adiknya kasar . terus orang tuanya diam aja....
Cha Sumuk
pantesan sepi like ceritanya ga jls sih.ktya mafia tp lemah ya sdh lah no mls lnjur BC dr awal bc bagus tp kesini sini mlh ga jls
Sri Tati
Luar biasa
Bojo Ne Cacak
rumit thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!