NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:13.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hany Honey

Novel ini masih dalam tahap revisi ya, Kak? Jadi maaf kalau tulisan masih berantakan. 🙏 Udah Revisi bab 1-23 ya, Kak. Yuk Cek.....

Andini terpaksa menikah dengan Rico karena di desak oleh Dinda. Itu semua karena Dinda belum bisa memberikan keturuan pada Rico. Pernikahan Rico dan Dinda selama sepuluh tahun belum juga dikaruniai keturunan. Dengan terpaksa dan tanpa cinta Rico mau menerima permintaan Dinda untuk menikah dengan Andini.

Akankah Rico bisa menerima Andini dan mencintai Andini, setelah Andini memberikan buah hati untuknya? Atau sampai kapan pun Rico tidak bisa menerima kehadiran Andinni sebagai istri keduanya, sekaligus sebagai pengganti Dinda, setelah Dinda pergi menghadap Sang Khalik karena sakit yang tidak bisa disembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

♡Rico♡

Aku merasa nyaman sekali memeluk Andini. Apa sudah lama aku tak memeluknya, aku duduk di tempat tidur. Aku baru ingat kalau aku semalam tidur dengan memandangi foto Andini dan Arsyad.

"Duhh...Andini pasti tau kalau aku menaruhnya di bawah bantal."

Aku ambil fotonya dan aku pandangi lagi.

Andini hari ini kamu buat aku frustasi sekali.

Memang benar kata Bayu aku laki laki bodoh sekali yang memgambil keputusan tanpa memikirkan dampaknya.

"Aku harus bagaimana sekarang!"

Aku duduk di tempat tidur sambil mengacak acak rambutku.

Aku melangkahkan kaki ku ke kamar mandi untuk mandi.

Setelah selesai mandi aku memakai baju dan keluar dari kamarku. Aku belum lihat Andini keluar kamarnya. Apa Arsyad belum bangun tidur. Tumben sudah jam 5 lebih belum bangun. Aku masuk ke dalam kamar Andini tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Aku melihat Andini baru selesai mandi dengan rambut yang basah tergerai, wajahnya terlihat segar dan cantik dengan bau parfum yang khas di tubuhnya.

Andini : Mas Rico.....ketuk dulu dong kalau mau masuk. Untung aku sudah selesai pakai baju.

Rico : maaf, salah sendiri tak di kunci. Arsyad belum bangun Ndin.

Andini : belum mas.

Aku duduk di tempat tidur Andini. Aku lihat Andini mendekati Arsyad dan mengelus kening Arsyad.

Andini : Mas Rico, badan Arsyad panas sekali mas.

Rico : andini aku ambilkan kompres penurun panas dulu.

Andini : iya mas.

Aku menempelkan kompres penurun panas pads kening Arsyad. Dia terbangun dan menangis. Aku gendong dia badan nya memang agak demam.

Rico : Andini ada termometer dan obat penurun panas?

Andini : ada mas aku ambilkan sebentar. (Keluar mengambil termometer di kotak obat) Mas Rico obat penurun panasnya habis. Aku beli dulu ya ke apotik sebentar.

Rico : kamu di sini saja dengan Arsyad biar aku yang belikan. Kamu butuh apa lagi biar aku sekalian belikan.

Andini : tidak ada mas.

Rico : baiklah aku keluar sebentar jaga Arsyad. (Mencium arsyad dan hampir mencium andini tapi dia menghindar). Emmm maaf andini.

Andini : hati hati mas.

Rico : iya andini.

Aku melajukan mobilku ke apotik membeli obat penurun panas untuk Arsyad.

Lagi lagi aku ingin sekali mencium Andini.

Sampai di apotik aku langsung membeli obatnya dan setelah membayar aku keluar dari apotik. Aku melihat pedagang tahu petis di seberang Apotik dan di sebelahnya ada kedai ice cream. Aku belikan Andini tahu petis karena memang dia suka sekali makan tahu petis dan tak ketinggalan aku membeli dua cup ice cream coklat untuk andini dan aku.

Aku masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilku dengan cepat untuk pulang.

♥Andini♥

Mas Rico lama sekali sih, Arsyad nangis terus gini.

"Sayang...bentar ya nunggu papah..cup...cup...cup...."

Aku mencoba menenangkan Arsyad yang terus menangis.

Mas Rico sampai di rumah dan langsung menghampiri ku dengan Arsyad yang masih saja menangis.

Rico : sini sayang sama papah. (Mengambil arsyad dari gendonganku.)

Aku mengambil obat yang mas rico beli. Aku mengambil bubur dan menyuapi arsyad sebelum meminum obatnya.

"Sayang....makan bubur dulu ya sedikit saja..aaaaa...pinter banget Anak ibu.." aku menyuapi Arsyad dalam gendongan mas Rico.

"Anak papah pinter sekali" Arsyad mendekap erat Mas Rico.

Aku meminumkan sirup penurun panas pada Arsyad.

Rico : kamu sudah makan Andin?

Andini : belum mas..nanti aku belum nafsu makan.

Rico : itu ada tahu petis makan lah.

Andini : iya nanti aku makan.

Rico : makan saja Andini, tadi aku membeli di dekat apotik aku tau kamu suka sekali itu.

Andini : iya terima kasih mas. Aku makan ya

.

Rico : makanlah. Biar Arsyad denganku dulu.

Mas Rico menggendong Arsyad sampai tertidur.

Dia menaruh Arsyad di kamar ku dan setelah itu dia keluar menghampiriku yang sedang menikmati tahu petis yang di belikan mas rico.

Andini : Arsyad sudah tidur?

Rico : sudah, enak tahu petisnya?

Andini : enak. Makasih ya mas. Mas mau? (Aku menawarinya.)

Rico : kalau di suapi aku mau. (Tersenyum).

Andini : kamu bukan Arsyad mas. Aku kan hanya mengurus Arsyad. Bukan kah mas sendiri yang minta?

Rico : iya...ini es krim.(sambil memakan tahu petis.)

Andini : seperti nya enak nih...makasih mas.

Aku dan mas rico menikmati es krim sambil menonton TV.

Rico : jangan belepotan gitu andin makan es krim nya.

Mas Rico mencoba memebersihkan sisa es krim di bibirku tapi belum sampai mengusap bibirku aku tahan tangan mas Rico.

Andini : aku bisa sendiri mas.

Rico : maaf andini.

"Andini sekarang kamu berubah, iya aku tau kamu berubah karena aku. Dan mungkin juga karena Bayu." (Dalam hati Rico)

"Mas Rico,, terima kasih untuk perhatianmu saat ini,maaf aku tak bisa terlalu terbuai dengan kebaikanmu sekarang. Karena suatu saat nanti aku juga akan di ceraikan kamu mas." (Dalam hati andini).

Selesai makan es krim aku bercerita dengan Mas Rico. Dan tiba tiba ponsel ku bunyi. Kak Bayu menelfonku, Mas Rico yang melihat nama penelfon nya Bayu, dia langsung memasang muka kesalnya.

Rico : angkat telfon nya itu dari Bayu ! (Marah.)

Andini : iya ini mau aku angkat.

Aku mengangkat telfon kak bayu.

{Hallo kak}

{Andini...kamu dan Arsyad baik baik saja."}

{Hmmm iya kak aku baik baik saja. Tapi Arsyad sedang demam. Tapi sekarang panasnya sudah lumayan turun. Ada apa kak malam malam telfon?}

{Syukurlah kalau Arsyad sudah mendingan..Andin, besok ada waktu? Ibuku ingin bertemu denganmu, beliau sedang sakit Andin.}

{Kalau Arsyad sudah baikan aku bisa keluar kak menemui bibi.}

{Baiklah kabari aku jika kamu sudah punya waktu.}

{bolehkan aku bicara dengan Bibi sebentar? Atau VC saja boleh aku juga kangen bibi.}

{baiklah sebentar.}

Kak bayu mematikan telfonnya.

Aku lihat muka Mas Rico tampak kesal sekali. Aku hanya cuek saja toh jika aku bercerai nanti yang ku punya hanya Kak Bayu dan Bibi Mirna ibu kak Bayu. Paman dan Bibiku jauh di desa.

Rico : senang sekali di telfon Bayu.

Andini : kalau aku senang kenapa mas, bukankah mas menyuruh aku bahagia dengan bayu.?

Rico : Entahlah terserah kamu.

Andini : aku hanya menurutimu saja mas. Aku disuruh nikah sama kamu ya mau. Di jadikan Rahim pengganti Mba Dinda ya mau. Dan mas minta cerai. Oke aku turuti mas. Kenapa mas yang kesel? (Menatap sinis)

.

Rico : hmmm (berlalu meninggalkan Ku).

Tak lama setelah perdebatan ku dengan mas Rico, kak bayu Video Call lewat Whats App.

{Hai kak...mana Bibi Mirna}

{ Ini bicaralah dengan ibu.}

{Bibi....Andini kangen....}

Mataku berkaca kaca melihat bibi Mirna terbaring di bed rumah sakit.

{Bibi juga kangen nak..mana Arsyad cucu Bibi, Katanya dia sedang demam?}

{Iya bi...tapi sudah turun panasnya.}

{Ohhh syukurlah. Kamu baik baik saja dengan suamimu.}

{Iya bi baik baik saja.}

{Jenguklah bibi disini Andin. Bibi sangat merindukanmu}

{Iya bi kalau Arsyad sudah baikan pasti andin kesitu jenguk bibi.}

{Bibi tunggu sayang, yasudah kamu istirahatlah, salam buat suamimu ya sayang.}

{Baik bi nanti Andin sampaikan, bibi juga istirahat, semoga cepat sembuh ya bi.}

{Iya andin terima kasih.}

{Sama sama bi}

Kak bayu mematika ponselnya. Dan aku melihat Mas Rico yang dari tadi menatapku dari kejauhan.

"Orang aneh, bentar baik...bentar perhatian...bentar marah...ahhh entahlah."

Aku masuk ke kamarku dan tidur mendekap anaku Arsyad.

♡Happy Reading♡

1
Nafeeza_🎈🎈
Haloooo AQ dtng dr masa depaaaan 2025.. hahaha
Shifa Burhan
paling muak dan jijik liat novel yang membuat konflik rumah tangga dan kalian hadirkan lelaki lain, dan kalian puja2 lelaki lain itu, novel kayak gini sangat2 menjijikan
falea sezi
emang tolol kan qm Andini di sakitin kek g punya harga diri tp di semua novel mu sih Thor peran wanita kek goblok semua
Hany Honey: wkwkwk iya, Kak. biarin aja lah begitu.
total 1 replies
falea sezi
uda deh g usa sok peduli ma suami yg gk sayang qm jd bodoh bgt ne perempuan
falea sezi
uda lah dinda ngapain sih g mau cerai
falea sezi
qm aja gatel suami g cinta lepas lah gatel bgt sih qm
falea sezi
Andini biarin aja lah riko meratapi bini nya yg uda mati qm minta cerai aja
falea sezi
riko sok bgt siapa yg mau ma loe
Sa Tokkin
Luar biasa
Maizaton Othman
Memang kamu bodohhhh kan...
Eka Zainal
Luar biasa
Nunung Aminah
kebanyakan adegan ciuman😇😇
Yati Meydayati: ) lllll0u ki0
total 1 replies
Nunung Aminah
k
Yusria Mumba
kasiang. dindah,
Masida Sida
cerita nya bagus aku suka baca cerita nya
Siti Khalim
oke siap thorr
Siti Khalim
wihh ini beda cara nulisnya kek dialog
Diana Susanti
nyimak
Masitah Masitah
itu namay laki laki kurang ajar
Vivi Bidadari
Andini malu" tapi mau ga usah sok" lah Andini terima aja perlakuan manis Rico ga usah balas dendam saling terima kekurangan dan kelebihan masing" tinggalkan masa lalu gapai masa depan dgn bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!