Hasrat seorang Casanova tiba-tiba saja menggelora tatkala dirinya bertemu dengan seorang model pakaian dalam di sebuah lift.
Namun, tak disangka wanita itu justru memukul wajahnya dengan sebuah tas besar.
"Kau memperlihatkan anggota tubuhmu di berbagai majalah dan media, bisa-bisanya kau menolak tidur denganku!"
"Aku begini untuk bekerja, bukan untuk menjual diri!"
bagaimanakah perjalanan Sang Casanova mendapatkan wanita incarannya?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membohongi Resepsionis
Bella menghentikan mobil miliknya dengan rapi di depan gedung tinggi yang menjulang, model cantik itu keluar kendaraan beroda empat tersebut dengan sangat elegan.
Bella berjalan bak model yang tengah melakukan catwalk, sambil membawa box di tangannya ia masuk ke dalam gedung tersebut dan langsung disambut hangat oleh dua resepsionis cantik.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Ucap resepsionis yang berbeda.
"Aku ingin bertemu dengan tuan sean, apa dia ada?" Ucap Bella menyampaikan maksud kedatangannya.
"Apa sudah ada janji sebelumnya?"
Bella menggeleng pelan, ia memang tidak memiliki janji untuk bertemu dengan Sean. Bella berinisiatif kemari hanya untuk memberikan kembali barang yang sean beri secara langsung.
"Jika belum memiliki janji kami tidak bisa mengizinkan anda untuk masuk, silahkan buat janji terlebih dahulu" Pinta resepsionis dengan sopan.
Bella menghela nafas panjang, jika sebelumnya ia bisa masuk karena berlari menerobos kini mana mungkin ia melakukan hal seperti itu sendiri. Situasinya pun berbeda, bukan hal yang genting seperti beberapa hari sebelumnya.
Bella menunduk menatap box yang ia bawa, rasa ingin bertemu sean lagi-lagi meningkat, bukan karena rindu tapi karena ada sesuatu yang ingin Bella lakukan!
"Emm..... Tapi.... Aku sudah membawa hadiah penting untuk kekasihku itu. Pasti dia akan sedih.... Ya sudahlah aku akan kembali nanti saja" Lirih Bella berbohong, mengusap benda kotak itu seolah meyakinkan kedua perempuan yang nampaknya sangat terkejut mendengar pernyataan yang begitu menggemparkan hati.
"K-kekasih??? A-anda kekasih Tuan Sean? Tanyanya terperangah.
" Hmm... Tadinya aku ingin memberi hadiah ini, tapi karena aku tidak bisa menemui ya sudah aku pulang saja" Bella pun berbalik hendak berpura-pura pergi.
Namun resepsionis itu cepat-cepat memanggil Bella dan menahan model cantik itu untuk pergi.
"Tunggu Nona!"
Bella terhenti, diam-diam ia menyimpulkan senyum kemenangan.
"Ada apa?" Tanya Bella berlagak polos.
"S-silahkan masuk Nona, maaf tadi kami tidak tahu jika anda adalah kekasih dari Tuan Sean. Anda boleh menemuinya, ruangan Presdir ada di lantai paling atas. Silahkan... " Ujar wanita itu dengan raut wajah penuh kecemasan.
"Kami minta maaf Nona, silahkan masuk... " Ucap yang satunya.
"Benarkah??? Aku boleh masuk?"
"Iya Nona, mau saya antar?" Tawarnya pada Bella.
"Ah tidak perlu, aku akan masuk sendiri. Terima kasih sebelumnya... "
"Sama-sama Nona" Jawab mereka serempak.
Bella lantas menyeret kakinya menuju ruangan sean berada. Kini tak ada senyuman yang terukir di bibir Bella, raut kelembutan itu berubah menjadi ekspresi menakutkan yang membuat suasana kian menyeramkan.
Langkah Bella berdiri tepat di depan meja sekertaris, Bella memandang seorang lelaki muda yang sibuk mengurusi pekerjaan sampai tidak menyadari jika kini seorang wanita berdiri tepat di depannya.
Bella tersenyum miring, menelisik pria yang tak lain adalah adik kandung dari Sean. Ia ingat bagaimana ketakutannya laki-laki ini ketika bertemu dengan Olivia.
"Begitu sibuk kah sampai tidak menyadari Keberadaan ku?" Seru Bella mencolek dagu Verrel gemas.
Sang empu terlonjak kaget, bahkan badannya pun sedikit terhuyung kebelakang.
Tatapan Verrel membulat ketika melihat wanita dewasa yang sangat ia kenal, sedikit trauma mengingat kejadian pertama kali saat ia bertemu dengan wanita ini.
"T-tante??" Sahut Verrel refleks.
Bella terkesiap ketika telinganya menangkap panggilan demikian.
Apa dia bilang?
Tante?
Siapa yang dia maksud?
Bella menengok kanan-kiri, tidak ada tamu yang lain selain dirinya.
Jadi panggilan itu tertuju padanya???