NovelToon NovelToon
Si Gendut Kesayangan CEO

Si Gendut Kesayangan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:286.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dedels

"Aku tidak memperdulikan tentang fisikmu, aku harap kamu mencintai dirimu sendiri seperti aku mencintaimu" ucap CEO itu.

Hai semuanya, terimakasih sudah mampir ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel pertamaku ini yang berkisah tentang kisah cinta rumit antara dua sejoli Maudy dan Aditya. Selain menghibur, novel ini juga banyak terdapat pesan moral dan motivasi untuk para pembaca.

Jika berkenan saya ingin meminta dukungan sahabat sekalian, dengan cara like, komentar, dan vote novel ini, agar saya terus bersemangat dalam melanjutkan alur ceritanya.

Pesanku:
"Dont be Insecurity, Wanita akan diperlakukan seperti ratu, jika bertemu lelaki yang tepat"

Selamat membaca~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedels, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 35

"A-aa‐aawww!" teriak Maudy. Dia tersadar dari lamunannya, dan reflek menarik tangannya dari genggaman Rey. "Aww ... Sakit, Rey" ujar Maudy.

"Hehehe, emang sakit, Dy, tapi setelah ini bakal enakan, lain kali hati-hati ya, kalau mau berhenti pencet tombol nya dulu" ucap Rey. Dengan nada lembut, sambil mengelus kepala Maudy.

Maudy termenung, dia merasa sedikit aneh, rasanya, baru kali ini ada lelaki yang memperlakukannya begitu lembut. Matanya tak berpaling, menatap wajah Rey, sambil melengkungkan senyuman di wajah polosnya. "Emm, kalau dilihat dari dekat, Rey manis juga ya" ujarnya dalam hati.

Rey melambaikan tangannya di hadapan Maudy. "Hey, maudy? Hello?" ucap Rey. Maudy menundukkan kepalanya. " Kenapa? terpesona ya, dengan ketampanan ku?" ucap Rey, dengan percaya diri.

"Hemm, ada-ada aja kamu Rey. Aduuhh, ini sakit banget tangan aku." Berusaha mengalihkan pembicaraan. Lalu Rey bergegas mengambil kotak p3k, dia mengoleskan minyak herbal ke tangan Maudy. " Sabar ya dy, semoga sakitnya sedikit berkurang dioles ini" ujarnya. Maudy kembali terhanyut dalam situasi ini.

*Kriing- kringg- kringgg* Handphone Maudy berdering. Dia berusaha menggapainya, namun terpeleset. "Ga bisa ngomong minta tolong, gitu ya? Udah tau tangannya sakit" Ujar Rey. Lalu, dengan inisiatifnya sendiri Rey mengambilkan handphone Maudy.

"Siapa yang nelpon Rey? tanya Maudy.

"Bos Srigala?" jawab Rey. Dengan menunjukkan ekepressi penuh tanya.

"Hem, tolong di angkat dong Rey, sama tolong di loudspeaker" ucap Maudy.

Rey melakukan yang di ucapkan oleh Maudy. "Hallo, assalamualaikum pak" ucap Maudy.

"Waalaikumussalam, siang ini saya tunggu kamu di kantor" tegas Aditya.

"Ada apa ya pak?" tanya Maudy.

"Jangan banyak tanya dan jangan sampai terlambat." Lalu Aditya mrmutus panggilan telpon.

"Tapi pak--." *tutt tutt tutt* "Huh, dimatiin pula, orang belum selesai ngomong, ini kan weekend, masa sih masih harus ke kantor" ujar Maudy

Rey menyentuh pundak Maudy dengan pelan. "Saabaar, nanti aku anterin ya, sekarang kita pulang dulu."

***

"Lah, udah pulang. Kok cepet banget?" tanya Diana.

"Huhh, pokoknya nyebelin banget. Tadi aku ditelpon Aditya, dia minta aku datang ke kantor siang ini," ujar Maudy, kesal.

"Sabar, Dy. Jangan ditekuk gitu mukanya, yaudah buruan deh, udah jam segini" ujar Diana.

"Iya, Na. Tapi kan ini weekend, kamu bayangin deh, weekend, Diana!" ucap Maudy.

"Hem, mungkin ada hubungannya sama berkas yang kita salin semalam, Dy."

"Oh, iyaa, Na. Ampir aja aku lupa, duh kenapa ya, apa ada yang salah ya? Aduh, deg-degan deh" ucap Maudy.

"Yaa, who knows. Coba kamu pastiin aja, Dy. Semoga aman-aman aja ya," ujar Diana.

"Naa ... Diana, kamu ga mau nemenin aku, Na?" ucap Maudy. Dengan nada merayu.

"No, no, no. Gak ikut gue Dy, lihat nih, mata ku udah item kayak panda. Aku mau lanjut bobok ya, nanti, kalau kenapa-kenapa, kamu hubungin aku ya, Dy." Menarik selimutnya, menutupi semua badan.

***

"Aku tungguin ya" ucap Rey, setelah memarkirkan mobil didepan kantor.

"Eemmm, gak usah Rey, aku gak enak merepotkan kamu terus. Lagian, aku ga tau, di dalam bakalan lama atau sebentar."

"Baiklah, kalau gitu, hati-hati ya. Kabarin kalau ada apa-apa" ujar Rey.

Maudy pun masuk ke dalam kantor, dengan perasaan gelisah, khawatir dia melakukan kesalahan yang lebih besar lagi. "Duh, kira-kira, ada apa ya, Aditya suruh aku datang ke kantor, bisa gawat nih kalau aku buat kesalahan lagi, bisa ngulang magang semester depan" gumam Maudy dalam hati.

*Tok-tok-tok* "Permisi pak" ucap Maudy.

"Silahkan masuk."

"Ada apa ya pak, saya dipanggil kesini?" tanya nya.

Aditya menunjukkan dokumen print out yang diketik oleh Maudy dan Diana. "Lihat ini, coba jelaskan apa maksudnya" tanya Aditya.

Maudy tak mengerti maksud Aditya, lalu dia mengambil dokumen tersebut, dia melihat kata perkata untuk menemukan kesalahannya. "Duhh, apa sih yang salah, udah di bulak balik tetep aja gak ketemu" ucapnya dalam hati.

"Masih gak tau juga kesalahan kamu dimana?" tanya Aditya.

"Emm, belum pak" jawab Maudy.

Aditya mengambil dokumen itu dari tangan Maudy dan menunjuk pada sudut bawah, format tanda tangan. "Coba kamu jelaskan, CEO Srigala itu siapa?" tanya Aditya, serius.

Maudy terkejut, matanya terbelalak, jantungnya berdetak lebih cepat, dengan tangan gemetar melihat dokumen tersebut. "Duhh, mampus, kok bisa lupa ngeditnya ya. Udah, tamat bener deh riwayat ku, pasrah ajalah" gumamnya dalam hati.

"Bisa kamu jelaskan, siapa CEO Srigala itu? Apa di kantor ini ada Srigala?" tanya Aditya.

"Ya, ada, ini di depan aku orangnya, udah galak, cuek, gak bisa ditebak, moody, ngomong irit banget, dan paling parah,mematahkan hatiku berkali-kali," gumamnya dalam hati

Aditya memukul meja. "Ehemmm, kenapa kamu diam aja?" ujarnya.

Maudy tersadar dari khayalannya. "Hmm, anu pak, eee, itu ...."

"Eee, itu, anu, apaan! Coba kamu jelaskan, kamu tau kan ini berkas penting, untung saja saya mengeceknya terlebih dahulu" tegas Aditya.

Maudy hanya menunduk, diam seribu bahasa, dia tak mampu berkata apa-apa lagi, mati kutu. Tiba-tiba, handphone Aditya berdering, Aditya pun mengangkatnya. Maudy sedikit bernafas lega. "Huuhh." Tapi dia kembali panik, ketika Aditya mematikan telponnya.

"Telpon dari klien, dia minta ketemu sekarang di cafe, kamu ikut saya. Maudy, kalau kamu bisa mengambil hati klien satu ini, saya akan melupakan semua yang terjadi. Tapi kalau kamu gagal, kamu akan tau nanti" ujar Aditya.

Maudy menelan ludah, mendengar ucapan Aditya. "Duhh, apalagi ini ya Allah, huhu, Maak tolong anakmu" rengek maudy dalam hati.

Mereka pergi menuju tempat yang sudah disepakati dengan klien. Sepanjang jalan Maudy berdoa tak henti-hentinya, berharap ini hanyalah mimpi. Maudy menatap wajah Aditya dari kaca. "Huhh, seharusnya, ini menjadi saat yang sangat bahagia, bisa berduaan dengan Aditya. Tapi, semuanya terjadi di waktu yang tidak tepat. Sekarang aku hanya bisa berdoa, agar tak mengacaukan semuanya nanti" gumamnya dalam hati.

Melihat wajah Maudy yang ketakutan membuat Aditya tak tahan menahan tawa, sesekali dia memalingkan wajah untuk melepas senyuman. Sebebarnya Aditya tidak tega, membuat Maudy berada di kondisi ini, membuat dia merasa takut dan nervouse, tapi ini adalah satu cara agar Maudy tak bersama Rey lebih lama lagi.

Mereka pun sampai di depan cafe, lokasi meeting yang sudah disepakati sebelumnya. Tanpa sadar, Maudy membuka pintu dengan tangannya yang terkelis. "Aaaaaaawwwwww..." teriak Maudy. Aditya reflek melihat ke arah Maudy, dan menyadari bahwa tangan kirinya sedikit bengkak dan balu. "Kamu kenapa?" ujar Aditya, panik. "Gak kenapa-napa pak." Maudy hendak membuka pintu dengan tangan kanannya.

"Berhenti, biar saya yang membukakan pintu untukmu" ujar Aditya.

1
Yaffa Rahmadany
bagus banget ceritanya
Chi-Chi Heriyati
ceritanya sangat menarik
Wiliam Zero
Novelnya bagus
Jasmin Melor
Luar biasa
Sulistiowati
up lgi thor
Salwa Fauziah
gak ada lanjutan
Prolice Sadarita
haaaaaaa maudy tak kuat godaan,
Prolice Sadarita
ada penyakit apa maudy pingan terus lemah. sekali sebel
Prolice Sadarita
thor klu lain kali buat cerita wanitanya yg stong, tipe pemberani dan tegar walau byk masalah yaa ,biar greget gitu loh, ini bagus tapi kurang greget aja
Ade Bungsu
lama amat up cerita thor
Prolice Sadarita
kk seneng dg ceritamu bagus tapi maudy itu terlalu lemah jadi bahan bullyan deh, lain kali buatlah cerita wanita yg smart dan stong dong, tetap semangat thor,
Prolice Sadarita
kenapa maudy tak melawan klu di bully, lawan dooong, kesel deh penakut sekali dan lemah, dikit 2 pingsan
Prolice Sadarita
akupun gemuk, apa i ya ada pemuda ganteng, tajiir yg mau sama org gendut ya, kk gendut karena sdh menikah dan mempunyai anak, karena kb jadi gemdut, tapi alhamdulillah kk sdh 35 tahun menikah suami tetap setia, gendut tidak masalah katanya yg penting sehat, mudah2 pernikahan kami berakhir sampai maut memisahkan kami dan tetap sll setia selamanya aaamiiin
Kitty Kawaii
kapan up lagi kak?
Mrs. Alo
masuk akal koq cukup masuk akal,. kalo cwo yg merasa pnya tanggung jwab dy pasti usahain dulu tujuan utama dy , krna apa yg dy lakukan saat inipun ttp utk wnta yg dicintainy agar bs membuat dy bahagia bukan,. ya memang butuh pengorbanan besar utk mencapai tujuan terbaik☺
Ahmad Haidir
kapan ne Thor up lagi
sumardani yati ori
setau saya orang gendut seperti saya ga on...on...bingit🤨tapi suka2 yang nulis dah mungkin pernah nemu sdm big body seperti maudy
sumardani yati ori
maaf .....saya gendut tapi ga stupid jadi cewek gendut bukan harus nahan marah dan mau di hina smart B4.....behavior,beauty,brain and big.....body...heart but not STUPID
Ahmad Haidir
lanjut Thor....
fatmanakiki
upp..yg banyak dong thor...sudah sekian purnama menanti kelanjutan kisah maudy dan aditya😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!