Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Hey kalian pembaca setiaku terimaksih ya sudah ngikutin terus, tapi jangan lupa kasih like nya kalau bisa kasih bunga juga 🌷🌷🌷
🌛🌛🌛
Seperti biasa Jam 10 pagi Via akan keluar dari kamar sekali gus untuk pergi kerumah makan untuk memulai aktivitasnya.
Pagi ini Via tidak sarapan sebelum berangkat, via langsung menuju pintu keluar, saat Via berjalan suara pelayan menghentikan langkahnya.
"Ada apa manggil saya pak?" Tanya Via sopan.
"Tadi pagi tuan Derson perpesan kalau nona tidak usah mengantarkan makan siang kepadanya hari ini dan seterusnya" pelayan itu menyampaikan apa yang dikatakan tuannya kepada Via.
"Owhh baguslah kalau begitu, saya permisi dulu ya pak" ucap Via lalu kembali melangkahkan kakinya melewati halaman rumah hingga dia sampai didepan gerbang rumah, disana sudah ada ojol yang menunggunya.
"Dengan bak Olivia ya?" Tanya ojol itu sambil memberikan helm untuk Via.
"Iya Bang" Via menerima helm itu lalu memakainya untuk keamanan diperjalan.
Perjalan dari rumah Aderson kerumah makan Via hanya menempuh 30 menit, Via turun lalu memberi ongkostnya.
Saat Via sampai rumah makan itu sudah buka tapi menunya belum semuanya tersaji karena hanya Evie yang masak dari tadi pagi.
"Pagi kak Evie, yang mana duluan nih Via bantu?".
"Bersihkan ayam sama ikan yang ada dalam ember itu aja kak" Evie menunjukkan sebuah ember yang berisi ayam dan satu ember lagi berisi ikan.
Via mulai membersihkan ikan itu lalu membersihkan ayam, setelah itu Via kembali melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang belum diselesaikan oleh Evie.
"Huftt... akhirnya selesai juga semuanya, tinggal melayani orang yang datang" ucap Via kepada Evie yang sudah duduk dikursi dekat kasir.
"Iya mudah-mudahan hari ini rame".
"Amin" Via menimpali ucapan Evie.
*****
"Mbak Via...." Via langsung menoleh saat suara tidak asing memanggilnya.
"Ehh....ibuk tumben pagi-pagi sudah datang, mau pesan apa?" Tanya Via antusias.
"Ibuk nggak mau beli makanan, ibu hanya ingin mengundang mu nanti malam datang ya kerumah ibuk, untuk makan malam ajak Evie juga" ucap Mawar yang sengaja singgah dirumah makan milik Via.
"Duh gimana ya tante?" Via sambil garuk-garuk kepala bingung mau jawab apa.
"Pokoknya ibu tunggu kalian berdua dirumah ibuk jam 8 malam kalau nggak datang ibuk kecewa" jawab Mawar.
"Ibuk permisi dulu ya" Mawar langsung meninggalkan kedua orang itu yang belum menjawab ucapan Mawar.
"Bagiamana ini Evie aku bingung mau pergi kesana" ucap Via serba salah, kalau nggak datang takut membuat Mawar kecewa tapi kalau dia datang takut ketahuan pulang malam walau Derson tidak memperdulikannya.
"Kita kesana ajalah, jarang-jarang orang kaya mengundang kita kerumahnya" ucap Evie gembira.
Kebetulan atau memang gimana hari ini semua menu dirumah makan sederhana itu sudah habis padahal masih sore yang membuat Evie tersenyum senang bisa pergi kerumah Mawar malam ini.
"Yeee semua jualan kita habis kak Via, Kita beres-beres yok biar kita pergi kerumah bu Mawar".
"Yaudah kamu bereskan yang sana aku yang disini, oh ya masak kita kesana baju kayak gini belum mandi lagi, rumahku jauh" ucap Via.
"Tenang saja kak, kost aku dekat sini kok kita nanti mandi disana kakak pake baju aku saja" jawab Evie senang.
Tidak menunggu lama Evie dan Via sudah siap membereskan rumah makan itu, kini kedua orang itu berjalan kaki menuju kost Evie.
🌛🌛🌛
Dikediaman Aderson.
Saat ini Derson dan James berada diruangan kerja Derson, keduanya terlibat dalam percapakan serius. terlihat dari mimik wajah keduanya tidak ada main-main.
"Jadi bagaimana kalau kita mengirim barang senjata kita ke kota C ini apa disana kamu sudah menemukan orang yang tepat?" Tanya Derson.
"Sudah aku temukan dan kemungkinan besok aku akan bertemu dengannya terlebih dahulu sebelum mengirim barang kesana" jawab James.
"Bagus kalau begitu, bagaimana pasar disana apa menurut mu barang kita akan cepat habis disana?".
"Dari hasil pengamatan saya seperti sangat laris tapi kita coba dulu dan kita lihat perkembangannya" jawab James.
Kedua laki-laki itu lalu turun kelantai bawah untuk melakukan makan malam setelah selesai membahas pekerjaan mereka dibidang kegelapan.
Satu hari ini derson tidak ada mengingat Via sedikit pun, saat melewati pintu kamar Via pun dia biasa saja tanpa punya keinginan untuk menyapa perempuan itu.
"James kau bantu aku lah bagaimana cara menyingkirkan Via dari rumah ini" ucap Derson disela-sela makan mereka.
"What......? apa maksudmu, kau seorang Mafia yang kejam kenapa bertanya padaku untuk menyingkirkan 1 orang perempuan? biasanya kau langsung sikat saja" ucap james bingung dengan sikap derson yang tiba-tiba ingin menyingkirkan via dari rumahnya.
"Aku kayaknya sudah bosan melihatnya disini, tapi kalau aku membunuhnya aku takut Lily akan marah padaku, kau tau sendiri Lily sangat menyukai Via sebagai kakak iparnya".
"Nanti aku akan pikirkan bagaimana caranya, tapi saat ini biarkan aku makan dengan tanang" ucap James sambil menyendokkan makanan kedalam mulutnya.
🌛🌛🌛
Sedangkan ditempat lain Via bersama Evie sedang menuju rumah Mawar, malam ini kedua wanita itu terlihat sangat cantik memakai dress mini yang panjangnya diatas lutut.
Saat mereka sudah sampai Via langsung memencet bel rumah, beberapa detik kemudian penjaga gerbang datang menghampiri mereka.
"Dengan nona Via dan Evie ya?".
"Iya benar pak" jawab Via sopan.
"Silahkan masuk, nona Via dan Nona Evie sudah ditunggu didalam".
Via dan Evie mulai memasuki rumah mewah ini, walau tidak semewah rumah Aderson tapi ini juga sangat mewah dimata Evie dan juga Via.
"Selamat malam pak buk" sapa Via saat sudah sampai diruang tamu.
"Wahh... Kalian akhirnya datang juga, kita langsung kemeja makan yuk, hari ini ibu masak banyak" ucap Mawar berdiri dari duduknya menuju meja makan.
"Silahkan duduk jangan sungkan-sungkan, hari ini ibuk masak karena anak ibuk wisuda sebagai acara syukuran kecil-kecilan heheh" ucap Mawar.
Mawar duduk disamping suaminya, kebetulan Jhosua baru datang dari kamarnya untuk makan malam langsung duduk dikursi yang kosong.
"Jadi ini tamu mama yang spesial itu?" tanya Jhosua sambil melihat 2 perempuan didepannya, tapi saat melihat Via Jhosua langsung mengenalinya.
"Kamukan cewek yang di swalayan kemaren?" Tanya Jhosua menunjuk Via.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Mawar penasaran.
"Iya mah kemaren kebetulan jumpa diswalayan nggak sengaja, yaudah kita makan dulu Jhosua lapar nih" ucap Jhosua mengelus perutnya yang sudah mulai keroncongan.
"Haha yaudah makan-makan" Mawar langsung mengambil nasi untuk suaminya sedangkan ketiga orang itu mengambil nasi masing-masing, ketika makan berlangsung semua orang diam hanya dentingan sendok yang terdengar.
Selesai makan mereka baru berbincang kembali tentang keseharian mereka, tapi tiba-tiba pertanyaan Mawar meleset dari keseharian, yang membuat via bingung menjawabnya.
"Via ibu mau tanya kamu sudah menikah belum?" Tanya Mawar penasaran.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya