NovelToon NovelToon
Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Selingkuh / Tante / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hany Honey

Niken menyaksikan perselingkuhan suaminya dengan perempuan yang lebih dewasa, istri orang, dan tetangga dari suaminya. Bukan Niken saja yang melihat adegan panas Reyfan, sang suami bersama Zahra, selingkuhannya. Melainkan ada seseorang lagi yang melihat adegan panas mereka. Hans, suami dari Zahra ternyata menyaksikan semua itu di belakang Niken yang sedang memergoki Reyfan bercinta dengan Zahra di Bengkel milik suaminya.

Hans menangkap tubuh Niken yang lemas karena melihat pergulatan panas Reyfan dan Zahra.
"Jangan menangis, manusia laknat seperti mereka jangan ditangisi!"
"Om Hans?"
"Kita balas perbuatan mereka!"
"Caranya?"
"Kita selingkuh!"

Niken setuju dengan Hans, mereka membuat suatu perjanjian perselingkuhan. Bagaimana kisah Niken dan Hans? Apa mereka terjebak perasaan saat membalas perlakuan pasangan mereka? Apalagi Hans yang sudah lama jatuh hati pada Niken, sejak Hans melihat Niken pertama kalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Aku mendorong tubuh Om Hans yang memelukku. Aku bangun, dan aku langsung pergi.

“Niken, tunggu!” Om Hans menghentikan langkahku.

“Apa, Om?” tanyaku.

“Maafkan istriku,” ucapnya.

Aku mendekati Om Hans yang meminta maaf padaku atas nama istrinya. “Kamu itu laki-laki, tapi kamu bodoh! Istrimu yang salah, kamu yang minta maaf!” geramku.

Aku tidak peduli, aku ingin masuk ke dalam lagi, menggrebek mereka di dalam, dan bila perlu aku panggil warga sekitar, biar saja ramai. Apalagi semua orang tahu Zahra. Dia adalah wanita yang taat dengan agama. Muslim yang baik, pakaiannya syar’i tapi begitu kelakukannya.

“Mau ke mana, Niken?” tanya Om Hans.

“Mau grebek mereka! Biar, biar semua tahu kelakuan bejat mereka!” jawabku.

“Kamu salah, Niken. Biar saja mereka begitu. Bukan sekarang saatnya menggrebek mereka. Aku juga sama sakitnya, sama seperti yang kamu rasakan. Sudah biarkan saja, biar mereka senang-senang. Kita pulang, jangan buang waktu kita untuk mengurusi mereka,” tutur Om Hans.

“Dua kali aku lihat seperti ini, rasanya aku ini jijik sekali, ingin aku maki suamiku, ingin aku hancurkan mereka!” erangku.

“Bukan begini cara membalasnya, Nik. Yang ada kamu juga malu sendiri. Terlebih aku, aku berkali-kali melihat Zahra selingkuh! Bukan dengan suamimu saja, dan ini yang terlama, dengan suamimu!” tutur Om Hans.

Aku mengendikkan bahuku, mengernyitkan keningku. Sedikit tidak percaya, Zahra sudah menyelingkuhi Om Hans berkali-kali. “Apa? Istri om selingkuh berkali-kali?” tanyaku terheran-heran.

“Iya. Makanya sudah, biarkan mereka. Kamu diam saja, nanti kalau sudah saatnya juga akan terbongkar sendiri kok. Ayo pulang, jangan buang waktumu untuk orang yang tidak berguna seperti mereka!” ajak Om Hans.

Benar kata Om Hans, aku tidak boleh membuang waktuku untuk mengurusi orang seperti mereka. Lebih baik aku pulang, lalu aku bersikap biasa saja terhadap Mas Reyfan.

Aku pulang ke rumah, dan di belakangnya Om Hans mengikutiku menggunakan mobil. Aku tahu dia khawatir denganku, apalagi melihat aku menangis histeris seperti tadi. Padahal aku cukup keras menangis, tapi Mas Rey sedikit pun tidak mendengar tangisanku di luar.

Sampai di rumah, aku langsung mandi, mengganti pakaianku, dan mencoba untuk tidur melupakan semuanya. Masih jelas terbayang apa yang dilakukan suamiku dengan Zahra. Benar-benar menjijikan sekali perbuatan mereka. Aku tidak menyangka, di balik sikap Mas Reyfan yang diam, dan perhatian, ternyata dia melakukan hal yang membuat hatiku sakit.

Aku semakin insecure dengan diriku sendiri, aku bertanya-tanya, apa salahku? Kenapa aku dikhianati seperti ini? Padahal aku selalu menuruti apa yang Mas Rey inginkan. Aku juga tidak pernah neko-neko ini dan itu? Meskipun aku bekerja, aku punya penghasilan dari menulis, aku tetap menghargai suamiku, kalau menerima honor menulis saja aku terbuka dengan Mas Rey, kami tidak pernah berdebat soal keuangan, soal apa pun juga jarang sekali berdebat. Tapi, diamnya Mas Reyfan ternyata seperti ini.

Aku mendengar notifikasi pesan, aku lihat siapa yang mengirim pesan padaku, ternyata Mas Reyfan yang mengirim pesan.

[Sudah tidur, Sayang? Mas pulang, ya? Mas gak jadi tidur di bengkel. Sudah selesai pekerjaan mas.]

Aku hanya tersenyum, iya tahu pekerjaanmu dengan Zahra sudah selesai. Sudah puas juga pastinya.

[Iya, pulang saja. Aku baru mau tidur.]

Aku harus terlihat biasa saja. Biar saja, aku pendam marahku dulu, aku gak mau gegabah langsung bicara dan marah-marah sama suamiku. Aku malah takut kalau mood dia sedang tidak baik, lalu aku membicarakan soal apa yang aku lihat, pasti ujungnya bertengkar hebat. Aku tidak mau ribut saja. Biar saja, lihat nanti bagaimana.

Aku membukakan pintu, Mas Reyfan sudah sampai rumah. Badannya sudah bersih dan wangi, padahal biasanya pulang masih dengan pakaian kotornya. Malam ini sudah wangi sekali, dan baunya bukan bau parfum miliknya.

“Aku langsung tidur ya, Nik? Capek sekali,” pamitnya.

“Iya, Mas. Mandi dulu dong, Mas?” ucapku.

“Sudah tadi di bengkel,” jawabnya sambil berjalan mendahuluiku.

Aku menutup pintu lagi, lalu langsung menyusul Mas Reyfan di kamar. Aku lihat dia sedang senyum-senyum sendiri dengan ponselnya. Paling dia sedang chat dengan Zahra? Mau dengan siapa lagi kalau tidak dengan dia?

Aku rebahkan tubuhku di samping Mas Reyfan, tak kusangka dia langsung menyingkir, berpindah ke sofa.

“Kok pindah, Mas?” tanyaku.

“Biar kamu gak kesempitan, aku di sofa saja. Kamu kan gede badannya?” jawabnya.

Jleb!

Ucapannya tajam sekali, mana tidak sambil bercanda lagi? Dia bilang serius sekali. “Memang segede apa sih badanku, Mas? Masa tempat tidur ukuran king size gak muat untuk aku dan kamu?” ucapku kesal.

“Muat, tapi sempit!” tukasnya.

“Oh ya sudah,” ucapku.

Biar saja dia sedang asik dengan dunianya bersama Zahra. Aku akan buat kamu menyesal sudah seperti ini padaku!

^^^

Aku mendengar ponselku bergetar. Ada notifikasi dari Instagram. Seseorang mengirimkan DM padaku. Aku tahu paling itu Om Hans. Benar, nama Hans Alexandra muncul di layar ponselku.

[Niken, sedang apa? Sudah tidur?]

[Belum.]

Aku jawab DM dari Om Hans. Biar saja, buat hiburan, toh suamiku sibuk juga dengan ponselnya.

Om Hans mengirimkan foto Zahra juga yang sedang duduk di sofa sambil bermain ponselnya dengan tersenyum. Aku pun tak kalah mengirimkan foto Mas Reyfan pada Om Hans.

[Orang-orang penuh dusta, Nik.]

Komentar Om Hans saat aku mengirimkan foto suamiku.

[Biarlah, biar mereka bahagia.]

[Besok bisa ketemu, Nik? Aku pengin bicara denganmu.]

[Mau bicara apa? Apa di sini gak bisa? Lewat DM saja, Om. Gak usah ketemu. Nanti malah jadi omongan gak baik.]

[Nik, kalau kita balas perbuatan mereka bagaimana? Kita selingkuh misalnya?]

Aku tercengang membaca pesan dari Om Hans. Aku juga sempat berpikir nakal seperti itu, tapi aku juga memikirnya nantinya. Masa kejahatan dibalas kejahatan juga? Tapi kalau aku sabar juga sakit hati sih dapatnya.

[Nik? Bagaimana?]

[Besok ketemu saja, Om]

[Oke, besok orang om yang jemput kamu.]

Iya juga, benar kata Om Hans, aku turuti saja permainan ini, mungkin kalau aku cuek dengan Mas Rey juga Mas Rey akan kebingungan sendiri? Salahnya sendiri memulai main api di belakangku.

Aku akhiri chat lewat DM dengan Om Hans. Sungguh dadaku berdegup kencang, mengingat percakapan tadi dengan Om Hans, apalagi dia mengajakku membalas perbuatan pasangan kita. Jujur aku takut, karena baru kali ini aku seperti ini.

Entah kenapa aku ini mau-mau saja mendapat tawaran seperti itu dari Om Hans. Apa karena aku kasihan juga dengan dia yang diselingkuhi Zahra? Atau karena aku memang ingin membalas perbuatan bejat suamiku? Ah entahlah, aku ikuti saja alurnya, daripada aku sakit hati terus seperti ini? Lebih baik aku juga melakukannya, biar saja, biar sama-sama impas!

1
Marina Tarigan
gitu dong kedepannya hati2 dong cinta dan rindu bolh tapi jgn seperti banteng normal 2 saja
Marina Tarigan
pak bos balas dendam karena 2 tjm puasa ya kedepannya tata hasrat bapak ada batas kemampuan istrinya dia bukan mesin bisa dipacu terus
Marina Tarigan
lavi pula pak bos gempur Niken seperti kuda terus perdarahanlah
Anonim
kesimpulan singkat...curi curian suami🤣
Marina Tarigan
kan betul kata Hans kalau wsnita jd janda lebih 1 x nilainya berkurang pasti laki2 ada yg menganggu tapi kalau laki2 yg seperti Hans 10 wanita simpanan diluar sana dumia tutp mats mkmya harus jsga martabat supaya jgn xilecehkan orang lain dan terima kasih Niken kamu sdh berusaha menata rmh tgga mu kembali utk anakmu ber 5 yg sangat menyayanhi kamu
Marina Tarigan
gitu dong iken tekan sedikit egomu Hans kena sakit jantung 2 thn tdk terurus gara2 mencari kamu soang menangis stres bertahun mkn tidur tdk teratur saling maafan saling belajar menekan emosi
Marina Tarigan
sm kek kucing grasak grusuk
Marina Tarigan
kalau menurut aku lebih baik tinggalkan dulu Niken sm anak2nya lebih baik Hans pergi jauh dan mengelola perusahaan diluar negeri rmh dan perusahaan yg telah kalian bangun bersama serahkan sm angkasa dan mega juga Niken perjuangan pak Hans sdh kewat batas terus minta ampun sampai berlutut didepan niken ber kali 2 manuzia tak ada sempurna nikennya terlampau hati batu kamu punya segala Hans jgn terlampau merendahkan diro dihsdapan niken pergilah jauh tinggalkan semua kamu dibuat seperti sampah dibuat Niken kamu sdh beftanghung jawab sm anak istrimu tinggalkan semua
Marina Tarigan
lanjut semoga Niken dpt pertolongan orang baik
Marina Tarigan
semoga pak bos hancur dgn sendirinya dan akan dimarahi anak2mu mampus lo
Marina Tarigan
kesalahanmu fatal Dewa masak nyimpan foto ibu sambungmu di laci mu keluargamu akan berantakan nantinya
Marina Tarigan
Hans adalah pria yg luar biasa yg mengurus anak2nya tanpa zahra menghidupi dan merawat anak2 nya walaupun istri terus berselingkuh rmh tgga tetap dijaga demi anak2nya
Marina Tarigan
sdhlah pak Reyhan takdirmu memang utk jalang keparat kau sakiti bukan tanggung2 Niken menghina dia gendut tdk ada manis2nya tapi Niken wanita pintar tangguh mengjormati pernikahan tapi kamu kecantol tante girang yg fokus maksiat terus
Marina Tarigan
kamu dekati setan Rey akhirnya kamu kesetanan
Marina Tarigan
biadap juga kamu Niken kamu pancing Hans berbuat zina pdmu kamu juga sama gatalnya dgn zahra jgn sok baik kamu juga bayangan pelacur
Marina Tarigan
sebagai wanita baik jgn dibalas sepeperti kelakuan mereka kalau kamu selingkuh dgn Hans berarti kamu juga bejat dan brengsel dan hina bivara baik2 dan minta cera
i saja dgn baik2 kalau tdk bisa berubah cerai saja
Marina Tarigan
manusia memang tdk ada puasnya .pd yg dia miliki sendiri efan
fsf
lama lama Niken bikin emosi aja sikapnya terlalu kekanak-kanakan egois dan keras kepala bikin sebel
fsf
waduh bisa salah faham tuh
fsf
lah kalau ngak disentuh Hans kok bisa anak sampai 3 apa itu anak hasil perselingkuhan 🤔
Zahra memang gendut BB 90 itu dah over banget mungkin kalau BB 70an gitu bisa dibilang montok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!