Update setiap hari.....
Enola gadis cantik dengan keterampilan beladiri diatas rata-rata, membuka jasa Bodyguard pribadi bersama adik-adiknya.
Dia bertemu seorang Tuan Muda Kaya Raya yang sangat diinginkan oleh setiap wanita.
Perjalanan cinta mereka penuh dengan suka dan duka.
Ayo ikuti selalu kisahnya dan menjadi saksi perjalanan mereka.
✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfrida Mery Chrismes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 35 : Bercanda
Reyhan dan Sinta menyantap makanan mereka hingga selesai.
Setelah selesai makan Sinta mengajak Reyhan untuk menonton film.
......................
“Kita nonton aja yo” ajak Sinta pada Reyhan yang memecah keheningan dirumah tersebut.
“Ngga usah deh, mending kita istirahat. Aku capek banget karena bawa mobil” ujar Reyhan menolak ajakan Sinta.
“Iya juga ya, kamu pasti capek” tambah Sinta membenarkan.
“Gimana kalau minggu depan?” tanya Reyhan pada Sinta yang kelihatan murung.
“Iya minggu depan aja” jawab Sinta dengan menghilangkan murung nya.
“Ya udah, aku tidur disofa aja” ujar Reyhan yang membuat Sinta ngga senang.
“Tidur di ranjang aja, kalau tidur disini sakit maklum udah usang” tutur Sinta yang membuat Reyhan waswas apa yang sedang direncanakan Sinta.
“Apa?. Astaga apa dia tidak takut aku melakukan sesuatu padanya.” pekik Reyhan dalam batinnya.
“Lagian kita juga sudah tidur bersama” tambah Sinta yang membuat jantung Reyhan berdegup dengan kencang.
“Tapi..... Gimana ya?” ujar Reyhan dengan berbicara terpotong-potong.
“Udah, ngga ada tapi tapian ada gimana-gimana” tutur Sinta pada Reyhan.
Reyhan menurut pada Sinta, Reyhan dan Sinta menuju kamar yang dibimbing oleh Sinta.
“Maaf ya ranjangnya nggak besar” ujar Sinta pada Reyhan yang telah sampai dikamar Sinta.
Meskipun rumah itu lumayan besar namun hanya memiliki dua kamar, kamar Sinta dan kamar orang tuanya.
Saat ini hanya kamar Sinta lah yang layak dihuni karena kamar orang tuanya tidak pernah digunakan sejak kematian mereka.
“Ahh ngga apa-apa” jawab Reyhan dengan sedikit canggung.
Reyhan berjalan kesalah satu sisi ranjang dan duduk di bibir ranjang.
“Rey....” panggil Sinta pada Reyhan.
“Ahh, iya” jawab Reyhan yang menyadari suara Sinta.
“Rey, aku mau ngomong serius” ujar Sinta.
“Apa, ngomong aja” ucap Reyhan.
“Rey....., aku suka sama kamu” ucap Sinta pada Reyhan.
Sinta dan Reyhan duduk di masing-masing tepi ranjang yang membuat mereka tak melihat satu sama lain.
Ketika Sinta mengatakan bahwa ia menyukai Reyhan, jantung Reyhan pun menjadi tidak stabil dan Sinta hanya mengutuk dirinya.
“Astaga, bodoh, bodoh. Apa yang kau lakukan Sinta” gerutu batin Sinta atas ucapan yang baru saja yang dikatakannya.
Sedangkan Reyhan masih terpaku mendengar perkataan Sinta dengan jantung yang belum stabil.
Sinta sangat agresif sehingga dia harus menyatakan persaannya terlebih dahulu.
“Sudah, lupakan saja. Aku hanya bercanda” ujar Sinta pada Reyhan yang membuat Reyhan marah.
Reyhan bangkit dan berjalan menuju Sinta yang berada disisi sebelahnya.
“Apa, bercanda kamu bilang” ucap Reyhan dengan nada yang sedikit keras pada Sinta yang membuat perempuan itu takut.
Reyhan langsung mendarat bibirnya pada bibir Sinta yang membuat Sinta membolakan bola matanya, dan memukul dada Reyhan agar berhenti.
“Kamu....” ucap Sinta yang langsung diputus oleh perkataan Reyhan.
“Aku juga menyukaimu, aku mencintaimu, aku sayang padamu” ucap Reyhan yang membuat mata Sinta berkaca-kaca.
“Benaran?. Kamu nggak bercanda kan?” tanya Sinta memperjelas.
“Iya, aku bercanda” yang membuat Sinta tiba-tiba merasa runtuh dan jatuh hingga Sinta menangis.
Reyhan yang melihat Sinta menangis langsung memeluknya.
“Ngga aku ngga bercanda kok. Aku mencintaimu, maaf karena harus kamu yang memulai ” bisik Reyhan ditelinga Sinta yang membuat Sinta mendorong Reyhan.
"Aku memang pecundang" tambah Reyhan.
Reyhan yang didorong oleh Sinta melepaskan pelukannya.
“Serius, kamu ngga bohong kan atau kamu lagi bercanda?” tanya Sinta dengan tersedu-sedu.
“Iya, aku serius. Aku sayang sama kamu” ucap Reyhan sambil mengusap air mata Sinta dengan lembut.
“Udah jangan nangis, nanti manisnya hilang” tambah Reyhan dengan sedikit menggoda Sinta yang membuat wajah Sinta merona.
“Kamu becandanya ngga lucu tau” ujar Sinta memberitahu.
“Maaf ya aku salah. Kamu juga tadi pakai bilang becanda” tutur Reyhan.
“Udah sini, sini. Jangan nangis lagi” ucap Reyhan dengan membentangkan tangannya untuk memeluk Sinta.
Sinta pun menenggelamkan diri pada pelukan Reyhan.
“Udah ya, jangan nangis. Aku minta maaf” ucap Reyhan sambil mengelus rambut Sinta.
Reyhan melepaskan pelukan mereka dan mendaratkan bibirnya di kening Sinta.
“Mending kita tidur sekarang” ucap Reyhan yang hanya dibalas Sinta dengan sebuah anggukan.
Reyhan dan Sinta membaringkan tubuh mereka diranjang, Reyhan menatap Sinta tak lekang yang membuat Sinta makin merona.
Reyhan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Sinta dan menarik Sinta pada pelukannya.
“Tidurlah” ucap Reyhan. dengan mengecup kening Sinta dan mendekap Sinta dalam pelukannya
Sinta menenggelamkan kepalanya didada Reyhan.
Hujan yang deras dan malam yang semakin dingin kedua pasangan kekasih itu merasa hangat dengan kehadiran setiap orang yang mampu menghilangkan rasa sepi nan mencekam dihati mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bantu untuk lebih semangat lagi ya guys dengan like, komen dan vote.
Thankyou all.
Jangan lupa jaga kesehatan ✨
nggak seru jadinya..