NovelToon NovelToon
SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Sinta Aniswari (23) dulunya adalah mahasiswi kedokteran paling ceria dan cerewet se-FK.
Sampai ayahnya bangkrut dan satu-satunya cara menyelamatkan rumah sakit keluarga adalah dengan menikahi Dean Galang Wijaya (30).

Pengusaha muda, perfeksionis, kaku seperti robot, dan sedingin kulkas dua pintu.

Dua tahun menikah tanpa cinta. Sinta berubah menjadi Nyonya Wijaya yang anggun dan penurut. Dari luar, semua orang mengira ia adalah istri yang tidak disayang. Pernikahan yang kaku seperti dua orang asing yang tinggal di rumah yang sama.

Sampai mereka tau sisi lainnya.

Bahwa Dean yang kaku itu ternyata menjadwalkan segalanya. Bahkan untuk menyentuh istrinya. Satu bulan empat kali. Setiap tanggal 5, 12, 19, dan 26. Jam 21.00 tepat.
Dan selalu diawali dengan kalimat yang sama, dengan wajah datar yang sama:

"Apa mau main?"

Sinta pikir pernikahan ini hanya soal peran. Sampai Dean yang kaku itu mulai membuatnya bingung, berubah menjadi lebih aktip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISI LAIN SUAMIKU — DEAN GALANG WIJAYA BAB 25 — REAKSI RUANG DIREKSI DAN BEKAL

SISI LAIN SUAMIKU — DEAN GALANG WIJAYA

BAB 25 — REAKSI RUANG DIREKSI DAN BEKAL DARI RUMAH

Ruang rapat utama Wijaya Group di lantai tiga puluh lima terasa jauh lebih dingin dari biasanya. AC central diset pada suhu delapan belas derajat Celsius, tetapi atmosfer tegang di antara belasan direksi dan pemegang saham senior murni dipicu oleh sosok pria yang duduk di ujung meja jati lonjong tersebut.

Dean Galang Wijaya.

Pria itu mendengarkan presentasi dari Direktur Keuangan dengan ekspresi sewajah manekin. Jemari tangannya yang mengenakan cincin berlian hitam mengetikkan catatan evaluasi di tablet peraknya dengan ritme teratur. Namun, fokus belasan orang berjas rapi di ruangan itu secara berkala terdistraksi oleh satu titik visual yang sangat mencolok: stempel bibir berwarna merah ceri di kerah kanan kemeja putih sang CEO.

Tidak ada satu pun direktur senior yang berani bersuara atau bertanya. Mereka hanya saling melempar lirikan mata dengan alis terangkat, menahan spekulasi liar di dalam kepala masing-masing. Pria yang selama ini dikenal sebagai "pribadi tanpa celah" dan dingin seperti es kutub, hadir di rapat strategi kuartalan dengan bukti keintiman yang terpampang nyata.

"Kinerja portofolio sektor kesehatan mengalami deviasi positif sebesar dua belas persen," ucap Dean, memotong pemaparan Direktur Keuangan. Suaranya yang berat, dalam, dan tanpa intonasi langsung mengembalikan fokus seluruh peserta rapat dalam satu detik. "Namun, efisiensi alokasi dana operasional di anak perusahaan masih perlu diaudit ulang sebelum penutupan buku bulan ini."

"B-baik, Pak Dean. Kami akan merevisi laporannya sore ini," jawab Direktur Keuangan cepat sambil menyapu keringat dingin di dahinya.

[POV Dean]

Berdasarkan pengamatan mikro-ekspresi, tingkat gangguan konsentrasi para anggota jajaran direksi selama empat puluh lima menit berlangsungnya rapat berada di angka tiga puluh delapan persen. Sebanyak tujuh belas kali pandangan mata mereka teralih secara acak ke koordinat kerah kemeja kanan saya.

Meskipun secara norma formal hal ini berpotensi menurunkan efisiensi penyampaian materi presentasi, variabel ini memberikan dampak sekunder yang sangat menguntungkan: spekulasi publik mengenai privasi rumah tangga saya secara otomatis terkonfirmasi tanpa perlu ada konferensi pers. Stempel validasi milik Sinta bekerja sebagai instrumen komunikasi visual yang sangat efektif.

Rapat resmi ditutup tepat pukul sebelas siang. Saat para direksi melangkah keluar dengan tertib, Sekretaris Anita masuk membawa sebuah tas bekal bermotif kain pastel yang sangat bertolak belakang dengan estetika serba hitam-putih di ruangan tersebut.

Wajah Anita masih tampak agak pucat, matanya sedikit sembab setelah kejutan di koridor pagi tadi.

"Pak Dean..." panggil Anita pelan, meletakkan tas bekal itu di atas meja rapat dengan gerakan kaku. "Ini... tadi ada kurir pribadi yang mengantarkan kotak makanan dari Rumah Utama. Pengirimnya atas nama... Nyonya aniswari."

Dean yang sedang mengemas tablet peraknya langsung menghentikan gerakan jemarinya. Tatapan mata hitamnya terangkat, tertuju pada tas bekal berwarna pastel tersebut.

"Kurir pribadi?" tanya Dean singkat.

"I-iya, Pak. Katanya Nyonya aniswari sendiri yang menyiapkan dan meminta kurir mengantarnya tepat sebelum jam makan siang Anda," jelas Anita dengan suara yang makin memelan. Harapan tipis yang selama ini disimpan Anita mengenai keretakan rumah tangga sang bos telah musnah sepenuhnya tapi tentu saja dia tidak akan menyerah dengan mudah.

"Baik. Terima kasih," balas Dean datar.

Begitu Anita meninggalkan ruangan, Dean tidak menunggu waktu lama untuk membuka tas bekal tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah tempat makan tiga tingkat berisi nasi gulung nori, potongan ayam teriyaki, dan tumis sayur segar. Di atas tutupnya, tertempel selembar kertas memo berwarna kuning dengan tulisan tangan yang agak berantakan khas mahasiswi kedokteran:

[Pesan untuk Pak Robot] Mas Dean! Tadi pagi kan kemejanya kena gincu aku, jadi sebagai permohonan maaf (dan biar Mas gak kelaparan pas rapat), aku masakin bekal ini. Awas kalau gak dihabisin! Kalau ada yang nanya soal gincu di kerah, bilang aja itu cap stempel dokter anak!

– Istri Cantik & Cerewet 🤍

Dean menatap memo kecil itu selama beberapa detik. Tatapan matanya yang biasanya keras dan tajam perlahan melunak. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat tipis—sebuah senyuman halus yang tidak pernah disaksikan oleh siapa pun di gedung Wijaya Group.

Pria kaku itu kemudian menarik tempat makan tersebut mendekat, meraih sumpit, dan mulai menikmati setiap suapan makanan buatan istrinya dengan ketelitian dan ketenangan penuh.

Noda gincu di kerahnya dan kotak bekal pastel di atas meja rapat kini menjadi penanda permanen bahwa kehidupan sang CEO tidak lagi digerakkan oleh angka dan efisiensi semata, melainkan oleh kehadiran seorang gadis yang telah mengacak-acak sistem hidupnya secara sempurna.

1
falea sezi
🤣🤣malu yeee q kirim hadiah biar up makin banyak🤣
falea sezi: lah kenapa libur thor🤭
total 2 replies
mamah fitri
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha
🤭🤭🤭
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
🤣🤣 lempeng amat pakk dean🤭
falea sezi
nyimak bagus q kirim hadiah nih
Lea
Lanjut 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
mamah fitri
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
mamah fitri
wkwkwkw... asli ngakak dengan karakter pak Dean.. lucu banget sih ya🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭 jangan lupa like ya kak oh ya boleh kasih ulasan hehehe ... tar aku update sehari 1 bab dulu.. soalnya masih nulis yang Toxic and control juga...hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!