Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Vanya yang berlari dan tak menyadari kalo Renata sudah tidak mengejarnya lagi, sambil mengatur nafas Vanya duduk di salah satu kursi yang ada di sana..
" haish gila bener tuh si Rere ngejar kaya orang kesurupan, dan gue kaya orang yang dikejar setan larinya gak tau arah, ini dimana sih " gumam Vanya sambil menengok ke kanan dan ke kiri
nafas yang belum juga teratur dan juga tenggorokkannya terasa kering, tapi saat Vanya ingin mencari minum tenaganya sudah terkuras habis untuk berlari..
" haus banget dah sakit tenggorokan gue " gumam Vanya lagi
saat dirinya sedang menundukkan kepalanya kebawah tiba-tiba ada seseorang yang berdiri disampingnya, sambil memberikan sebotol air putih dingin, Vanya yang melihat itu langsung mengambil botol minum itu tanpa melihat siapa orang yang memberikan botol minuman itu..
" wihh makasih " ucap Vanya dia pun langsung membuka tutup botol dan langsung meminumnya..
sehabis minum Vanya baru sadar kok ada orang yang tiba-tiba ngasih dia minum..
" eh ini kok gue langsung minum sih gimana kalo di dalamnya ada racun kopinya, kaya yang di berita-berita ya ampun mana gue udah minum setengahnya lagi " ucap Vanya sambil melihat air yang hampir setengahnya dia habiskan..
" nanggung banget saya kasih racun disana " ucap seseorang itu
Vanya yang mendengar ucapan itu pun langsung melirik ke arah sampingnya dan ternyata orang itu, Vanya pun sangat kaget melihat itu sampai-sampai dia tersedak..
" uhuk.. uhuk.. kak Richie ngapain disini " tanya Vanya kaget
" seharusnya saya yang nanya kamu ngapain disini, ini kan gedung fakultas bahasa asing " ucap Richie
" hah kok bisa " tanya Vanya
" lah mana saya tau, kamu sendiri yang datang kesini, sendirinya bingung apalagi saya " ucap Richie
" hah gak nyangka lari gue cepet juga kaya kelinci harus di kasih apresiasi ini mah " gumam Vanya sambil tertawa pelan..
" kamu kesambet ya masih siang ini matahari juga masih ada " ucap Richie
" ish enak ajh " ucap Vanya
" habisnya kamu ngomong sendiri ketawa sendiri gila ya " ucap Richie
" gila sih enggak tapi gak tau kenapa otak berasa geser gth " ucap Vanya bercanda
Richie yang gak biasa memdengar guyonan hanya bisa menatap Vanya dengan heran dan dengan alis yang dia angkat sebelah pertanda tidak mengerti..
" gini nih kalo stand up comedy di depan kanebo kering bukannya ketawa malah cengo " ucap Vanya
" apa kamu bilang " ucap Richie
Richie yang sudah tidak tahan lagi karena suka gemas melihat tingkah Vanya, langsung mengacak rambut Vanya sambil tersenyum tipis jangan harap orang seperti Richie akan tersenyum seperti matahari yang ada di kartun Teletubbies..
" aish kak jangan di berantakin rambut gue ish nyebelin " ucap Vanya
" habisnya candaan kamu garing banget " ucap Richie
" bukan candaan gue yang garing tapi lu nya kak yang kaku mangkanya gaul dong, punya temen kek " ucap Vanya sambil melihat ke wajah Richie yang masih berdiri disampingnya, jadi otomatis Vanya menonggakkan kepalanya...
" kata siapa saya gak punya temen ada kok " ucap Richie
" mana " tanya Vanya
" nih laptop sama handphone " ucap Richie sambil memperlihatkan kantong berisi laptop dan juga handphone nya..
" lah dia malah ngelawak ya kali kak temen lu benda mati " ucap Vanya
" kenapa hak asasi dong " ucap Richie
" iya terserah lu ajh lah kak oh iya ini gedung fakultas kak Richie " tanya Vanya
" hemm kenapa kamu mau liat-liat " tanya Richie
" lain kali ajh mau pamit duluan ada urusan " ucap Vanya sambil berdiri dan siap-siap untuk pergi..
" tunggu mau kemana buru-buru mau nemuin pacar kamu " tanya Richie
" pacar.. pacar.. siapa sih pacar gue " gumam Vanya kesal
" kalo ngomong tuh jangan sendiri gila beneran tau rasa kamu " ucap Richie
" terserah ah, aku pergi duluan ya bye kak Richie thanks buat minumannya " ucap Vanya sambil melangkah pergi..
Richie yang melihat itu hanya memberi ekspresi datar..
sedangkan Vanya berjalan keluar gedung fakultas bahasa asing, saat di luar Vanya bertemu dengan wakil ketua BEM yang tak lain adalah leon..
" Renata " panggil Leon
" haduhh dia lagi bisa bahaya ini mah mana dia masih manggil nama Renata lagi " ucap Vanya
Vanya yang melihat Leon akan menghampirinya langsung berbalik arah tapi sayang dia malah menabrak seseorang sampai dia jatuh..
" aw kalo jalan liat-liat dong " ucap Vanya kesal
" harusnya kamu jalan yang bener " ucap seseorang
" eh kak Richie " ucap Vanya kaget
" ya ampun drama apa lagi ini berasa hidup di sinetron deh gue mana sial banget lagi, nih orang satu kenapa gak bantuin gue malah berdiri ajh bikin kesel ajh " ucap Vanya lagi
ternyata saat Vanya akan berdiri seseorang membantunya tapi sayang bukan Richie yang membantunya tapi Leon..
" lu gak apa-apa " tanya Leon
" eh gak apa-apa kok kak makasih " ucap Vanya
" lu kenapa lari saat gue panggil " tanya Leon
" itu anu.. " ucap Vanya kikuk
" anu.. anu apa sih omongan lu ambigu banget, dan juga tadi pas di kolam renang gue panggil kenapa lu malah lari-larian sama temen lu " tanya Leon
" aduh kak satu-satu napa nanya nya gue pusing ini mana pantat gue sakit lagi " ucap Vanya
Richie yang berasa di kacangin hanya bisa berdehem..
" eh bro lu masih disini " tanya Leon
Richie hanya memberi anggukan kecil..
" emm lu kenal sama Renata " tanya Leon sambil menunjuk ke arah Vanya sedangkan Richie bingung soal pertanyaan dari Leon..
" Renata " ucap Richie
" iya Renata ini orangnya " ucap Leon tapi saat dirinya mau menunjuk ke arah samping Vanya udah gak ada..
" eh busett cepet banget tuh anak perginya " ucap Leon lagi
" maksudnya siapa Renata " tanya Richie
" iya cewe yang barusan dimari namanya Renata kan " tanya Leon
" oh dia Vanya bukan Renata " ucap Richie
" APA.. bentar jadi dia boongin gue soal nama trus dia anak bahasa " tanya Leon
" gak tau " ucap Richie sambil pergi meninggalkan Leon..
" itu orang selain julukan manusia es dia juga manusia irit dengan omongan, bodo amat lah " ucap Leon
sedangkan disisi lain Vanya yang sudah lari dari Leon dan Richie pun berasa bebas..
" akhirnya lepas juga gue dari dunia es dan dunia Tiger eh btw temen-temen gue pada kemana sih " ucap Vanya
saat dirinya sedang mengetik pesan seseorang tiba-tiba merangkulnya membuat dirinya kaget..
" ish lu UL kaget gue kirain siapa " ucap Vanya
" lari maraton sampai mana lu Van " tanya Maul
" gak jauh kok sampai gedung fakultas bahasa asing ajh " ucap Vanya
" eh buset itu jauh oneng kaki lu gak sakit lari sejauh itu " tanya Maul
" mayan pegel " ucap Vanya
" mending kita balik ajh Rinjani sama Rere dah balik duluan " ucap Maul
" hah seriusan " tanya Vanya
" iya mereka kira lu dah pulang karena di kejer sama Renata eh nyatanya lu malah masuk ke gedung fakultas lain " ucap Maul
" iya gimana lagi tuh si Rere ngejar gue kaya depkolektor " ucap Vanya
" lu sih rese ya udah kita balik rumah lu lumayan jauh dari kampus " ucap Maul
" eh UL kaya nya gue mau pindah ke asrama ajh lah biar deket pulangnya " ucap Vanya
" emang masih ada yang kosong tuh asrama Maba bejibun gini, apalagi sama mahasiswa tingkat yang melanjutkan kuliahnya " ucap Maul
" mudah-mudahan ajh masih ada " ucap Vanya
" mau kapan liat-liatnya mau gue temenin " tanya Maul
" besok ajh lah hari ini gue cape mau balik mau tidur " ucap Vanya
" gimana gak cape lu lari maraton mana kaya orang yang banyak dosa lagi, tapi emang lu banyak dosa sih " ucap Maul bercanda
" sialan lu " ucap Vanya
mereka pun pergi ke arah parkiran untuk mengambil kendaraan masing-masing hari ini lumayan seru buat pertama masuk kuliah walaupun belum belajar..
bonus Visual..
Richie..
Vanya...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
Happy reading guys 😇😇
chapters kali ini Vanya menang banyak.. 😁😁